Share

Bab 442

Author: Elenor
Sore harinya, setelah Vanessa menyelesaikan pekerjaannya, dia ingin mengajak Edward makan malam. Dia menelepon beberapa kali tetapi tidak tersambung. Akhirnya, dia menelepon Rio, sekretarisnya Edward.

Setelah Rio menjawab telepon, dia bertanya, "Aku nggak bisa menghubungi Edward. Apa dia sedang sibuk?"

Rio terkejut dan berkata, "Bos sudah terbang ke luar negeri untuk dinas tadi sore. Apa Ibu nggak tahu?"

Vanessa terdiam.

Dia benar-benar tidak tahu.

Edward tidak memberitahunya.

"Apa perjalanan bi
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (203)
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
yuuups.........
goodnovel comment avatar
Wiwi Fadillah
novel aslinya maneeeeeee,klamaan bca d sni ya tuhan
goodnovel comment avatar
ACCOUNTING PUSAKA TUNGGAL ANUGERAH
ayo Thor jangan bikin cerita yg mudah ditebak, jangan bikin clara balik sama Edward
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 853

    Dalam benak Gading, sosok Elsa itu selalu ceria dan bahagia. Jika dia mengalami sesuatu yang tidak menyenangkan, dia pasti akan segera memberi tahu Edward. Jadi, apa yang mungkin bisa membuat anak itu tidak bahagia?Elsa menggulir layar gawai-nya tanpa mendongak dan berkata, "Aku nggak sedih." Biasanya ketika mereka bertemu, Elsa akan selalu tersenyum dan jelas terlihat bahwa dia sedang bahagia.Jika digoda, dia pasti akan langsung membalas dengan penuh semangat. Fakta bahwa sikapnya yang tetap diam dan acuh tak acuh setelah digoda seolah-olah tidak ingin berbicara dengan siapa pun, membuat Gading yakin bahwa Elsa memang benar-benar sedang kesal.Gading baru saja hendak menggoda Elsa dan bertanya apa yang sudah membuatnya tidak bahagia, namun tiba-tiba Dani terbatuk ringan. "Sekarang giliranmu memesan.""Aku sudah pesan.""Pesan dua lagi."Gading terkejut. "Nafsu makanmu besar sekali hari ini?"Dani tidak menanggapi.Selama perjalanan mereka liburan ke laut terakhir kali, Dani memperh

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 852

    Selama beberapa hari berikutnya, Clara disibukkan dengan urusan perusahaan.Hari itu, Dylan tiba-tiba berkata kepadanya, "X-Tech baru-baru ini sudah kehilangan beberapa teknisi ahli mereka.""Iya," kata Clara. "Aku juga sudah mendengarnya.""Beberapa investor mereka juga sudah menarik diri, tapi masih ada beberapa yang belum menarik investasi mereka. Mereka mungkin masih menunggu dan ingin melihat apakah Edward akan bertindak atau nggak." Dylan tersenyum dan menambahkan, "Kabarnya, Panora juga ikut menarik investasinya."Panora adalah perusahaannya Doni Wijaya.Clara mengangguk.Dylan tidak bisa menahan diri untuk berkata, "Padahal kalau dilihat-lihat, dulu Doni tampak benar-benar terpesona pada Vanessa. Aku cukup terkejut saat tahu dia menarik investasinya dengan tegas."Clara tidak peduli dengan urusan Doni, sehingga tidak menanggapi.Dylan kemudian bertanya, "Apa Edward belum kembali?"Clara menggelengkan kepala. "Aku nggak tahu."Clara sama sekali belum menghubungi Elsa selama empa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 851

    Malam itu, Elsa makan sate, bermain balok susun, dan lanjut memandang bintang-bintang, kemudian kembali ke hotel untuk beristirahat.Keesokan harinya, selain saat membahas urusan pekerjaan dengan Dylan dan beberapa staf perusahaan, Clara hampir selalu mengajak Elsa bersamanya.Dylan dan Gery beberapa kali mencoba mendekati Elsa.Elsa akan menyapa dan mengucapkan terima kasih dengan patuh, tetapi hubungan mereka dengan anak itu sama sekali tidak menjadi lebih akrab.Awalnya, mereka mengira Elsa adalah anak yang pemalu, tetapi mereka segera menyadari bahwa dia sendiri yang sedang menolak pendekatan mereka.Elsa hanya tidak ingin berteman dengan mereka.Mengenai perasaan Elsa di masa lalu terhadap Vanessa, meskipun Dylan merasa kasihan pada Clara, namun dia tidak sepenuhnya menyalahkan Elsa karena anak itu masih kecil dan belum mengerti apa-apa.Lagipula, Elsa adalah putrinya Clara. Jadi, bagaimana mungkin dia tidak ingin menyayangi anak itu dengan tulus?Namun, dengan sikap Elsa saat ini

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 850

    Cuaca malam itu cukup cerah, dan lokasi observasi yang sudah didirikan di atas bukit menawarkan pemandangan indah gemerlap lampu-lampu kota yang memesona.Ketika Clara dan Elsa tiba di atas bukit, beberapa karyawan Morti Group telah memasang panggangan barbeku dan sedang memanggang daging di ruangan terbuka sebelah dek observasi.Melihat mereka berdua, semua orang segera menyapa. Kemudian, seseorang berkata, "Bu Clara, kami punya ahli barbeku di sini. Daging panggang buatannya sangat lezat. Ayo, silakan dicoba."Clara tersenyum dan menerimanya. "Terima kasih.""Sama-sama. Kalau sudah habis, di sini masih ada banyak." Kemudian dia memberikan sebagian kepada Elsa. "Ini Elsa, kan? Ayo, dicoba."Elsa juga menerimanya. "Terima kasih, Kak.""Astaga, aku dipanggil kakak. Bu, apakah Elsa memang selalu manis seperti ini? Dia sangat cantik, sifat dan juga temperamennya persis seperti Anda. Dia kelihatan sopan dan bijaksana, dia juga sangat tenang dan ramah."Orang lain ikut menimpali sambil ters

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 849

    Elsa berkata, “Iya, Ma. Aku tahu.”Setelah itu, Elsa pergi bersama Bi Sari.Setelah selesai makan dan mengobrol sebentar dengan Dylan tentang urusan perusahaan, Clara akhirnya kembali ke kamar.Ketika sampai di kamar, Elsa sedang mandi.Tepat ketika Clara baru saja duduk, ponsel Elsa yang berada di tempat tidur berdering.Itu adalah panggilan dari Edward.Clara tidak mengangkatnya dan memberi isyarat kepada Bi Sari untuk menjawabnya. Bi Sari tersenyum kecut dan berkata, “Elsa sedang nggak ingin menjawab telepon dari Pak Edward sekarang, dia juga nggak ingin saya menjawabnya. Kalau Elsa ingin bicara dengan Bapak, dia akan menelepon balik setelah selesai mandi nanti.”Clara tidak mengetahui tentang semua hal itu.Hak asuh Elsa berada di tangan Edward, sehingga dia tidak bisa terlalu ikut campur dalam hubungan ayah dan anak itu.Mendengar ucapan Bi Sari, dan mengingat ekspresi tidak senang Elsa hari ini, Clara pun bertanya, "Apa mereka sedang bertengkar?""... Iya."Sebenarnya sejak pesta

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 848

    Lebih dari satu jam kemudian, Clara dan Elsa akhirnya tiba di hotel.Setelah mengetahui kedatangannya, Dylan dan Gery turun untuk menyambutnya.Dylan sudah tahu Clara pergi menjemput Elsa, tetapi Gery tidak. Melihat Elsa keluar dari mobil, dia sempat terpaku sejenak karena terkejut.Clara mengelus kepala Elsa. "Elsa, beri salam ke Om Dylan."Elsa dengan patuh menyapanya, "Halo, Om Dylan."Dylan menjawab, "Anak pintar."Clara kemudian menatap Gery. "Ini rekan kerja Mama, namanya Om Gery.""Halo, Om Gery."Gery menatap Elsa dengan perasaan yang agak rumit.Dia dan Elsa sebenarnya pernah bertemu sebelumnya, tetapi itu sudah terjadi dua atau tiga tahun yang lalu. Elsa masih sangat kecil saat itu, jadi dia mungkin tidak mengingatnya lagi.Dylan berkata kepada Clara, "Acaranya akan segera dimulai, ayo kita masuk."Clara menjawab, "Baik." Sebelumnya, orang-orang di Morti Group hanya pernah mendengar bahwa Clara sudah menikah dan memiliki anak, dan baru-baru ini mereka mengetahui bahwa suamin

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status