Share

Bab 2

Penulis: Ratih Larasati
Shelly adalah anak paling berprestasi di panti asuhan. Karena nilai akademisnya sangat baik, dia diterima di universitas top dalam negeri dengan beasiswa penuh.

Di sanalah dia bertemu Jeffry.

Di antara begitu banyak pria dari kalangan elit, Jeffry begitu menonjol, langsung menarik pandangannya.

Awalnya, Shelly mengira … dua tahun pernikahan, dan juga malam-malam penuh keintiman itu sudah cukup untuk menjadi kenangan seumur hidupnya.

Namun tidak disangka … dia malah mengandung anak Jeffry.

Di tidak tega menggugurkan anak ini. Bagaimanapun juga, ini adalah satu-satunya keluarga sedarah yang dia miliki di dunia.

Dia takut Jeffry akan merebut anak itu. Tapi di dalam hatinya, dia juga menyimpan sedikit harapan .…

Bagaimana kalau Jeffry takut Nona Elora marah, lalu tidak mau mengakui anak ini?

Hasilnya ….

Shelly menghela napas pelan, menunduk menatap perutnya yang masih rata.

Meskipun Jeffry tidak mengingat kejadian malam itu, Shelly tetap ingin bersiap sebaik mungkin.

Selama dia tidak berada di bawah pengawasan Jeffry, diam-diam melahirkan anak ini … seharusnya Jeffry tidak akan tahu, 'kan?

Walaupun ketahuan, dengan pengalaman kali ini, mungkin Jeffry tidak akan datang lagi kalau suatu hari nanti dia melihat unggahan anak kecil di akun Shelly.

Menjelang akhir tahun, Grup Dominion mengadakan rapat tahunan.

Shelly membawa laporan tahunan ke kantor pusat untuk presentasi dan dia juga diam-diam membawa selembar surat pengunduran diri.

Dia berencana kabur!

Pergi sejauh mungkin dari ibu kota Tavira … dan sejauh mungkin dari Jeffry.

Rapat dijadwalkan pukul 09.10, tapi hingga 09.30 Jeffry belum juga muncul.

“Aku tadi waktu datang kemari, lihat Nona Elora,” bisik seorang kepala cabang saat masuk. “Dia ada di kantor Pak Jeffry.”

“Pantas saja Pak Jeffry terlambat … menemani Nona Elora rupanya.”

Selama ini, Jeffry selalu dikenal sangat disiplin dan mengutamakan pekerjaan.

Kehadiran Elora telah memecahkan kebiasaannya itu.

Saat itulah Shelly benar-benar mengerti … apa arti “dipilih dan diistimewakan”.

Dia berdiri dan berjalan ke jendela ruang rapat, membuka sedikit celah tirai untuk melihat ke arah kantor presiden di seberang.

Tirai di sana setengah tertutup. Di dalam ruangan bernuansa abu-abu gelap itu, tampak samar sekelebat warna ungu yang mencolok.

Dulu, sebagai sekretaris Jeffry, Shelly sangat familiar dengan ruangan itu.

Dalam benaknya, dia membayangkan ….

Jeffry duduk di kursinya, sementara Elora bersandar di meja kerjanya. Keduanya saling menatap sambil tersenyum tipis.

Bahkan … mungkin lebih intim dari itu.

Dia masuk ke Grup Dominion demi Jeffry. Awalnya hanya ingin menjadi sosok kecil yang berada di sisi Jeffry.

Namun akhirnya … justru terjerat begitu dalam.

Mungkin, hanya dirinya yang merasa terikat sedalam itu.

Bagi Jeffry … Shelly mungkin hanya seseorang yang sekilas dilihat, lalu dilupakan, seperti orang di jalan yang dilihat sekilas lebih lama.

Selama dua tahun pernikahan, dia tidak pernah mendapat perlakuan khusus. apalagi kasih sayang yang diistimewakan.

Apakah keputusannya berjuang mati-matian untuk berada di sisi Jeffry itu benar … atau justru salah?

Dia bersyukur pernah sedekat itu dengan Jeffry.

Namun di saat yang sama … dia juga menyesal.

Perasaan campur aduk itu perlahan memenuhi dadanya.

“Semua boleh mulai presentasi. Rapat direkam penuh, Pak Jeffry akan menonton ulang.”

Maxwell membuka pintu ruang rapat dan masuk.

Ujung jari Shelly bergerak pelan. Dia melepaskan tirai dan kembali ke kursinya dengan pandangan menunduk.

Tanpa kehadiran Jeffry, laporan dari masing-masing cabang berlangsung cepat.

Rapat yang seharusnya tiga jam, selesai hanya dalam dua jam.

“Semua bisa langsung ke acara jamuan. Pak Jeffry nanti akan menyusul.”

Maxwell mulai mengumpulkan laporan dari setiap cabang.

Saat sampai di meja Shelly, gadis itu tersenyum padanya.

“Pak Maxwell, tolong serahkan ini ke Pak Jeffry.”

Dia memasukkan surat pengunduran dirinya ke dalam amplop. Awalnya dia ingin menyerahkannya langsung kepada Jeffry .…

Tapi karena Elora ada di kantor, dia tidak ingin masuk.

“Kamu bisa langsung berikan sendiri,” kata Maxwell.

Sebagai asisten khusus, mereka tentu sering ketemu, jadi Maxwell adalah satu-satunya orang di perusahaan yang tahu hubungan pernikahan mereka dulu.

Dia melirik ke arah kantor Jeffry.

“Tinggal ketuk pintu saja. Toh ini urusan kerja.”

Pintu ruang rapat terbuka, sehingga situasi di kantor presiden terlihat jelas.

Elora duduk di tepi kursi Jeffry, sangat dekat dengannya.

Wajah Jeffry yang tegas tampak sedikit lebih lembut. Di balik kacamata berbingkai emas itu, matanya yang biasanya dingin kini dipenuhi kelembutan.

Mungkin karena sudah terbiasa melihat pemandangan seperti ini, Maxwell tidak merasa aneh.

Namun bagi Shelly … ini pertama kalinya.

Napasnya seakan tercekat.

Dia pikir, setelah bercerai, mutasi, dan menjauh dari Jeffry … perasaannya akan perlahan memudar.

Tapi ternyata … melihat Jeffry begitu dekat dengan wanita lain, hatinya terasa seperti ditusuk jarum, sakitnya menjalar tanpa henti.

Dia menarik sudut bibirnya, memaksa diri mengalihkan pandangan.

“Aku tidak ingin mengganggu mereka. Tolong bantu serahkan ya. Terima kasih.”

Maxwell menerima amplop itu.

“Tidak masalah.”

Dia mengira Shelly hanya menjaga jarak. Setelah bercerai, dia memang sengaja minta pindah tugas, bahkan secara pribadi pun tidak pernah bertemu lagi.

“Pak Maxwell, sampai jumpa.”

Shelly mengambil tas kerjanya dan melambaikan tangan.

“Aku tidak ikut jamuan.”

Daripada melihat Jeffry dan Elora tampil berpasangan .…

Lebih baik dia pulang lebih awal, merapikan dokumen dan mempersiapkan serah terima pekerjaan.

Biasanya, selama tidak ada masalah, Jeffry akan menyetujui pengunduran diri.

Masih ada dua minggu sebelum libur akhir tahun, cukup waktu untuk mencari pengganti.

Dia juga harus mulai merencanakan … akan pergi ke mana setelah meninggalkan Tavira.

Ke tempat yang tidak ada cabang Grup Dominion.

Ke tempat yang Jeffry tidak akan pernah datangi ....

Maxwell menyerahkan laporan dan surat pengunduran diri Shelly ke meja Jeffry.

“Pak Jeffry, nanti saya kirim rekaman rapat ke email Anda. Ini juga ada sesuatu dari Sekretaris Anda, Bu Shelly … eh, dari Bu Shelly, manajer umum itu.”

Jeffry mendorong kacamata di batang hidungnya dan melirik tumpukan dokumen.

Di bagian paling atas, sebuah amplop dengan nama “Shelly Malvis” tertulis jelas.

Alisnya sedikit berkerut.

“Orangnya mana?”

“Sudah pergi,” jawab Maxwell.

Jeffry mengambil amplop itu, hendak membukanya.

Saat itu, Elora berdiri.

“Kak Jeffry, aku ke toilet sebentar.”

Elora keluar … tapi justru berjalan lurus ke arah lift.

Dua tahun lalu, Jeffry tiba-tiba menikah kilat. Meski tidak diumumkan, Elora tetap tahu karena ibunya dan ibu Jeffry adalah sahabat dekat.

Dia baru mengetahuinya setelah kembali.

Kalau tidak … mana mungkin dia akan tinggal di luar negeri selama itu?

Untungnya, saat dia tahu, kabar dari Keluarga Anderson menyebutkan Jeffry dan Shelly sudah bercerai.

Meski sudah berpisah, Elora tetap penasaran dengan sosok mantan nyonya muda Keluarga Anderson itu.

Katanya … dia adalah sekretaris yang naik posisi. Cantik, pintar, dan kompeten.

Sayangnya, latar belakangnya tidak cukup baik.

Memang bukan orang dari dunia yang sama, jadi cepat atau lambat, pasti akan berpisah.

Katanya juga, wanita itu cukup tahu diri. Setelah bercerai, dia langsung mengajukan mutasi.

Namun .…

Amplop dengan hanya sebuah nama itu membuat Elora merasa ….

Shelly mungkin belum sepenuhnya menyerah.

Elora mempercepat langkahnya, tapi tetap terlambat. Lift sudah turun.

Dia hanya bisa menyerah, tapi dia penasaran, apa isi amplop itu?

Surat cinta? Hadiah kecil? Kartu pengakuan perasaan? Atau surat tulisan tangan?

Semakin dia berpikir … langkahnya pun semakin cepat kembali ke kantor.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 50

    “Hanya … sekadar bertanya.”Bagi Joycelin, menyelidiki keberadaan Shelly selama enam bulan saat dia tidak berada di kantor pusat bukanlah hal yang mudah. Semua harus dilakukan secara diam-diam.Ketika dia mendengar hari ini Shelly pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Harrison, dia segera datang untuk mencari tahu.“Tidak terlalu dekat,” jawab Shelly dengan jujur. “Jangan lupa, dia itu musuh bebuyutan kakakmu.”Jika dia terlihat terlalu akrab dengan Harrison, tentu akan menimbulkan kesalahpahaman.Joycelin mengangguk pelan. “Oh, begitu. Aku cuma tanya sekilas, jangan dimasukkan ke hati.”Mata Shelly yang jernih menatapnya, seolah menunggu pertanyaan lanjutan. Namun, Joycelin justru berdiri sambil berkata, “Aku belikan makan siang untukmu dulu. Tunggu di sini!”“Eh ….” Shelly hendak menghentikannya, tetapi tidak bisa. Joycelin berlari pergi dengan cepat, bahkan lebih gesit dari seekor kelinci.Dalam perjalanan membeli makan siang, Joycelin menelepon Nenek Mina.“Dia bilang tidak terlalu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 49

    Pukul sebelas tepat, Shelly kembali ke perusahaan sesuai jadwal. Belum sempat menangani tumpukan dokumen di mejanya, dia sudah diajak oleh Jeffry untuk menghadiri wawancara terkait kerja sama antara Grup Dominion dan Keluarga Laurent.Sejak awal hingga akhir proyek tersebut, Shelly terlibat langsung dalam setiap prosesnya. Dia telah menyiapkan seluruh dokumen yang diperlukan untuk wawancara dan setiap kali Jeffry membutuhkannya, dia dengan sigap menyerahkan berkas yang tepat. Jika ada bagian yang terlewat, dia segera mengingatkan dengan suara pelan.“Pak Jeffry, terlihat bahwa Anda begitu memperhatikan kerja sama dengan Keluarga Laurent, ini menunjukkan bahwa hubungan Anda dengan Nona Elora sangat stabil. Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa pertunangan kalian berdua dibatalkan secara mendadak. Apakah Anda bersedia menjelaskan alasannya?”Setelah pembahasan pekerjaan selesai, para wartawan mulai mengalihkan pertanyaan ke kehidupan pribadi Jeffry.“Kami hanya bertengkar,” jawab Jeffry

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 48

    Dengan Harrison yang kini dicopot dari jabatannya, dia tidak lagi mampu membayar denda pelanggaran kontrak. Akibatnya, Shelly pun tidak dapat meninggalkan Grup Dominion.Wajahnya yang halus dan ekspresif membuat perasaannya mudah terbaca. Garis rahang Jeffry tampak tegas, sementara ujung lidahnya menekan bagian dalam pipinya. Sekilas dia terlihat tenang, namun sebenarnya menyimpan gejolak emosi yang kuat.“Sepertinya Bu Shelly sangat mengkhawatirkan Harrison. Kalau begitu, pergilah mewakili Grup Dominion untuk menjenguknya di rumah sakit. Pergi lebih awal dan kembali sebelum rapat pukul sebelas,” ujar Jeffry.Saat itu, Shelly tiba-tiba menyadari Harrison dan Jeffry telah bertemu. Rekaman suara yang dia terima adalah percakapan di antara mereka dan itu terjadi semalam.“Kenapa?” Jeffry berdiri tegak dengan kedua tangan di saku celana, menatapnya dari atas dengan sorot mata tajam. “Bu Shelly tidak bersedia?”Nada suaranya membuat Shelly sulit menebak apakah Jeffry benar-benar ingin dia p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 47

    Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat mengantarkan dokumen untuk bergosip, “Kakak tahu kenapa Livia dipecat?”Shelly menarik kembali pikirannya yang melayang dan menggeleng pelan. “Aku tidak tahu.”“Livia menulis di grup pribadi Departemen Sekretaris bahwa Kak Shelly yang hasut Pak Jeffry untuk memecatnya. Dia juga bilang Kak Shelly menjadi orang ketiga di antara Pak Jeffry dan Nona Elora, serta merusak hubungan mereka!”Tania tentu saja tidak mempercayai tuduhan tersebut. Dia bahkan sempat membela Shelly di dalam grup, tetapi karena Livia adalah admin grup, Tania langsung dikeluarkan.“Tapi anggota grup itu kebanyakan teman dekat Livia. Mereka percaya ucapannya dan sebarkan rumor ke mana-mana.”Sejak kabar pembatalan pertunanga

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 46

    “Ingin mengambilnya? Ambil saja dengan kemampuanmu.”Setelah mengatakan itu, Jeffry berbalik dan berjalan menuju ruang VIP.Harrison tertawa lebar sambil mengikuti di belakangnya. “Kenapa Pak Jeffry tidak berani panggil Shelly ke atas dan tanyakan pendapatnya?”Saat mereka berbicara, Jeffry telah memasuki ruangan. Dia menarik sebuah kursi dan duduk, lalu meletakkan satu kakinya di atas kursi lain. Gerakan itu dengan sengaja menghalangi Harrison yang berniat duduk di sampingnya.“Dia tidak punya hak untuk memilih.”Baginya, Shelly hanyalah seorang sekretaris yang berasal dari latar belakang yatim piatu. Meskipun kemampuannya luar biasa, dia tetap tidak berada pada posisi untuk memilih di antara mereka.Harrison pun duduk di kursi yang terpisah satu kursi dari Jeffry.“Pak Jeffry benar-benar tidak berperasaan. Dia telah mengikuti kamu begitu lama, tapi di mata kamu, dia hanya seperti bidak catur. Kamu bersikeras mempertahankannya, apa karena ingin balas dendam sama Elora yang dulu mening

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 45

    “Sepertinya Pak Maxwell lupa bahwa hubungan aku dengan Pak Jeffry tidak sekadar hubungan atasan dan bawahan.”Maxwell tampak kebingungan. “Tapi kalian sudah bercerai, bukan? Lagi pula, meskipun Bu Shelly punya perasaan terhadap Pak Jeffry, yang jelas Pak Jeffry sendiri tidak punya perasaan seperti itu. Kamu juga tidak mungkin merusak hubungan beliau dengan Nona Elora. Jadi, kenapa Nona Elora sampai tidak bisa berpikir jernih?”Shelly hanya bisa terdiam. “Pak Maxwell, sebaiknya kamu fokus saja pada pekerjaan,” ujarnya akhirnya, menyadari percakapan ini tidak akan menemukan titik temu.Maxwell pun mengangguk. “Oh ya, hari ini Pak Jeffry ada urusan jadi tidak datang ke kantor. Untuk jamuan makan malam dengan Pak Bima dari Grup Dacore, kita berdua yang akan menghadirinya.”“Baik, mengerti,” jawab Shelly sambil melirik pintu kantor Jeffry yang tertutup rapat.Sejak Elora kembali, jadwal kerja Jeffry tidak lagi sepenuhnya mengikuti prosedur seperti sebelumnya, sesuatu yang kini menjadi hal

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status