Share

Bab 544

Author: Elenor
Setelah masuk ke mobil, Elsa langsung meringkuk dalam pelukannya, Edward lalu menoleh dan bertanya, "Apa rencanamu nanti malam?"

Sebelum Clara sempat menjawab apa-apa, Elsa mendongak dari dadanya dan berkata, "Iya, Ma, kalau Mama nggak sibuk, setelah makan, ayo kita pergi jalan-jalan, boleh nggak?"

"Mama..."

Clara hendak berbicara, namun Elsa menyela dengan bersikap manja padanya, "Ayo dong Ma, mau ya?"

Clara akhirnya menjawab, "Oke."

Setengah jam kemudian, mereka tiba di restoran.

Setelah kelua
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (226)
goodnovel comment avatar
Oessi Salsabila
lebih suka richard tapi richard sibuknya banget banget huhu
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
lg an....Vanesa sdh sedekat itu dgn Elsa, masak iya dia gak pernah diketemukan dgn klrga Vanesa....gak masuk akal
goodnovel comment avatar
Farhat Ashshidiq
nah kan...mereka lagi mereka lagi...heran
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 677

    Meskipun Vanessa jarang berkumpul bersama mereka dalam dua atau tiga bulan terakhir.Namun, Gading berasumsi bahwa Edward dan Vanessa pastilah sering bertemu.Melihat Edward dan Vanessa tetap membicarakan urusan sendiri saat pertemuan mereka yang jarang terjadi, membuat Gading sengaja menggodanya.Mata Vanessa sedikit meredup saat mendengar hal itu, tetapi dia segera tersenyum dan berkata jujur, "Kami nggak bertemu setiap hari. Aku dan Edward juga jarang bertemu akhir-akhir ini."Vanessa mengatakan itu karena tahu bahwa terkadang saat mengatakan yang sebenarnya, justru orang lain tidak akan percaya.Bahkan jika mereka memercayainya pun, mereka akan tetap berasumsi bahwa keduanya hanya sibuk dengan urusan masing-masing, bukan berpikir bahwa mereka mungkin sedang memiliki masalah hubungan asmara.Benar saja, setelah dia berbicara, Gading tersenyum dan berkata, "Iya, iya. Aku nggak akan mengganggu kalian lagi. Kalian lanjutkan saja, oke?"Mereka segera mengganti topik pembicaraan.Malam i

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 676

    Setelah membahas urusan bisnis selama beberapa waktu, mereka akhirnya berhenti untuk beristirahat sambil mengobrol santai, saat itu ponsel Clara berdering.Itu panggilan telepon dari Elsa.Setelah berpamitan singkat kepada yang lain, dia bangkit untuk menjawab telepon sambil berjalan keluar, "Elsa, ada apa?""Tania sudah kembali dan nanti mengundang kita makan malam. Apa Mama mau ikut?"Clara menjawab, "Maaf ya, Mama masih ada acara malam ini, jadi nggak bisa ikut dengan kalian."Kemudian, dia membuka pintu dan keluar dari ruangan.Dia benar-benar sibuk dan tidak bisa pergi.Setelah mengobrol sebentar dengan Elsa di luar, Clara kembali untuk melanjutkan diskusi tentang pekerjaan dengan Edward dan yang lainnya.Setelah urusan pekerjaan selesai, Clara dan Gery pergi lebih dulu.Edward melanjutkan obrolan dengan Azka sebentar, lalu pulang menjemput Elsa untuk pergi makan malam.Elsa sudah lama tidak bertemu Tania, dia telah menyiapkan cukup banyak hadiah untuk Tania dan merasa sangat bers

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 675

    Saat mereka sedang berbicara, sebuah akun berita tiba-tiba menyiarkan laporan tentang konferensi akademis terkait Kecerdasan Buatan.Ternyata waktu penyelenggaran konferensi akademis tingkat tinggi dan bersejarah di Negara Latvin itu akan segera tiba, seorang reporter menanyakan kepada panitia konferensi siapa saja yang akan diundang tahun ini.Panitia tersebut menyebutkan tujuh atau delapan nama tokoh, dan sialnya ada nama Clara dan Dylan di antaranya.Menurut panitia tersebut, undangan sudah dikirim dan mereka sedang menunggu tanggapan dari Clara dan para undangan lainnya. Selain itu, dia juga menyatakan sangat berharap dapat bertemu dengan Clara, Dylan, dan lainnya untuk berdiskusi lebih mendalam demi mempromosikan pengembangan komprehensif di bidang Kecerdasan Buatan.Melihat berita itu, wajah Diana langsung berubah muram. Dia menoleh ke arah Vanessa dan bertanya, "Kak, apa kau juga menerima undangan?"Meskipun Diana tidak sepenuhnya memahami pentingnya konferensi ini, penyebutan t

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 674

    Vanessa berkata, "Aku sudah bilang."Diana menimpali, "Terus, Kak Edward ...."Vanessa menjelaskan secara singkat apa yang telah terjadi.Diana berkata, "Hanya itu? Nggak ... ada yang lain?""Nggak ada."Diana terkejut, dan setelah menyadari apa yang telah terjadi, dia berkata, "Apa itu berarti Kak Edward nggak mau membantu kita?"Rita dan yang lainnya tetap diam.Sikap Edward seperti itu memang jelas menunjukkan bahwa dia tidak ingin membantu.Dia tak kuasa berkata, "Kalau Kak Edward nggak mau membantu, kita ...."Mereka harus mengumpulkan uang sendiri.Adapun cara mengumpulkan uangnya, tentu saja dengan menjual sebagian harta mereka untuk keadaan darurat.Lagipula, mereka sudah menginvestasikan dana yang mereka miliki sebelum tahun baru.Ekspresi Rita tadinya tidak terlalu senang, tetapi sekarang dia telah kembali tenang, dan berkata, "Ini hanya untuk keadaan darurat. Masih ada kesempatan untuk Vanessa memperbaiki hubungan dengan Edward."Diana menggigit bibirnya. "Tapi ... tapi ....

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 673

    Pada tanggal delapan, Clara sudah kembali bekerja di Morti Group seperti biasa.Dua hari kemudian, Clara mewakili Morti Group menghadiri rapat bersama pemerintah.Saat dia tiba di lokasi pertemuan dan hendak duduk, dia melihat Vanessa.Vanessa juga melihatnya, tetapi dengan cepat memalingkan muka.Pandangannya menyapu sekeliling ruang rapat, tetapi dia tidak melihat Edward.Tepat ketika Vanessa berpikir Edward tidak akan muncul, dia akhirnya muncul tepat sebelum rapat dimulai.Vanessa langsung menghela napas lega.Namun, ketika melihat Edward duduk di sebelah Clara, senyum yang baru saja muncul di bibirnya langsung memudar, dan sorot matanya menjadi sedikit muram.Di sana, setelah Edward duduk, dia menyapa Clara, "Selamat pagi."Clara menjawab, "... Selamat pagi."Setelah itu, Clara memalingkan wajah dan tidak lagi menghiraukan.Rapat dimulai, dan Edward pun tidak berbicara lagi.Selama waktu istirahat, Vanessa berjalan mendekati Edward. "Edward." Edward mengangguk saat melihatnya.Va

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 672

    Dani terutama datang untuk menemui Clara.Dia sempat mengobrol singkat dengan Clara, Dylan, dan bahkan orang yang sedang mereka jamu, barulah pamit keluar.Dylan semakin menyukai Dani.Setelah Dani pergi, dia berbisik kepada Clara, "Setiap kali bertemu di luar, dia selalu berinisiatif untuk datang menyapa kita. Dia cukup perhatian."Dylan merasa Dani melakukan itu semua untuk menunjukkan bahwa dia menghargai kerja sama di antara mereka.Clara mengangguk.Dia juga berpikir demikian.Ketika Dani kembali ke ruangannya, hidangan sudah disajikan.Gading sedang dalam suasana hati yang baik, dia menuangkan minuman untuk Edward dan Dani. "Jarang sekali kita punya waktu untuk berkumpul, jadi ayo kita minum-minum hari ini."Edward dan Dani sama-sama mengangkat gelas mereka dan minum bersama Gading.Namun, mereka masing-masing memiliki urusan lain hari ini, jadi minum sedikit tidak masalah, tetapi jangan terlalu banyak.Ketiganya tumbuh bersama dan berada di lingkaran sosial yang sama, jadi wajar

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 64

    Clara tanpa sadar langsung menolaknya. "Nggak usah repot-repot, aku bisa pergi ambil sendiri."Dia menolak dengan tegas, membuat Dani langsung terdiam.Clara berkata memastikan, "Halo?""Oke, nanti aku kirimkan alamat bengkelnya.""Oke, terima kasih bantuanmu."Dani pun menutup telepon tanpa mengata

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 75

    Saat ini Clara sedang memandikan Elsa dan mengeringkan rambutnya.Elsa pun memandang Clara yang sedang mengeringkan rambutnya dengan lembut, dan tiba-tiba menyadari bahwa mamanya tampak pendiam akhir-akhir ini.Dulu, mamanya selalu berusaha cari banyak topik untuk dibicarakan dengannya.Melihat Elsa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 50

    Pada akhirnya, tunangan cewek itu datang dan menghentikannya, mereka pun mulai bertengkar.Sesaat setelah itu, keluarga cewek itu pun datang.Tampaknya Raisa benar mengenai keluarga cewek itu kaya, mereka tampak sombong di depan Keluarga Gori, Ervan pun terlihat merendah, seakan ingin berdamai denga

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 45

    Setelah berjalan jauh, Raisa menatap Clara dengan khawatir: “Clara… “Clara menggelengkan kepala, lalu berkata: “Aku nggak apa-apa.”Sejak Ervan dan ibunya bercerai, dalam hatinya, dia sudah bukan lagi ayahnya.Dia hanya merasa sedih karena beban pamannya jadi bertambah, hanya karena berhubungan den

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status