Share

Bab 22

Author: Piemar
last update Last Updated: 2025-08-20 14:15:29
Asap masih mengepul dari reruntuhan istal kuda. Bau kayu terbakar bercampur dengan jeritan kuda yang berhasil diselamatkan, membuat suasana malam itu terasa muram.

Para prajurit berlari ke sana kemari, memadamkan sisa api dengan air dari sumur. Beberapa pelayan juga ikut membantu.

Ana terduduk di tanah, tubuhnya gemetar. Lengan dan wajahnya penuh jelaga, rambutnya berantakan. Tangan kirinya tergores cukup parah karena berusaha memotong tali kulit saat menyelamatkan kuda kecil tadi dan terkena sayatan benda tajam sewaktu berusaha keluar dari kandang kuda kecil itu.

“Bawa dia ke dalam!” suara berat Leon menggema, dingin tapi tegas. Ia menunjuk dua pelayan agar membawa Ana ke ruang perawatan.

Ana mencoba berdiri sendiri, namun lututnya lemas. Leon akhirnya meraih lengannya, setengah menyeret, setengah menopang, meski wajahnya masih menyiratkan kemarahan yang sukar Ana pahami.

“Bagaimana bisa kau begitu bodoh?!” bisiknya tajam di telinganya. “Nyawamu hampir melayang hanya demi seekor kud
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nisa Hasanah
helena si wanita ular itu
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 438

    Wajah Evander memerah seketika. Ia menggaruk tengkuknya yang tak gatal. “A-aku ..”Leon menepuk pundak adiknya kencang. “Aku harap, kau bisa menikah dengan wanita yang kau cintai. Dan, wanita itu juga mencintaimu.”Kata-kata Leon menyadarkannya. Evander spontan menjawab. “Jadi, aku bebas memilih wanita pilihanku?”Leon mengangguk. “Kalau bisa bangsawan.”Evander mengerutkan keningnya dalam. “Kenapa harus bangsawan, Kak? Ini tidak adil. Kak Leon bisa menikah dengan Kak Ana meskipun kalian menikah awalnya karena kesalahpahaman,” sergah Evander tidak terima dengan perkataan kakaknya. Leon meneguk saliva. Ia menatap tajam ke arah adiknya. “Jelas ini berbeda.”Suara Evander naik. “Berbeda apa?”Leon menghela panjang. “Nanti kau akan tahu jawabannya,”Evander menggelengkan kepalanya ribut. Tatapannya menajam ke arah sang kakak. “Aku tidak terima ini, Kak.”Leon menghembuskan napas kasar. “Dengarkan aku, Evander. Kau pangeran Ravensel. Tapi … kau tidak diminta untuk menikah karena pernikah

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 437

    Pintu berbahan kayu oak terbuka dengan lebar. Sosok pemuda berambut keemasan masuk dengan langkah mantap. “Ibu kenapa tidak tinggal di istana sayap barat?” Evander bertanya dengan nada sedikit kesal. Ia mengambil tempat duduk kosong di salah satu kursi kayu di sana.“Aku pikir, Ayah sudah benar-benar memaafkanmu,” keluhnya dengan wajah yang setengah ditekuk. Tangannya mengetuk-ketuk di atas meja. Sore itu ia baru pulang dari distrik bangsawan, mewakili Leonhart menghadiri acara pertemuan dengan para kolega penting. Ia selalu menyisakan waktu, mengunjungi ibunya setiap kali ada kesempatan. Elia duduk tenang, dekat jendela. Ia menghabiskan waktu dengan merajut. Di sampingnya, Emma–dayang setianya, menggulung benang rajut berbahan katun dan merapikannya ke dalam peti berbahan walnutt. “Kau sudah tahu jawabannya, Evan. Ayah masih belum sepenuhnya memaafkan Ibu. jadi, beliau meminta ibu tinggal di sini. Tapi—” ia melemparkan pandangan ke arah jendela yang menghadap ke paviliun.“Ibu kir

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 436

    Usia pernikahan Clarissa dan Cedric sudah menginjak dua bulan. Sepasang pengantin itu menjalani hari-hari barunya sebagai pengantin baru yang bahagia. Seraphina sama sekali tidak berani mengusik kebahagiaan mereka. Raja Alric mengawasinya secara ketat. Pagi itu Cedric baru saja berlatih pedang dengan para prajurit di halaman istana. Peluh mengucur deras membasahani pakaiannya.“Latihan selesai,” imbuhnya pada para prajurit Velmont. Clang!Suara denting baja terakhir mengudara. Sang ksatria membubarkan latihan pedang hari itu. Ia menyeka keringatnya dengan sapu tangan lalu menyelipkannya kembali sapu tangan pemberian istrinya itu ke balik jubahnya. “Yang Mulia, ini minumannya,” salah seorang prajurit menyorongkan kendi berisi air minum untuknya. Cedric menerima kendi itu lalu menegak isinya. Rasa haus segera sirna setelah air itu mengalir di tenggorokannya. Ia duduk sejenak untuk beristirahat. Setelah itu kembali ke kamar istrinya. Tumben, pagi itu istrinya belum keluar kamar.

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 435

    Inez terperanjat saat tahu siapa yang menolongnya. Ia membeku. Napas mereka beradu saking dekatnya. Menyadari posisi mereka yang tak pantas di hadapan puluhan mata, Inez berusaha melepaskan diri tapi … Evander malah masih menahannya. Ia menatapnya dalam. Sikap Evander membuat inez merasa ingin menggali lubang dan bersembunyi di dalamnya. Jantungnya berdetak lebih kencang. “Yang Mulia, m-maaf,” imbuh Inez, matanya tampak memelas. Tak seperti biasa. Wajahnya memerah seketika.Menyadari itu, Evander berusaha melepaskan Inez. Ia mundur selangkah.Inez berdiri lalu membungkuk hormat pada Evander. Wajahnya tampak kaku mirip rusuk bambu. “Terima kasih, Yang Mulia,” imbuh Inez, suaranya rendah. Evander tak langsung menjawab. Tatapannya masih mengunci pada gadis itu. Rasanya, ia begitu merindukan momen di mana mereka saling sapa seperti dulu meskipun hanya sebagai pangeran dan pengawal.Komandan yang menyaksikan pemandangan itu berdehem canggung. “Latihan dihentikan sementara.”Barisan pra

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 434

    Evander bangun pagi seperti biasa. Ia berjalan setengah berlari menuju sayap timur. Seperti sudah kebiasaan, ia akan mengajak keponakannya bermain atau sekedar menyapa mereka sebelum ia pergi berlatih pedang. Ketika melihat kedatangan pamannya, Julian dan Juliana langsung berjalan ke arahnya. Evander menurunkan tubuhnya lalu menggendong ke dua tubuh mungil itu bersamaan. Julian berada di tangan kanan sedangkan Juliana berada di tangan kirinya.“Pam-man,” Julian memainkan rambut Evander yang sudah mulai memanjang. Sementara itu Juliana memainkan kerah bajunya. Evander selalu kewalahan ketika menggendong mereka. Namun ia menikmatinya. Dia menyukai anak kecil. Dan, dia berharap suatu saat nanti dia juga akan memiliki banyak anak dari istrinya. Entah siapa yang akan menjadi istrinya. “Kau masih sempat mengajak bermain mereka, Pangeran Evander,” kata Ana berbasa-basi. Ia menatap ke dua putranya bergantian. Evander mengulum senyum. “Rasanya, seperti ada yang kurang kalau aku tidak berm

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 433

    Evander berlari mengejar sosok wanita yang ia kira ‘Inez’ hingga hampir keluar aula dansa. Namun langkah kakinya berhenti saat Sir Gareth memanggilnya. Pria bertubuh tinggi yang merupakan kepala pelayan senior istana. “Yang Mulia, acara masih berlangsung,” peringatnya dengan tegas. Alih-alih merespon perkataan Sir Gareth, tatapan Evander masih tertumbuk pada daun pintu raksasa yang menelan sosok wanita yang ia taksir. Ia mengembuskan napas berat. Rasanya dadanya terasa sesak ketika melihat gadis itu pergi begitu saja dari pandangannya. Ia menurunkan tangannya, menatap telapak tangannya yang lebar—yang tadi sempat menyentuh jemari tangan gadis itu. ‘Inez, kenapa kau mempermainkanku?’ batinnya berisik.Dengan langkah yang lamban, Evander kembali ke acara pesta. Ia terpaksa mengikuti sesi dansa hingga selesai. Tiga puluh menit kemudian, pesta dansa yang diundi kini sudah beralih dengan dansa quadrille, formasi kotak yakni formasi dansa yang diikuti oleh empat pasangan. Evander tetap m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status