Share

Bab 194

Penulis: Elenor
Clara berkata, "Sampai jumpa."

Setelah itu, dia pergi tanpa ragu.

Setelah sampai di Kediaman Keluarga Hermosa, Clara naik ke kamarnya, dan Rana bergosip dengan Nenek Hermosa tentang apa yang terjadi hari ini.

Nenek Hermosa sangat terkejut saat mengetahui orang yang membuat janji dengan Clara sebenarnya adalah Dani.

Lagi pula, Dani dan Edward adalah teman sejak kecil, dan Clara tidak pernah akrab dengannya sebelumnya, jadi kenapa mereka tiba-tiba...

Bagas berkata, "Pantesan aku heran kenapa Kelua
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (18)
goodnovel comment avatar
Shegan
iya, namanya kang selingkuh "—"
goodnovel comment avatar
Septia Julian
trus ortu murid lain sama guru nya pun ga heboh sama sekali
goodnovel comment avatar
Septia Julian
bukan nya si edward ini selalu jdi buah bibir ya? yg tiap pergerakan nya pasti di pantau, dan selalu viral. tpi ini mamanya bella kok ga tau dia siapa?
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 824

    Pesan yang dikirim Gading pada hari saat insiden di perusahaan Keluarga Gori terjadi, baru mendapat balasan dari Edward di keesokan siangnya. Balasannya sangat singkat, hanya: [Nggak apa-apa, aku bisa menanganinya sendiri.]Dani berkata, "Apa aku juga perlu mengirim pesan?"Gading menjawab, "Tentu saja."Dani mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan kepada Edward.[Apa urusannya sudah hampir beres? Kapan kau akan kembali?]Saat Dani mengirim pesan itu, tatapan Gading kembali tertuju pada Clara yang berdiri tidak jauh darinya.Malam ini, Clara masih sama seperti sebelumnya, tetap menjadi pusat perhatian.Setelah selesai, Dani juga ikut menatap Clara.Dia benar-benar terkejut dengan kejadian di pesta jamuan Dokter Luwana. Setelah itu, dia sempat berpikir untuk mengirim pesan kepada wanita itu untuk menanyakan perasaannya.Namun, Dani tahu dia tidak memiliki hak untuk menunjukkan kepedulian itu, dan akhirnya dia tidak jadi mengirim pesan tersebut.Sekarang, melihat Clara tampak sangat te

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 823

    Clara melangkah masuk dan terkejut melihat Nenek Anggasta telah ada di sana.Melihat kepulangannya, Nenek Anggasta tersenyum. "Clara sudah pulang?"Clara tersenyum, meletakkan tasnya, dan duduk di sebelah Nenek Anggasta. "Nenek, kapan Nenek kembali?"Clara tahu bahwa Nenek Anggasta beberapa waktu lalu pergi ke daerah selatan untuk menghindari cuaca musim panas."Aku sampai tadi siang," kata Nenek Anggasta sambil memegang tangan Clara. "Aku sudah membeli banyak oleh-oleh makanan khas sana dan membawakan beberapa untuk kalian."Setelah mengobrol sebentar, mereka pun mulai makan malam. Selama makan, Nenek Anggasta berbagi banyak cerita menarik selama perjalanannya ke daerah selatan.Nenek Anggasta dan Nenek Hermosa sudah lama tidak bertemu, jadi mereka berdua memiliki banyak hal untuk diobrolkan.Nenek Anggasta tinggal sampai hampir jam sembilan malam, lalu berpamitan untuk pergi.Saat Clara dan Nenek Hermosa mengantarnya ke luar pintu, senyum Nenek Anggasta tiba-tiba memudar. Dia sempat

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 822

    Karena tidak dapat menemukan celah sedikit pun pada Clara dan pihak Jetwave, maka satu-satunya jalan keluar adalah .…Diana menggigit bibir dan bertanya, “Sudah sehari semalam, tapi masih belum ada kabar dari Kak Edward. Kak, apa mungkin ....”“Nggak ada kabar juga bisa berarti kabar baik,” kata Rita dengan nada tenang.“Benar sekali.” Setelah kejadian besar itu, Lily langsung bergegas datang dari Kota Sonora. “Kabar tentang masalah yang menimpa perusahaan sudah menyebar di internet. Semua orang sedang mengawasi kita dan Edward. Kalau Edward sampai nekat membantu kita sekarang, bukan hanya Edward yang akan terpengaruh, tapi juga seluruh Keluarga Anggasta.”“Oleh karena itu, dengan menimbang banyak hal, sebenarnya justru lebih baik untuk bisa mengurangi dampak kerugian kalau Edward nggak membantu kita.”Diana berkata dengan cemas, “Tapi kalau Kak Edward nggak membantu kita, bukannya perusahaan kita bisa benar-benar hancur? Dan kita juga akan terlilit utang yang sangat besar ....”...Li

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 821

    Clara mengangguk dan menjawab, "Aku mengerti." Dia lalu berdiri dan berkata, "Aku ke sana dulu." Kemudian, dia langsung berbalik dan melangkah pergi.Doni ingin mengatakan sesuatu, tetapi melihat respon Clara, dia tidak jadi melakukannya.Dia sempat mengira Clara mungkin akan menerima permintaan maafnya, atau mungkin dia akan menanggapi dengan sindiran.Namun, reaksi Clara justru tidak terduga.Wanita itu tampak seperti telah menerima permintaan maafnya.Tetapi, hanya sekadar saja.Dan kemudian … tidak ada yang lain lagi.Clara dengan cepat bergabung dalam percakapan bersama yang lain.Prof Nian, Clara, dan Dylan masih memiliki urusan yang harus diselesaikan. Setelah makan dan minum teh, mereka pun segera berpamitan dan pergi.Di dalam mobil, Clara dan Prof Nian sedang berdiskusi ketika ponselnya tiba-tiba berdering.Itu panggilan dari nomor yang tidak dikenal.Clara melihatnya dan menjawab panggilan itu."Clara, ini aku. Aku ...."Itu suaranya Ervan. Begitu Clara mengenali suara itu,

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 820

    Yang tidak disangka oleh Farel adalah bahwa Vanessa dan Clara ternyata memiliki hubungan seperti itu.Terlebih lagi, Clara sebenarnya adalah murid Prof Nian.Saat memikirkan hal tersebut, Nenek Anggasta menelepon .……Clara melanjutkan tidur siang dan baru bangun setelah jam satu siang.Morti Group masih memiliki beberapa urusan yang harus diselesaikan, jadi setelah makan siang, dia kembali ke kantor.Dylan juga baru saja tiba.Setelah sibuk sejenak, Prof Nian menelepon dan mengundang mereka makan bersama di kediaman Keluarga Listanto malam itu.Ketika mereka tiba di rumah Keluarga Listanto, Richard keluar untuk menyambut mereka, "Kalian sudah sampai? Ayo, silakan masuk."Clara mengangguk.Richard mengobrol santai dengan mereka, "Aku dengar ada sesuatu yang terjadi di Morti Group, apa kalian baik-baik saja?"Richard menanyakan hal itu kepada Clara dan Dylan dengan sopan.Namun, Dylan hanya mengangkat alis tanpa menjawab.Clara tidak punya pilihan selain menjawab, "Baik-baik saja, semua

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 819

    Clara pun menelepon kepala pelayan untuk menanyakan keberadaan Elsa."Elsa sedang membaca di lantai atas, Bu," kata kepala pelayan. "Apa saya perlu memanggilnya turun?"Clara menjawab, "Nggak perlu."Karena Elsa baik-baik saja, dia pun merasa lega.Setelah mengobrol sebentar dengan kepala pelayan, dia segera menutup telepon.Karena kejadian semalam, Keluarga Gori dan Sanjaya menjadi topik perbincangan hangat di internet, dan berita tentang masalah yang menimpa Gori Group pun menyebar dengan cepat.Para warganet mulai ramai membicarakannya.Setelah menerima berita tersebut, Sinta pun segera menelepon Edward. Panggilan itu dijawab beberapa saat kemudian. Namun, orang yang menjawab bukanlah Edward, melainkan sekretarisnya, Farel."Bu Sinta, Pak Edward sekarang sedang rapat darurat ...." Nada suara Sinta terdengar tidak baik. "Apa dia benar-benar sedang rapat atau hanya nggak mau menjawab teleponku?""Benar, Bu. Pak Edward sedang mengurus banyak hal, dia benar-benar sibuk. Rapat darurat i

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status