ログインRaut muka Shelly terlihat kurang senang.Mungkin karena dia merasa Jeffry merepotkan.Alis Jeffry mengerut. “Aku nggak akan merepotkan Bu Shelly lagi.”Dia sengaja menekankan kata merepotkan.Kondisi tubuh Jeffry selalu sangat baik. Selama beberapa tahun Shelly bekerja dengannya, jumlah Jeffry jatuh sakit bisa dihitung dengan jari.Apalagi demam, sama sekali belum pernah.Shelly selalu merasa Jeffry sedang keras kepala. Entah dia sengaja mempersulit Shelly atau justru mempersulit dirinya sendiri.Shelly mengingatkannya, “Kalau demammu terus nggak turun, otakmu bisa rusak dan jadi idiot.”Jeffry meliriknya. Dari nada bicara itu, sepertinya Shelly sudah menganggapnya idiot.“Panggil Herman ke sini.”“Kalau Dokter Herman datang, aku ….”Aku tidak akan datang lagi.Kalimat itu sudah sampai di ujung lidah Shelly, tetapi dia segera mengubahnya.“Aku sudah datang. Nggak perlu merepotkan Dokter Herman lagi.”Jeffry begitu pintar. Bagaimana mungkin dia tidak tahu lanjutan dari kalimat yang sebe
“Dokter Herman, obat memang bisa salah diberikan, tapi kata-kata tidak boleh sembarangan diucapkan.”Nada suara Shelly serius.Herman terdiam.“Aku akan pergi melihat keadaan Pak Jeffry sekarang.”Lampu merah berubah hijau. Shelly langsung menginjak pedal gas, memutar balik mobil di persimpangan, lalu menuju Easton Residence.Setengah jam kemudian, Shelly turun dari mobil sambil menerima telepon Saryna.“Aku hanya datang untuk melihatnya sebagai bawahan. Bagaimanapun, kalau terjadi sesuatu kepadanya, itu juga tidak menguntungkanku. Iya, iya, kamu benar. Dia memang merepotkan ….”Saryna sudah mengetahui Jeffry datang dan langsung mengeluh panjang lebar.Dia merasa Shelly sengaja menyembunyikan hal itu darinya karena memiliki pikiran lain.Shelly hanya bisa menjelaskan dengan tidak berdaya dan terus mengiyakan perkataannya.“Cepat pulang. Tidak boleh menginap di sana.”Saryna mengatakan dua kalimat itu dengan galak, lalu menutup telepon.Cahaya redup dari layar ponsel menerangi wajah kec
Setelah petugas polisi memutar rekaman itu sekali, Naomi langsung diperbolehkan keluar dari ruang pemeriksaan.“Bu Naomi, Anda berhak meminta pertanggungjawaban dari orang lain. Anda juga bisa menuntut orang yang melakukan kekerasan.”Naomi berkata tanpa ragu, “Aku akan menuntut! Bukan hanya Pak Rudi, tetapi juga semua orang yang memberikan kesaksian palsu!”“Baik.”Petugas polisi segera membuka kembali kasus dan memulai penyelidikan.Pukul setengah satu siang, Shelly membawa Naomi keluar dari kantor polisi.“Naiklah. Aku akan membawamu makan. Anggap saja untuk menyambutmu kembali dan membuang kesialan.”Shelly berjalan ke sisi mobil, mengeluarkan kunci, lalu membuka kuncinya.Naomi berdiri di samping mobil dengan wajah sedikit bersemangat.“Aku tidak menyangka Anda bisa mengeluarkan saya secepat ini!”“Mengeluarkanmu cepat atau lambat memang pasti bisa dilakukan. Tapi bisa secepat ini berkat bantuan Pak Maxwell.”Shelly juga merasa beruntung karena di dalam kelompok Wesley ada rekan s
Kalau masalah ini sampai tersebar, semuanya akan menjadi kacau.Maksud ancamannya sudah sangat jelas.Shelly tiba-tiba tertawa. “Tidak perlu membahas apakah aku dan Pak Jeffry benar-benar memiliki hubungan atau tidak. Kalau kamu membongkar masalah ini, pihak yang dirugikan adalah Keluarga Anderson. Bahkan Pak Hansen pun tidak berani melawan Keluarga Anderson secara langsung. Memangnya kamu berani menyinggung Keluarga Anderson?”Kepercayaan diri terbesar Shelly adalah karena Jeffry berada di belakangnya.Jangankan dia tidak membuat masalah, bahkan kalau benar-benar membuat masalah besar sekalipun, Jeffry tetap akan berdiri di pihaknya.Ekspresi puas di wajah Wesley perlahan menghilang. Wajahnya sedikit demi sedikit berubah pucat membiru.Shelly tidak lagi memedulikannya. Dia berbalik, masuk ke mobil, lalu pergi....Di perusahaan, Tania sedang menunggunya di kantor.Begitu Shelly masuk, Tania langsung menutup pintu dan berlari mendekat dengan sikap penuh waspada.“Bu Shelly, tadi aku di
Tadi malam Naomi baru memutuskan untuk berpihak kepada Shelly, tetapi pagi ini dia langsung dijebak oleh Wesley.Shelly menenangkannya, “Jangan panik dulu. Aku akan mencari cara untuk mendapatkan rekaman CCTV dari tangan Wesley dan membuktikan bahwa kamu tidak bersalah.”Polisi membutuhkan rekaman CCTV agar kasus ini bisa segera diselesaikan.Namun, Wesley tidak mungkin menyerahkan rekaman itu karena Naomi memang tidak memukul siapa pun.Kalau masalah ini dibiarkan terlalu lama, dengan Wesley dan orang-orangnya bersaksi bahwa Naomi memukul seseorang, cepat atau lambat Naomi akan dinyatakan bersalah.Naomi baru teringat bahwa Departemen Keamanan berada di pihak Wesley.Bagaimana mungkin Wesley menyerahkan rekaman CCTV kepada Shelly?Seketika, wajahnya berubah pucat seperti kehilangan harapan.“Tenang saja. Aku akan mencari cara untuk mendapatkan rekaman CCTV.”Nada suara Shelly sangat tegas. “Beberapa hari ini, kamu terpaksa harus tetap di sini dan menunggu kabar.”Naomi kembali menjatu
“Tidak bisa.”Shelly menolak dengan tegas. “Kamu yang paling cocok merawatnya.”Herman berkata, “Aku tidak bisa. Tidak nyaman.”Dia seorang pria. Memangnya bisa lebih tidak nyaman daripada Shelly yang hanya seorang bawahan wanita?Shelly belum sempat membantah ketika melihat pria di atas ranjang menyingkap selimut dan turun.Dengan cepat, Jeffry mengenakan pakaian, memakai sepatu, lalu mendorong Herman yang menghalangi pintu dan melangkah pergi.Dua pasang mata langsung menatap gerakannya yang diam tanpa sepatah kata, tetapi begitu tegas.“Dia … mau ke mana?” Shelly bertanya kepada Herman dengan bingung.Herman menjawab, “Dia pergi karena marah kepadamu. Kamu menganggapnya sebagai beban dan tidak mau mengurusnya.”“Aku tidak bermaksud menganggapnya sebagai beban. Hanya saja kamu adalah temannya dan juga seorang dokter. Jadi bukan hak aku untuk mengurusnya.”Shelly mengatakan yang sebenarnya. Terlebih lagi, dia juga sedang hamil.Herman berkata, “Sudah aku bilang, aku tidak punya waktu.
Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.
Di dalam aula.Ke mana pun Jeffry pergi, selalu ada orang-orang yang mengerumuninya.Dia sedang berbincang dengan beberapa senior di dunia bisnis, sementara orang lain terus datang silih berganti untuk menyapanya.“Kak Jeffry.”Elora berjalan mendekat, lalu dengan manis menggandeng lengannya.Lengan
Langkah Shelly tiba-tiba terhenti. Napasnya tertahan, wajahnya perlahan menjadi serius.“Ada apa?” Maxwell bingung. “Bukannya kamu yang minta Pak Jeffry memindahkanmu kembali?”Shelly menggeleng.“Bukan. Aku datang untuk mengundurkan diri.”Maxwell langsung menarik napas tajam.“Mengundurkan diri? K
Joycelin memang mengiyakan dengan mulutnya, tapi begitu Melly pergi, dia langsung memonyongkan bibir ke arah punggung wanita itu....Elora menarik Jeffry untuk duduk di kursi makan. Pemandangan mereka duduk berdampingan terus terbayang di benak Shelly.Seharusnya dia tidak melihat adegan itu.Dalam







