Beranda / Fantasi / PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM / Bab 131 — Generasi Tanpa Nama Tidak ada lonceng.

Share

Bab 131 — Generasi Tanpa Nama Tidak ada lonceng.

Penulis: Bang JM
last update Terakhir Diperbarui: 2026-02-15 10:32:00

Tidak ada tanda kiamat.

Yang berubah hanyalah cara dunia bernapas.

Li Yuan berdiri di tengah aula Heishui, dikelilingi peta-peta realitas yang kini tak lagi patuh. Garis takdir yang dulu lurus dan bercabang rapi kini bergetar, sebagian mengabur, sebagian menulis dirinya sendiri tanpa izin Jam Pasir Naga.

“Jumlahnya bertambah,” lapor Wen Jue pelan. “Bukan satu atau dua. Di tiga belas wilayah… anak-anak tanpa jejak mulai lahir.”

Wu Xian menghela napas berat. “Aku tidak suka
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM    Bab 131 — Generasi Tanpa Nama Tidak ada lonceng.

    Tidak ada tanda kiamat.Yang berubah hanyalah cara dunia bernapas.Li Yuan berdiri di tengah aula Heishui, dikelilingi peta-peta realitas yang kini tak lagi patuh. Garis takdir yang dulu lurus dan bercabang rapi kini bergetar, sebagian mengabur, sebagian menulis dirinya sendiri tanpa izin Jam Pasir Naga.“Jumlahnya bertambah,” lapor Wen Jue pelan. “Bukan satu atau dua. Di tiga belas wilayah… anak-anak tanpa jejak mulai lahir.”Wu Xian menghela napas berat. “Aku tidak suka frasa itu.”Ayuna menoleh. “Tanpa jejak… artinya apa sebenarnya?”Wen Jue menjawab dengan suara yang nyaris seperti pengakuan dosa.“Artinya dunia tidak tahu apa yang harus terjadi pada mereka.”MEREKA YANG TIDAK DITULISDi Desa Luoyin, seorang anak perempuan berumur tujuh tahun menolak jatuh dari tebing—karena ia memilih tidak jatuh.Di Wilayah Abu-abu Selatan, seorang bocah lelaki menyentuh api dan api itu padam, seolah tak ingin menyakitinya.Di Heishui sendiri, b

  • PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM    Bab 130 — Ketika Pilihan Mulai Membalas Detak Jam Pasir Naga terdengar lagi. Sekali.

    Pelan.Namun cukup untuk membuat Li Yuan membuka mata.Ia berdiri di tepi dataran tinggi, memandang dunia yang terbentang di bawah—cahaya dan bayangan kini tidak lagi bertarung, melainkan berjalan berdampingan dengan canggung, seperti dua orang asing yang dipaksa berbagi jalan.“Apa kau merasakannya?” tanya Ayuna pelan.Li Yuan mengangguk. “Bukan serangan. Bukan gangguan.”Wu Xian mengernyit. “Jangan bilang ini salah satu dari ‘hal yang lebih buruk’.”Rakta Nagendra menjawab lebih dulu, suaranya berat. “Ini konsekuensi murni.”GEJALA PERTAMADi wilayah perbatasan antara tanah cahaya dan Daerah Netral Kehendak, fenomena aneh mulai muncul.Sungai yang mengalir ke dua arah sekaligus.Bayangan yang bergerak lebih cepat dari pemiliknya.Anak-anak yang bermimpi tentang masa depan… lalu bangun dengan luka dari mimpi itu.Wen Jue membaca laporan demi laporan, wajahnya makin pucat.“Realitas tidak rusak,” katanya pelan. “Ia… bereksperi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM    Bab 129 — Pilihan yang Tidak Seharusnya Ada Angin di Heishui berhenti.

    Bukan karena tenang—melainkan karena tak lagi punya arah.Li Yuan berdiri di tengah lingkaran batu, berhadapan dengan Qin Mo. Ribuan mata manusia mengelilingi mereka, tak satu pun berlutut, tak satu pun menunduk. Ini bukan pemberontakan. Ini penolakan sadar.“Apa kau sadar apa yang kau minta?” tanya Li Yuan akhirnya. Suaranya tenang, tapi di baliknya ada gema naga dan dunia. “Zona tanpa cahaya berarti zona tanpa perlindungan. Tanpa hukum dunia. Tanpa kepastian.”Qin Mo mengangguk pelan. “Kami sadar.”Wu Xian mendengus. “Itu cara paling sopan untuk bunuh diri massal yang pernah kudengar.”Tak satu pun warga tersinggung.Seorang perempuan muda melangkah maju. Wajahnya pucat, tapi matanya mantap. “Ibuku mati saat para dewa berperang. Ayahku mati saat dunia diselamatkan. Sekarang kau datang membawa cahaya… dan berkata semua ini demi kami.”Ia menatap Li Yuan lurus. “Kami hanya ingin hidup dengan kesalahan kami sendiri.”Kalimat itu menghantam lebih k

  • PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM    Bab 128 — Mereka yang Menolak Cahaya Cahaya tidak selalu disambut.

    Itu pelajaran pertama yang Li Yuan pahami setelah langit kembali tenang.Di utara, kota-kota kecil yang baru pulih mulai memadamkan obor suci yang muncul setelah runtuhnya para dewa. Patung-patung naga yang sempat ditegakkan kembali… diruntuhkan diam-diam pada malam hari. Doa-doa berubah bentuk—bukan lagi permohonan, melainkan penolakan.“Ada yang menutup diri,” lapor Wen Jue sambil menatap peta energi yang berdenyut redup. “Bukan karena takut… tapi karena marah.”Wu Xian mengangkat alis. “Marah pada siapa? Kita baru saja menyelamatkan dunia.”“Justru itu,” jawab Wen Jue pelan. “Tidak semua orang ingin diselamatkan dengan cara yang sama.”Ayuna berdiri di tepi tebing, memandang ke lembah tempat kabut hitam tipis merayap seperti napas. “Mereka merasa kehilangan pegangan. Dulu ada dewa untuk disalahkan. Sekarang… tidak ada.”Li Yuan tidak langsung menjawab. Ia merasakan sesuatu—getaran halus di bawah tanah, bukan energi jahat, melainkan tekad yang mengeras

  • PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM    Bab 126 — “Kaisar Cahaya yang Baru Terlahir” Sunyi.

    Itulah hal pertama yang dirasakan Li Yuan ketika membuka mata.Bukan keheningan biasa—melainkan sunyi yang begitu murni, seolah dunia menahan napas untuk memastikan ia benar-benar masih hidup.Cahaya putih lembut menyelimuti sekelilingnya. Tidak menyilaukan, tidak menekan. Cahaya itu terasa… ramah. Hangat. Seperti pelukan yang sudah lama ia lupakan.“Aku…” Li Yuan berusaha berbicara, namun suaranya hanya keluar sebagai desahan pelan.Ia menurunkan pandangan ke tubuhnya.Sisik putih keperakan menutupi sebagian lengannya, tersusun rapi seperti karya seni. Tidak ada aura kehancuran, tidak ada bisikan kegilaan seperti saat inti naga hitam masih hidup di dadanya. Yang ada hanyalah aliran kekuatan stabil—tenang, tapi dalam. Sangat dalam.Kekuatan yang tidak ingin menghancurkan apa pun.“Bangunlah perlahan.”Suara itu bergema dari segala arah, lembut namun agung.Li Yuan menoleh.Di hadapannya berdiri sosok naga raksasa berwarna putih murni. Tubuhnya panjang dan anggun, sisiknya memantulkan

  • PEMBALASAN DENDAM SANG DEWA DARI JURANG NAGA HITAM    Bab 127 — Ujian Pertama Sang Kaisar Cahaya Langit tidak runtuh.

    Justru itu yang membuat semua orang merinding.Awan darah berputar perlahan di barat, membentuk pusaran raksasa seperti mata yang sedang membuka diri. Tidak ada petir. Tidak ada gemuruh. Hanya tekanan halus—namun cukup kuat untuk membuat tulang terasa berat dan napas tertahan.Li Yuan berdiri di garis depan. Cahaya putih keperakan di sekeliling tubuhnya tidak meledak, tidak meluap. Ia menahan semuanya dengan tenang, seperti danau yang menelan badai.“Itu bukan invasi,” gumam Wen Jue dari belakang. “Itu… pengujian.”Wu Xian menyeringai tipis. “Selalu saja. Dunia ini nggak pernah langsung percaya.”Ayuna melangkah setengah langkah ke depan, berdiri sejajar dengan Li Yuan. “Kalau itu musuh, aku serang. Kalau itu dewa… aku tetap serang.”Li Yuan menoleh sebentar. Senyum kecil muncul—lelah, tapi tulus.“Aku tahu.”Udara di depan mereka terbelah.Bukan robek. Bukan retak.Terbuka.Dari celah itu, sosok tinggi melangkah keluar. Tubuhnya berlapis jubah merah tua, seperti kain yang direndam da

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status