Share

BAB 4

4. HIDUP KEMBALI DALAM TUBUH BARU

"Arghhhh..." Setelah kematian tragis yang memilukan, Lan Hao tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya seolah habis bermimpi panjang berhari-hari lamanya. Dipegangnya pelipis kiri yang tampak meneteskan darah, sambil merintih kesakitan. Ia menatap sekelilingnya sambil masih memegangi kepalanya yang mengalami pendarahan.

"Tunggu ?!" Plak! Plak! Ia menepuk pipinya dua kali dengan keras.

"Tubuh siapa ini? Kenapa jiwaku bisa ada pada tubuh bocah sialan ini!" Pekik Lan Hao mengutuk. Dia termenung beberapa detik, sambil duduk bersila meratapi tubuh barunya

"Jadi? Aku kembali?! Tapi, kenapa harus tubuh bocah ini?" ucapnya mendeklarasikan sesuatu yang sampai detik ini masih tak dirinya percayai. Ia tiba-tiba saja telah mengambil alih tubuh seorang pemuda lemah!

Belum puas dirinya meratapi nasibnya yang dihidupkan kembali dalam tubuh seorang pemuda yang entah dari mana asalnya tersebut, sebuah suara sibuk mengusik. Rasanya seperti ada beberapa pasang mata yang sedang mengawasi dirinya. Meski begitu, pemuda itu hampir tak menyadari bahaya yang akan segera terjadi, ia masih terduduk linglung di sana.

“Suara apa itu?!” Lan Hao menoleh, beranjak bangkit dari duduknya berjalan perlahan menuju ke arah sumber suara.

Awoooo!! Dua ekor serigala liar, keluar dari balik semak-semak sambil melolong keras ke arahnya. Tatapan nanar kedua binatang buas tersebut, menunjukkan bahwa keduanya sedang kelaparan. Awoooo!! Keduanya melolong sekali lagi, dan hendak melakukan serangan pada pemuda lemah yang tubuhnya sekarang diambil alih Lan Hao. Raungan serigala bergema saat binatang itu melompat ke arah pemuda itu.

Dia menoleh, matanya bersinar dengan haus darah dari pelipis kirinya yang berlumuran darah. Niat membunuhnya mirip dengan Raja Iblis yang sama, langsung menusuk ke mata dua serigala yang berniat menyerangnya.

"Berisik! Diam kalian!" Lan Hao menajamkan matanya, hingga mengeluarkan kilatan cahaya merah dari balik kornea matanya. Tatapannya penuh dengan kebencian. Whossh!? Udara mendadak dingin, seolah prahara sedang datang menghampiri kedua hewan malang itu.

Serigala itu berhenti, keduanya menggigil sambil meringkuk ke belakang. Juga hewan-hewan lainnya ikut kabur saat melihat sepasang mata iblis yang keluar dari pemuda itu. Bahkan hanya dengan menatapnya saja, kedua serigala itu langsung mengurungkan niatnya untuk menyerang. Semua kekuatan Lan Hao jelas sudah musnah bersama jasadnya. Tapi jiwanya jelas tak asing dengan hawa membunuh. Jiwa dan aura seorang raja iblis setidaknya masih tersisa meski dirinya harus hidup dalam tubuh lemah seperti sekarang ini.

Meski dirinya sudah tak memiliki kekuatan seperti saat dirinya menjadi raja iblis, tapi setidaknya beberapa bagian dari insting seorang raja iblis itu masih bisa dikendalikannya. Lan Hao tau, meski pemuda yang tubuhnya ia tumpangi sekarang terlalu lemah, tapi insting hewan itu tak salah. Ia langsung mendeteksi soal bahaya yang ditimbulkan hanya dari tatapannya saja.

Saat keheningan terjadi sekali lagi, sebuah suara yang berjarak beberapa meter saja terdengar menyusup ke gendang telinga Lan Hao.

“Aduhhh, Feng Zhi… Tolong, tolong bantu aku!” Pada saat yang sama seorang pemuda lain yang terluka, memanggil-manggil dari sumber suara sebelumnya.

“Feng Zhi? Tunggu,” Lan Hao menoleh, “Dia? Seharusnya dia adalah seseorang yang mengenal pemuda yang tubuhnya aku tumpangi ini bukan,” gumamnya.

Deggh! Lan Hao yang meminjam tubuh bocah tersebut segera melangkah cepat ke arah pemuda yang sebelumnya memanggil-manggil meminta pertolongan.

“Feng... Zhi... Arghh, bantu aku berdiri...” sambil menahan rasa sakit pemuda yang perutnya penuh darah itu mengulurkan tangan kepada Lan Hao. Namun sang mantan raja iblis masih terdiam sambil tak menggubris, sebab sedari tadi dirinya sedang sibuk menatap pemuda itu dari ujung rambut sampai ke kaki dengan ekspresi datar.

”Baguslah, pria ini setidaknya berada di level dua tingkat menengah. Aku bisa menyerap jiwanya, dan memulihkan kekuatanku perlahan-lahan.” Lan Hao mengulurkan tangannya ke arah dahi pemuda di hadapannya tersebut.

“Hei! Apa yang kau lakukan?! Kau bukan Feng Zhi yang kukenal!! Siapa Kau!?” pekik pria malang itu sebab menyadari ada yang tak beres dengan kawannya tersebut.

"Kau benar. Aku bukanlah orang yang kau sebutkan. Aku Raja Iblis! Lan Hao! Huahahaha!” Ucapnya dengan lantang.”

Pada saat yang sama, mata pria malang tersebut menyusut. Ia menggelengkan kepala sambil menatap Feng Zhi dari ujung kepala hingga kakinya.

“Teknik Kendali Bumi dan Langit! Bentuk pertama… Sihir penghisap jiwa!” Lan Hao menempelkan telunjuknya ke dahi pria tersebut. Baginya yang seorang Wizard (Penyihir) melakukan sihir adalah keahliannya saat masih pada masa kejayaannya dulu.

Dan, ssrottth! “AHHHHH!” pria malang itu berteriak sejadi-jadinya saat perlahan tubuhnya terserap begitu saja usai Lan Hao mencoba teknik pertama dari Kitab Kendali Bumi dan Langit yang sempat dipelajarinya demi memulihkan tubuh rohnya yang masih terluka parah.

“Meski beresiko, tak ada salahnya aku mencoba! Dengan begini, aku bisa segera membebaskan belenggu kultivasi bocah ini...” gumamnya menahan rasa sakit yang ditimbulkan dari dikeluarkannya teknik kuno tersebut.

Sihir penghisap jiwa berbeda dari teknik Yuan biasa yang dimiliki oleh para pendekar. Ia tak membutuhkan kekuatan roh, atau terbatas pada ranah seorang kesatria namun hanya bisa digunakan sekali dalam tiap tingkatan Yuan. Itu berarti, bahwa setiap pendekar hanya bisa melakukannya sekali tiap naik kelas. Hal inilah yang membuat teknik ini sangat beresiko. Dikatakan seorang pendekar yang mencoba mempraktekkan sihir tersebut harus bekerja keras untuk mengolahnya agar tidak terjadi penolakan dari jiwa yang sedang dihisap. Karena jika terjadi penolakan dari jiwa asli, pendekar tersebut akan mati! Terlebih lagi pemuda yang sedang dihisap jiwanya tersebut dalam kondisi lemah. Lan Hao tahu bahwa tubuh bocah yang ditumpanginya masih sangat murni. Dirinya dapat merasakan bahwa seluruh meridian bocah tersebut sama sekali belum pernah tersentuh kultivasi. Tapi yang lebih aneh, bocah ini terlahir dengan kekuatan roh penuh yang unik.

Brukkk! Pria itu sekarang tinggal jasad berupa tulang tengkorak saja setelah Lan Hao menghisap jiwa dan kekuatannya.

“Jadi nama bocah yang kutumpangi tubuhnya adalah Feng Zhi?! Tapi kenapa aku merasakan sesuatu yang aneh dari tubuh bocah ini? Apakah tubuhnya benar-benar sama sekali tak pernah berkultivasi? Aku merasakan dengan jelas kemurnian dari jiwa dan tubuhnya. Aku tak mengira bahwa menyerap kekuatan tingkat dua saja membutuhkan waktu semalaman penuh! Tetapi tidak apa-apa, aku seperti menemukan sebuah gelombang baru dalam tubuh bocah ini. Dan yang paling penting, setidaknya tubuh ini sudah berhasil mencapai level dua sekarang... Ini lebih baik daripada aku harus memulainya dari nol!” Gumamnya sambil mematung berpikir.

Feng Zhi bangkit dari duduknya, kemudian menatap jemarinya yang baru saja mendapatkan kekuatan baru sehabis menyerap jiwa seseorang. “Feng Zhi?! Bukan nama yang buruk... haruskah aku menjajal kekuatan baru ini, Feng Zhi?! Setidaknya aku bisa perlahan-lahan mengembalikan seluruh kekuatan pada masa kejayaanku sebelumnya. Dan kembali menjadi raja iblis yang agung! Hahahaha!” ucapnya berbicara dengan dirinya sendiri.

Duarrr! Sebongkah batu besar meledak begitu saja saat Feng Zhi mengarahkan tangannya yang penuh energi murni ke arah batu besar tersebut. Ia tersenyum bengis, tersirat bahwa Lan Hao sekarang benar-benar mengambil alih tubuh bocah tersebut. Dia bukan lagi Feng Zhi yang lemah. Tapi Feng Zhi sang pewaris raja iblis.

“Pendekar pedang Yun Zhong, tunggu saja kalian! Aku akan mendatangi kalian sesegera mungkin! Saat aku kembali ke kekaisaran Tian Xin, itu akan menjadi akhir untuk kalian semua!” teriak Feng Zhi sekencang-kencangnya.

Bersambung…

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status