Compartir

Bab 824

Autor: Elenor
Pesan yang dikirim Gading pada hari saat insiden di perusahaan Keluarga Gori terjadi, baru mendapat balasan dari Edward di keesokan siangnya. Balasannya sangat singkat, hanya: [Nggak apa-apa, aku bisa menanganinya sendiri.]

Dani berkata, "Apa aku juga perlu mengirim pesan?"

Gading menjawab, "Tentu saja."

Dani mengeluarkan ponsel dan mengirimkan pesan kepada Edward.

[Apa urusannya sudah hampir beres? Kapan kau akan kembali?]

Saat Dani mengirim pesan itu, tatapan Gading kembali tertuju pada Clara
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (86)
goodnovel comment avatar
Naomi Hazuki
kak taka, iya kayaknya, Elsa gk jd main sama Clara. kan Clara nanya mau main kmna, tp Elsa belum ada jawaban dan gk ada pembahasan itu lg. author nya lupa. wkwk
goodnovel comment avatar
Weny Marsya
Selain itu juga utk mengenalkan dengan wali kelas baru, dan wali kelas jg bisa kenal dg ortunya serta bisa gali info ttg anak tsb, biasanya disebut screaning kali y Apalagi sekolah intl dan msuk kategori skolah terbaik, biasanya sistem ini berlaku Krn pasti kuota yg d sediakan jg terbatas.
goodnovel comment avatar
Weny Marsya
Jika usia elsa 4 + 2 + 1.5 = 7.5 th Bisa jadi yg di maksud daftar ulang itu untuk konfirmasi apakah melanjutkan sekolah disitu/pindh. Biasanya sistem ini sbg konfirmasi administrasi atau re-enrollment setiap akhir tahun ajaran. Serta guna utk pembaharuan data, siapa tau pindh rumah dsbnya.
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 877

    Setelah berkata demikian, tuan rumah acara menoleh ke arah Joseph dan menambahkan, "Pak Joseph, mereka berdua adalah Pak Dylan dan Bu Clara dari Morti Group."Joseph mengangguk lalu menjabat tangan Dylan dan Clara. "Pak Dylan, Bu Clara … saya sudah sering mendengar tentang kehebatan kalian berdua.""Anda terlalu sungkan, Pak Joseph."Setelah berbasa-basi sejenak, Joseph berkata, "Perusahaan saya memiliki sebuah proyek yang ingin saya kerjasamakan dengan kalian berdua. Apakah kalian ada waktu untuk kita bicara lebih lanjut tentang hal ini?"Dylan menjawab, "Tentu saja bisa."Melihat mereka hendak membahas urusan bisnis, tuan rumah acara tersebut pun mencari alasan untuk pamit.Joseph membawa serta seorang ilmuwan dari perusahaannya. Setelah perkenalan singkat, Clara dan Dylan mulai berbincang dengan ilmuwan tersebut. Joseph kabarnya tidak memiliki latar belakang di bidang Kecerdasan Teknologi, sehingga dia hanya menyimak dari samping dan sesekali menyela pada poin-poin penting, meskipun

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 876

    Mengingat kembali ekspresi acuh tak acuh Joseph Darmana, Vanessa menggelengkan kepala dan berkata, "Kami hanya pernah bertemu sekali, nggak bisa dibilang sudah saling mengenal."Sudah lebih dari setengah bulan sejak pertemuan terakhir mereka. Dia mengira Joseph sudah meninggalkan ibu kota, jadi Vanessa tidak menyangka akan berpapasan dengannya lagi di sini.…Malam itu, setelah selesai bekerja, Clara dan Dylan menghadiri jamuan makan malam yang diadakan oleh salah satu mitra bisnis mereka.Begitu berada di dalam mobil, Clara memijat pelipisnya. Dia menyadari bahwa selama dua minggu terakhir, dirinya begitu sibuk dengan penelitian dan pengembangan proyek baru perusahaan hingga jarang sekali berkomunikasi dengan Elsa. Dia pun memutuskan untuk menelepon putrinya.Meskipun Elsa juga jarang menghubunginya selama dua minggu terakhir, dia langsung mengangkat panggilan telepon dari ibunya. "Halo, Mama."Senyum tersungging di wajah Clara. "Halo. Kau sudah makan malam?""Sudah," jawab Elsa. "Mam

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 875

    Clara mengangguk lalu berkata, "Aku pergi dulu. Tolong sampaikan ke Elsa kalau dia bangun nanti."Edward menatapnya dan bertanya, "Iya. Nggak mau sarapan dulu sebelum pergi?""Nggak usah."Edward tidak mendesak. Dia berdiri dan berkata, "Biar kuantar sampai depan.""Nggak perlu repot-repot."Edward tidak menjawab, tetapi dia tetap mengikuti Clara untuk mengantarnya sampai ke pintu. Baru setelah mobil wanita itu benar-benar meninggalkan halaman, dia berbalik dan kembali masuk ke rumah.Sekitar sepuluh menit kemudian, Elsa terbangun. Saat turun ke lantai bawah, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Edward berkata, "Mamamu ada urusan, jadi dia harus pulang dulu.""Oh ...."Begitu bangun dan tidak melihat Clara di sisinya, Elsa sebenarnya sudah bisa menduga hal itu.Elsa mengerucutkan bibir dan tidak berkata apa-apa. Dia lalu berjalan ke ruang makan untuk menyantap makanannya.Edward duduk di sampingnya dan mengulurkan tangan untuk memeriksa dahinya. "Demamnya sudah benar-benar reda. Ap

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 874

    Edward mengambil mangkuk dari tangan Clara lalu menyuapkan beberapa sendok bubur kepada Elsa. Setelah itu, dia menoleh ke arah Clara dan berkata, “Sepertinya ada makanan lain yang disiapkan di dapur. Bagaimana kalau kau turun dan makan dulu?”Sebenarnya, Clara tidak merasa lapar.Namun, dia dan Edward memang tidak memiliki topik apa pun untuk dibicarakan. Bahkan, akan lebih baik jika mereka tidak berada di ruangan yang sama saat berada di dekat Elsa.Clara mengangguk dan berkata kepada Elsa, “Elsa, Mama mau turun dulu untuk makan sebentar. Nanti Mama kembali lagi.”Elsa menjawab dengan patuh, “Iya, Ma.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Clara berbalik dan melangkah turun.Begitu sosok Clara menghilang di balik pintu, Elsa pun mengalihkan pandangannya. Senyum di wajahnya lenyap saat menatap Edward.Menyadari ada sesuatu yang mengganjal di pikiran putrinya, Edward mengusap sudut mulut Elsa lalu bertanya, “Ingin bicara apa?”Elsa mengerucutkan bibirnya dan mencengkeram selimut dengan kedua tang

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 873

    Kepala pelayan tersenyum dan berkata, "Baiklah, saya akan segera bawakan makanannya ke atas."Setelah mengatakan itu, Kepala pelayan tersebut pun turun ke lantai bawah.Edward menatap Elsa dan bertanya, "Apa kau yakin nggak mau Ayah temani?"Elsa melotot ke arahnya. "Nggak perlu!"Merasa bahwa ayah dan anak itu mungkin butuh waktu berdua, Clara berkata kepada Elsa, "Mama mau menelepon dulu sebentar, ya."Elsa mengangguk. "Iya."Clara berbalik dan meninggalkan ruangan.Sebenarnya, tidak ada panggilan telepon yang harus dilakukan, dia hanya menghabiskan waktu di balkon selama beberapa menit. Saat kembali ke kamar, Edward sudah pergi dan kepala pelayan telah mengantarkan makanannya.Dapur telah menyiapkan bubur untuk Elsa, ditambah beberapa hidangan lain yang cukup lengkap.Namun, karena merasa tidak enak badan, Elsa sama sekali tidak berselera untuk menyantap bubur itu. Setelah beberapa suapan, dia sudah merasa lemas dan ingin kembali tidur.Melihat putrinya mengantuk, Clara membantunya

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 872

    Dylan juga mengenali nomor telepon Edward.Dia mendengus sinis. "Untuk apa dia menelepon? Apa dia ingin memintamu membujuk Jetwave demi Keluarga Gori? Apa dia benar-benar selemah itu?"Clara tidak menanggapi. Dia langsung menjawab panggilan tersebut. Sebelum sempat berkata apa pun, Edward sudah lebih dulu bersuara, "Elsa demam seharian. Kalau malam ini kau ada waktu luang, apa kau bisa datang untuk menjenguknya?"Clara mengerutkan kening dan langsung bertanya, "Dia sudah demam selama itu? Bagaimana kondisinya sekarang?""Dia masih diinfus, suhu tubuhnya belum juga turun.""Iya. Aku akan ke sana nanti.""Terima kasih banyak."Clara tidak berkata apa-apa lagi dan mengakhiri panggilan itu. Setelah menyelesaikan tugas-tugasnya, dia pun meninggalkan Morti Group.Setibanya di sana, Kepala pelayan yang melihat kedatangannya segera menyambut, "Bu, Anda sudah datang?""Aku mau naik untuk melihat Elsa," jawab Clara.Di lantai atas, Elsa baru saja selesai menerima infus. Dia tampak setengah sadar

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status