Share

Bab 174

Author: Piemar
last update Last Updated: 2025-10-09 17:15:52

“Argh,” Leon menggeram kesal, menyingkirkan bantal dan selimut ke segala arah hingga berjatuhan ke lantai. Padahal nyala api perapian sudah mati. Pun cahaya lilin sudah dimatikan sejak satu jam yang lalu.

Pria itu tak bisa tidur. Ia terbiasa tidur sembari memeluk Ana. Kini ia merasa teramat kesal pada ayahnya yang telah memisahkan dirinya dan Ana hanya karena belum resmi status mereka di mata Ravensel.

Pria itu turun dari ranjang, berjalan menuju lemari dan menyambar kemeja tipis khusus untuk tidur. Dipakailah kemeja itu dengan asal. Ia pun berjalan menuju balkon.

Saat pintu balkon kamar terbuka, pemandangan Ravensel saat malam terlihat gulita. Hanya ada titik-titik obor yang menyerupai kunang-kunang sebagai lampu penerang kota.

Tatapannya langsung tertuju pada menara di sayap timur.

‘Apa dia sudah tidur?’ batinnya berisik.

Senyum licik terbit di wajahnya.

Nekad, pria itu pergi menuju sayap timur. Sepanjang melewati lorong para pengawal tak ada yang berani menghalanginya. Bahkan ket
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Endah Wati
mbak author tolong kalau ada quotes bahasa inggris tolong terjemahan bahasa Indonesia,ga ngerti soalnya,dan tolong nanti waktu pesta ga ada tuker2 pasangan dansa,ga ada ,ana Leon pokoknya, jangan pisahkan mereka,ga ada jebak menjebak Leon tidur sama Clarissa terus dinikahikan, Oooo tidak....
goodnovel comment avatar
Dimas rengga permana Firmansyah
thor plis yah jgn buat ana dan Leon dalam bahaya baik itu intrik maupun tipu daya
goodnovel comment avatar
Dimas rengga permana Firmansyah
jgn panik ana santai aja klw perlu km lanjutin tidur km saja
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 448

    Inez terjatuh dan menimpa tubuh Evander yang telentang. Wajah mereka tak berjarak. Nafas Inez tersengal, ujung hidungnya menyentuh ujung hidung Evander. Satu gerakan saja bibir mereka bersentuhan. Jantung ke duanya berdebar kencang. Namun tangan Evander refleks menahan pinggangnya kuat, tapi tidak bergerak lebih jauh. Seolah ia takut bernapas terlalu dalam.“Aku—” Inez tersadar lebih dulu. “Maaf. Aku—”Namun Evander tidak segera melepasnya. “Kau pusing,” katanya rendah, perhatian. “Jangan bergerak dulu.”Inez menelan salivanya. Ia bisa merasakan detak jantung Evander yang sama cepatnya di bawah telapak tangannya. Begitu dekat hingga sulit diabaikan.“Aku baik-baik saja,” katanya pelan, meski suaranya bergetar. Wajahnya memerah. Entah saja kapan ia seperti itu. Berdekatan dengannya lebih berbahaya ketimbang perang dan darah.Evander mengangkat satu tangan, menyentuh pelipisnya. “Kau bohong,” katanya lirih.Tatapan mereka bertemu. Inez tiba-tiba menyadari satu hal yang membuat dadanya

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 447

    Evander dan tiga prajurit bersiap turun untuk memeriksa objek yang baru saja ditabrak kapal. Sekoci kayu diturunkan perlahan dari sisi geladak. Tali katrol berdecit menahan beban, suaranya memecah keheningan laut.Perahu itu sempit, dengan lambung tebal dan berat. Ujungnya runcing, sengaja dirancang untuk menembus air.“Siapkan tali!” titah Evander dengan suara tegas. Seorang kelasi menyerahkan gulungan tali rami dan sebuah batu besar yang dilubangi. Alat yang biasa digunakan oleh pelaut pelabuhan. “Yang Mulia,” ujar salah satu prajurit. Ia merasa apa yang dilakukan oleh Evander itu berlebihan. Tidak seharusnya pangeran terjun ke medan yang berbahaya. “Biar kami saja yang menyelam,”“Aku akan turun sebentar,” ujar Evander dingin, mengabaikan prajurit yang sudah terlatih di medan air tersebut. Meskipun terselip rasa gelisah, ia akan tetap turun langsung menyelidiki apa yang sebenarnya terjadi di sana. Ia tidak akan merasa puas jika tidak melihatnya secara langsung. Ia menoleh sesaat

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 446

    “Love looks not with the eyes, but with the mind.” (Cinta tidak memandang dengan mata, melainkan dengan pikiran. William Shakespeare)...Istana Velmont Raya,Suasana kamar sang putri tampak temaram. Jendela kaca terbuka tetapi tirainya dibiarkan tertutup. Clarissa duduk dengan malas sembari membaca sebuah kitab tentang sejarah Velmont Raya. Di sampingnya, suaminya tampak teraniaya. Sudah satu jam berlalu, ia memijat pundak istrinya yang katanya pegal. “Cedric,” panggilnya tiba-tiba. Ia menutup kitab lalu menaruhnya di sampingnya. Ia menatap suaminya dengan mata yang menggemaskan seperti tatapan seekor kelinci yang lucu. Ksatria itu menatap istrinya, menarik tangannya juga. Ia melakukan senam jari karena ia juga pegal akibat terlalu lama memijit istrinya. “Ya, Kelinci kecil?”Clarissa menelan saliva. Alisnya berkerut, ragu, lalu ia mendesah pelan. “Aku ingin… sup labu.”Cedric mengangguk cepat. “Baik. Aku suruh dapur—”“Dengan,” Clarissa menyela, matanya menyipit serius, “apel asa

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 445

    Evander mendekat. Setiap langkahnya pasti. Ia meraih jemari Inez lalu meletakannya di dada bidangnya. Ia menutup matanya sesaat. Tingkahnya membuat Inez mengerjap.“Dengarkan,” imbuh Evander pelan lalu membuka matanya. “Sampai ini berhenti, aku berhenti,” helaan napas panjang terdengar. Jakunnya naik turun. Ia menatap dalam gadis yang terbaring lemah di atas ranjang. “Aku akan selalu menjagamu,”Di bawah telapak Inez, detak jantung Evander terasa keras dan tidak beraturan. Begitupula jantungnya berdegup keras. Tangan Inez gemetar. Nafasnya tertahan. Nalurinya menjerit untuk menjauh. Namun tangannya tetap di sana menempel seperti lem. Sial. “Kau bisa merasakannya?” lanjutnya, suaranya rendah.Inez menunduk dengan perasaan yang berkecamuk. Perasaan ini tidaklah benar. Namun entah mengapa, tubuhnya mengkhianati logika.“Aku seharusnya pergi,” ucapnya lirih, lebih seperti pengingat untuk dirinya sendiri. Ia mencoba menarik tangannya, meski hanya sedikit. “Ini tidaklah benar,”Evander me

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 444

    Esok hari,Suara burung yang bertengger di atas tiang kapal terdengar riuh hingga membangunkan Inez dari tidur lelapnya. Demamnya turun menjelang dini hari. Ia membuka matanya perlahan, menyesuaikan intensitas cahaya yang masuk lewat retina matanya. “Aku di mana?” imbuhnya berusaha bangun, tapi tangannya merasakan sesuatu yang hangat. Senyum terbit di wajahnya, ia merasa memegang tangan ayahnya. “A-ayah,” serunya tapi matanya membola tatkala melihat siapa pria yang menggenggam tangannya. Seorang pria tampan tampak ketiduran dengan kepala terkulai pada sisi ranjang dengan tangannya masih memegang tangannya. Jantung Inez terasa mau copot. Dadanya juga bergemuruh hebat.Sebelum menarik tangannya, tatapannya mengunci pada sosok itu. Evander menjaganya saat ia sakit? Lalu manik beningnya beredar. Ia tidak berada di kabin perwira. Dia berada di kabin milik … Evander.Ini bukan perhatian pangeran pada pengawalnya. Ini perhatian seorang pria pada wanitanya. Saat kepala Inez dipenuhi o

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 443

    Geladak masih lembap oleh sisa kabut. Beberapa pelaut duduk bersandar pada peti, wajah mereka pucat. Serangan tiba-tiba pada awak kapal dan turunnya kabut adalah penyebabnya. Suasana tenang kini berubah menjadi menegangkan. Evander berdiri di hadapan mereka, jubahnya berkibar pelan diterpa angin asin. Setelah membawa Inez ke kabin utama, ia meminta Clara mengobatinya. Tak lama kemudian ia kembali ke geladak. Ia akan melakukan interogasi apa yang terjadi beberapa saat lalu pada awak kapal.“Mulai dari kau.” Evander menunjuk seorang pelaut berusia setengah baya yang berdiri paling depan. Bahunya tegang, tangan kasarnya saling menggenggam. “Kapan pertama kali kau mencium bau aneh itu?”Pelaut tersebut menelan saliva, jakunnya naik turun sebelum menjawab. “Setelah lonceng jaga kedua, Yang Mulia. Kabut turun cepat.”Evander memiringkan kepala sedikit. “Bau seperti apa?”“Getir,” jawabnya ragu. “Seperti kain basah yang dibakar.”Tatapan Evander bergeser ke pelaut lain, seorang pemuda kurus

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status