Share

Bab 33

Kekuatan Cinta

Aku duduk termangu depan rumah karena tidak tahu harus berbuat apa. Awan tebal menutupi seluruh langit hingga cuaca siang ini cukup terlihat mendung. Angin sepoi berembus menembus kulit yang hanya tertutup daster panjang. 

Tukang bakso lewat sambil tangannya memukul mangkuk dengan sendok, gegas aku melangkah ke luar karena kebetulan ada selembar uang dua puluh ribu di kantong daster yang aku temukan saat mencuci celana Rafan tadi.

“Bakso, Bang!” panggilku.

Penjual bakso yang masih muda itu menoleh, lalu menghentikan langkahnya. Gerobak warna merah muda dihiasi stiker love, mungkin ia seperti pujangga atau musafir cinta. Diva juga mendekat beriringan dengan Sita sambil meringis seperti kuda.

“Semangkuk, Kak?” tanya penjual bakso, aku menangguk.

Diva dan Sita sudah sampai. “Suka bakso, Lin?” tanya Diva. 

“Enggak, suka penjualnya,” jawabku ketus, tetapi berhasil mem

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status