LOGINAlmania Corazon Perelta o mas kilala bilang 'alco'. siya ay isang sikat na stripper/prostitute sa bar na pinapasukan nya dahil sa taglay nyang ganda. mapa mukha man o katawan. maayos ang pamumuhay nya kahit marami ang humuhusga sakanya dahil sa kanyang trabaho. ngunit gumulo lang iyon ng makilala nya si Pierce Verlusconi. ang isang makapangyarihan bilyonaryo na may dugong pinoy at italyano at may saltik sa ulo. ang lalaking hindi lang gugulo sa tahimik nyang buhay kundi parin narin sa tahimik nyang pagkatao
View MoreEoghan Thornton, sosok berkepribadian tangguh dan wajah tampan yang kerap muncul di sampul majalah bisnis, memerintah dengan elegansi. Sebagai pembisnis sukses yang melambung tinggi di dunia korporat, kehidupannya dihiasi dengan kekayaan dan kekuasaan. Mansion megahnya, setinggi ambisi dan setajam intuisinya.
Di balik tirai sutra yang tebal, diterangi lampu-lampu gantung bergaya vintage, Eoghan duduk di kursi kulit mewahnya. Ruangan itu diisi dengan senyuman keluarga yang dilukiskan dalam potret masa lalu, mencerminkan warisan keluarga yang kaya raya. Dirinya terbiasa dengan dunia aristokrasi yang dikelilingi oleh karya seni mahal dan perabotan bersejarah yang disusun rapi. Di sisi lain bangunan mansion-nya, seorang wanita bernama Serena merayap dengan hati-hati. Dahulu, dia adalah seorang kurator seni, membenamkan dirinya dalam keindahan dan sejarah seni. Namun, kini dia telah menjelma menjadi penjahat yang berprofesi sebagai pencuri spesialis benda seni. Plan dan skema penyusupannya telah disusun dengan cermat. Di balik gaun hitam yang memeluk tubuhnya, Serena menyelinap ke dalam mansion megah Eoghan dengan hati-hati, gaun hitamnya melambai lembut di setiap langkah. Eoghan, sibuk merayakan kegagalan perjodohannya dengan sebotol anggur merah di balkon mansion-nya. Pandangannya terfokus pada langit malam yang berkilauan, dan hatinya dipenuhi kepuasan. Namun, ketika Serena menyelinap melalui lorong menuju ruang brankas di keheningan malam, sebuah guci antik di atas meja kayu terjatuh dan pecah. Suara nyaring pecahan kaca itu membuat Eoghan terhenti dari euforia mabuknya. Mata Eoghan dan Serena bertemu melalui jendela, dan dalam sekejap, atmosfer malam berubah. Eoghan, yang seharusnya tenggelam dalam perayaannya, merasa terganggu oleh kehadiran sosok yang asing. Serena, dengan sigap bersembunyi di balik pilar. "Siapa kau?" desis Eoghan, langkah-langkahnya yang mabuk mendekat ke tempat Serena berdiri. Serena, tanpa kehilangan ketenangan, menjawab dengan suara lembut, "Maafkan saya, Tuan. Saya pelayan baru." Namun, jawaban itu semakin membuat Eoghan curiga, "Ini ruang pribadiku! Apa yang kau cari di sini?" tanyanya dengan nada yang meninggi. Mereka saling berhadapan di koridor yang dipenuhi keheningan. "Ini malam ulang tahunku, bukan?" ucap Eoghan tiba-tiba, seolah-olah menemukan solusi yang masuk akal. Dengan pandangan mabuknya, dia mengira Serena adalah wanita yang dibawa oleh Daniel untuknya. Serena, terkejut oleh perubahan arah pembicaraan, mencoba menjelaskan bahwa itu hanyalah kesalahan. Namun, Eoghan, yang terlanjur yakin dengan pandangannya sendiri, merasa dihibur oleh hadirnya Serena. "Marilah kita nikmati malam ini bersama," ajak Eoghan dengan antusias. Eoghan, masih penuh dengan keyakinan yang salah, mengajak Serena untuk duduk. Sofa kulit yang lembut dan lampu gantung kristal menciptakan atmosfer yang kontras dengan ketegangan di antara mereka. Serena, yang tidak ingin memperburuk situasi, menuruti ajakan Eoghan. Namun, ia menyadari bahwa harus menemukan cara untuk bisa kabur dari Eoghan. "Saya benar benar seorang pelayan di sini," ucap Serena, mencoba memberikan penjelasan yang sederhana. Eoghan memperhatikan dan mengamati Serena lebih dalam, dia terkejut oleh kecantikan Serena yang bersinar di bawah gaun hitamnya. Keyakinannya pada kejutan ulang tahun semakin kuat. "Kau terlalu cantik untuk itu," sahut Eoghan, masih tertutup oleh keyakinannya sendiri. Eoghan, masih terhanyut dalam keyakinannya yang salah, menuangkan anggur ke dalam dua gelas kristal. "Kita bisa merayakan malam ulang tahunku bersama," kata Eoghan, mengangkat gelasnya dengan senyum yang mabuk. Serena yakin bahwa Eoghan yang sudah tampak sangat mabuk akan segera roboh. Dia mengangkat gelasnya dan menjawab, "Tentu, selamat ulang tahun Tuan," Malam itu, Serena yang tidak pernah meminum alkohol itu mengambil keputusan berisiko dengan meneguk anggur pemberian Eoghan, sebagai langkah yang diambilnya untuk meredakan kecurigaan. Eoghan yang terhanyut dalam keadaan mabuknya, bercerita tanpa henti tentang kisah lucu mengenai salah satu bawahannya. Serena berpura-pura tertarik, tersenyum dan mengangguk setiap kali Eoghan mengakhiri setiap ceritanya. "Kau tahu, dia yang paling aneh. Selalu membuatku tertawa setiap kali dia berada di sekitar," ujar Eoghan sambil mengisyaratkan ke arah sofa yang kosong, seakan-akan bawahannya itu duduk di sana. Serena memainkan perannya dengan baik, "Benar-benar lucu, Tuan Thornton. Saya bisa membayangkan betapa menghiburnya dia." Eoghan, semakin terhanyut dalam ceritanya, tertawa terbahak-bahak. Sementara Serena menjaga penampilannya. Di tengah tawa yang mengisi hingga ke seluruh ruangan, Serena mencoba mengukur saat yang tepat. Ia merasa yakin bahwa sebentar lagi, Eoghan akan menyerah pada efek alkohol, memberinya peluang untuk melanjutkan aksinya mencuri. Namun, perkiraannya meleset. Keadaan berubah ketika Serena, yang sebelumnya tampil begitu percaya diri, tiba-tiba merasa dunianya berputar. Rasa yang tak bisa dihindari terus menghampirinya, dan tanpa terasa, langkahnya menjadi goyah. Di antara tawa dan cerita Eoghan yang semakin merayap ke telinganya, Serena jatuh tumbang lebih dulu karena mabuk. Keesokan paginya, Serena terbangun dengan kepala yang terasa berat, mendapati dirinya berada di tempat tidur yang tak dia kenal. Suasana kamar mewah yang dipenuhi dengan cahaya lembut matahari memperjelas betapa kontrasnya malam sebelumnya. Matahari pagi yang lembut itu menyinari selimut sutra yang tergeletak begitu indah di atas tempat tidur besar berbalut linen putih. Desain interior yang elegan menciptakan suasana yang damai, dengan tirai yang terbuka lebar, membiarkan cahaya matahari pagi menyelinap masuk dan menari-nari di permukaan lantai marmer. Serena, yang duduk di ujung tempat tidur yang lembut, merasakan sentuhan sutra yang mewah di ujung jarinya. Karpet tebal di bawah tempat tidur memberikan sentuhan hangat pada suasana pagi itu. Saat gadis itu mencoba memahami bagaimana malam itu berakhir dengan keadaan seperti ini, Eoghan tiba tiba muncul dari pintu kayu yang menjulang tinggi. Eoghan, dengan langkahnya yang tenang, membawa aroma harum kopi segar ke dalam kamar. "Selamat pagi," sapa Eoghan dengan senyum hangat, sembari menempatkan secangkir kopi di meja samping tempat tidur. Serena, dengan pandangan bingung, menatap sekeliling kamar yang dipenuhi dengan unsur kemewahan. Kaca jendela dari lantai ke langit-langit menampilkan pemandangan taman yang hijau. "Kau tidur nyenyak semalaman," sambung Eoghan, mencoba memecah keheningan. Serena mencoba merangkai ingatannya. Hal yang terjadi tidak sesuai dengan rencananya, pandangannya mencari petunjuk di sekitarnya. "Apa yang terjadi tadi malam?" Eoghan tersenyum, mencoba memberikan penjelasan ringan. "Kita menyulap tadi malam menjadi suatu kenangan yang tidak terlupakan." Penjelasan absurd Eoghan, membuat Serena mengira tadi malam mereka telah melakukan perbuatan tak terpuji yang menodai kesuciannya. Tebakannya diperkuat dengan dirinya yang kini hanya mengenakan pakai dalam. Dengan frustrasi Serena merutuki kecerobohannya yang meneguk benda terlarang tadi malam. Eoghan tertawa kecil sembari menyeruput kopinya, memperhatikan Serena yang sedang berusaha membungkus rapat tubuhnya. Pemandangan itu adalah tontonan yang menarik baginya. Serena menatap tajam ke arah Eoghan yang sedang mengamatinya dengan secangkir kopi. Hal pertama yang direncanakannya adalah meninggalkan mansion Eoghan tanpa membongkar identitasnya sebagai pencuri. Namun dia lupa, tadi malam dia berperan menjadi seorang pelayan atau seorang wanita bayaran yang melayani Eoghan? .Almania Corazon One week, One week na ang naka lipas simula nung gabing iyon. One week narin akong hindi nag papakita kay Pierce. Bumalik ako sa dati, bar at apartment ko lang ang laging punta ng mga paa ko. Lagi kong inaabangan ang entrance ng bar at kapag nakita kong pumasok sya roon ay agad akong nag tatago. Hindi ako nag papakita sakanya dahil sa takot. Tungkol sa offer nya sa akin na mag panggap bilang girlfriend nya ay hindi ko na iyon tatanggapin. Baka ano pang gawin nya saakin kapag tinanggap ko iyon! Natatakot na ako sakanya, sa presensya nya. Kaya hangga't maari ay iiwasan ko sya. "Almania" nanigas ako matapos kong buksan ang ilaw sa kwarto ko. Kagagaling ko lang sa trabaho. Ala una na ng madaling araw. Hindi ako maka galaw sa kinakatayuan ko. Kilalang kilala ko ang matigas at malagong na boses na iyon. Hindi ako pwedeng mag kamali. "you're avoiding me" aniya. Hindi iyon tanong dahil alam nyang iniiwasan ko talaga sya. Napapikit ako ng mariin ng marinig ang hakbang
Almania Corazon "Hindi ka parin ba titigil?" naiinis na tanong ko sakanya, narinig ko muli ang tawa nya bago ako padabog na bumaba ng kotse nya, isinara ko iyon ng malakas. Hindi parin sya maka move on sa nangyari kanina, e hindi ko naman kasalanan na ganoon ang pumasok sa isip ko. "im sorry" natatawang aniya. Inirapan ko sya at nauna ng mag lakad papasok sa eskinita papuntang apartment ko. Dito ako nag pahatid sakanya, sabi ko ay dito nya nalang ako ilibre ng pagkain. Nag crave ako ng barbecue kaya iyon ang ipapabili ko sakanya pang ulam ko. Ako ang nauunang mag lakad dahil ako ang may alam ng daan, hinawi ko ang aking buhok patalikod ng may makasalubong akong lalaki. Nginitian ako nito kaya nginitian ko rin sya pabalik, bunso iyon ni aling nenna, tatlong taon ang tanda ko sakanya, may crush din sya saakin kaya sobra ang galit sa akin ng nanay nya. Well, hindi ko na iyon kasalanan. Sa ganda ko ba namang to? Naku! Walang sino man ang pwedeng tumanggi. Kinindatan ko ang binat
Almania Corazon napa ngiti ako ng agad na tumahan si baby ng kargahin ko sya. parang may humaplos sa dibdib ko ng makitang humikab ito. "ito pala ang bet mo noh? yung maganda ang kumakarga sayo" biro ko sa bata. narinig kong tumikhim si jazz na agad ko namang na gets kung bakit. "di ka naman ma biro" natatawang sabi ko bago ibalik ang tingin sa baby nya. ang cute cute, parang gusto kong pisilin ang matambok na pisngi. namumula pa iyon kaya sobrang kyut nya. "ang kyut naman ng nose ng baby nayan. ang ganda pa ng lips oh pulang pula. naku! pwera usog nalang huh" magiliw kong kausap sa bata kahit na tulog ito. agad akong napa tigil ng ma-realize ko na nag iba ang boses ko. tumikhim ako bago tanungin si jazz. "anong gender nya?" "boy" maikling sagot nya. napa tango tango naman ako. makahulugan kong tiningnan si Pierce na naka tingin din pala sa akin. tumaas ang isang kilay nya na tila ba nag tatanong kung bakit ako naka tingin sakanya. "swerte mo ah. may jr. kana agad" biro k
Almania Corazonnapanganga ako sa sinabi ni Pierce.babe?!san galing yon?nakita kong nagulat si tanya pati narin si calista."O to the M to the G. is she your girl kuya?" maarteng tanong nito kay Pierce."yeah. she's my girlfriend" sagot naman ni Pierce habang naka tingin lamang sa akin.windang na windang ang utak ko. hindi ko inaasahan yung mga lumabas sa bibig nya.hindi ko alam kung paano ako naka lakad sa sobrang pagka bigla sa mga nangyayari. nakita ko nalang ang sarili ko na naka upo sa passenger seat ng black Ferrari ni Pierce.kinukulit ako ni calista. kanina pa dada ng dada ang isang to! hindi ko naman pinapansin pero talagang papansin!.si tanya naman ay tahimik lang na naka upo sa back seat pero pakiramdam ko ay pinipigilan nya lang talaga ang sarili na huwag mag salita."where did you both meet" parang aliw na tanong nanaman ni calista.sweet naman pala syang tao. hindi nga lang halata kasi napaka arte. maldita at spoiled nya. pero ok din naman sya kausap lalo na kapag
Almania Corazoninis ang mukha nya kanina ngunit nag iba iyon nang makita ako.lihim akong napa singhot nang maamoy ang mabangong amoy nya. sobrang lapit kasi namin sa isa't isa.ang bango nya sobra! nag hahalo ang amoy nang mamahalin nyang men's perfume at mint candy na siguro ay kinain nya kanina
Almania CorazonUnang araw sa loob nang tatlong araw nang pagpapahinga ko sa aking katawan ay nasa bahay lang ako.Wala akong ibang ginagawa kundi ang kumain. Manood nang tv. Matulog. pagkatapos ay kumain ulit. Katulad ngayon. Pangalawang araw ko na itong tambay lang dito sa loob nang apartment ko
Almania CorazonNagising ako nang makaramdam nang panlalamig nang katawan dahil sa buga nang aircon. kahit may naka takip na kumot sa katawan ko ay tumatagos parin.napa ungot ako nang maramdamang ang sama nang pakiramdam ko. para akong binugbong nang sampong malalaking tao na ang totoo ay 'pinasok
Almania CorazonWARNING:Tama sya.nawala ko nga ang dila ko.mukha naman syang nainip dahil wala na akong kagalaw galaw sa pwesto ko habang hawak parin nang isang kamay ko ang kanyang mahaba. malaki. matigas at tayong tayong pagkalalaki. halos hindi nga iyon masakop nang isa kong kamay lang.walan






Maligayang pagdating sa aming mundo ng katha - Goodnovel. Kung gusto mo ang nobelang ito o ikaw ay isang idealista,nais tuklasin ang isang perpektong mundo, at gusto mo ring maging isang manunulat ng nobela online upang kumita, maaari kang sumali sa aming pamilya upang magbasa o lumikha ng iba't ibang uri ng mga libro, tulad ng romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel at iba pa. Kung ikaw ay isang mambabasa, ang mga magandang nobela ay maaaring mapili dito. Kung ikaw ay isang may-akda, maaari kang makakuha ng higit na inspirasyon mula sa iba para makalikha ng mas makikinang na mga gawa, at higit pa, ang iyong mga gawa sa aming platform ay mas maraming pansin at makakakuha ng higit na paghanga mula sa mga mambabasa.
reviews