Share

Bab 304

Author: Ratih Larasati
Tangan Jeffry yang memegang sumpit sedikit mengencang, tetapi ekspresinya tetap tenang seperti biasa.

Dia menoleh ke arah Elora.

Rasa senang dan antusias di mata Elora langsung terpancar dalam sekejap.

Namun entah teringat apa, dia segera menahannya dan mengatupkan bibir rapat.

Dia pun menatap balik Jeffry, dengan sorot mata yang dipenuhi perasaan rumit.

“Kalau kamu ingin pulang, aku akan mengantarmu,” ujar Jeffry pelan.

“Kalau … aku tidak ingin pulang?”

Joycelin langsung memonyongkan bibir samb
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 333

    Itu adalah kawasan vila terkenal di Kota Sentara. Jaraknya tidak jauh dari tempat tinggal Shelly, hanya sekitar 20 menit dengan mobil.Jalanan tengah malam sangat sepi. Shelly memacu mobil secepat mungkin.Saat tiba di unit nomor 305, seluruh bangunan terlihat terang benderang.Dia segera turun dari mobil, berjalan cepat ke depan pintu, lalu mengetuknya.Bel pintu berbunyi berkali-kali, tetapi tidak ada yang menjawab.Shelly memutar gagang pintu. Kunci elektronik mengeluarkan suara “tit tit tit”.Setelah ragu beberapa detik, dia memasukkan kata sandi.Pintu langsung terbuka.Kata sandinya sama dengan rumah Jeffry di Tavira.“Pak Jeffry?”Shelly bahkan tidak sempat mengganti sepatu. Dia melewati ruang tamu, dapur, dan lorong masuk, tetapi tidak menemukan Jeffry.Dia pun naik ke lantai dua. Dari celah pintu kamar utama yang tidak tertutup rapat, samar-samar terlihat sosok seorang pria.Jeffry berbaring di atas tempat tidur dengan selimut tipis menutupi tubuhnya, memperlihatkan bentuk tub

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 332

    “Pak Jeffry?” Shelly merasa bingung sekaligus terkejut. “Bukankah dia ada di Tavira? Dia nggak ada di perusahaan?”Maxwell berkata, “Hah? Bukankah dia pergi ….”Bukankah dia pergi ke Kota Sentara?Sebelum kalimat selanjutnya sempat terucap, telepon dari Jeffry masuk.“Pak Jeffry sudah meneleponku. Aku tutup dulu, Bu Shelly!”Maxwell langsung menutup telepon....Di sisi lain, Shelly menatap ponselnya yang sudah terputus dengan linglung.Maxwell mencari Jeffry memang adalah hal yang wajar.Namun, Maxwell meneleponnya untuk mencari Jeffry jelas tidak seharusnya dilakukan.Dia bahkan tidak berada di Tavira.Shelly mengatupkan bibir tipisnya. Kebingungan di antara alisnya tidak kunjung menghilang.Malam ini, Saryna berencana tidur di rumah yang baru disewanya, tetapi masih ada beberapa barang pribadi yang kurang.Pekerjaan sore hari tidak terlalu sibuk. Shelly pulang tepat waktu, lalu pergi berbelanja ke mal bersama Saryna.“Pengasuh bayi ini memang mahal, tapi benar-benar sepadan. Dia bis

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 331

    “Nggak perlu lagi,” kata Jeffry.Wajahnya tiba-tiba menegang. Dia mengernyit dan melihat ke arah belakang melalui kaca spion. “Turun. Bertahan hidup sendiri di Kota Sentara.”“Kamu nggak meninggalkan uang sepeser pun untukku. Aku sudah melewatkan dua kali makan. Tadi malam aku bahkan tidur di ruang ATM bank.”Kalau bukan karena sudah benar-benar tidak sanggup bertahan, Herman tidak akan datang mencarinya.Jeffry memasang wajah dingin. “Mati kelaparan saja.”“Boleh juga. Sekalian bantu Keluarga Vanindo menyingkirkan masalah. Semoga kamu masih mengingat bahwa aku pernah menyelamatkan nyawamu, jadi tolong carikan tempat pemakaman yang bagus untukku.”Wajah Herman terlihat sangat pasrah.Tatapan Jeffry perlahan menjadi tajam. “Jangan gunakan jasa menyelamatkan nyawa untuk mengancamku. Kalau kejadian itu terulang lagi, aku nggak butuh kalian berdua menyelamatkanku.”Tidak ada seorang pun yang tahu bahwa dulu bukan hanya Elora yang menyelamatkan Jeffry, tetapi juga ada Herman.Kerahasiaan ma

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 330

    “Kalau menurut kalian aku sudah keterlaluan, kalian bisa bersama-sama melapor langsung ke kantor pusat dengan melewati tingkat atasan dan meminta mereka menggantiku.”Shelly berkata dengan tenang, “Peraturan cabang ini dibuat melalui tanganku. Para karyawan boleh membuat laporan bersama dan melapor langsung ke tingkat yang lebih tinggi. Cukup kirimkan ke email Pak Maxwell. Selama setiap orang menandatangani dan membubuhkan sidik jari pada laporan itu, laporan tersebut akan berlaku.”Sambil berkata demikian, Shelly mengambil ponselnya dan mengirim alamat email Maxwell ke grup kerja.“Alamat emailnya ada di sini. Silakan.”Wesley terdiam.Semua orang bahkan tidak berani bernapas terlalu keras.“Kalau kalian tidak mau melapor, dengarkan aku bicara beberapa kalimat.”Shelly berdiri dan menopang kedua tangannya di atas meja.“Maaf karena masalah pribadiku telah membawa opini negatif kepada perusahaan. Aku sudah melaporkannya kepada Pak Jeffry, melakukan introspeksi dan mengakui kesalahanku.

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 329

    Ryan melirik Wesley.Wesley kemudian menatap Chandra.Wajah Chandra yang sudah sangat jelek hingga sulit dipandang perlahan berubah karena marah.“Shelly, kamu seperti seekor anjing di sisi Jeffry ….”“Pak Chandra, sekarang aku memintamu pergi. Kalau kamu tetap tidak tahu diri, aku akan memanggil petugas keamanan.”Begitu Shelly mengatakan itu, Kepala Departemen Keamanan langsung menundukkan kepala dalam-dalam.Wesley mencibir. “Bu Shelly benar-benar berkuasa. Anda sudah membawa masalah sebesar ini kepada perusahaan, tapi sekarang tidak mengizinkan orang lain ikut campur? Jangan kira hanya karena Pak Jeffry melindungi Anda, Anda bisa bertindak sesuka hati. Pak Hansen sengaja meminta Pak Chandra datang untuk mengawasi!”“Apakah Grup Dominion sudah berganti menjadi milik Keluarga Antonius?” Shelly balik bertanya. “Kalau Pak Chandra benar-benar dikirim oleh Pak Hansen, berarti Pak Hansen sudah melewati wewenang Pak Jeffry dan mengambil keputusan sendiri. Biar aku menelepon Pak Jeffry untu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 328

    “Apa yang perlu ditakutkan? Apapun yang terjadi, kita hadapi saja.”Shelly memberi tatapan menenangkan kepada Tania.Di sisi lain, Ryan berjalan mendekat sambil memegangi pinggangnya dan melotot ke arah Tania.“Bu Shelly, Pak Wesley dan Pak Hansen sedang menunggu Anda.”Nada bicaranya memang tidak buruk, tetapi kata-katanya jelas seperti pesuruh yang datang menyampaikan pesan.Tania memutar bola mata.Setelah beberapa hari bergaul, ketertarikannya kepada Ryan saat pertama kali bertemu hampir habis sepenuhnya.“Aku sudah memberi tahu Bu Shelly. Minggir, jangan menghalangi jalan.”Dia kembali mendorong Ryan.Ryan menegakkan tubuh dan berdiri diam di tempat.Tania mengangkat kaki, lalu menginjak punggung kaki Ryan dengan keras.“Aduh ….”Ryan kesakitan sampai memegangi kakinya sambil melompat. “Kalian wanita dari selatan benar-benar kasar dan barbar!”Tania mengawal Shelly masuk ke dalam perusahaan.Saat itu, seluruh perusahaan sedang diliputi kepanikan.Kemarin, para petinggi berkumpul u

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 1

    Tengah malam, Shelly Malvis mengunggah sebuah foto bayi yang baru lahir, lengkap dengan keterangan: [Naik pangkat jadi Ibu! Putra sulungku!]Belum satu jam, pintu rumahnya sudah diketuk oleh mantan suami yang telah bercerai dengannya selama setengah tahun.Begitu pintu dibuka, wajah muram Jeffry lan

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 206

    Napas Shelly seketika tertahan. Dia segera menjelaskan, “Saya merasa urusan pernikahan Anda dengan Nona Elora jauh lebih penting.”Sebagai sekretaris Jeffry, dia memang memiliki wewenang untuk menyesuaikan jadwal kerja secara wajar.Selama ini Jeffry tidak pernah mempermasalahkannya.Namun kali ini

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 205

    “Karena kamu yang pandai mengungkapkan perasaan, urusan itu biar kamu saja yang mengurusnya.”Melihat dirinya tidak berhasil membujuk Melly, Nenek Mina pun berbalik sambil memanggil Kakek Yanto.“Ayo, kita naik dan tidur.”Kakek Yanto merapikan satu per satu bidak gomoku di papan, lalu bangkit mengi

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 161

    Jeffry berdiri tegak di sana.Meski tinggi badan hampir sama, aura kuat yang dipancarkan Jeffry menekan Kevin habis-habisan.“Asal Pak Hartono mau, aku nggak keberatan.”Mereka pun masuk ke ruang VIP yang sudah Jeffry pesan.Meja persegi untuk enam orang.Shelly duduk di sebelah Jeffry, sementara Ke

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status