Share

Bab 15

Kami berada dalam kamar setelah mencuci pakaian. Ayah dan Ibu berada di bawah dengan kesibukan masing-masing. Sejak kepulangan mertua dan Kak Rina kemarin, aku dan Rafan belum saling bicara. Mungkin sekarang adalah saatnya.

Ia duduk termenung di tempat tidur, sementara aku berada di kursi. Memang tadi malam kami masih satu ranjang, tetapi tetap saling memunggungi. Bukan aku tidak takut dosa, tetapi hati ini butuh untuk dipulihkan dan sepertinya saat ini Rafan bukanlah penawar luka.

“Rafan ....” Ia mengalihkan pandangan kepadaku. Kedua matanya bengkak lagi merah seperti habis menangis.

“Boleh kamu beri penjelasan dengan jujur tentang kata-kata Marsha kemarin?”

“Kata-kata yang mana?” tanya Rafan dengan suara yang lemah. Sebenarnya aku ingin mendekap, lalu menghiburnya. Namun, harus bagaimana jika hati ini saja sama bahkan lebih terluka.

“Kamu selalu merindukannya dan lebih menyayangi Marsha karena ia telah me

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status