Share

Chapter 98 - Pertanyaan

Auteur: Nyx
last update Date de publication: 2025-12-04 23:27:03

“Tuan Lu, kemampuanku ini bukan sesuatu yang bisa dibanggakan di hadapan orang terpelajar sepertimu. Aku hanya sedikit lebih waspada dan karena itu bisa menunjukkan petunjuk ini. “Balas Qing Lan dengan tenang.

“Jika Tuan Lu tidak memiliki perkataan lain maka Qing Lan akan pamit terlebih dahulu. “ Lanjut Qing Lan.

Qing Lan melangkah pergi dari tempat Lu Ling sementara Lu Ling menatap punggung Qing Lan dengan tatapan rumit.

Setelah itu, Qing Lan juga membantu menghitung stok barang setelah dig
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 248 - Ming Hao dan Ming Na

    Satu tahun kemudian, ada banyak hal terjadi namun Kekaisaran Li justru menjadi semakin makmur di bawah pengendalian Maharani Li Qinglan. Hal ini membuat namanya bergema di setiap sudut kota yang memuji nama dan kebesarannya, dia adalah panutan bagi seluruh wanita. Tidak hanya itu, dirinya juga membangun sistem bahwa pejabat tidak hanya akan diambil dari kalangan bangsawan saja melainkan dari orang orang miskin juga.Selama seseorang memiliki bakat yang layak, tidak peduli apakah pria atau wanita, tidak peduli apakah kaya atau miskin, memiliki kesempatan yang sama. Qing Lan telah mengubah begitu banyak tatanan dan tentunya memiliki banyak pembenci namun ditemani oleh pisau tertajamnya, Wen Xing, bagaimana mungkin orang orang berani untuk mencari masalah dengannya? Setidaknya secara terang terangan. Qing Lan sendiri saat ini sedang hamil sembilan bulan dan sebentar lagi akan segera melahirkan sehingga dirinya banyak beristirahat. “Kamu jangan terlalu lelah, sisa berkasnya biarkan a

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 247 - Hari Pernikahan

    Upacara pernikahan berlangsung lancar dan Qing Lan digandeng oleh Wen Xing untuk melangkah masuk ke dalam aula Kekaisaran yang telah disulap sebagai tempat pernikahan. Qing Lan melangkahkan kaki di atas arang untuk menghindari semua hal yang buruk dan kesialan, belum lagi dengan melempar beras untuk mengusir arwah jahat di sekitar mereka dan rangkaian lain. Qing Lan sendiri tidak dapat memandang ke depan karena tertutup oleh cadar pengantin, sehingga dirinya hanya mengandalkan Wen Xing sepenuhnya. “Beri hormat kepada langit dan bumi! “Seru Kasim muda yang menemani Kaisar terdahulu. Qing Lan dan Wen Xing bersujud ke arah depan lalu berdiri lagi kemudian kasim muda itu kembali berteriak. “Beri hormat kepada orang tua! “Karena mereka berdua sama sama tidak memiliki orang tua yang tersisa maka mereka pun kembali bersujud ke arah depan. “Beri hormat kepada pasangan! “Mereka berbalik agar saling menatap lalu bersujud dengan penuh hormat, dengan begitu acara pun dilanjutkan dengan Qi

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 246 - Maharani

    ‘Kasim, bacakan dekrit yang ditinggalkan oleh Ayahku! “Perintah Qing Lan dengan tegas. Kasim itu tentu saja langsung menurut dan mengeluarkan dekrit kekaisaran yang ditinggalkan oleh mendiang Kaisar untuk Qing Lan sebelumnya. “Mendiang Kaisar berpesan bahwa Putri Qinglan, berbudi luhur dan bijaksana, pemberani dan heroik akan ditunjuk sebagai seorang pewaris tahkta! “ Seru Kasim muda itu dengan lantang. Kasim muda itu menunjukkan dekrit yang ditandatangani oleh mendiang Kaisar di hadapan semua orang yang menunjukkan bahwa kata katanya bisa dipercayai dan dipertanggung jawabkan. Lalu sebagian pejabat berlutut dan menyambut dirinya sebagai seorang Maharani (Kaisar wanita) pertama yang ada di dalam sejarah. “Kami menyambut Maharani dan bersedia untuk mengabdikan diri kami! “ Seru sebagian pejabat ini. “Kalian bangunlah. Sementara beberapa Tuan yang lain apakah menolak untuk mengakui ku? Tidak mengakui dekrit dari Mendiang Kaisar? “ Tanya Qing Lan dengan tenang. “Tuan Putri, seoran

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chaptee 245 - Kain Putih

    Sesampainya di Istana, kain putih sudah mulai digantungkan dan Qing Lan melangkah turun dari kudanya lalu merasa ragu dengan pemandangan yang dia lihat saat ini. Dia berdoa bahwa semua ini hanyalah sebuah mimpi buruk yang akan segera menghilang setelah dia terbangun namun sayang sekali bahwa ini semua bukan mimpi buruk belaka. Dari seluruh Istana ini, yang tersisa hanyalah satu orang. Sekarang kain putih telah menghiasi Istana yang menunjukkan orang terakhir di Istana megah itu telah pergi. Qing Lan memang membenci Kaisar namun dia tidak berharap Kaisar bertemu dengan kematiannya, siapa yang menyangka bahwa dia pergi sebentar dan Kaisar telah pergi? Qing Lan berlutut di depan Aula Duka Istana kala melihat sebuah peti mati megah lalu Wen Xing ikut berlutut bersama dengan dirinya. Di samping peti mati itu, seorang kasim muda yang menemani Kaisar pun tampak meratap di samping peti mati. Qing Lan merasa bahwa hatinya hampa dan lidahnya kelu sehingga dia tidak mampu mengatakan apapun

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 244 - Li Qinglan

    Di Ibukota ini, siapa yang tidak tahu Nona Qing yang pemberani dan heroik? Dia adalah penyelamat nyawa dan tahkta Kaisar. “”Nona Qing, apakah ada yang salah? “Tanya Hakim Yun dengan penuh hormat. Bagi para pejabat di Ibukota, Kaisar sangat menyukai dan menghormati Nona Qing ini maka mereka juga tidak boleh menyinggungnya. “Nyonya Zhao seumur hidupnya banyak membantu orang lain, harap Hakim Yun memberikan sedikit keringanan baginya untuk meminum racun yang membuatnya meninggal dengan cepat dan menggunakan riasan terbaiknya sebelum meninggal. “ Ucap Qing Lan sambil menundukkan kepalanya. Hakim Yun sebagai seseorang yang banyak berkutat dengan urusan semacam ini tentu saja langsung memahami maksud Qing Lan. “Hal ini mudah saja, menuruti apa perkataan Nona Qing. “ Ucap Hakim Yun dengan hormat, lagipula sama sama hukuman mati. Nyonya Zhao dibawa ke belakang dan dibiarkan untuk menggunakan perhiasan lamanya. Qing Lan sendiri yang turun tangan untuk meriasnya. “Nyonya Zhao, aku telah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 243 - Perpisahan

    “Ya, hatiku merasa menderita. Setiap satu hari lebih lama di Ibukota, hatiku terasa terkikis. Semua yang ku miliki telah sirna. Apa yang aku miliki hanyalah diriku sendiri, jika aku tinggal lebih lama di sini justru aku akan kehilangan diriku sendiri. “Jawab Qing Lan tanpa keraguan. “Setiap kali membayangkan ratapan seseorang yang tidak berhasil aku selamatkan, itu seolah olah pisau yang menembus jantungku. Aku harap Yang Mulia berbelas kasih, tolong lepaskanlah aku. “ Lanjut Qing Lan dengan nada memohon sekaligus mendesak. “Lan'er… aku sudah tidak memiliki penerus lain, apakah kamu benar benar tidak ingin tinggal? “Tanya Kaisar dengan lirih. “ Keputusanku sudah bulat, Yang Mulia memiliki keluarga yang besar. Masih ada beberapa keponakan dari cabang luar yang bisa diadopsi dan dilatih sebagai Putra Mahkota. “Jawab Qing Lan. Kaisar menganggukkan kepalanya dan terbarukan batuk lagi, Kaisar yang dilihatnya hari ini dengan tiga hari lalu tampak berbeda seolah olah Kaisar telah bertam

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 142 - Rancangan Perjamuan

    “Lan'er, kamu bangun sangat pagi hari ini. Apakah tidak tidur dengan nyenyak? “Tanya Nyonya Besar dengan khawatir. “Menjawab nenek, Lan'er semalam menyusun buku kas keuangan keluarga yang telah lama terbengkalai sehingga sekalian untuk menyusun acara perjamuan. “ Jawab Qing Lan dengan samar samar.

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 141 - Laporan

    Pada akhirnya , di tengah malam empat orang pelayannya yang telah dia utus semuanya telah kembali. Semuanya membawa informasi yang akan disampaikan kepada Qing Lan dan sekarang mereka sedang berjajar di hadapan Qing Lan. Satu satunya orang yang santai adalah Qifeng, karena Qifeng sendiri tidak me

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 140 - "Jangan kecewakan aku, Nyonya Lu"

    Karena Li Xuan begitu menyukai kekuatan dan pengaruh dari Kediaman Perdana Menteri Qing, maka… Qing Lan tambah tidak akan memberinya kesempatan untuk memanfaatkannya! Qing Lan mengepakkan tangannya sampai buku buku jarinya memutih dan kebencian di dalam hatinya berubah menjadi benci.. Dia sudah

  • PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI PERDANA MENTERI   Chapter 139 - "Ini adalah peluang kita"

    Setelah berbasa basi dan melihat kondisi Qing Lan, akhirnya Qing Mei beranjak dari tempat Qing Lan dan pergi. Qing Lan menyapu air matanya dan tersenyum tipis, tampak tenang dan sederhana. Lagipula, siapa yang benar benar menangisi Li Xuan? “Nona, aku masih tidak mengerti. Kenapa kita harus ber

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status