Share

Chapter 155 - Berunding

Author: Nyx
last update publish date: 2026-01-23 23:29:27

Ternyata… suara itu muncul dari Qing Lan yang berdiri di samping Nyonya Besar!

“Apa yang kamu tertawakan? “ Tanya Putri Liyue dengan tidak senang.

“Putri Liyue… jika nenekku tidak sanggup untuk berunding denganmu, bukankah masih ada aku? “Tanya Qing Lan dengan tatapan tajam.

“ Hak apa yang kamu miliki untuk berunding denganku? “Tanya Putri Liyue dengan angkuh.

Qing Lan bukannya tersinggung justru tertawa lebih besar lalu mengeluarkan sebuah pelat dari pinggangnya.

Itu adalah pelat perint
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 248 - Ming Hao dan Ming Na

    Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 247 - Hari Pernikahan

    Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 246 - Maharani

    ‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 245 - Kain Putih

    Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 244 - Li Qinglan

    Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 243 - Perpisahan

    “Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Bab 176 - Bukti Bukti

    Orang orang mulai bercerita kembali setelah melihat penampilan Qing Mei yang pada saat ini dianiaya. “Apa yang terjadi? Aku akan membawamu pergi ke Kediaman Adipati untuk menuntut penjelasan! “ Seru Qing Lan sembari mencekal tangan Qing Mei. Pada saat ini semua orang menonton pertunjukkan ini dan

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 175 - Kekerasan

    Qing Lan menyapa para tamu dari siang sampai sore dan sudah minum beberapa cangkir arak sehingga dirinya pun terasa agak mabuk dan hilang kesadaran. Tetapi semua itu juga tidak masalah, lagipula dirinya masih kuat untuk minum beberapa cangkir lainnya. Qing Lan memastikan bahwa semua tamu sudah pe

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 174 - Kuasa Penuh

    Keesokan harinya, pagi pagi sekali Qing Lan telah disibukkan dengan iring iringan milik Qing Mei yang harus disiapkan. Terlihat bahwa Kediaman Perdana Menteri Qing banyak menyiapkan emas untuk sebagai mahar Qing Mei yang membuat semua orang terkesan. Tanpa tahu yang sebenarnya bahwa… semua emas

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 173 - Teman Baru

    Jelas sekali bahwa ini adalah jebakan yang disusun oleh Qing Lan agar Wu Qingyi tetap tinggal di sini. Karena terlihat bahwa lauk yang dipesan di sini bukan untuk satu orang melainkan untuk beberapa orang dan pastinya Qing Lan tidak bisa menghabiskannya sendiri. Qing Lan menyeringai dengan penuh

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status