Share

Chapter 184 - Hasil Analisa

Author: Nyx
last update publish date: 2026-02-13 22:26:32

“Tuan, tolong sampaikan kedatanganku kepada Kasim Zhong. “Mohon Qing Lan dengan sopan.

“Nona Sulung, Kasim Zhong telah berpesan sebelumnya bahwa jika Nona Sulung datang maka bisa langsung menemui Yang Mulia. “Ucap penjaga itu dengan lebih ramah.

“Terima kasih atas kenaikan, Tuan. “ Balas Qing Lan.

Qing Lan melangkah turun dari kereta kudanya dan baru saja akan memegang tangan Xingyue sebagai pegangannya, ada sebuah tangan besar yang mencengkram tangannya dan memberikan kekuatan padanya.

Qin
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 248 - Ming Hao dan Ming Na

    Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 247 - Hari Pernikahan

    Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 246 - Maharani

    ‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 245 - Kain Putih

    Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 244 - Li Qinglan

    Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 243 - Perpisahan

    “Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 191 - Putusan Hukuman

    Keringat dingin mengalir deras dari dahi Hakim Yun, karena terlalu gugup. Sebelumnya dirinya sudah ditegur keras oleh Putra Mahkota dan sekarang ada banyak mata yang mengawasi. Hakim Yun tidak bisa berbuat kesalahan lagi terutama ketika melihat Qing Lan yang duduk di sudut ruangan dengan senyum ti

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 190 - Pembelaan

    Namun Qing Lan jelas sekali belum selesai dalam pengaduan nya, sehingga dia tidak memberi ruang untuk Yun Liang berbicara. “Selain itu, hamba jadi berdebat dengan Tuan ini mengenai hukum dan aturan yang mengatur tentang batasan keterlibatan wanita di muka hukum namun Tuan ini tidak bisa menjelaska

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 189 - Tamparan Kuat

    “Nona Sulung datang untuk menuntut keadilan atas apa yang dia alami! Kenapa dia tidak boleh datang ?! “Tanya seorang wanita dengan marah sambil mengacungkan gagang sapu ke arah pelayan itu. Setelah ada satu yang berani, tentu saja yang lain ikut berani mengatakan kata kata yang lebih buruk lagi.

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 188 - Aturan

    Qing Lan melirik kereta kuda yang disiapkan oleh para pelayannya ini dan tanpa keraguan langsung melangkah naik ke atas kereta kuda. Pada saat ini, dirinya ingin pergi ke manapun tidak perlu meminta izin siapapun karena dia adalah pengambil keputusan akhir selama Ayahnya tidak di rumah. Orang lai

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status