Share

13. Penjualan Tanah (Bagian C)

13. Penjualan Tanah (Bagian C)

“Cukup, kok. InsyaAllah kita akan beli laptop untuk Aina, biar semakin rajin mengerjakan tugasnya,” ujar Emak dengan nada yang terdengar luar biasa senang.

“Beneran, Mak?” tanya Aina dengan nada sungguh-sungguh. “Memangnya uang yang dikasih Wak Sarah cukup, Mak? Harga laptop kan mahal,” cicitnya di akhir kalimat.

“Cukup, Nduk. Kamu tenang saja,” kata Emak lagi.

“Nah, kamu dengar, kan? Kamu tenang saja, Dek! Alhamdulillah kuliahmu aman, dan juga laptop bisa terbeli!” seru Aira dengan nada senang.

Wajahnya berbinar, Aira juga pasti bahagia karena akhirnya Aina bisa membeli laptop sendiri. Aku dan Aira sama, kami belum bisa membahagiakan Emak dan juga membantu menguliahkan Aina. Jadi mendengar hal ini, kami sudah sangat senang.

Aku mengangguk membenarkan, dan menatap Aina dengan pandangan meminta maaf.

“Kami ini belum bisa bantu biaya kuliah kamu, Dek. Setidaknya dengan kabar ini, kami sudah tenang. Kamu bisa kuliah dengan nyaman, dan tidak kekurangan. Doak
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status