Share

Bab 87

Author: Ratih Larasati
Shelly bahkan tak berani bernapas terlalu dalam. Tatapannya pada Irene penuh kewaspadaan, seolah menghadapi musuh besar.

Namun, profesionalisme yang terlatih bertahun-tahun membuat ekspresinya tetap terjaga nyaris tanpa celah.

Kata-kata penyangkalan yang sempat ingin diucapkannya seketika tertelan kembali saat bertemu dengan tatapan tajam Irene.

Sorot mata Irene jelas mengatakan bahwa dirinya tidak bisa dibohongi.

“Sepertinya soal kehamilanmu belum kamu sampaikan ke perusahaan. Tenang saja, aku
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter

Pinakabagong kabanata

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 430

    Shelly dan Saryna saling bertatapan. Keduanya sama-sama menangkap sesuatu dari tatapan satu sama lain.“Tahu.” Shelly menjawab dengan nada santai sambil menunduk dan memainkan ponselnya, seolah tidak terlalu peduli.Bibi Yanti sedikit mencondongkan tubuhnya ke depan dan merendahkan suaranya. “Kalian sudah pernah berinteraksi dengan mereka?”Gerakan jari Shelly di layar ponsel langsung terhenti. Dia mengunci ponselnya, lalu menatap Bibi Yanti.“Kalau memang ada sesuatu, Bibi bisa langsung bilang saja.”“Kenapa bicara berputar-putar begitu?” Saryna akhirnya tidak bisa lagi menahan emosinya. “Memangnya kenapa? Bibi orang Keluarga Gunawan?”Bibi Yanti segera menggeleng. “Tentu saja bukan. Aku cuma mau ingatkan kalian untuk menjauhi orang-orang Keluarga Gunawan.”“Kenapa?” tanya Shelly singkat.“Nggak ada alasan. Memangnya aku akan mencelakakan kalian?”Wajah Bibi Yanti dipenuhi ekspresi seolah-olah dia benar-benar memikirkan kebaikan mereka. “Kalian berdua selalu begitu, dikasih tahu apa p

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 429

    Jeffry, “Kamu bertanya padaku?”Maxwell langsung terdiam.Sikap Keluarga Gunawan terhadap Shelly memang terlalu mencurigakan.Namun kalau memang ingin menyelidikinya, mereka tetap membutuhkan arah.Kalau tidak, mereka bahkan tidak tahu harus mulai dari mana.Jeffry berkata pelan, “Selidiki semua kemungkinan yang pernah kamu pikirkan.”Satu kalimat singkat itu berisi tugas yang luar biasa besar terhadap Maxwell.Maxwell berkali-kali ingin memohon belas kasihan, tapi pada akhirnya dia hanya menelan semua keluhannya. Sebab, dia tahu tidak ada gunanya mengatakannya.Meski dirinya harus bekerja sampai kelelahan, Jeffry tetap tidak akan peduli.Apa yang Jeffry inginkan hanyalah hasil.“Baik, Pak.”Terdengar ketukan di pintu kantor. Jeffry mengakhiri panggilan telepon, lalu berkata singkat, “Masuk.”Tania membuka pintu. Ekspresinya tampak sedikit panik.“Pak Jeffry, Bu Melly datang.”“Siapa?” Jeffry mengernyit dan menoleh.Tania mengulanginya, “Bu Melly.”Belum sempat kata-katanya selesai, Me

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 428

    Shelly berganti mengenakan piyama, lalu melirik Saryna.“Kalau kamu diam-diam memesankan tempat itu tanpa sepengetahuanku, aku benar-benar akan marah.”Saryna langsung cemberut. “Sepertinya aku pernah melihat wanita tadi? Dia kelihatan sangat familiar.”“Waktu kita pertama kali datang melihat pusat perawatan pascamelahirkan itu, kita pernah bertemu dengannya.” Shelly mengingatkannya.Saryna baru teringat. “Oh, iya! Waktu itu kamu memang sengaja datang ke pusat perawatan itu karena ingin bertemu dengannya, ‘kan? Memangnya hubungan kalian dekat?”“Dia hanya seorang klien.” Shelly menggeleng. “Cuma … dia selalu membuatku merasa ada sesuatu yang aneh.”“Orang aneh di dunia ini memang banyak. Jangan terlalu dipikirkan. ” Saryna sama sekali tidak tertarik membahas tingkah Agnes. “Kamu mengerti maksud baikku, ‘kan?”Maksudnya, keinginannya membayari Shelly pusat perawatan pascamelahirkan yang lebih bagus.Shelly memutar bola matanya. “Aku nggak mau mengerti. Nggak mau pergi. Nggak mau membaha

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 427

    Shelly lebih dulu membuka suara. Dia kembali mengangguk sopan kepada Agnes. “Bu Agnes, kami nggak mengganggu waktu Anda lagi. Kami pamit dulu.”“Sebentar lagi sudah jam makan siang. Bagaimana kalau kita makan bersama?”Agnes melihat jam tangannya sekilas, lalu mengajak dengan hangat. “Kebetulan, aku juga masih ingin membicarakan sedikit soal Shanen denganmu.”Nada bicaranya terdengar begitu akrab, seolah-olah mereka sudah saling mengenal selama bertahun-tahun. Ketika kebetulan bertemu, makan bersama adalah hal yang wajar.“Maaf, Bu Agnes. Kami masih ada urusan.” Shelly mengulang penolakannya.Barulah Agnes tersadar.“Oh, iya. Aku sampai nggak memperhatikan. Kalau begitu, silakan lanjutkan urusanmu. Lain kali kalau ada waktu, kita makan bersama.”Shelly mengangguk pelan, kemudian berbalik dan mendorong Saryna kembali ke arah mobil.Namun, Saryna tampaknya masih belum mau menyerah.Shelly akhirnya mendorongnya sampai duduk di kursi penumpang depan, sementara dia sendiri berjalan memutar

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 426

    Dua jam kemudian, mobil mereka berhenti di depan Pusat Perawatan Pascapersalinan Waver.Shelly tertidur selama perjalanan dan baru terbangun saat Saryna memanggilnya.Dia membuka mata dan memandang sekeliling. Tempat itu terasa agak familiar. Butuh beberapa saat hingga akhirnya dia teringat di mana mereka berada.“Kenapa kamu membawaku ke sini?”Saryna mengeluarkan sebuah kartu dari dalam tasnya, lalu mengibaskannya di depan Shelly sambil mengangkat alis. “Aku sudah siapkan uangnya. Masa nifasmu nanti dijalani di sini saja!”Dia turun dari mobil, berjalan memutar ke sisi Shelly, lalu membukakan pintu. “Ayo turun. Kita masuk dan langsung bayar.”“Nggak.” Shelly tetap duduk di dalam mobil. “Nggak perlu habiskan uang sebanyak itu.”Saryna menghentakkan kaki pelan. “Aku melakukan ini demi kebaikanmu. Tempat ini dekat dengan rumah sakit. Setelah melahirkan, ibu yang sedang menjalani masa nifas bisa mengalami kondisi darurat kapan saja. Kalau sampai terjadi sesuatu, nanti sudah terlambat ….”

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 425

    Shelly menggeleng. “Nggak usah. Terlalu mahal. Aku sudah menemukan tempat yang menurutku cocok.”“Benarkah?” Saryna memutar bola matanya sambil bertanya, “Kisaran harganya berapa?”“Aku lihat ada satu pusat perawatan pascapersalinan yang biayanya 60 juta.”Selama dua hari terakhir, perhatian Shelly sepenuhnya tertuju pada bayinya.Tanpa perlu keluar rumah, hampir semua persiapan untuk melahirkan sudah dia selesaikan.Kalau ada yang belum bisa dilakukan, dia akan mencari informasi sedetail mungkin.Pusat perawatan pascapersalinan itu adalah pilihan yang dia putuskan setelah berkali-kali membandingkan berbagai tempat.Saryna mengendus pelan.“Kalau begitu, nanti kita pergi lihat dulu. Sekalian aku tunjukkan hadiah besar yang sudah aku siapkan buatmu.”“Hadiah besar?” Shelly yang sedang mengunyah potongan nanas langsung berhenti. Dia segera menelan buah itu. “Apa hadiahnya?”“Nanti juga kamu tahu.” Saryna mengedipkan mata sambil tersenyum jahil. “Tapi jangan sampai terlalu terharu, ya. A

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 47

    Awalnya, Shelly masih mempertimbangkan apakah dia perlu meminta bantuan Harrison. Namun sekarang, dia tidak perlu berharap lagi, jalan itu telah tertutup.Pagi itu, Shelly tampak diliputi banyak pikiran. Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat.“Kak Shelly.”Tania memanfaatkan kesempatan saat

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 20

    “Pak, apakah Anda keluarga pasien?”Setelah suara bising mereda, suara perawat kecil terdengar jelas dari seberang telepon.“Pasien pingsan saat sedang infus di rumah sakit. Bisa datang sebentar?”Keluarga pasien?Jeffry langsung memposisikan Shelly sebagai “pasien”, tapi dia sendiri tidak bisa meng

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 19

    Hari itu, Elora benar-benar tidak ingin melihat wanita itu lagi, bahkan sedetik pun!Tidak lama kemudian, Jeffry keluar dari ruang istirahat sambil mengaitkan jam tangan abu-abu peraknya di pergelangan.“Kak Jeffry .…” panggil Elora dengan lembut.Dia dengan cepat mengembalikan ponsel ke tempat semu

  • Pak Jeffry, Ini Bukan Anakmu!   Bab 9

    Setiap kali bertemu di acara seperti ini, Harrison selalu mencari masalah dengan Jeffry.Namun karena dia bukan saingan Jeffry, dia pun memilih cara lain, yaitu mempersulit orang-orang di sekitar Jeffry.Salah satunya … Shelly.Shelly berbalik dan mengganti arah, berniat keluar lewat pintu belakang.

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status