Share

Bab 875

Author: Elenor
Clara mengangguk lalu berkata, "Aku pergi dulu. Tolong sampaikan ke Elsa kalau dia bangun nanti."

Edward menatapnya dan bertanya, "Iya. Nggak mau sarapan dulu sebelum pergi?"

"Nggak usah."

Edward tidak mendesak. Dia berdiri dan berkata, "Biar kuantar sampai depan."

"Nggak perlu repot-repot."

Edward tidak menjawab, tetapi dia tetap mengikuti Clara untuk mengantarnya sampai ke pintu. Baru setelah mobil wanita itu benar-benar meninggalkan halaman, dia berbalik dan kembali masuk ke rumah.

Sekitar se
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (39)
goodnovel comment avatar
Elsa muthia Handini
kira " siapa ya orang yang di tanyakan
goodnovel comment avatar
Sachi
Mee n mDreee Bkn Ed tp lbh ke authornya sih, actor aktris kan cm ngikut naskah sutradara :)) (eh kok aku jd kek belain si brengsek ya :D)
goodnovel comment avatar
Mee nDreee
k sachi apakah mo diulang terus gitu se oon itu kah ed, kl hal sprt itu terjadi nd curiga
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 875

    Clara mengangguk lalu berkata, "Aku pergi dulu. Tolong sampaikan ke Elsa kalau dia bangun nanti."Edward menatapnya dan bertanya, "Iya. Nggak mau sarapan dulu sebelum pergi?""Nggak usah."Edward tidak mendesak. Dia berdiri dan berkata, "Biar kuantar sampai depan.""Nggak perlu repot-repot."Edward tidak menjawab, tetapi dia tetap mengikuti Clara untuk mengantarnya sampai ke pintu. Baru setelah mobil wanita itu benar-benar meninggalkan halaman, dia berbalik dan kembali masuk ke rumah.Sekitar sepuluh menit kemudian, Elsa terbangun. Saat turun ke lantai bawah, dia mengedarkan pandangan ke sekeliling. Edward berkata, "Mamamu ada urusan, jadi dia harus pulang dulu.""Oh ...."Begitu bangun dan tidak melihat Clara di sisinya, Elsa sebenarnya sudah bisa menduga hal itu.Elsa mengerucutkan bibir dan tidak berkata apa-apa. Dia lalu berjalan ke ruang makan untuk menyantap makanannya.Edward duduk di sampingnya dan mengulurkan tangan untuk memeriksa dahinya. "Demamnya sudah benar-benar reda. Ap

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 874

    Edward mengambil mangkuk dari tangan Clara lalu menyuapkan beberapa sendok bubur kepada Elsa. Setelah itu, dia menoleh ke arah Clara dan berkata, “Sepertinya ada makanan lain yang disiapkan di dapur. Bagaimana kalau kau turun dan makan dulu?”Sebenarnya, Clara tidak merasa lapar.Namun, dia dan Edward memang tidak memiliki topik apa pun untuk dibicarakan. Bahkan, akan lebih baik jika mereka tidak berada di ruangan yang sama saat berada di dekat Elsa.Clara mengangguk dan berkata kepada Elsa, “Elsa, Mama mau turun dulu untuk makan sebentar. Nanti Mama kembali lagi.”Elsa menjawab dengan patuh, “Iya, Ma.”Tanpa berkata apa-apa lagi, Clara berbalik dan melangkah turun.Begitu sosok Clara menghilang di balik pintu, Elsa pun mengalihkan pandangannya. Senyum di wajahnya lenyap saat menatap Edward.Menyadari ada sesuatu yang mengganjal di pikiran putrinya, Edward mengusap sudut mulut Elsa lalu bertanya, “Ingin bicara apa?”Elsa mengerucutkan bibirnya dan mencengkeram selimut dengan kedua tang

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 873

    Kepala pelayan tersenyum dan berkata, "Baiklah, saya akan segera bawakan makanannya ke atas."Setelah mengatakan itu, Kepala pelayan tersebut pun turun ke lantai bawah.Edward menatap Elsa dan bertanya, "Apa kau yakin nggak mau Ayah temani?"Elsa melotot ke arahnya. "Nggak perlu!"Merasa bahwa ayah dan anak itu mungkin butuh waktu berdua, Clara berkata kepada Elsa, "Mama mau menelepon dulu sebentar, ya."Elsa mengangguk. "Iya."Clara berbalik dan meninggalkan ruangan.Sebenarnya, tidak ada panggilan telepon yang harus dilakukan, dia hanya menghabiskan waktu di balkon selama beberapa menit. Saat kembali ke kamar, Edward sudah pergi dan kepala pelayan telah mengantarkan makanannya.Dapur telah menyiapkan bubur untuk Elsa, ditambah beberapa hidangan lain yang cukup lengkap.Namun, karena merasa tidak enak badan, Elsa sama sekali tidak berselera untuk menyantap bubur itu. Setelah beberapa suapan, dia sudah merasa lemas dan ingin kembali tidur.Melihat putrinya mengantuk, Clara membantunya

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 872

    Dylan juga mengenali nomor telepon Edward.Dia mendengus sinis. "Untuk apa dia menelepon? Apa dia ingin memintamu membujuk Jetwave demi Keluarga Gori? Apa dia benar-benar selemah itu?"Clara tidak menanggapi. Dia langsung menjawab panggilan tersebut. Sebelum sempat berkata apa pun, Edward sudah lebih dulu bersuara, "Elsa demam seharian. Kalau malam ini kau ada waktu luang, apa kau bisa datang untuk menjenguknya?"Clara mengerutkan kening dan langsung bertanya, "Dia sudah demam selama itu? Bagaimana kondisinya sekarang?""Dia masih diinfus, suhu tubuhnya belum juga turun.""Iya. Aku akan ke sana nanti.""Terima kasih banyak."Clara tidak berkata apa-apa lagi dan mengakhiri panggilan itu. Setelah menyelesaikan tugas-tugasnya, dia pun meninggalkan Morti Group.Setibanya di sana, Kepala pelayan yang melihat kedatangannya segera menyambut, "Bu, Anda sudah datang?""Aku mau naik untuk melihat Elsa," jawab Clara.Di lantai atas, Elsa baru saja selesai menerima infus. Dia tampak setengah sadar

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 871

    Gading menjawab, "Santai saja."Jetwave melangkah dengan sangat agresif, seolah telah memiliki bukti yang sangat kuat. Baik Keluarga Gori maupun Keluarga Sanjaya, begitu pula Gading dan Dani, menyadari bahwa gugatan ini akan menjadi perjuangan yang sangat berat.Namun, begitu persidangan resmi dimulai, raut wajah seluruh anggota keluarga itu menjadi semakin suram, sementara Gading dan Dani pun ikut mengerutkan kening.Bukti yang diajukan Jetwave sangatlah kokoh, mulai dari kontrak, catatan transfer bank, riwayat percakapan, hingga laporan penilaian ahli, semuanya disiapkan dengan sangat cermat. Mengenai tuntutan ganti rugi sebesar lima triliun, mereka awalnya mengira itu hanyalah angka yang digelembungkan secara tidak masuk akal.Kenyataannya, kinerja Jetwave selama dua tahun terakhir memang sangatlah baik, ditambah dengan kolaborasi mereka bersama Morti Group sepanjang tahun lalu, daya saing pasar mereka telah mencapai tingkat yang jauh lebih tinggi.Terlebih lagi, teknologi yang dipe

  • Pak Edward, Istrimu Ingin Cerai   Bab 870

    Saat pesawat mendarat, Vanessa memeriksa ponselnya. Edward masih belum membalas pesannya.Dia dan Joseph tidak lagi berinteraksi. Begitu turun dari pesawat, mereka pun berpisah jalan ke arah masing-masing.Keluarga Gori dan Sanjaya merasa kecewa saat mengetahui Vanessa tidak berhasil menemui Edward. Hal yang membuat mereka semakin cemas adalah fakta bahwa dalam beberapa hari ke depan, persidangan antara perusahaan mereka dan Jetwave Labs akan segera dimulai.Dengan perasaan hampa, Diana bertanya, “Kak, menurutmu … apa Kak Edward akan kembali untuk menghadiri persidangan kita nanti?”Vanessa menjawab, “... Aku nggak tahu.”Tiga hari ini berlalu dengan cepat, dan kasus antara Gori Group dengan Jetwave pun resmi masuk ke tahap persidangan.Dua hari sebelumnya, Clara dan rombongannya telah kembali dari perjalanan liburan.Pada hari persidangan, Clara dan Dylan kembali ke Morti Group untuk bekerja seperti biasa.Sambil mengusap dagu, Dylan duduk di sofa dan berkomentar kepada Clara, “Hari i

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status