MasukItu adalah kawasan vila terkenal di Kota Sentara. Jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal Shelly, hanya sekitar 20 menit dengan mobil.Jalanan tengah malam sangat sepi. Shelly memacu mobil secepat mungkin.Saat tiba di unit nomor 305, seluruh bangunan terlihat terang benderang.Dia segera turun dari mobil, berjalan cepat ke depan pintu, lalu mengetuknya.Bel pintu berbunyi berkali-kali, tetapi tidak ada yang menjawab.Shelly memutar gagang pintu. Kunci elektronik mengeluarkan suara “tit tit tit”.Setelah ragu beberapa detik, dia memasukkan kata sandi.Pintu langsung terbuka.Kata sandinya sama dengan rumah Jeffry di Tavira.“Pak Jeffry?”Shelly bahkan tidak sempat mengganti sepatu. Dia melewati ruang tamu, dapur, dan lorong masuk, tetapi tidak menemukan Jeffry.Dia pun naik ke lantai dua. Dari celah pintu kamar utama yang tidak tertutup rapat, samar-samar terlihat sosok seorang pria.Jeffry berbaring di atas tempat tidur dengan selimut tipis menutupi tubuhnya, memperlihatkan bentuk tub
“Pak Jeffry?” Shelly merasa bingung sekaligus terkejut. “Bukankah dia ada di Tavira? Dia nggak ada di perusahaan?”Maxwell berkata, “Hah? Bukankah dia pergi ….”Bukankah dia pergi ke Kota Sentara?Sebelum kalimat selanjutnya sempat terucap, telepon dari Jeffry masuk.“Pak Jeffry sudah meneleponku. Aku tutup dulu, Bu Shelly!”Maxwell langsung menutup telepon....Di sisi lain, Shelly menatap ponselnya yang sudah terputus dengan linglung.Maxwell mencari Jeffry memang adalah hal yang wajar.Namun, Maxwell meneleponnya untuk mencari Jeffry jelas tidak seharusnya dilakukan.Dia bahkan tidak berada di Tavira.Shelly mengatupkan bibir tipisnya. Kebingungan di antara alisnya tidak kunjung menghilang.Malam ini, Saryna berencana tidur di rumah yang baru disewanya, tetapi masih ada beberapa barang pribadi yang kurang.Pekerjaan sore hari tidak terlalu sibuk. Shelly pulang tepat waktu, lalu pergi berbelanja ke mal bersama Saryna.“Pengasuh bayi ini memang mahal, tapi benar-benar sepadan. Dia bis
“Nggak perlu lagi,” kata Jeffry.Wajahnya tiba-tiba menegang. Dia mengernyit dan melihat ke arah belakang melalui kaca spion. “Turun. Bertahan hidup sendiri di Kota Sentara.”“Kamu nggak meninggalkan uang sepeser pun untukku. Aku sudah melewatkan dua kali makan. Tadi malam aku bahkan tidur di ruang ATM bank.”Kalau bukan karena sudah benar-benar tidak sanggup bertahan, Herman tidak akan datang mencarinya.Jeffry memasang wajah dingin. “Mati kelaparan saja.”“Boleh juga. Sekalian bantu Keluarga Vanindo menyingkirkan masalah. Semoga kamu masih mengingat bahwa aku pernah menyelamatkan nyawamu, jadi tolong carikan tempat pemakaman yang bagus untukku.”Wajah Herman terlihat sangat pasrah.Tatapan Jeffry perlahan menjadi tajam. “Jangan gunakan jasa menyelamatkan nyawa untuk mengancamku. Kalau kejadian itu terulang lagi, aku nggak butuh kalian berdua menyelamatkanku.”Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa dulu bukan hanya Elora yang menyelamatkan Jeffry, tetapi juga ada Herman.Kerahasiaan ma
“Kalau menurut kalian aku sudah keterlaluan, kalian bisa bersama-sama melapor langsung ke kantor pusat dengan melewati tingkat atasan dan meminta mereka menggantiku.”Shelly berkata dengan tenang, “Peraturan cabang ini dibuat melalui tanganku. Para karyawan boleh membuat laporan bersama dan melapor langsung ke tingkat yang lebih tinggi. Cukup kirimkan ke email Pak Maxwell. Selama setiap orang menandatangani dan membubuhkan sidik jari pada laporan itu, laporan tersebut akan berlaku.”Sambil berkata demikian, Shelly mengambil ponselnya dan mengirim alamat email Maxwell ke grup kerja.“Alamat emailnya ada di sini. Silakan.”Wesley terdiam.Semua orang bahkan tidak berani bernapas terlalu keras.“Kalau kalian tidak mau melapor, dengarkan aku bicara beberapa kalimat.”Shelly berdiri dan menopang kedua tangannya di atas meja.“Maaf karena masalah pribadiku telah membawa opini negatif kepada perusahaan. Aku sudah melaporkannya kepada Pak Jeffry, melakukan introspeksi dan mengakui kesalahanku.
Ryan melirik Wesley.Wesley kemudian menatap Chandra.Wajah Chandra yang sudah sangat jelek hingga sulit dipandang perlahan berubah karena marah.“Shelly, kamu seperti seekor anjing di sisi Jeffry ….”“Pak Chandra, sekarang aku memintamu pergi. Kalau kamu tetap tidak tahu diri, aku akan memanggil petugas keamanan.”Begitu Shelly mengatakan itu, Kepala Departemen Keamanan langsung menundukkan kepala dalam-dalam.Wesley mencibir. “Bu Shelly benar-benar berkuasa. Anda sudah membawa masalah sebesar ini kepada perusahaan, tapi sekarang tidak mengizinkan orang lain ikut campur? Jangan kira hanya karena Pak Jeffry melindungi Anda, Anda bisa bertindak sesuka hati. Pak Hansen sengaja meminta Pak Chandra datang untuk mengawasi!”“Apakah Grup Dominion sudah berganti menjadi milik Keluarga Antonius?” Shelly balik bertanya. “Kalau Pak Chandra benar-benar dikirim oleh Pak Hansen, berarti Pak Hansen sudah melewati wewenang Pak Jeffry dan mengambil keputusan sendiri. Biar aku menelepon Pak Jeffry untu
“Apa yang perlu ditakutkan? Apapun yang terjadi, kita hadapi saja.”Shelly memberi tatapan menenangkan kepada Tania.Di sisi lain, Ryan berjalan mendekat sambil memegangi pinggangnya dan melotot ke arah Tania.“Bu Shelly, Pak Wesley dan Pak Hansen sedang menunggu Anda.”Nada bicaranya memang tidak buruk, tetapi kata-katanya jelas seperti pesuruh yang datang menyampaikan pesan.Tania memutar bola mata.Setelah beberapa hari bergaul, ketertarikannya kepada Ryan saat pertama kali bertemu hampir habis sepenuhnya.“Aku sudah memberi tahu Bu Shelly. Minggir, jangan menghalangi jalan.”Dia kembali mendorong Ryan.Ryan menegakkan tubuh dan berdiri diam di tempat.Tania mengangkat kaki, lalu menginjak punggung kaki Ryan dengan keras.“Aduh ….”Ryan kesakitan sampai memegangi kakinya sambil melompat. “Kalian wanita dari selatan benar-benar kasar dan barbar!”Tania mengawal Shelly masuk ke dalam perusahaan.Saat itu, seluruh perusahaan sedang diliputi kepanikan.Kemarin, para petinggi berkumpul u
Begitu Elora masuk ke kantor, dia melihat Maxwell sedang memesan tiket.Dia langsung bertanya, “Kak Jeffry di mana? Kenapa kamu pesan tiket?”“Di ruang istirahat. Ada masalah mendadak di cabang, Pak Jeffry harus ke sana.”Belum sempat Maxwell selesai bicara, Elora sudah mengeluarkan kartu identitas
Napas Shelly seketika tertahan. Dia segera menjelaskan, “Saya merasa urusan pernikahan Anda dengan Nona Elora jauh lebih penting.”Sebagai sekretaris Jeffry, dia memang memiliki wewenang untuk menyesuaikan jadwal kerja secara wajar.Selama ini Jeffry tidak pernah mempermasalahkannya.Namun kali ini
Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.Di sanalah dia bertemu Jeffry.Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.Awal
Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan







