LOGINTiga tahun lamanya Aura mematikan harga dirinya demi bisa menjadi istri yang sempurna bagi Gavin Theodore. Namun, pengabdiannya justru dibalas dengan penghinaan. Gavin menganggapnya sebagai sampah, wanita tanpa latar belakang yang hanya menumpang hidup. Tapi siapa sangka, Gavin sudah melakukan kesalahan besar karena menyia-nyiakan wanita sesempurna Aura Seraphine.
View More“Tapi, jangan senang dulu. Tempat ini pasti ada cctv, kan? Mereka pasti merekam semuanya dalam kualitas HD yang sempurna.”“Diam! Aku dan Gavin tidak bersalah!” teriak Melany histeris. Dengan air mata yang mulai berlinang, dia menoleh pada Gavin."Gavin, lihat dia! Walaupun dia merasa aku yang salah, dia tidak berhak menghancurkan hidupku seperti ini! Aku bisa menerima tamparan darinya, tapi mengancam reputasiku? Itu sudah keterlaluan!" rengeknya.Hati Gavin melunak melihat tangisan Melany. Rahangnya mengatup rapat saat menatap Aura dengan penuh kejengkelan."Aura! Kalau kau punya masalah, selesaikan denganku! Kenapa kau harus melibatkan Melany? Jujur saja, aku masih tidak tahu apa yang kau lakukan pada kakekku sampai dia begitu membelamu, tapi sekarang kau bertingkah seperti—”PLAK!Satu tamparan keras kembali bergema. Kali ini, tangan Aura mendarat di pipi Gavin. Tamparan itu sangat kuat hingga membuat Gavin terhuyung dan pipinya membengkak dalam hitungan detik.Gavin terdiam, berke
“Tentu saja, aku tidur dengan seseorang tadi malam. Tapi, kau tahu sendiri kan, itu bukan lagi urusanmu!” ucap Aura tegas, matanya menatap tajam langsung ke manik mata Gavin.Aura menyunggingkan senyum provokatif sebelum melanjutkan ucapannya. "Pria itu memiliki tubuh yang sangat memikat. Dan untuk hal lainnya, yah, dia sangat tahu bagaimana cara memuaskanku di atas ranjang. Tidak heran tanda ini sampai membekas di sekujur tubuhku."“Kau...” Gavin tersedak oleh amarahnya. Kata-kata yang hendak ia ucapkan seolah tersangkut di tenggorokan, berubah menjadi kenyataan pahit.Nada acuh tak acuh dari Aura, ditambah dengan sikapnya yang sama sekali tidak menunjukkan rasa malu, benar-benar menyulut api kemarahan di dada Gavin.“Dan aku hanya ingin kau tahu. Pria itu memang pantas mendapatkan tubuhku. Bagiku dia yang terbaik, bahkan mungkin pria terbaik yang pernah aku temui,” desis Aura pelan, ia tersenyum tipis saat melihat raut wajah Gavin yang kian memerah padam.“Tapi jangan terlalu dipiki
"Pria ini tidak hanya terampil, tapi dia juga ahli di bidangnya. Refleksnya sangat tajam, secepat kucing, dan sangat terasah. Jelas sekali bahwa dia sudah dididik sejak kecil, sama seperti diriku," gumam Aura sambil memutar gelas di genggamannya.Baginya, Kellan adalah tipe pria yang tidak hanya akan berjuang sampai akhir, tapi juga akan menyeret siapa saja masuk ke jurang bersamanya. Aura bisa melihat dari matanya, pria itu berani mengambil risiko, bahkan di saat peluangnya sangat kecil.Saat pikiran-pikiran itu berkelebat di kepalanya, tiba-tiba ponsel Aura berdering nyaring seperti sekumpulan lebah yang sedang marah. Awalnya dia mengabaikan benda pipih itu, tapi deringnya tidak kunjung berhenti. Akhirnya, Aura menggeser layar dan puluhan panggilan tak terjawab langsung memenuhi notifikasinya.Sekarang sudah pukul setengah sembilan pagi. Aura punya janji bertemu dengan Gavin guna menyelesaikan urusan perceraian.Sambil memandangi dirinya di pantulan cermin, Aura menghela napas pa
Alis Aura berkerut, giginya tanpa sadar menekan bibir Kellan sehingga rasa amis darah yang tajam membanjiri mulut mereka berdua. Meski darah sudah mengalir dari bibirnya, Kellan sama sekali tidak berniat untuk mengakhiri ciuman itu. Sebaliknya, ia memeluk tubuh Aura lebih erat, sentuhannya semakin kasar dengan napas yang memburu. BUGH! Aura bergerak dengan sigap. Ia melayangkan tinjunya ke perut Kellan dan memberikan tendangan cepat ke arah lutut pria itu. Tanpa persiapan, Kellan jatuh tersungkur ke lantai. Mulutnya penuh dengan darah, seolah-olah organ dalamnya terkoyak akibat serangan mendadak itu. Sebelum berhasil bangkit dari lantai, Kellan merasakan moncong senjata yang dingin dan keras menempel tepat di dahinya. Dari atas, tampak Aura sedang menatapnya dengan tatapan tajam, seolah sedang menghitung waktu sebelum maut menghampiri. Dengan tangannya yang bertumpu di dinding, Aura berusaha menjangkau sakelar lampu, ingin melihat wajah Kellan dengan jelas di bawah cah
Kemarahan Rebecca masih terasa nyata, bahkan saat mereka masuk kedalam lounge pribadi, wanita itu masih terus mengumpat kesal. "Si brengsek Danny Mason itu seharusnya dilempar saja ke tengah laut untuk jadi makanan hiu!" Walaupun Aura sendiri lah yang tadi memberikan pelajaran pada pria bernama Da
Sementara itu, di salah satu lounge pribadi kapal pesiar yang eksklusif, Melany sedang menikmati pujian kekaguman dari teman-teman Gavin. "Mari kita bersulang untuk menyambut Nona Melany yang baru saja kembali dari luar negeri!" seru salah satu dari mereka sembari mengangkat gelas kristal di tanga
Di dalam rumah yang sunyi, kondisi Karin tampak memprihatinkan. Ia berlutut di depan Gavin dengan sisa-sisa kekuatannya, memohon dengan sangat putus asa. "Tuan Gavin, bukankah Anda berencana memberikan kejutan untuk Nona Melany di kapal pesiar malam ini? Tolong, izinkan aku menebus kesalahanku deng
"Aku sudah mengajukan gugatan cerai," ucap Gavin sambil melangkah masuk dengan sorot wajah dingin yang seolah mampu membekukan udara di dalam ruangan. Langkah kakinya yang berat terdengar tidak sabar, mencerminkan rasa frustrasi yang sudah lama ia pendam. "Empat miliar rupiah seharusnya lebih d












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews