Share

Ah, Sakit Mas !

Penulis: Smilegummy
last update Tanggal publikasi: 2026-08-09 20:24:25

Ciuman itu sama sekali tidak menyisakan kelembutan yang biasa Trian tunjukkan. Ini adalah ciuman yang sarat akan dominasi, amarah yang tertahan, dan gejolak cemburu yang membakar habis akal sehat sang manajer. Bibir Trian melumat bibir Davina dengan kasar, memaksa rongga mulut wanita itu terbuka tanpa memberinya kesempatan barang sekadar untuk mengambil napas.

​Davina terkesiap, matanya membelalak kaget saat cengkeraman tangan Trian di dagunya terasa semakin erat, mengunci kepalanya agar
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Masih Perjaka

    Sensor kehangatan di pusat tubuhnya memberi sinyal bahwa gairah itu telah mencapai titik puncak. Biru merasakan sensasi kedutan hebat di pangkal kejantanannya, menandakan bahwa ia akan segera mencapai puncak orgasme. Sebelum terlambat, pria itu dengan sigap dan buru-buru mencabut miliknya dari liang kewanitaan Davina yang sudah terbalut cairan basah melimpah. Biru mengarahkan puncaknya dan menyemprotkan benih hangatnya bertubi-tubi di atas permukaan bokong Davina yang pejal dan mulus. "Arrrgghh..." erang Biru dengan suara bariton yang pecah, tubuhnya menegang kaku selama beberapa detik saat pelepasan nikmat itu menghantam seluruh kesadarannya. Usai pelepasan itu mereda, seluruh tenaga Biru seolah terkuras habis. Pria itu ambruk membiarkan tubuhnya berbaring menyamping, merangkul dan memeluk erat tubuh polos Davina dari belakang. Peluh membasahi dada bidangnya yang beradu langsung dengan pu

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Punyamu Enak Banget !

    "Aahhn..." Satu desahan panjang lolos tak tertahankan dari bibir Davina ketika kejantanan Biru melesak masuk, menerobos masuk hingga ke dalam liang kewanitaannya yang sudah terbalut cairan basah alami. Ukuran kejantanan Biru yang perkasa membuat dinding-dinding intim Davina meregang hebat. Rasanya teramat sesak, padat, dan hangat secara bersamaan. Davina memejamkan matanya rapat-rapat, mencengkeram sprei ranjang dengan jemari yang memutih akibat kejut nikmat yang mendadak menyerang seluruh sistem sarafnya. Biru menahan napasnya sejenak saat bagian puncaknya tertanam sempurna di dalam sana. Otot-otot punggungnya yang berpeluh menegang kaku. Dengan kedua telapak tangan yang menopang tubuhnya di sisi kepala Davina, Biru mulai melakukan gerakan maju mundur yang teratur dalam posisi missionary. Terbakar oleh gairah akan kemolekan tubuh Davina yang begitu pasrah di bawah kukungannya, Biru tak lagi mampu menaha

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Anu nya Bengkok?

    Biru benar-benar tidak lagi peduli meskipun harus terlambat ke kantor pagi ini. Seluruh fokus dan kewaspadaannya yang biasanya begitu runtut kini meleleh, tergantikan oleh naluri murni seorang pria dewasa. Dengan gerakan yang tegas namun tetap presisi, Biru menindih tubuh Davina. Jemarinya yang biasanya cekatan memegang pena kini dengan cepat melepas kancing kemejanya sendiri satu per satu lalu melemparkannya ke lantai. Otot-otot perutnya yang keras dan terbentuk sempurna terekspos tanpa celah di bawah pendar temaram lampu kamar. Tanpa membuang waktu, tangan Biru bergerak menyusuri dada Davina, melepas kancing piyama satin yang dikenakan wanita itu. Kain lembut itu terbuka lebar, membuat penampilan Davina tampak berantakan dan teramat menggairahkan. Biru tak lagi menunggu. Ia menundukkan wajahnya, mulai menciumi sisi leher jenjang Davina yang halus. Sentuh

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Tolong, Puaskan Aku Malam Ini !

    Aroma parfum Biru—wangi woody hangat yang kaya akan sentuhan sandalwood dan amber—menyeruak hebat di indra penciuman Davina. Aroma itu sangat berbeda dengan wangi maskulin segar beraroma citrus*l yang selalu melekat pada tubuh Trian. Perbedaan yang begitu nyata itu seketika mengirimkan sengatan asing, membuat jantung Davina berdetak tak karuan hingga dadanya naik turun dengan napas yang memburu. Tanpa melepaskan pandangan intensnya, Biru menaikkan satu tangannya, memotong jarak untuk melepaskan kacamata yang membingkai wajahnya. Benda itu dilemparkannya asal ke atas nakas. Tanpa penghalang kaca itu lagi, sorot mata Biru tampak begitu tajam, liar, dan sarat akan gairah murni seorang pria dewasa yang selama empat bulan ini terkurung rapat di balik benteng kendali diri. Sebelum Davina sempat memproses logikanya, Biru mencondongkan tubuhnya secara mendadak. Pria itu menyapu jarak yang tersisa dan langsun

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Ah, Sentuh Aku di Bagian ini..

    Ponsel Biru yang tergeletak di atas meja mendadak berdering nyaring, memecah tangis sunyi Davina. Nama Pak Trian berkedip-kedip di layar, seolah menguji ketahanan mental mereka berdua. Biru menarik napas panjang, menetralkan suaranya sebelum menggeser layar dan mengangkat telepon tersebut. "Ya, Pak Trian?" "Biru! Bagaimana?" suara Trian di seberang sana terdengar sangat tegang, bernapas memburu seperti pria yang sedang dikejar ketakutan. "Waktu kita cuma tinggal satu bulan, Biru! Kalian... kalian sudah melakukannya atau belum?!" Biru melirik Davina yang kini ikut membeku, menatapnya dengan raut wajah penuh cemas. "Belum, Pak," jawab Biru jujur dan lugas, meski suaranya terasa begitu berat. "Kenapa belum, Biru?!" amuk Trian di ujung telepon, perpaduan antara frustrasi, panik, dan rasa cemburu yang membakar terdengar sangat jelas. "Kamu tahu kan konsekuensiny

  • Pak Bos Galak, Tidak Mau di Tolak?!   Kenapa Kamu Tidak Menyentuhku?

    Empat bulan sudah berlalu sejak babak drama ini dimulai, menyisakan satu bulan terakhir sebelum masa kontrak lima bulan antara Davina dan Biru resmi berakhir. Namun, di balik berjalannya waktu yang makin menipis, sebuah benang kusut yang sangat krusial belum juga terurai—bahkan masih membeku tanpa kejelasan. Hingga detik ini, Biru dan Davina sama sekali belum pernah melakukan hubungan badan. Padahal, dalam aturan hukum syariat yang berlaku untuk talak tiga, syarat mutlak agar Davina bisa sah bercerai dari Biru lalu kembali rujuk dengan Trian bukanlah sekadar dokumen di atas kertas atau hitungan bulan. Keduanya harus benar-benar menyatu sebagai pasangan suami istri yang utuh secara fisik. Tanpa adanya syarat bersetubuh itu, pernikahan mereka tetap dianggap belum memenuhi rukun untuk perceraian sah yang membolehkan Davina kembali ke pelukan Trian. Pagi itu, atmosfer di dalam rumah

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status