Home / Fantasi / PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS / 31 Murid Resmi Akademi

Share

31 Murid Resmi Akademi

last update Petsa ng paglalathala: 2026-09-17 21:54:57

Sementara itu, di dalam aula megah Kediaman Tan Hau, suasana terasa begitu mencekat. Tan Hau berjalan mondar-mandir dengan raut wajah gusar, menghempaskan langkah kakinya ke lantai batu pualam yang dingin.

"Masih tidak ada laporan yang berarti?!" geram Tan Hau, suaranya membentak rendah hingga membuat para pengawal di sekelilingnya tertunduk gemetar.

Salah seorang mata-mata yang bertugas mengintai Lembah Dalam membungkuk makin dalam. "Ampun, Tetua Tan... Gubuk itu terus-menerus diselimuti asap
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS    106 Anomali

    Zzzzt... Hummm...Pendar cahaya keemasan dari tongkat Trisula Arkan perlahan meredup, meninggalkan keheningan yang dalam saat rombongan akhirnya menginjakkan kaki di dasar jurang Celah Aethelgard.Di hadapan mereka terbentang sebuah gua kristal raksasa yang berkilau megah. Di tengah-tengah gua tersebut, melayang sebuah struktur kristal raksasa berbentuk prisma sempurna—Jantung Kristal Utama yang menjadi sumber kehidupan dan keseimbangan seluruh pulau terapung di dimensi ini.Namun, pemandangan indah itu kini ternoda. Sebagian besar sisi Jantung Kristal tersebut diselimuti oleh kepompong urat-urat hitam bercorak keunguan yang berdenyut lambat, menyerap energi murni dan memancarkan aura korosi yang pekat. Di titik pusat keretakan itu, sebuah inti sisa energi The Void Syndicate masih tertanam kuat, bergetar tak stabil seolah siap meledak kapan saja.Aelion mendarat dengan lembut di atas lantai kristal, wajahnya menyiratkan kesedihan mendalam melihat kondisi inti dunia mereka. “Jantung Kr

  • PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS    105 Badai

    Arkan melangkah mantap mendekati altar utama tempat sang penjaga kuil terkurung di dalam kepompong energi transparan. Di dekatnya, Kilin mondar-mandir gelisah, mengeluarkan dengkusan kecil sambil menatap wajah sosok agung yang tertidur pulas dengan mata terpejam rapat.Sosok itu mengenakan jubah putih keperakan yang dihiasi sulaman benang cahaya bintang, dan sepasang sayap besar transparan terlipat anggun di punggungnya. Namun, di dada sang penjaga, sebuah serpihan kristal hitam berdenyut pelan, memancarkan korosi entropi yang mengikat kesadarannya dalam tidur panjang."Kepompong itu bukan pelindung," ucap Lyra yang berdiri beberapa langkah di belakang Arkan, mengamati pola energi di sekeliling altar dengan cermat. "Itu adalah sangkar penahan yang diciptakan oleh sisa-sisa kutukan kuno. Jika kita tidak melepaskannya segera, serpihan kristal hitam itu akan menghisap habis sisa vitalitasnya."Balthazar memegang erat gagang palunya, alisnya berkerut cemas. "Kutukan kuno di tempat yang se

  • PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS    104 Penjaga Kuil

    Zzzzt... Hummm...Getaran frekuensi suara purba yang terpancar dari peta kosmik semakin menguat, memenuhi seluruh sudut ruang observasi dengan melodi lembut yang menghanyutkan. Kilin menegakkan tubuhnya, ekornya bergoyang pelan seiring naik-turunnya irama melodi tersebut, seolah memahami bahwa panggilan itu membawa pesan penting dari tempat yang amat jauh.Arkan mengangkat tongkat Trisula-nya. Sentuhan energi keemasan dari senjata itu membuat proyektor holografik di atas meja kristal mengembang, membentuk peta dimensi berlapis yang belum pernah tercatat dalam arsip mana pun di Nexus Prime."Melodi ini berasal dari balik Celah Aethelgard," ucap Arkan, matanya menatap tajam ke arah koordinat baru yang berkedip stabil. "Sebuah wilayah dimensi paralel yang terputus dari jalur utama aliran waktu kosmik sejak ribuan tahun lalu."Lyra melangkah maju, tangannya menyentuh proyeksi hologram yang menampilkan bentukan dunia asing—sebuah dunia di mana langitnya berwarna lembayung senja abadi dan d

  • PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS    103 Kepulangan

    BOOOOOM!Ledakan dahsyat namun terisolasi bergemuruh tanpa suara di ruang hampa Sektor Astraea. Kapal induk utama The Void Syndicate hancur berkeping-keping, melebur menjadi serpihan debu kosmik yang tersapu bersih oleh sapuan gelombang keemasan dari tongkat Trisula Arkan. Sisa-sisa armada bayangan yang melihat pemimpin mereka musnah seketika kehilangan arah, tercerai-berai dan melarikan diri ke dalam celah dimensi terjauh.Di atas puing-puing dek komando yang tersisa, Arkan berdiri tegak dengan jubah penjelajahnya yang berkibar tenang. Pendar cahaya keperakan dan keemasan di ujung Trisula-nya kini meredup perlahan, kembali ke ritme kedamaian yang stabil dan menenteramkan.Komunikasi jarak jauh melalui gelang navigasi seketika menyala, menampilkan wajah Lyra yang tersenyum lebar penuh kelegaan."Arkan! Seluruh armada musuh telah mundur, dan barisan pertahanan di permukaan planet kristal sudah sepenuhnya aman!" seru Lyra dengan nada antusias. "Lyraea dan Aethelhart berhasil mengamankan

  • PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS    102 Rencana Penyerangan

    Suasana di ruang strategi utama Nexus Prime mendadak tegang. Proyektor holografik di tengah meja kristal menampilkan peta tiga dimensi yang menunjukkan koordinat pergerakan The Void Syndicate. Titik-titik merah menyala berkedip di ujung sektor terluar galaksi, menandakan armada bayangan musuh tengah bersiap melancarkan invasi ke wilayah Sektor Astraea.Lyraea, yang kini telah pulih sepenuhnya berkat energi pemulihan Trisula, berdiri di sisi Arkan. Jubah perak barunya berkilau lembut, dan sayap kristal di punggungnya kini memancarkan pendar biru stabil yang anggun."Armada The Void Syndicate tidak bergerak seperti pasukan biasa," jelas Lyraea, menunjuk titik-titik merah yang bergeser teratur di peta holografik. "Mereka menggunakan teknologi penyerap cahaya untuk menyamarkan kapal penjelajah induk mereka di balik bayangan gravitasi lubang hitam purba. Jika kita tidak menyerang lebih dulu, mereka akan menghancurkan Core of Genesis dan menggunakan energinya untuk merobek dimensi kita."Ba

  • PEWARIS MAKHLUK LEGENDARIS    101 Pertarungan

    Wuuush!Pusaran portal keperakan terbuka tepat di tepi luar Nebula Matahari, membelah lautan badai plasma yang mengamuk dengan kilatan petir oranye membara. Begitu armada kecil aliansi keluar dari portal, terjangan angin surya bertekanan tinggi langsung menghantam lambung kapal penjelajah, menciptakan getaran hebat yang merambat hingga ke ruang kemudi.Di anjungan terdepan, Arkan berdiri kokoh tanpa goyah. Tongkat Trisula di tangan kanannya memancarkan pendar tiga warna yang membentuk perisai energi keemasan, melindungi kapal mereka dari terjangan badai magnetik yang mematikan."Konsentrasi badai di sini jauh lebih padat dari perkiraan sensor jarak jauh," seru Lyra, tangannya lincah mengendalikan kemudi kapal agar tidak terdorong arus plasma. "Kapal penjelajah yang mengirim sinyal darurat itu berada tepat di pusat pusaran—di dalam kawah gravitasi bintang kerdil yang sekarat!"Di sisi lain anjungan, Balthazar memegang erat sisi jendela pengamatan, matanya menatap tajam ke arah titik me

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status