Share

Bab 173

Aвтор: Piemar
last update Последнее обновление: 2025-10-09 17:05:12

Raja Edric menatap Leon dengan begitu tenang. Ternyata putranya masih belum memahami jalan pikirannya. Leon yang masih emosional dan penuh gairah muda.

Sementara itu Ratu Elia tersenyum samar mendengar perkataan Raja Edric yang memisahkan kamar Leon dan Ana. Bukankah itu sebuah pertanda bahwa Raja Edric masih belum menerima pernikahan mereka?

“Pangeran Leon sebaiknya kau mematuhi perintah Yang Mulia Raja. Beliau tahu yang terbaik untuk kalian,” ujar Ratu Elia memanfaatkan moment tersebut.

Mungkin ia tidak bisa secara langsung memberikan suara di dewan Ravensel seperti Ratu Seraphina, akan tetapi ia bisa setidaknya menabur bisikan dengan cara yang halus bahkan tak disadari oleh siapapun.

Ana meremat tangan Leon ketika tangan besar itu masih menggenggamnya, seolah tak ingin melepasnya pergi. Tak boleh ada yang memisahkan mereka meski itu hanya sebuah ruangan.

“Besok kita bicara, Leon,” kata Raja Edric lalu meninggalkan ruangan itu, diikuti oleh Ratu Elia yang terlihat senyum penuh keme
Продолжить чтение
Scan code to download App
Заблокированная глава
Комментарии (3)
goodnovel comment avatar
Endah Wati
mampus modar kau
goodnovel comment avatar
Endah Wati
wanita laknat, mampu saja kau
goodnovel comment avatar
rifdanafisha
ahh mati aja lu seraphina laknatullah
ПРОСМОТР ВСЕХ КОММЕНТАРИЕВ

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 444

    Esok hari,Suara burung yang bertengger di atas tiang kapal terdengar riuh hingga membangunkan Inez dari tidur lelapnya. Demamnya turun menjelang dini hari. Ia membuka matanya perlahan, menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk lewat retina matanya. “Aku di mana?” imbuhnya berusaha bangun, tapi tangannya merasakan sesuatu yang hangat. Senyum terbit di wajahnya, ia merasa memegang tangan ayahnya. “A-ayah,” serunya tapi matanya membola tatkala melihat siapa pria yang menggenggam tangannya. Seorang pria tampan tampak ketiduran dengan kepala terkulai pada sisi ranjang dengan tangannya masih memegang tangannya. Jantung Inez terasa mau copot. Dadanya juga bergemuruh hebat.Sebelum menarik tangannya, tatapannya mengunci pada sosok itu. Evander menjaganya saat ia sakit? Lalu manik beningnya beredar. Ia tidak berada di kabin perwira. Dia berada di kabin milik … Evander.Ini bukan perhatian pangeran pada pengawalnya. Ini perhatian seorang pria pada wanitanya. Saat kepala Inez dipenuhi o

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 443

    Geladak masih lembap oleh sisa kabut. Beberapa pelaut duduk bersandar pada peti, wajah mereka pucat. Serangan tiba-tiba pada awak kapal dan turunnya kabut adalah penyebabnya. Suasana tenang kini berubah menjadi menegangkan. Evander berdiri di hadapan mereka, jubahnya berkibar pelan diterpa angin asin. Setelah membawa Inez ke kabin utama, ia meminta Clara mengobatinya. Tak lama kemudian ia kembali ke geladak. Ia akan melakukan interogasi apa yang terjadi beberapa saat lalu pada awak kapal.“Mulai dari kau.” Evander menunjuk seorang pelaut berusia setengah baya yang berdiri paling depan. Bahunya tegang, tangan kasarnya saling menggenggam. “Kapan pertama kali kau mencium bau aneh itu?”Pelaut tersebut menelan saliva, jakunnya naik turun sebelum menjawab. “Setelah lonceng jaga kedua, Yang Mulia. Kabut turun cepat.”Evander memiringkan kepala sedikit. “Bau seperti apa?”“Getir,” jawabnya ragu. “Seperti kain basah yang dibakar.”Tatapan Evander bergeser ke pelaut lain, seorang pemuda kurus

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 442

    Kapal berlambang kepala singa mulai mengapung tenang menuju perairan Selvara. Semua kru kapal merasa tenang untuk sesaat. Setidaknya, mereka berada di fase tenang sebelum menemukan misteri hilangnya empat buah kapal milik Ravensel. Ada banyak teka-teki dan misteri yang harus diungkapkan. Namun langkah pertama yang diambil saat ini adalah mencari rute. Setelah itu perjalanan penuh tantangan pun dimulai.Setelah berdiskusi dengan seorang navigator senior dan sedikit berdebat tentang rute yang terbaik untuk diambil, akhirnya Evander memutuskan mengambil jalur utara.Tak berselang lama sesuatu hal yang tak terduga datang. Kabut datang lebih cepat dari perkiraan. Awalnya hanya selapis tipis di atas permukaan air. Namun dalam hitungan menit, dunia di sekeliling kapal lenyap. Laut, langit, bahkan haluan. Semuanya melebur jadi abu-abu pekat.Inez yang lebih dulu menyadari itu langsung berteriak. “Jarak pandang turun!” Tak lama kemudian, teriakan lain pun terdengar dari buritan dengan panik.

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 441

    Sore menjelang saat kereta hitam berlambang Ravensel berhenti di depan halaman istana. Elia turun dibantu oleh seorang pengawal. Ia mengibaskan rok gaunnya yang terlipat dengan hati-hati. Matanya langsung tertuju pada istana sayap timur. Sontak, rahangnya mengetat mengamati bangunan itu. Ia menoleh ke belakang pada dayang setianya. “Emma, aku ingin pergi menemui istrinya Leon,” imbuhnya dengan suara yang tegas. Tidak ada nada bantahan yang terdengar.Emma yang sudah mengenal watak sang ratu langsung mengangguk pasti. “Baik, Yang Mulia,” wanita itu mengikuti langkah sang majikan.Elia mempercepat langkah kakinya menuju gedung istana sayap timur. Melihat kedatangan mereka, para pengawal membungkuk hormat. Di sana tampak Ana sedang duduk sembari membaca kitab seperti kebiasaannya. Di depannya, ke dua anaknya sedang bermain, duduk di atas matras. Maggie dan Sophie menemani mereka bermain. Suara langkah kaki yang keras cukup membuat Ana mengangkat mata dari kitab yang digenggamnya ke ar

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 440

    Elia maju selangkah. Matanya menajam ke arah Celine. “Kau sedang berhadapan dengan permaisuri Ravensel. Satu jentikan jari saja akan membuatmu mendekam di tahanan kerajaan,” imbuh Elia tak terima dengan perkataan Celine yang seakan berusaha merendahkan statusnya. Sejak pertama pengasingan, Edric tidak mengumumkan itu pada dewan dan rakyat secara resmi. Pengasingan adalah hukuman yang paling aman untuk Elia. semua orang mengira jika Elia masih menyandang status ratu di Ravensel. Sengaja, Edric tidak mengumumkan hal itu demi menjaga stabilitas kerajaan. Celine menghela napas panjang. Ia sama sekali tidak merasa terintimidasi oleh perkataan Elia. Ia menatapnya sekali lagi. Tak gentar. “Aku akan tutup mulut asalkan—”Elia mengepalkan ke dua tangannya di sisinya. “Kau bukan sekutu bagiku.” ia menoleh ke arah Emma yang berada di sampingnya. “Ayo, Emma. Kita harus segera pulang,” imbuhnya dengan suara yang lantang. Sengaja, agar terdengar oleh Celine.Mereka sudah menaiki kereta bersama. S

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 439

    Pelabuhan Stormhaven, RavenselPelabuhan Stormhaven telah ramai sejak fajar. Deretan kapal memenuhi dermaga, layar-layar terkembang tertiup angin laut. Hari ini bukan hari biasa. Pangeran bersama tim ekspedisi istana dijadwalkan berangkat. Rombongan istana bahkan telah tiba di pelabuhan tiga puluh menit lebih awal, memastikan segala persiapan berjalan tanpa cela.“Kau harus berhati-hati, Nak,” ujar Elia. Ia mengantar putranya hingga ke bibir dermaga, lalu membetulkan mantel berbahan bulu binatang yang menyampir di pundak sang pangeran, seolah enggan melepasnya begitu saja.Evander hanya bisa pasrah ketika mendapat perhatian yang berlebihan dari ibunya. Ia berkata dengan suara rendah. “Aku akan baik-baik saja, Bu. Lihatlah, ada pengawal Inez di sini. Dia akan melindungiku,” katanya sembari melirik Inez yang berdiri di sampingnya. Elia sempat melirik ke arah gadis yang dipanggil oleh putranya. Ia berjalan mendekatinya. “Kau harus memastikan pangeran Ravensel pulang dalam keadaan selam

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status