Share

Bab 328

Author: Runayanti
last update Last Updated: 2025-12-12 10:08:14

Tubuh Nila bergetar. Seluruh rencana yang ia ikuti selama ini. Semua kepura-puraan dan kebohongan tiba-tiba terasa begitu menjijikkan.

Namun ancaman itu nyata dan ia tidak punya pilihan.

Dengan tangan menggigil, Nila duduk perlahan di atas tubuh Deon, menatap Deon yang sudah tidak mampu membedakan mana mimpi, mana realita. Pelayan menekan tombol rekam. Lampu kamera kecil menyala merah.

Nila menurunkan tali gaunnya yang sebelah lagi secara perlahan sehingga kedua tali itu mulai menampakkan bukit kembar yang menggiurkan tatapan Deon.

"Kamu cantik sekali, Jannah..." Deon ingin bangkit, namun Nila menahan dada pria itu dengan tangannya. Dia tidak ingin Deon menyentuh dadanya. Bukankah mereka hanya perlu menyatukan bagian bawahnya agar terekam dengan baik?

Dirinya merasa jijik karena harus disaksikan oleh beberapa orang sekaligus.

Nila bergerak turun perlahan dan mulai membuka retsleting celana pria itu.

Saat itulah…

Terdenga

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 375

    Jannah mengerang dan mendesah pelan, mengigit bibir bawahnya sendiri karena hasratnya sudah terpancing. Dia menginginkan penyatuan yang dalam dengan suaminya walau tidak bisa memungkiri bahwa bagian intinya masih lecet dan bengkak."Aku akan melakukannya pelan, ya?" bisik Deon.Jannah mengangguk, memberi izin.Ia mengerang kuat dan mencakar punggung Deon pada saat inti mereka menyatu kembali."Aku mencintaimu," ucap Deon seraya menghentakkan pinggangnya untuk kesekian kalinya.Kedua tangannya mengelus pipi Jannah dan merasa tidak ingin hubungan ini terputus lagi.Dalam pikirannya mulai terjalin adegan demi adegan untuk segera menlenyapkan keberadaan Bella, terutama apabila perempuan itu masih mencoba menganggu kehidupan yang sudah ia rajut dengan segala jerih payah."Malam ini akan kembali panjang, Jannah. Aku tidak akan melepaskanmu lagi sampai kamu puas, Sayang. Karena aku begitu mencintaimu dan ingin selalu berada dalam dirimu."

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 374

    Bella mengangkat bahu sebisanya. “Aku hanya mengingatkan. Dunia hiburan kejam. Aku artis pendatang baru yang cukup terkenal dan dicintai penggemar. Banyak sekali penggemarku berada di lokasi saat itu dan cedera di lokasi syuting perusahaan Mahendra. Media akan mencium ini. Cepat atau lambat.”“Dan itu sebabnya aku di sini sekarang,” balas Deon. “Untuk memastikan semuanya jelas dan bersih.”Ketukan di pintu terdengar. Cahyo masuk bersama seorang dokter paruh baya. “Pak Deon, ini dokter ortopedi yang menangani Miss Dian.”Deon mengangguk hormat. “Dokter, saya ingin mendengar langsung. Sejujurnya.”Dokter membuka berkas, nadanya profesional. “Pasien mengalami cedera serius di lutut kanan. Fraktur kompleks. Kami sudah melakukan tindakan awal, tapi untuk prognosis jangka panjang masih perlu observasi. Risiko gangguan mobilitas permanen memang ada.”“Berapa persen?” tanya

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 373

    Deon membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi, nyaris tak peduli klakson yang bersahutan di belakangnya. Pikirannya penuh, dadanya sesak oleh satu nama yang terus berputar tanpa henti. Bella.Dia ingin segera menyelesaikan masalah Bella lalu kembali ke rumah untuk acara makan malam bersama yang sudah sangat ia rindukan selama ini.Begitu sampai di depan kamar rawat inap, Cahyo sudah lebih dulu menyambut majikannya. Wajah asisten pribadinya itu tegang, seolah sudah menyiapkan diri untuk kemarahan yang tak terelakkan."P-Pak Deon."“Bagaimana bisa bagian produksi begitu lalai?” suara Deon rendah, namun penuh tekanan.“Iya, Pak. Kami sudah menyelidiki,” jawab Cahyo cepat. “Tangga di lokasi memang licin, dan bagian produksi malah meletakkan beberapa kain di tangga itu sebagai dekorasi, katanya untuk mempercantik ruangan pengambilan foto.”Rahang Deon mengeras. “Dan keadaannya?”Cahyo menelan

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 372

    Mereka duduk bersama di ranjang besar itu, tanpa jarak, tanpa sekat. Deon meraih Amara sebentar, menggoyangnya pelan hingga bayi itu terkekeh kecil. Jannah tertawa, suara yang lama tidak terdengar sebebas itu. Alfie ikut tertawa, lalu menceritakan hal-hal kecil yang ia lakukan hari itu, tentang mainan barunya, tentang cerita yang dibacakan pengasuh, tentang bagaimana Amara tersenyum saat ia mengajak bicara.Untuk sesaat, dunia di luar kamar itu lenyap. Tidak ada rencana, tidak ada ancaman, tidak ada masa lalu yang membayangi. Yang ada hanya mereka, keluarga kecil yang utuh dalam tawa dan sentuhan.Deon tersenyum puas, memandangi pemandangan itu dengan dada penuh. Ada rasa bahagia yang begitu sederhana namun menyesakkan karena terlalu indah. Ia berpikir, andai waktu bisa berhenti di sana. Diam-diam ia berjanji untuk selalu melindungi keluarga kecilnya sampai nafas terakhir yang dia miliki.Dia tidak akan mengizinkan siapa pun merusak kebahagiaan yang ia miliki sa

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 371

    Deon mengecup air mata itu, satu per satu, seolah menghapus hari-hari yang terlalu berat. Ia tidak berkata apa-apa lagi, mereka kembali berpelukan di dalam selimut yang sama.Karena kadang, cinta sejati tidak membutuhkan kalimat panjang. Cukup kehadiran yang setia.Pelampiasan hasrat yang dalam dan penuh cinta.Waktu berlalu tanpa mereka sadari. Malam pun perlahan merapat ke pagi. Saat akhirnya mereka terlelap, Jannah tertidur lelap, dengan tangan Deon melingkar di punggungnya, pelukan yang tidak mengekang, tidak menuntut atau pun penuh permintaan.Pagi datang dengan cahaya lembut. Jannah terbangun lebih dulu. Ia memandang wajah Deon yang tertidur, lelaki yang ia cintai, lelaki yang ia marahi, lelaki yang kini memilihnya lagi tanpa paksaan dan lelaki yang baru saja menyiksanya di atas ranjang.Wajah Jannah menghangat, membayangkan bagaimana lelaki itu sudah menjungkirbalikkan garis pertahanannya. Bagaimana ia membuatnya merintih, mengeran dan mendesah tanpa malu.Ada garis lelah di wa

  • Pak Deon, Istrimu Menolak Kembali   Bab 370

    Dan di antara kulit yang menyatu dalam keringat dan saling mengenal kembali, Jannah sadar: inilah cinta yang ia dambakan, cinta yang sabar, yang memilih, dan yang tinggal meski tahu betapa rapuhnya mereka berdua.Malam itu menjadi sunyi yang menenangkan. Mereka saling merangkul dalam cinta. Beberapa saat kemudian mereka menyatukan kembali kepingan yang retak dengan sentuhan yang penuh kasih, ciuman yang pelan, hati-hati, dan tulus. Lalu mereka kembali menanamkan diri ke satu inti penuh kenikmatan yang hangat dan dalam.Di antara napas yang berangsur tenang, bercampur aduk dengan keringat dan bagian inti yang basah serta sedikit nyeri, Jannah memejamkan mata.Untuk pertama kalinya sejak lama, ia merasa istimewa. Deon benar-benar memberikan kehormatan dan penghargaan kepadanya disertai kasih sayang yang sempurna.Malam itu berjalan perlahan, seperti waktu yang sengaja melambat agar dua hati yang sempat tersesat bisa saling menemukan kembali.Setelah

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status