แชร์

Bab 2 Kekecewaan

ผู้เขียน: Tokek Gantung
last update วันที่เผยแพร่: 2026-08-04 19:10:23

Waktu terus berlalu. Tak terasa, matahari telah tenggelam di ufuk barat, meninggalkan dunia sihir dalam kegelapan. 

Di dalam ibukota Kerajaan Astra, suasana sangat megah karena menyambut dua puluh sembilan pahlawan. Awalnya semua orang mengira ada tiga puluh, namun karena pihak kerajaan hanya memberitahu adanya kesalahan ramalan, mereka sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. 

Di ujung ibukota, lebih tepatnya di pemukiman kumuh, Frank berjalan dengan langkah pelan. Wajanya bahkan terlihat pucat seperti kertas. 

Kakinya gemetar, bahkan hanya untuk melangkah saja terasa berat. 

Suasana pemukiman kumuh ini sangat sepi, karena mereka semua pergi ke pusat kota hanya untuk melihat para pahlawan. 

Frank terus berjalan, hingga tak sengaja ia berhenti. Frank mengangkat kepalanya dan melihat seorang anak perempuan. 

Melihat anak perempuan yang sekitar sembilan tahun itu, Frank tersentak. Bibirnya gemetar ketika ingatan nya kembali ke bumi. 

Di bumi, ada adik perempuannya yang bersama Lisa. Adik satu-satunya dan keluarga satu-satunya. Mengingat bahwa adiknya hidup sendirian, emosi Frank tiba-tiba pecah. 

Air mata mulai mengalir dari pelupuk matanya. Kakinya yang gemetar mulai kehilangan keseimbangan. Ia terjatuh berlutut tepat pada gadis kecil di hadapannya. 

Gadis kecil itu memiringkan kepalanya karena bingung. Dia menatap Frank dengan tatapan kasihan karena pemuda itu menangis. 

Kemudian dia berlari pergi, meninggalkan Frank sendirian. 

Frank merasa sangat terpukul, namun sama sekali tidak memperdulikan gadis kecil itu. Dia mendongak menatap langit. 

Pada saat yang sama langit mulai mendung, menutupi cahaya bintang-bintang di langit. 

"Kenapa.... Kenapa kalian seperti ini padaku?!" Teriaknya penuh putus asa. 

Selama ini ia bertahan hidup, kerja sambil sekolah demi menghidupi dirinya dan adik tercintanya. Namun, dengan kepergiannya... Bagaimana dengan adiknya...? 

"Jika aku memang bukan pahlawan... Kenapa kalian memanggilku...?" Teriak Frank lagi, nadanya putus asa bercampur kemarahan. "Kalian ingin membuatku kehilangan adikku!?!'

Jika bisa, Frank ingin keluar dari kelas sebelum pemanggilan agar dirinya tidak ikut terseret ke dalam dunia sihir ini. 

Pahitnya di bumi, di sini lebih pahit karena dirinya yang katanya sebagai pahlawan namun tanpa bakat langsung di buang segitu saja seperti sampah. 

"Langit tidak adil!"

Jderr! 

Langit yang mendung bergemuruh, membuat petir-petir berwarna biru bermunculan dan mulai menggelegar di segala arah. 

Namun, Frank tidak takut sama sekali. Dia mendongak menatap langit dengan mata memerah penuh amarah.

 "Langit... Sialan!" Teriaknya lagi. "Kenapa... Kenapa kau membiarkan para anjing istana itu membawaku ke dunia sialan ini?!" 

Jder!!!

Petir kembali menggelegar dengan kuat, membuat banyak orang yang berada di rumah menutup jendela dan pintu mereka.

Pada saat yang sama, tetesan air berjatuhan dari langit, kemudian terjadi hujan. Hutannya tidak terlalu deras namun membuat pakaian Frank basah.

Untuk saat ini bahkan orang-orang tidak curiga bahwa ia tengah menangis.

Frank menatap langit yang memuntahkan air hujan. Perlahan-lahan ia menundukkan kepalanya.

Penyesalan terbesar Frank saat ini, mengapa ia tidak meminta para penyihir tua untuk mengembalikan nya ke bumi jika ia hanya menjadi sampah? Kenapa malah mengusirnya dari istana dan membiarkannya seperti binatang yang di lepas begitu saja di lingkungan yang sama sekali tidak ia kenal?

Jika ia kembali ke bumi, mungkin ia masih bisa bertemu adiknya. Hal lain yang membuat Frank menyesal, mengapa ketika tiba di istana dia sama sekali tidak mengingat adiknya?

Tangan Frank terkepal kuat, menatap langit dengan keputusasaan yang mendalam.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Pahlawan Gagal yang BERKUASA   Bab 35 Kematian Fatimah

    Pada malam itu, rumah sederhana Fatimah terasa jauh lebih sunyi daripada biasanya.Salsa telah tertidur di atas tempat tidurnya setelah menangis cukup lama dalam pelukan sang ibu. Namun Fatimah sendiri tidak mampu memejamkan mata. Ia duduk di tepi ranjang, menatap cincin yang melingkar di jarinya dengan tatapan kosong.Bayangan suaminya kembali melintas dalam pikirannya. Pria itu telah bekerja keras sepanjang hidupnya demi memberikan kehidupan yang layak bagi keluarga kecil mereka. Bahkan ketika terluka parah, ia tetap berusaha bertahan karena tidak ingin meninggalkan istri dan putrinya sendirian.Namun pada akhirnya, nyawanya direnggut oleh infeksi yang tidak mampu mereka obati.Fatimah masih mengingat dengan jelas bagaimana suaminya mengembuskan napas terakhir di hadapannya. Ia juga mengingat betapa tidak berdayanya dirinya ketika berusaha mencari pertolongan, sementara uang yang mereka miliki bahkan tidak cukup untuk membayar pengobatan yang diperlukan.Sekarang setelah melihat apa

  • Pahlawan Gagal yang BERKUASA   Bab 34 Kegemparan Ibukota Kerajaan Astra

    Swish!Jenderal Rafli mengayunkan tangan, menyingkirkan debu dan asap yang mengepul akibat serangan dari Frank.Begitu tersapu bersih, gerakan pria kekar tersebut seketika berhenti di udara. Dia segera mendarat di tanah, dengan indra yang di lepas agar merasakan tanda-tanda keberadaan Frank.Namun seberapa keras ia berusaha untuk mencari keberadaan pemuda itu, tetap saja ia tidak menemukan setitik pun jejak, membuat wajah pria itu memucat laksana mayat hidup."Di mana dia?!" Pekik Jenderal Rafli, suaranya menggelegar di seluruh gerbang barat ibukota.Dia melangkah cepat, menyusuri hutan di depannya, mencoba mencari jejak keberadaan Frank. Namun nihil! Jejak Frank tidak ada setitik pun, seolah pemuda itu telah menghilang bak di telan ruang!"Bagaimana mungkin! Dia hanyalah Expert Mage level satu... Bagaimana mungkin dia menghilang tanpa jejak seperti tak pernah ada?" Bisik Jenderal Rafli, wajahnya memucat oleh rasa keterkejutan dan ketidakpercayaan yang teramat kental.Seumur hidup...

  • Pahlawan Gagal yang BERKUASA   Bab 33 Melarikan Diri!

    "Hehaha..." Frank tiba-tiba tertawa terbahak-bahak, suaranya melengking tinggi, membuat semua orang mengerutkan kening."Inikah kekuatan seorang pahlawan kerajaan Astra? Kenapa lemah sekali? Rasanya lebih baik aku melawan kera penjaga Pohon Apel Sihir Formula daripada melawan mu!" Kata Frank dengan suara meledek, menatap Witrono seperti seekor semut yang tak memiliki kemampuan seharusnya.Mata Witrono menyipit, menatap Frank dengan dada yang bergemuruh liar. "Kau... Menyamai diriku dengan seekor kera?" Bisiknya pelan, suaranya hampir tak terdengar, namun mengandung amarah yang memuncak.Frank menatap Witrono dengan dingin, kemudian mengangkat sabit di tangannya. "Sekarang giliran ku untuk menyambut mu." Kata pemuda itu dengan pelan. Dia segera mengalirkan energi mana pada kedua tangannya.Secara tak terduga, mana tersebut memasuki senjata sabit di tangan nya, seolah senjata tersebut membutuhkan energi!Mata Frank sedikit menyipit melihat itu. Dia kemudian mengalirkan lebih banyak ener

  • Pahlawan Gagal yang BERKUASA   Bab 32 Malawan Witrono

    Jauh di atas langit, di balik awan yang tebal, sesosok jiwa tua melayang dengan kening bertaut rapat. Dia adalah Rasya!Melalui indra miliknya, ia dapat menangkap pesan yang di terima jenderal Rafli di dalam menara pengawas yang di kirimkan langsung oleh penyihir tua melalui jimat."Situasi semakin berbahaya. Jika manusia itu turun tangan, anak itu memiliki kesempatan kecil untuk melarikan diri." Gumam jiwa tua itu.Tatapannya segera tertuju pada tongkat sihir milik penyihir tua yang melayang rendah sekitar seratus meter darinya. "Giok trasmisi... Aku ingin lihat, sampai sejauh mana kalian menonton pembantaian massal ini." Batinnya dengan senyuman dingin.Sementara itu di atas permukaan tanah, amarah dan kebencian semakin menyelimuti tubuh Witono.Ia mengepalkan tangannya, menatap Frank dengan tatapan penuh kebencian. "Jangan banyak bicara! Jelas-jelas kau telah menggunakan kekuatan iblis! Dengan nama kerajaan Astra, hari ini aku sendiri yang akan mencabut kepala mu!" Teriak Witroni d

  • Pahlawan Gagal yang BERKUASA   Bab 31 Rahasia Terbongkar!

    "Mu-mustahil!" Teriak Jenny dengan mata terbelalak, menatap sosok pemuda yang telah memperlihatkan identitas nya dengan tatapan horor."Ka-kau... Masih hidup...?" Bisik Gani dengan lirih, suaranya hampir tak terdengar dengan badan yang gemetar hebat seperti tersambar petir."Bagaimana mungkin! Kau... Bukan kah kau tidak memiliki bakat? Mengapa... Mengapa kau bisa membantai semua prajurit?!" Gumam Johan, mulutnya menganga lebar akibat keterkejutan yang teramat kental di wajahnya."Bukan kah kau sudah mati di terkam binatang buas? Bagaimana mungkin... Bagaimana mungkin kau masih hidup!" Jerit Warda dengan wajah pucat, matanya melotot menatap Frank, seolah telah melihat mayat hidup!Witrono menatap Frank dengan keterkejutan dan kebencian yang teramat kental, wajahnya memerah menatap pemuda itu. "Kau... Iblis!" Katanya dengan suara tertahan, matanya menyipit dengan pupil menyusut. "Dia sudah bukan lagi manusia! Bagaimana mungkin tanpa bakat ia memiliki kekuatan sihir? Sudah jelas, dia di

  • Pahlawan Gagal yang BERKUASA   Bab 30 Keterkejutan Witrono

    "Percepat langkah kalian! Gerbang barat ibukota tampaknya telah menjadi arena perang!" Ujar Witrono sambil terus berlari, wajahnya tampak serius melihat jamur ledakan raksasa yang muncul di balik gerbang barat.Jarak mereka kini tersisa beberapa meter saja, dan sedikit lagi... Mereka akan tiba di gerbang barat ibukota.Begitu tiba di gerbang barat, Witono segera melompat tinggi, memanjat tiang penopang pintu gerbang untuk naik ke atas. Bagaimana pun, gerbang saat ini telah di kunci rapat oleh para prajurit akibat pertarungan.Begitu kakinya menyentuh puncak gerbang, pupil mata Witrono segera mengecil seperti ujung jarum.Di belakangnya, delapan pahlawan lain telah menyusulnya. Wajah mereka seketika berubah pucat melihat area meda pertempuran.Di sana, tanah di penuhi oleh genangan darah, bahkan potongan tubuh yang berceceran tak beraturan. Tubuh-tubuh tanpa nyawa prajurit beserta zirah-zirah baja terhampar dengan kondisi mengenaskan.Total ada dua ratus dua puluh prajurit penjaga gerb

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status