Compartir

Bab 57

Autor: Dandelion
last update Última actualización: 2026-01-17 00:00:07
Sekar terkejut, Jagat terkejut, Mamanya juga terkejut. Semua orang yang ada di apartemennya terkejut. Mereka semua memiliki keterkejutan yang berbeda, tapi dalam kebingungan yang sama. Sama-sama bingung ke satu sama lain.

Jantung Sekar berdebar kencang karena pasti setelah ini Sang Mama akan mencercanya habis-habisan. Ia menutup mata, tak ingin melihat raut wajah Mamanya yang tadi menatapnya tajam.

"Awas kamu kalau melakukan hal di luar batas norma-norma yang berlaku! Mama cincang kamu, ya!"

Ia masih ingat dengan ancaman Mamanya saat dulu akan berkencan dengan David malam-malam, padahal mereka hanya mau makan malam dan menonton film. Waktu itu Mamanya baru pulang dari Singapura dan menginap di apartemennya yang lama.

Sekarang ia tak bisa membayangkan kalau Mamanya tahu tentang peristiwa semalam. Dia bisa dicincang beneran. Namun_

"Eh ada Nak Jagat."

Suara lembut Mamanya membuat Sekar kembali membuka mata. Terlihat Sang Mama menyembunyikan pil KB yang tadi ditodongkan ke arahnya.
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 60

    Sekar terus berjalan ke arah lift diikuti oleh Jagat di belakangnya. Pria itu tampak berusaha menjelaskan pada Sekar meski tak dihiraukan sama sekali. Saat pintu lift tertutup barulah Dhika keluar dari mobilnya. "Jadi hubungan mereka hanya pura-pura? Status tunangan itu palsu?" Gumamnya pelan. Satu senyuman tercipta di bibirnya, hatinya berbunga-bunga mengetahui hal ini. Setelah ini ia bisa mendekati Sekar, memperjuangkan perasaanya yang selama ini ia pendam. Ia telah jatuh cinta pada Sekar sejak pandangan pertama. Dulu mereka masuk di perusahan ini melalui jalur yang sama, yaitu Management Trainee. Di masa orientation dan onboarding mereka mulai akrab dan saling mengenal, lalu dilanjut dengan masa classroom training di mana ia mulai menaruh rasa pada Sekar seorang gadis yang tak hanya cantik, tapi juga pintar. Namun perasaannya harus ia pendam saat suatu sore melihat Sekar dijemput oleh seorang pria yang pada akhirnya ia ketahui sebagai kekasih wanita itu. Ternyata hubungan mereka

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 59

    "Lo yang bener dong servicenya. Bolanya kena gue mulu."Jagat menghela napas, lalu menatap Devan yang berada di seberang net. Temannya itu sedang menatap jengkel ke arahnya. Siapa suruh memaksanya main tennis malam-malam begini. Ia sudah bilang tidak mau, tetap saja dipaksa."Gue mau minum dulu. Lo main aja sendiri."Ia lalu berbalik melangkah ke arah bangku di mana tadi ia sempat meletakkan sebotol air mineral, tas kerja, dan ponselnya.Botol minum masih ada di tangannya ketika ia ingat dengan Sekar. Tadi wanita itu memintanya mengabari jika telah sampai tujuan. Meski belum berada di rumah, ia tetap ingin memberi kabar pada wanita itu.Namun saat ingat percakapan mereka di apartemen tadi, rasanya ia masih kesal dengan Sekar yang seperti menyesal telah melakukan hubungan badan dengannya. Terlebih saat ia tahu wanita itu ternyata meminum pil KB agar benihnya tidak bisa tumbuh di dalam rahimnya. Apa seenggan itu Sekar dengannya, sampai-sampai tak mau mengandung anaknya?Akhirnya ia hany

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 58

    Ia dan Jagat saling melirik dan saat pria itu sudah membuka mulutnya, dengan cepat Sekar mendahuluinya berbicara. "Ini Ma, Mas Jagat ngajakin aku liburan berdua, terus aku nggak bisa karena bukan di hari libur. Terus dia bilang dia akan tanggung jawab kok kalau aku nggak masuk kerja. Tapi kan aku yang nggak enak sama teman-teman kantor." "Ohh... Benar begitu, Nak Jagat?" Sekar menggenggam tangan Jagat yang ada di paha pria itu, memberi pertanda untuk mengiyakan cerita yang tadi ia karang. Lagian Mamanya ini apa-apaan sih, omongan anak sendiri tidak dipercaya? "Iya, Ma. Jagat memang mau mengajak Sekar liburan. Apa boleh, Ma?" Ini kenapa Jagat jadi minta ijin sih? Pria itu terlalu menghayati sandiwaranya atau memang mau modus untuk benar-benar mengajaknya liburan? "Ya tentu boleh dong, Mama mengijinkan. Tapi keputusan tetap ada di tangan Sekar, anaknya mau apa nggak?" Meski seolah memberikan kebebasan padanya, tapi ia tahu semua itu hanya omong kosong Mamanya karena saat ini Sang M

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 57

    Sekar terkejut, Jagat terkejut, Mamanya juga terkejut. Semua orang yang ada di apartemennya terkejut. Mereka semua memiliki keterkejutan yang berbeda, tapi dalam kebingungan yang sama. Sama-sama bingung ke satu sama lain. Jantung Sekar berdebar kencang karena pasti setelah ini Sang Mama akan mencercanya habis-habisan. Ia menutup mata, tak ingin melihat raut wajah Mamanya yang tadi menatapnya tajam. "Awas kamu kalau melakukan hal di luar batas norma-norma yang berlaku! Mama cincang kamu, ya!" Ia masih ingat dengan ancaman Mamanya saat dulu akan berkencan dengan David malam-malam, padahal mereka hanya mau makan malam dan menonton film. Waktu itu Mamanya baru pulang dari Singapura dan menginap di apartemennya yang lama. Sekarang ia tak bisa membayangkan kalau Mamanya tahu tentang peristiwa semalam. Dia bisa dicincang beneran. Namun_ "Eh ada Nak Jagat." Suara lembut Mamanya membuat Sekar kembali membuka mata. Terlihat Sang Mama menyembunyikan pil KB yang tadi ditodongkan ke arahnya.

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 56

    "Maksud lo?"Sekar tentu terkejut dengan ucapan Dhika. Maksudnya bilang melamarnya itu apa? Selama ini mereka hanya sebatas rekan kerja dan akrab karena masuk ke perusahaan di angkatan yang sama. Sebenarnya tidak hanya Dhika yang satu angkatan dengannya, ada Sisil dan beberapa rekan dari masing-masing Divisi. Rasanya aneh saja mendengar kalimat itu keluar dari mulut seseorang yang hanya sesekali bertegur sapa, bahkan ia tak punya kontak pria itu."Nggak ada. Tadi gue cuma bercanda. Mukanya nggak usah tegang gitu dong." Jawabnya diakhiri dengan tawa, tapi tawanya justru terdengar hambar di telinga Sekar.Setelah itu tidak ada lagi percakapan di antara mereka. Suasananya berubah canggung setelah percakapan yang kata Dhika hanya sebuah candaan itu. Hingga mobilnya sampai di depan rumah Dhika, pria itu langsung berterima kasih pada Sekar."Makasih ya. Mau mampir dulu?""Nggak usah, Dhik. Gue mau pulang aja. Sama-sama, ya."Sekar langsung pergi dari depan rumah Dhika, meninggalkan pria itu

  • Pak Jagat! Cintai Aku!   Bab 55

    Tok.Tok.Tok...Suara ketukan pintu di ruangan Jagat membuat Sekar melepaskan tubuhnya dari dekapan pria itu. Ia memundurkan kakinya, lalu berpamitan untuk kembali ke ruangannya."Kalau begitu saya permisi dulu, Pak. Terima kasih."Ia melihat Jagat yang hanya mengangguk, mungkin tersadar bahwa mereka saat ini masih ada di perusahaan. Tidak sepatutnya mereka bermesraan di jam kerja dan di perusahaan.Saat Sekar membuka pintu, ia berpapasan dengan sekretaris Jagat yang tersenyum ke arahnya. Ternyata wanita itu yang tadi mengetuk pintu.Sekar pun berlalu dari ruangan Jagat dan masuk ke lift untuk turun ke ruangannya. Namun saat lift akan tertutup, ada tangan yang mencegahnya. Sekar terkejut ketika mendapati Jagat yang tiba-tiba masuk ke lift yang sama."Saya mau ketemu klien di luar." Ucap pria itu tiba-tiba."Iya, P-Mas." Sekar menjawabnya saja meskipun ia heran kenapa Jagat memberitahukan padanya. Ia bahkan tidak bertanya."Kamu jadi pulang nanti waktu tahun baru?" Tanya Jagat setelah k

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status