Share

Bab 622

Author: Piemar
last update Last Updated: 2026-02-20 07:36:35

Evander berdiri kaku di dekat meja. Bahunya masih tegang. Tatapannya dingin, menahan emosi yang hampir meledak di dadanya.

Di seberangnya, Cedric tetap berdiri tegak, kedua tangan terlipat di belakang punggung. Wajahnya tenang meski tak bisa dipungkiri hatinya gelisah. Ia sadar, setelah perbincangan empat mata dengan Inez, Evander sepertinya merasa terganggu hingga memanggilnya.

Beberapa detik tak ada yang bicara.

Evander akhirnya angkat suara. Ia menatap Cedric dengan tatapan yang menghunus
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Nia Khair
kesiannn ana dah DTG jauh2 juga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 675

    “There is no charm equal to tenderness of heart.” (Tidak ada pesona yang lebih indah daripada kelembutan hati; Jane Austin)…Thorian menggenggam tangan kekasihnya lalu berkata dengan nada serius. “Jadi,” katanya pelan, “kapan?”Clara tidak langsung menjawab. Ia terdiam sejenak, menatap lemari yang berada di pojok rumah. “Segera,” katanya akhirnya.Alis Thorian terangkat tipis. Kata segera itu langsung membuatnya bersemangat. Rasanya, ia ingin menjerit saking merasa euforia mendengar kabar bahagia itu. Kabar baik ketika Leonhart bahkan memberikan restu pada hubungan mereka. Clara menoleh kepadanya, lalu tersenyum kecil. “Sebelum Leon berubah pikiran.”Beberapa detik Thorian hanya menatapnya, seolah mencerna kalimat itu. Lalu bahunya bergetar oleh tawa rendah. “Masuk akal,” ujarnya santai, meski sudut bibirnya masih terangkat. “Aku tidak menyangka calon istriku ternyata cukup licik.”Seketika Clara ikut tertawa pelan. “Karena calon suamiku juga licik,” Thorian mengernyitkan keningnya

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 674

    “Kau tega mengusirku,” seru Lysandra sembari merengek, menatap Thorian dengan lekat–berharap belas kasihan darinya. Thorian menarik napas dalam lalu mengembuskannya perlahan. Ia menoleh ke arah pintu rumah. Seharusnya semalam ia menyuruh orang untuk mengantarnya ke istana. Sial, sepertinya gadis itu sengaja pingsan agar terlihat sakit hingga memiliki alasan untuk tinggal di sana. Kenapa ia tidak bisa berpikir ke arah sana?Thorian menatap Lysandra dengan wajah yang dingin, tak ingin lagi tertipu dengan wajah gadis itu. “Aku sudah menyuruh penjaga gerbang mengantarmu pulang.” Peringatnya bernada keras. Tidak ada lagi kelonggaran. Lysandra menundukan wajahnya, suaranya lirih. “Kau tega ya. Aku tidak bisa menaiki kuda saat aku masih sakit. Kau tahu, semalam aku pingsan. Aku memang beneran sakit, Thorian,”Thorian mendengus kasar. “Kau tidak akan naik kuda. Kau akan menaiki kereta kuda. Paham!?” Pria itu memilih meninggalkannya tanpa memperpanjang percakapan lagi. Apalagi di balik je

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 673

    Clara langsung mendesis begitu jari Thorian menyentuh pergelangan kakinya. “Jangan disentuh!”Tangannya refleks mencoba menarik kaki itu menjauh, tetapi Thorian menahannya dengan lembut, cukup kuat untuk menghentikannya bergerak.“Itu berarti sakit,” katanya tenang.Clara menatapnya tajam dari atas kursi. “Aku tidak suka ketika kau merasa benar.”“Sayangnya,” balas Thorian datar sambil memeriksa pergelangan kakinya, “aku memang benar kali ini.”Ia menekan sedikit di sisi kaki Clara. Clara langsung menarik napas tajam. “Thorian!”Thorian mendesah pelan. Tatapannya masih tertuju pada pergelangan kaki gadis itu. Ia sempat berpikir singkat, jika gadis itu tidak terjatuh tadi dan kakinya terkilir, mungkin ia sudah menaiki kudanya seperti orang tidak waras, lalu kembali ke Ravensel.Hanya membayangkan itu semua, rasanya dadanya terasa sesak. Ia tidak akan bisa memaafkan dirinya jika gara-gara kehadiran Lysandra membuat Clara pergi menjauh darinya. Sudah sejauh ini… ia tidak akan mundur, sek

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 672

    Clara berbalik tanpa mengatakan apa pun lagi. Ia berjalan cepat menuju halaman, jelas berniat pergi secepat mungkin sebelum emosinya benar-benar meledak. Ia tak sudi menatap wajah Thorian. Ia merasa ditipu olehnya. “Clara—” Suara Thorian memanggil dari belakang. Namun Clara tidak berhenti.“Aku tidak perlu penjelasan,” katanya tajam tanpa menoleh. “Aku sudah melihat cukup.”Thorian mengerutkan kening dan berjalan lebih cepat mengejarnya. “Melihat apa? Ini salah paham, pastinya,”Clara berbalik setengah badan, bergumam dengan wajah kesal. “Wanita itu ada di rumahmu, Thorian. Apa lagi yang perlu dijelaskan?”Ia melangkah mundur satu langkah dan tiba-tiba kakinya menginjak batu kecil yang tersembunyi di tanah.“Kau—”Keseimbangannya hilang. Tubuhnya limbung ke belakang. Namun sebelum Clara benar-benar jatuh, sebuah tangan kuat menangkap pinggangnya. Thorian menarik Clara ke arahnya dengan refleks cepat. Dan, Clara masuk dalam dekapannya. Clara terkesiap saat tubuhnya menabrak dada pria

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 671

    Keesokan harinya, Thorian dikejutkan oleh kedatangan kekasih hati, Clara. Ia merasa senang bukan kepalang. Saat menerima kabar itu, ia sedang berada di istal kuda. Seorang pelayan lelaki mengabarinya.Namun, ia tiba-tiba teringat Lysandra. Gadis itu berada di rumahnya. Sial, semoga saja tidak terjadi perang. “Kenapa kau tidak mengabariku dari tadi?” omel Thorian pada pelayannya. “Maafkan hamba Yang Mulia, hamba juga tidak sengaja berpapasan dengan Nona tadi. Beliau langsung masuk melewati gerbang. Katanya, beliau mau memberi kejutan pada Anda,”Ketika penjelasan pelayan belum selesai, Thorian sudah keburu panik. Ia tidak mau terjadi kesalahpahaman di antara Clara dan Lysandra. Ia harus segera melakukan sesuatu. …Sementara itu, Clara baru saja turun dari kuda dan hendak mengetuk pintu kayu di depannya. Sengaja, ia berangkat malam agar bisa tiba di sana pagi. Namun, naasnya, ia tidak tahu siapa yang akan menyambutnya hari itu. Pintu terbuka dari dalam. Clara membeku. Seorang wanita

  • PUTRI YANG TERTUKAR   Bab 670

    Beberapa menit setelah Lysandra keluar dari rumah itu, Thorian akhirnya menghela napas panjang. Ia menutup pintu kamarnya, berniat mengakhiri malam yang melelahkan itu secepat mungkin.Namun baru saja ia menuangkan air ke dalam gelas, suara pintu depan kembali terbuka. Thorian membeku.Langkah kaki terdengar lagi di ruang utama.Ia berjalan keluar dari kamarnya dengan alis berkerut dan benar saja. Lysandra berdiri lagi di sana. Sial, ia lupa jika gadis itu adalah gadis paling keras kepala yang pernah ia kenal di antara para wanita simpanannya. Masih dengan gaun yang sama. Rambut yang sama. Bahkan ekspresi yang jauh lebih lugu daripada sebelumnya. Hem, dia menunjukan mimik muka yang ingin dikasihani. Tahu betul jika Thorian memiliki sikap lembut pada seorang wanita. Berbeda sikapnya saat berhadapan dengan pria. “Kau belum pergi?” tanya Thorian datar. “Pulang,” ralatnya disertai dengan helaan napas panjang. Wanita itu mengedip pelan. “Aku pergi.” Ia menundukan kepalanya, memainkan ja

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status