/ Romansa / Pacarku, Artis / Ch. 2 Ciuman Pertamaku Direbut!

공유

Ch. 2 Ciuman Pertamaku Direbut!

작가: Pinnacullata
last update 게시일: 2025-10-30 10:28:26

Wanita berjas putih segera menuju ruang buku, Dr. Jessica mengambil beberapa buku yang semalam sudah dia siapkan lalu berjalan ke arah pintu. Namun tiba- tiba pintu itu terbuka, dan pria besar itu menabrak lalu membuatnya terjatuh terlentang di lantai.

Bukan hanya itu... Bibirnya... Bibirnya entah bagaimana bisa menempel pas di bibir Jessica. Apalagi saat menyadari kalau tangan besar pria itu ada di dadanya, dasar mesum! Sambil menjerit Jessica mendorongnya ke samping. 

Tapi pria itu malah  segera menutup mulu Jessica yang segera berontak. 

Adrian memutar tubuhnya ke belakang tubuh Jessica dan tangan satunya memeluk pinggangnya, lalu berbisik lirih. Pelukan Adrian begitu kuat sehingga Jessica tak bisa bergerak.

"Shh diam, jangan sampai mereka tahu kalau aku ada disini," bisiknya dengan suara rendah di telinga Jessica.

Ada suara riuh di luar, seperti orang banyak berjalan bersamaan. Adrian dia mendengarkan suara itu dengan seksama. Karena pria itu terlalu fokus dengan suara di luar, pegangan tangannya mengendur, dan Jessica mendorongnya dan melepaskan diri dari pelukannya.

"JANGAN DIBUKA!" teriak Adrian percuma, karena sang dokter sudah membuka pintu itu. Hal itu adalah kesalahan besar, karena beberapa dari mereka menatap Jessica, lalu ke arah Adrian. 

"Adrian...!" teriak salah seorang dari pria yang membawa kamera itu dan mengambil foto. 

Adrian segera menutup pintu, dan bersandar ke pintu. Banyak orang banyak itu mendorong dan mencoba membuka pintu itu.

"Tolong bantu aku, jangan sampai pintu ini terbuka," teriaknya memohon bantuan Jessica. 

Sampai sekarang, Jessica juga tak mengerti kenapa dia menurut dan ikut bersandar demi menjaga agar pintu itu tidak terbuka. 

Adrian tersenyum berterima kasih, sementara orang banyak itu masih mencoba membuka pintu. Mereka saling memandang, dan sesuatu yang aneh menyelinap di hati Jessica. Bola matanya yang coklat muda sungguh melengkapi ketampanan pria itu. 

Namun untung, akal sehat segera menyelamatkan Jessica.  Wanita itu segera menghapus pikirannya. Pria ini walau sangat tampan, dia sudah kurang ajar tadi, mengapa  Jessica malah menolong?

"Adrian, kamu sama siapa itu?" teriak seseorang dari luar. 

“Adrian, oh nama pria ini Adrian mungkin... Tunggu dulu, artis itu namanya kan Adrian?” Jessica semakin memandangi wajah pria tampan di sebelahnya.

"Adrian, apakah kamu sudah menduakan Miranda?" tanya suara yang lain lagi. 

"Adrian apakah kau bersama pacar barumu lagi?" teriak suara di belakang pintu. 

"Kamu Adrian?" tanya Jessica ketus, pria itu segera menatap Jessica dengan bingung.

"Iya, masa kamu nggak kenal aku?" tanyanya heran. 

“Kenapa harus bingung, memangnya semua orang harus kenal dia?” pikir Jessica kesal.

"Aku Dokter Jessica, aku yang mengatur acara baca cerita buat anak-anak. Kita sudah terlambat," balas Jessica mengabaikan pertanyaan Adrian.

"Kita harus keluar, anak-anak menunggu," ujar Jessica sambil melepaskan pegangannya ke pintu. Tanpa bantuan Jessica, pintu seketika terbuka. Kembali kesalahan besar, mata Jessica langsung dibutakan oleh lampu blitz yang tak pernah berhenti. 

Adrian segera menarik tangan Jessica dan menggandengnya untuk kabur dari wartawan.

"Di mana sih ruang baca ceritanya?” tanya Adrian terengah-engah. Jessica menunjuk lurus. Sambil masih menggandeng Jessica, Adrian segera berlari  masuk ke Hall B tempat anak-anak sudah menunggu. 

Akhirnya wartawan itu ditahan oleh petugas keamanan rumah sakit. Anak-anak bertepuk tangan dengan riuh saat Jessica dan Adrian masuk ke dalam ruangan. 

Edo  segera turun dari podium mendekati mereka.

"Adrian, lo dari mana aja?" ucap pria itu sambil memberikan tisu kepada Adrian. Matanya melihat genggaman tangan Adrian pada Jessica, tapi Adrian langsung melepaskan genggaman tangannya dan mengambil tisu itu.

"Tadi ketangkap di lift sama wartawan, untung bisa lepas, kenapa jadi heboh begini?" tanyanya bingung.

"Sepertinya ada dokter yang tag kamu di sosmed, jadi para wartawan pada tahu semua, padahal katanya tamu terbatas, eh malah mereka sendiri yang membocorkannya,"  kata pria berjaket ungu itu dengan kesal. 

Jessica segera memutar matanya, dia tahu siapa yang melakukan itu, pasti dokter kepala. 

"Halo, saya Edo, kamu siapa ya?" tanyanya menatap Jessica seakan dia adalah salah satu penggemar Adrian yang memaksa masuk.

"Dia Jessica, yang ngatur acara ini," jawab Adrian lagi. 

Edo memandang Jessica dari ujung kaki sampai ujung kepala, seperti ada masalah dengan penampilannya, pria itu tersenyum dan menyodorkan tangannya.

"Halo saya Edo yang di telepon tadi, jadi kapan kita bisa mulai acaranya bu Dokter?" tanyanya dengan keramahan yang berlebihan. 

"Ah bukunya tertinggal!" pekik Jessica kesal, teringat buku itu jatuh saat Adrian  ada di atas tubuhnya.

"Hah, buku ceritanya? Buku cerita yang mau Adrian bacakan buat anak-anak ini?" tanya Edo memandang Jessica seakan dokter itu telah melakukan malpraktek.

"Tertinggal di ruangan tadi, karena Adrian langsung menarikku begitu saja keluar dari ruangan." jawab Jessica membela diri. Edo memutar bola matanya dengan berlebihan, dan Adrian memegang keningnya. 

"Kalau gitu kita ngarang saja." jawab Adrian cepat sambil tersenyum lebar.

이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요

최신 챕터

  • Pacarku, Artis   Ch. 111 Pemilik Saham

    Jessica memandang penunjuk lantai di atas kepalanya. Entah kenapa rasanya lift hari ini berjalan lambat sekali. Dia tak ingin terus berdekatan dengan Ryan. Walau rasanya tak mungkin karena hari ini, Jessica tetap harus bersamanya, bahkan sampai besok pagi karena mereka jadwal jaga bersama. “Aku akan tinggal di rumahku, dan mencari kehangatan sendiri. Kamu juga boleh, asal pake pengaman ya, jangan ada anak lain selain dari aku. Oke sayang?” ucap pria itu sambil mengedipkan sebelah matanya yang membuat Jessica semakin mual.Tiap kata yang keluar dari mulut Ryan entah kenapa semakin absurd. “Plis Ryan, kita nggak usah ngomongin ini semua. Aku pusing,” ucap Jessica sambil mengangkat tangannya. Pria itu meraih tangan Jessica yang terangkat dan mengecupnya dengan ringan. Bekas kecupan itu segera terasa terbakar. Jessica menarik tangannya dengan cepat.“Oke sayang. Hanya saja, kapan lagi kita cuma berdu

  • Pacarku, Artis   Ch. 110 Hanya Akting

    Jessica memperhatikan Adrian yang sedang syuting bersama Miranda. Ada yang aneh dengan film ini, bukannya temanya kedokteran, tapi kenapa malah mereka sedang duduk santai di ruang dokter bercanda sambil bergelayutan begini?Kemarin Jessica kan sudah memberi tahu tentang teknis kedokteran, apakah hari ini Jessica harus memberitahu kalau nggak ada dokter yang bisa sesantai itu seharian?“Apaan tuh tangannya sampe pegang-pegang muka segala, Dokter itu nggak boleh pegang sembarangan,” pikir Jessica saat melihat Miranda dengan seenaknya meraba dada Adrian lalu meraih wajah pria itu. Ada perasaan aneh di perut Jessica.“Ini hanya akting, kenapa aku jadi gelisah sih? Sepertinya AC di sayap kiri ini masih butuh perbaikan, kenapa jadi panas begini?&rdquo

  • Pacarku, Artis   Ch. 109 Foto Kelima

    Adrian seakan baru ditampar. Kenapa selama ini dia berpikir kalau Jessica adalah seorang dokter miskin yang tak berdaya.Setelah dipikir-pikir, komplek apartemen yang mereka tempati, adalah komplek apartemen yang cukup mahal. Adrian memang menempati penthouse, tapi Jessica juga menempati apartemen yang cukup luas, dan seingat Adrian, wanita itu selalu bilang kalau itu adalah apartemennya, bukan sewa.Jessica juga ada pekerja yang membersihkan apartemennya, suatu kemewahan bagi seseorang yang ada di negara mereka. Jessica memiliki mobil, yang walaupun bukan baru, tapi juga tidak bobrok.Jessica adalah anak orang berada, berbeda dengan Adrian yang memiliki semua itu karena fasilitas manajemennya, tapi Jessica memang memiliki semua itu karena memang dia anak orang berada.

  • Pacarku, Artis   Ch. 108 Anak Petinggi

    Ryan sedang duduk dan makan chips di meja dokter saat Jessica datang. Pria itu tersenyum lebar melihat kedatangan Jessica. Sejak kejadian waktu itu, Jessica dan Louise tidak pernah meremehkan Ryan lagi. Bahkan sekarang pria itu seakan ketua dari mereka dibandingkan Joe.“Torakosentesis-nya Ben sudah dilakukan,” ucapnya seakan laporan. Ben memiliki riwayat yang sama seperti Nico pasien Jessica, sehingga Jessica menjadi lebih nyaman mengawasinya.“Oh, baguslah,” jawab Jessica sambil menaruh tasnya.“Dapat 20ml doang tapi,” ucap Ryan sambil kembali mengambil chips dan memasukkannya ke dalam mulut.“Yah dia baru 3 tahun.” Jessica mengingat-ingat kasus Nico di dalam k

  • Pacarku, Artis   Ch. 107 Jessica Lagi

    Jason segera mendekati Miranda. Dia sudah menemani Miranda untuk mempersiapkan syuting hari ini. Jadi dia tahu wanita itu bisa mengamuk kalau tiba- tiba syuting dibatalkan. Miranda juga sudah sengaja memundurkan jadwal syuting iklannya, agar hari ini bisa syuting film.“Ada kesalahan dalam script yang harus diperiksa, pengambilan gambar yang kemarin- kemarin juga harus di cek, untung aja Dokter Jessica di sini, mau kasih tau aku, makasi ya dok!” ucap Bob sambil menepuk pundak Jessica dengan hangat.Miranda menatap Jessica dengan tatapan jijik. “Wanita ini lagi, kenapa sih semua cowok tergila-gila sama dia!” pikir Miranda dengan kesal. Dia menatap Jason dengan penuh arti agar pria itu memihaknya.

  • Pacarku, Artis   Ch. 106 Restitusi Vs Resusitasi

    Dulu, Jessica berpikir membuat film adalah seperti jalannya cerita, tapi ternyata sepotong demi sepotong sesuai dengan ketersediaan aktor dan lingkungannya. Jadi walau mengawasi film, Jessica tidak bisa mendapati kisah utuh dari film tersebut. Jadi seperti syuting hari ini, tiba- tiba saja Adrian menangisi salah satu aktor muda, sepertinya sih anak muda itu ternyata sakit parah, dan Adrian gagal menyembuhkannya, Jessica tidak tahu pasti karena dia enggan bertanya. Cuma ada yang aneh, kalau sudah meninggal tak akan bisa lagi pakai alat kejut, Jessica mengerutkan keningnya karena merasa kewajibannya untuk memberitahu. “Maaf, menggunakan alat pacu kejut saat monitor jantung menunjukkan garis datar (asistol). Padahal kejut listrik hanya untuk irama jantung tertentu seperti ventrikel fibrilasi,” ucap Jessica sambil mendekati sutradara yang sedang mengawasi Adrian.“Eh…” Pria itu menoleh dan memperhatikan Jessica dengan tatapan tengganggu. “Siapa dia?” tanya Robert Vlack dengan kasar

  • Pacarku, Artis   Ch. 3 Pangeran Tampan Dan Putri Embun

    "HAH! Kamu mau cerita apa?" tanya Jessica dengan tatapan tidak rela acaranya akan Adrian rusak. Pria itu memandang dokter mungil di hadapannya. Sebenarnya wanita itu cukup cantik, matanya besar bewarna biru laut dengan bulu mata lentik. Hidungnya tinggi tapi mungil sama seperti bibirnya. Sayang,

  • Pacarku, Artis   Ch. 1 Melarikan Diri

    "Adrian, coba liat sini!" Satu fotografer berteriak padahal Adrian di sampingnya persis. Kilatan cahaya membutakan mata Adrian walau dia sudah mengangkat tangan agar cahaya itu tidak langsung mengenai mata."Adrian, senyumnya mana?" bujuk fotografer yang lain. Suara kamera mengambil foto membuat A

  • Pacarku, Artis   Ch. 5 Pacarku Artis

    Jessica mengikat rambut panjangnya menjadi satu lalu berlari keluar dari lobi apartemen. Sudah menjadi jadwalnya tiap pagi untuk berlari sekeliling halaman apartemen, namun baru pintu apartemen terbuka, rombongan wartawan langsung mengelilinginya. "Bagaimana tanggapan anda terhadap tuduhan Miranda

  • Pacarku, Artis   Ch. 4 Pesona Artis

    "Mobilmu yang mana?" tanya Adrian sambil memakai ulang kaca mata hitam, masker dan topi. Karena memang dia sangat tampan dan tinggi, Jessica sempat terdiam terpesona."Itu!" jawab Jessica setelah menggigit bibirnya agar dia sadar diri lalu membuka kunci pintu mobil, namun terkejut saat Adrian menuj

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status