Share

Bab 25

Penulis: Sweety
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-23 10:00:06

Setelah mengabari Reon kalau Graciella mengajaknya bertemu, Ellena langsung menerima telepon dari bosnya itu.

"Kamu sudah paham pola pendekatan Graciella, jadi saya serahkan urusan malam ini sepenuhnya ke kamu, Elle," ujar Reon di seberang sana. Suaranya sedikit tersengal-sengal, tapi tetap penuh tekanan dan dominasi.

"Baik, Pak Reon, saya mengerti," sahut Ellena dengan nada sopan.

"Kamu sekarang di mana?" tanya Reon.

Ellena memandangi pantulan dirinya di cermin dengan bingkai retak dalam kamar. "Di kontrakan saya, Pak."

"Oke, orang saya akan antar jemput kamu."

"Umm… gak perlu, Pak."

"Itu bukan permintaan, Elle, tapi perintah."

"B-baik, Pak."

Telepon itu ditutup sepihak oleh Reon. Ellena menurunkan ponsel dari telinganya.

Dia lalu menatap layar. Sedikit lama. Nama kontak lama Reon masih belum diubah. Masih Reonnya Elle.

Ellena dilema. Haruskah dia mengganti nama kontak Reon?

Meski dia yang mencampakkan Reon enam tahun lalu, bukan berarti Ellena tidak mencintai lel
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 60. Cemburu yang Tidak Mau Diakui

    Ballroom di salah satu lantai atas tower berkilau malam itu. Lampu kristal memantulkan cahaya hangat. Musik lembut mengalun, bercampur dengung percakapan dan tawa karyawan RCA Investments. Di layar LED raksasa, video perjalanan perusahaan diputar. Potongan demi potongan membuat ruangan hening sesaat. Tepuk tangan menyusul ketika Reon sang CEO naik ke podium. Lelaki tampan dengan blazer hitam itu memberikan welcome speech singkat. Lugas. Tidak berlebihan. Tepat sasaran.Makan malam pun dimulai. Hidangan berlapis disajikan rapi, gelas-gelas kristal beradu pelan. Suasana mencair.Lalu tibalah sesi yang paling ditunggu. Award dan door prize.Ellena duduk tegak di kursinya. Meski pikirannya sesekali melayang pada hal-hal yang tidak ingin dia pikirkan—tentang Reon—Ellena memaksa dirinya fokus. Di tangannya, ponsel menyala. Nomor kupon undiannya sudah Ellena catat rapi. Banyak. "Wah, kupon undian Kak Ellena banyak juga," celetuk Vino.

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 59. Lanjut Balas Dendam?

    Reon membuka matanya sedikit, sembari menghisap kulit leher Ellena, lelaki itu melirik kelopak mata Ellena yang dipoles eyeshadow nude. Irisnya juga menyaksikan bagaimana Ellena larut dalam permainan tangan Reon. Suara-suara pria di luar bilik dengan kegiatan mereka benar-benar diabaikan oleh Reon. Selanjutnya, setelah puas menebar jejak di leher Ellena, Reon memutar badan mungil mantan kekasihnya itu agar menghadapnya. Wajah mereka sama-sama panas dan memerah, napas keduanya bercampur. Reon kembali menunduk dan mengerjai bibir Ellena. Dia masih saja tidak terima senyum manis Ellena diberikan pada Anggara. Ellena berusaha mencakar, memukul dan mendorong tubuh menjulang bosnya. Tapi apa daya gadis itu tak kuasa. Seperti yang dulu, Reon selalu membuatnya berakhir pasrah jika sudah berada di situasi macam ini. Kaki Ellena bisa dipakai untuk menendang. Cuma berkaca pada masa lalu mereka. Ellena pernah menghantam benda berharga Reon denga

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Ban 58. Di Balik Bilik Ruang Ganti

    Para karyawan RCA Investments mulai bergerak meninggalkan arena. Arus langkah mengalir menuju lift dan tangga—ke lantai tempat makan siang telah disiapkan. Suasana riuh perlahan menjauh, digantikan gema langkah dan tawa yang memudar.Tapi Ellena masih berdiri diam. Punggung gadis itu bersandar di dinding koridor dekat ruangan ganti. Ya, dia terus memikirkan kata-kata Reon di lapangan. Ellena menarik napas mencoba mengatur dirinya. Dia membatin. 'Aku cuma mau minta maaf biar gak ada salah paham juga.'Tak berselang lama, pintu ruangan ganti terbuka. Itu pasti Reon, Ellena tadi mengikuti bosnya. Namun belum sempat gadis itu menyapa, tangan Ellena ditarik cepat dan tubuhnya berpindah beberapa langkah ke dalam. Pintu kembali tertutup. Napas Ellena tercekat saat merasakan punggungnya menyentuh dinding dan Reon mengurung gadis itu. Tatapan mereka bertaut dalam jarak yang sangat intim. "Pak Reon—" suara Ellena nyaris berbi

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 57. Fun Day RCA Investments Bagian II

    Suara peluit pendek kembali menggema di tengah lapangan, tanda bersiap. Sorak dari tribun semakin keras. Kali ini challenge lebih brutal dan mengundang perhatian. Ellena digendong di punggung Anggara, lengannya melingkar di bahu pria 32 tahun itu. Di atas lintasan, tergantung balon-balon berwarna yang menunggu untuk dipecahkan. Challenge ini poinnya tinggi, kalau menang Ellena pasti dapat kupon undian lebih banyak. "Pak Anggara, ayo kita menangkan challenge ini lagi," ujar Ellena. "Tentu, Ellena, kita pasangan yang cocok, win rate kerja sama kita sejauh ini 100 persen," ujar Anggara, tangannya diposisikan dengan baik di paha Ellena. "Semangat untuk kita berdua, Pak." Ellena mengangguk penuh tekad. Matanya membara ingin menang. Sementara itu, dada Reon semakin panas saja. Matanya tertuju pada tangan kurang ajar Anggara yang memegang paha Ellena. Juga pada melon Ellena yang tampak menempel di punggung pria tua bangkotan itu. Selanjutnya, challenge dimulai, para peserta di

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 56. Fun Day RCA Investments Bagian I

    Fun Day RCA Investments akhirnya tiba juga. Kegiatan pagi hari diadakan di arena olahraga yang terletak di lantai dua gedung. Para karyawan dari berbagai departemen berkumpul—mengisi tribun bertingkat dengan jersey custom dengan logo perusahaan. Reon berdiri di sebuah panggung yang disediakan di tengah lapangan. Lelaki itu mengenakan setelan jas hitam yang sangat rapi. Sang CEO memberikan sambutan singkat dan membuka kegiatan secara resmi. Tak jauh di belakangnya, Vino, Laura dan Ellena ikut mendampingi. "Selamat menikmati Fun Day RCA Investments." Reon mengangguk singkat. Tepuk tangan memenuhi arena. Suara balon tepuk juga ikut menyebar dari tribun. Dan, ya, inilah momen yang paling dinantikan Ellena. Dia harus  mengikuti banyak challenge agar poinnya yang dikumpulkan tinggi, sehingga kesempatan mendapatkan doorprize berjumlah besar terbuka lebar.Ellena bergegas menuju ruangan ganti dan kembali ke lapangan menggunakan jersey hitam. Rambutnya

  • Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi   Bab 55. Tidak Mau Jadi Pelakor

    Oh tidak! Ellena hilang kendali lagi. Dia menyadari perasaannya pada Reon tidak bisa hilang. Dadanya seperti diisi suara sirine yang keras. Ujung hidung mereka menempel, bibir keduanya hanya terpisah beberapa inci. Napas hangat dari hidung dan mulut mereka bercampur. Ellena mengatupkan bibir lalu menelan salivanya kuat-kuat. Ingatan masa pacaran mereka saat SMA tiba-tiba menyapa. Dulu, jika di posisi seperti ini, Ellena dengan berani meraup bibir Reon, menciumnya penuh perasaan dan dibalas oleh cowok tampan itu.Selanjutnya, Reon akan memutar posisi, lalu menjelajahi tubuh Ellena dengan hasrat yang menuntut dan melucuti pakaian gadis itu satu per satu sampai tidak bersisa. Meski, tidak melakukan penyatuan, kulit polos mereka yang bergesekan mampu menciptakan gelombang panas di sekujur tubuh keduanya. Dan, bukan cuma Ellena, Reon pun demikian. Napas lelaki itu memburu dengan Ellena yang ada di atasnya dan jarak yang begitu ra

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status