Share

Bab 618

Author: Elenor
Mungkin dia sudah menduga akan jawaban Clara yang seperti itu, Edward tersenyum dan berkata, "Elsa juga ikut."

Clara tertegun. "Elsa juga ikut?"

Mereka akan membahas urusan penting, membawa seorang anak kecil ikut serta ....

Edward menjawab, "Dia sudah tahu hubungan kita."

Clara semakin terkejut.

Jika ada orang lain mengetahui hubungannya dengan Edward, tanpa ragu, pasti Edward yang telah memberitahukannya.

Meskipun dia tidak tahu mengapa Edward memberi tahu temannya tentang hal itu, tetapi dia
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (179)
goodnovel comment avatar
Santika
Iya ih sumpah jd kesan y Clara masih butuh uluran ed ntah kerjasama atau relasi blm lg hadiah* semua diterima ya, Clara nih gak tegas, gak ingat x rasa sakit hati dulu yg d sebabkan ed sm Elsa jg sama aj dulu.
goodnovel comment avatar
Darma Wati
kenapa nd bisa buka ?
goodnovel comment avatar
Bun say
gak rela ih Cla terus interaksi sama Ed meski alasan nya perkenalan kerja sama bareng orang baru ayo Cla tegas dan bilang "AKU BISA SENDIRI KAU GAK PERLU IKUT CAMPUR URUSAN KERJAAN KU, KAU LIHAT AKU BISA BERDIRI SENDIRI JADI URUSI SAJA SI GUNDIK
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 723

    Sore itu, setelah Elsa menyelesaikan kompetisinya, Edward menelepon, "Sudah selesai kompetisinya? Bagaimana hasilnya?"Elsa menjawab dengan gembira sambil minum, "Juara pertama! Aku lolos ke babak berikutnya.""Bagus." Edward tersenyum, lalu menambahkan, "Kakekmu sudah pulang ke rumah. Kau pulang ke rumah lama ya, kita makan malam bersama nanti."Elsa menjawab, "Oke."Mereka tidak banyak mengobrol dan segera menutup telepon.Setelah menutup telepon, Elsa berkata kepada Clara, "Ma, Ayah menyuruh kita pulang ke rumah nenek buyut untuk makan malam bersama. Ayo, kita berangkat sekarang." Saat Elsa sedang berbicara dengan Edward, dia menyalakan pengeras suara sehingga Clara tahu betul bahwa Edward hanya ingin Elsa sendiri yang pulang ke sana, dan tidak mengundangnya.Jika Edward benar-benar ingin Elsa mengundangnya, Edward pasti akan berkata, "Ajak mamamu sekalian pulang ke rumah lama untuk makan malam bersama."Namun, Edward tidak menyebut namanya sama sekali.Clara berkata, "Mama sudah a

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 722

    Vanessa mengangguk.Edward masuk ke mobil.Mobil itu perlahan melaju pergi.Elsa tidak datang ke rumah sakit untuk menjemput Ronald yang akan pulang hari ini, dan tentu saja disadari oleh Nenek Anggasta sejak awal.Namun, saat itu dia sangat marah dan tidak langsung menanyakannya kepada Edward.Hari ini adalah hari kepulangan kakeknya, dan juga hari Sabtu, jadi Elsa seharusnya tidak absen.Alasan ketidakhadiran Elsa mungkin karena ….Di dalam mobil, Nenek Anggasta memikirkan hal itu dan menjadi semakin marah, dia menatap Edward dengan ekspresi penuh amarah. "Demi membawa orang itu ke sini, apa kau nggak memberi tahu Elsa kalau hari ini adalah hari kepulangan kakeknya?"Edward tetap bersikap tenang dan menjawab, "Elsa pergi untuk mengikuti Kejuaraan Anggar. Acara itu sudah dijadwalkan dari jauh-jauh hari."Nenek Anggasta terdiam.Namun, dia kemudian mendengus dan berkata, "Kalau Elsa ada di sini hari ini, rencanamu pasti berhasil, kan?"Nenek Anggasta mengatakan hal itu karena jika Elsa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 721

    Pada hari Senin.Setelah mengantar Elsa ke sekolah, Clara pergi menemui Azka dan yang lainnya.Ketika dia dan Gery tiba, Edward juga sudah ada di sana.Melihat kedatangan mereka, Edward menyapa dengan sopan.Selama beberapa hari berikutnya, mereka bertemu dua kali lagi, tetapi tetap hanya membahas urusan bisnis, mereka tidak membicarakan hal lain.Ronald telah pulih dengan sangat baik beberapa hari terakhir ini, dan pada hari Sabtu, dia sudah diperbolehkan pulang.Nenek Anggasta sangat senang, dia sendiri pergi ke rumah sakit untuk menjemput Ronald.Namun setibanya di rumah sakit dan saat membuka pintu, dia melihat Vanessa.Vanessa dan Edward juga baru saja tiba. Vanessa memberikan buket bunga yang dibawanya kepada Ronald. "Om, selamat karena sudah boleh pulang, semoga lekas pulih sepenuhnya."Ronald tentu saja tidak terlalu menyukai Vanessa.Namun, karena putranya menyukai wanita itu, dia tidak bisa apa-apa.Dia telah dirawat di rumah sakit selama hampir setengah bulan sejak kecelakaa

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 720

    Tepat ketika Clara hendak berbicara, Elsa keluar dari toilet. "Mama, Nenek Buyut, aku sudah selesai!" Karena interupsi Elsa, maka Clara dan Nenek Anggasta pun langsung menghentikan percakapan, mereka naik kereta wisata, dan turun dari gunung.Pada hari itu, Vanessa, Gading, dan Dani juga sudah tahu bahwa Clara dan Edward telah sepakat dan berjanji pada Nenek Anggasta untuk menunda perceraian mereka sementara waktu.Setelah menerima kabar tersebut, Gading menandai nama Edward di obrolan grup: [Perceraianmu benar-benar berliku ya .… Ah, bukan, yang benar itu berlika-liku banyaknya.] Vanessa dan Dani melihat pesan itu, tetapi tidak ada yang membalas.Edward juga sudah memberi tahu Vanessa tentang hal itu.Sekarang, melihat pesan di obrolan grup, Vanessa perlahan menggenggam ponselnya lebih erat.Dia awalnya berasumsi karena Edward berutang budi kepada Clara dan Nenek Hermosa akhir-akhir ini, meskipun mereka berdua tidak bisa segera bercerai, namun mereka akan meluangkan waktu untuk meng

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 719

    Dua hari lagi berlalu.Edward masih memiliki pekerjaan yang harus diselesaikan, jadi pada hari Sabtu, Elsa tinggal di rumah Keluarga Hermosa bersama Clara.Edward menyuruh Elsa untuk lebih sering mengunjungi Ronald di rumah sakit setiap kali punya waktu, jadi setelah sarapan, Clara menemani Elsa pergi ke rumah sakit.Ketika mereka tiba, Ronald sedang terjaga. Melihat kedatangan mereka, senyum muncul di wajahnya yang pucat. "Clara dan Elsa sudah datang?"Clara hanya mengangguk, sedangkan Elsa menyapanya.Kondisi Ronald belum terlalu baik, jadi Clara tidak berani berbicara terlalu banyak dengannya.Kemudian, mereka mengunjungi Sinta di kamar lain, dan setelah beberapa saat, lalu pergi.Nenek Anggasta memang semakin taat beribadah selama bertahun-tahun ini.Kabarnya sehari setelah kecelakaan Ronald, dia sengaja pergi ke kuil untuk berdoa.Kondisi Ronald telah stabil selama dua hari terakhir ini, dan pada hari Minggu, Nenek Anggasta mengajak Clara untuk menemaninya naik gunung untuk memenu

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 718

    Ketika Clara tiba, Nenek Hermosa dan Nenek Anggasta sudah ada di sana.Nenek Anggasta menyapa Clara dan mempersilakan dia duduk ketika ponselnya berdering.Entah apa yang dikatakan orang di ujung telepon, wajah Nenek Anggasta langsung berubah muram. Sesaat kemudian, Nenek Anggasta mengerutkan kening dan berkata, "Iya, aku mengerti." Setelah itu, dia menutup telepon."Itu telepon dari Edward," kata Nenek Anggasta meminta maaf kepada Clara dan Nenek Hermosa. "Dia sebenarnya sudah dalam perjalanan, tapi tiba-tiba ada urusan mendadak di kantor, jadi dia nggak bisa bergabung dengan kita untuk makan siang bersama."Nenek Hermosa dan Clara sama-sama mengatakan bahwa itu bukanlah masalah.Mereka memang benar-benar merasa tidak keberatan. Mereka datang hanya karena tidak ingin menolak kebaikan Nenek Anggasta. Selain itu, mereka benar-benar ikut merasa senang untuk Nenek Anggasta karena Ronald sudah sadar.Setelah makan, Clara kembali ke Morti Group untuk bekerja.Meskipun Ronald sudah sadar, na

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status