author-banner
Sweety
Sweety
Author

Novels by Sweety

Jerat Ketos Galak

Jerat Ketos Galak

Andrea, anggota jurnalistik yang ambisius, merasa menang saat memergoki Kyrran, Ketua OSIS paling perfeksionis, sedang merokok diam-diam. Niatnya menjadikan itu senjata untuk memaksa Kyrran membawanya bertemu Kepala Sekolah. Namun, Kyrran bukan mangsa yang mudah. Satu ciuman kasar seketika membungkam Andrea, "Aku juga punya sesuatu untuk mengancammu sekarang.” Demi menghapus bukti, Andrea terpaksa menerima satu kesepakatan gila dengan menjadi bawahan Ketua OSIS atau Sanggupkah Andrea menghadapi Kyrran dan menghapus bukti kebebasannya?
Read
Chapter: Bab 280. Operation TTD Part 8 Bagian I
"K-Kak… Kak Andrea?" sahut Cherryl gelagapan dengan nada syok.Andrea bisa melihat cewek itu menelan ludah sekuat tenaga. "Hai, Cherryl," sapa Andrea santai, namun matanya menusuk.Ruangan tua itu terasa jauh lebih menekan dibanding sebelumnya.Andrea berdiri dengan kedua tangan menyilang di dada. Di sebelahnya berdiri seorang gadis yang menggantungkan kamera profesional di lehernya. Teressa.Kalau saja kemarin Teressa tidak datang melapor, mungkin Andrea benar-benar akan termakan sebagian cerita karangan Cherryl. Meski sebenarnya belum percaya seratus persen juga.Kemarin… Andrea yang duduk di taman samping gedung seni—menerima pesan dari Teressa. Teman klub jurnalistiknya yang pernah bermasalah dengan Andrea beberapa bulan yang lalu.[Ayo bertemu di perpustakaan][Ada hal penting yang harus kusampaikan]Meski Teressa sudah sadar akan perlakuannya yang dulu, tetapi Andrea sempat ragu. Khawatir kalau Teressa kem
Last Updated: 2026-08-06
Chapter: Bab 279. Jebakan Cherryl Bagian III
Cherryl menyunggingkan senyum yang begitu lebar dan puas saat memandangi punggung Andrea yang semakin jauh.Dia kemudian menghirup tangannya yang sebelumnya disentuh oleh Andrea. "Kak Andrea membelaku lagi…" Cherryl menggigit bibirnya, lalu memainkan rambut kemerahannya.Cewek itu kemudian menautkan kedua tangannya di belakang punggung—seperti yang biasa Andrea lakukan—lalu melangkah menuju kelasnya.Hari itu, Cherryl mengikut kelas musik dengan semangat. Cewek itu banyak tersenyum. Dia memainkan piano dengan lihai.Sembari menekan tuts, pikirannya berkelana pada beberapa momen di belakang.Saat kelas delapan SMP, Cherryl pernah dibully oleh sekelompok kakak kelasnya di samping sebuah tokok musik yang sepi. Dia dikatakan sok centil dengan rambut kemerahannya di depan para cowok-cowok.Namun, beruntung saat itu seseorang menyelamatkannya dari para kakak kelas pembully. Ya, Andrea penolongnya.Andrea berdiri memunggungi Ch
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 278. Jebakan Cherryl Bagian II
"Rea, tunggu!"Kyrran berlari menyusul Andrea yang sudah buru-buru pergi dari kafetaria. Langkah gadis itu sangat cepat.Meski mendengar suara Kyrran memanggilnya di belakang, Andrea enggan berhenti."Rea!"Kyrran akhirnya berhasil menyusul dan meraih pergelangan tangan Andrea.Tanpa mengatakan apa pun, gadis itu langsung melepaskan pegangan Kyrran dari pergelangannya."Apa lagi?"Nada suara Andrea membuat Kyrran terdiam sesaat. Kyrran jarang mendengar Andrea berbicara sedingin itu."Sayang, dengarkan penjelasanku dulu—"Andrea menatap Kyrran tajam dengan kaca-kaca di matanya. "Penjelasan apa lagi? Kamu bohong sama aku. Kamu gak ke arena tinju kemarin."Kyrran mengembuskan napas berat. Beberapa siswa yang lewat mulai melirik ke arah mereka."Iya soal itu, aku salah, aku memang bohong, tapi dengan perempuan yang di foto… itu jebakan, Sayang," jelas Kyrran.Andrea tertawa tajam
Last Updated: 2026-08-05
Chapter: Bab 277. Jebakan Cherryl Bagian I
"Ini bolanya, Kak." Cherryl menyerahkan bola basket pada Kyrran.Tanpa mengatakan apapun, Kyrran mengambil bola itu lalu berbalik hendak kembali bermain basket.Namun Cherry tidak pergi meninggalkan lapangan. Cewek berambut kemerahan itu masih berdiri di tempatnya, memegang tali ranselnya."Aku fans Kak Kyrran," celetuk Cherryl. Dia kembali mendekat ke hadapan Kyrran.Cowok itu otomatis menghentikan langkahnya sebentar. "Terus?""Aku siswa tahun pertama, Kak. Tapi aku sudah tahu Kak Kyrran sejak aku SMP, aku selalu menonton pertandingan basket Kakak." Cherryl mengeluarkan botol air mineral dari tasnya dan menyodorkannya pada Kyrran."Ini buat Kakak."Kyrran melirik botol itu sekilas. "Gak perlu," sinisnya.Bibir Cherryl mencebik sekilas. "Padahal aku beli khusus buat Kak Kyrran.""Aku gak minum air sembarangan, apalagi dari orang yang gak aku kenal."Jawaban Kyrran dingin dan tegas. Tanpa menun
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 276. Enam Bulan
Kyrran memejamkan mata sejenak. Angin malam yang menerpa wajahnya, sedikit membantu meredakan denyutan di dalam kepalanya.Namun rasa tidak nyaman di dadanya tidak benar-benar hilang dan semakin membuatnya gelisah."Hei."Suara yang dikenal Kyrran membuatnya membuka mata. Lantas ia menoleh.Darell kakak sepupunya berjalan cepat ke arahnya, diikuti Vanko dan Derby dari belakang. Ekspresi ketiganya panik bercampur  khawatir."Kau pucat sekali," kata Darell. Kakak sepupunya itu menahan bahu Kyrran yang lemas.Vanko menyodorkan botol air mineral, sementara Derby memberikan kotak obat Kyrran."Minum dulu obatnya, Ran," kata Vanko."Kamu tahu kau kambuh lagi sejak di panggung," tambah Derby.Kyrran menerima botol dan kotak obatnya. "Terima kasih."Cowok itu membuka tutup botol lalu menelan obatnya tanpa banyak bicara. Beberapa saat berlalu, Kyrran merasakan dengung di kepalanya hilang. Dia lalu bersa
Last Updated: 2026-08-04
Chapter: Bab 275. Ulang Tahun Kyrran
Hari telah memasuki dua belas Agustus. Tepat hari itu, ulang tahun Kyrran dan Noela yang kedelapan belas tahun tiba. Sejak pagi, suasana Alveroz High terasa berbeda. Ucapan selamat ulang tahun datang dari berbagai arah. Teman-teman, anggota tim basket, pengurus OSIS, hingga para guru tidak melewatkan kesempatan untuk memberi selamat pada si kembar. Sementara itu, Andrea dan tiga sahabatnya lebih dulu memberikan kejutan untuk Noela. Namun setelah itu, Andrea segera menjalankan rencana yang telah disusunnya khusus untuk Kyrran. Kini, gadis itu duduk sendirian di bangku rooftop gedung utama sekolah. Angin yang berembus lembut memainkan anak-anak rambutnya. Di pangkuan gadis cantik itu tergenggam sebuah kotak hadiah berwarna biru navy yang dibungkus rapi. Jantungnya berdebar menunggu kedatangan Kyrran. "Harusnya Kyrran bisa memecahkan semua teka-teki dariku," gumam Andrea. Di sisi lain, Kyrran baru saja membuka lokernya dalam gimnasium. Senyumnya langsung muncul saat menemukan sebua
Last Updated: 2026-08-03
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Ellena mau tidak mau menerima kesepakatan dengan Reon untuk jadi tunangan pura-pura mantan kekasihnya itu. Semua dilakukan untuk mendapatkan biaya pengobatan sang nenek yang merawat Ellena selama ini. Hubungan pura-pura mereka pelan-pelan membuka pintu lama yang pernah dipaksa tertutup rapat. Kini, dalam ruangan sunyi dan jam kerja panjang, mereka terjebak dalam gairah lama, godaan yang tidak pernah padam, luka yang belum sembuh, permainan ego, serta rahasia masa lalu yang perlahan terungkap. "Elle..." "Ahh! Pak Reon... Berhenti!" Apakah hubungan Ellena dan Reon akan berakhir sama seperti dulu? Kandas di tengah jalan? Ataukah mereka akhirnya bisa bersatu meski harus melewati batas profesional?
Read
Chapter: Bab 218. Arabella Sherryline Ravindra
Ellena pikir hidupnya sudah berakhir ketika dilempar ke laut, tenggelam membawa semua rasa kehilangan dan dendamnya. Namun, dia sadar kalau jantungnya masih berdetak. Suara ombak yang menghantam sesuatu di luar sana terdengar samar di telinganya. Kelopak mata Ellena bergerak, berat, seolah ditarik kembali dari tempat yang sangat dalam. Cahaya redup menembus pandangannya yang masih kabur.Ketika matanya terbuka sempurna, langit-langit kayu asing menyambutnya. Napas gadis itu tersengal pelan.Ellena berkedip beberapa kali, mencoba fokus. Bau obat-obatan samar tercium di udara, bercampur dengan aroma asin laut.Dalam satu sentakan, Ellena langsung duduk. Kepalanya berdenyut dan napasnya memburu. Ia menoleh cepat ke sekeliling.Ruangan itu luas tapi sunyi. Dinding-dindingnya dipenuhi rak tinggi berisi buku-buku tua, beberapa botol kaca, alat-alat medis sederhana, dan cairan-cairan kimia yang tersusun rapi di atas meja pan
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 217. Keputusan Reon
Sudah beberapa hari berlalu, Reon masih tidak bisa menerima kenyataan kalau Ellena sudah pergi untuk selamanya. Lelaki itu berdiri di tengah ruang tamu, tatapannya kosong menyapu setiap sudut, mengulang semua kenangan bersama Ellena juga neneknya. Dia mulai melangkah pelan tanpa arah, lalu berhenti di depan sebuah lukisan istrinya yang tergantung di dinding. Wajah yang dulu melengkapi hidupnya… kini hanya diam dalam rangkaian warna.Tangan Reon terangkat menyentuh bingkai itu untuk beberapa lama. Lalu perlahan dia menariknya turun dan memeluknya, seolah itu satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Ellena masih ada di sampingnya… di pelukannya. Namun, sayang kenyataan terlalu cepat menghantam. Napas Reon mulai tidak teratur dan akhirnya dia runtuh. Tangisnya kembali pecah, lebih dalam dan hancur. "Elle…"Dia kemudian berjalan tertatih ke kamar, lalu jatuh di atas ranjang. Lukisan Ellena masih ia peluk erat.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 216. Tangisan Pecah
Reon tidak berhenti mencari keberadaan Ellena. Dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain.Ponsel di tangannya tidak pernah jauh. Setiap dering membuat Reon langsung menjawab. Setiap pesan dibuka dalam hitungan detik.Mengira itu Ellena. Namun ternyata bukan. Sampai satu panggilan datang dari nomor tidak dikenal. Apakah ini jebakan lagi? Reon mengangkat telepon itu. "Ya?"Beberapa detik Reon hanya mendengarkan. Lalu, wajah lelaki itu semakin pucat. Retinanya terasa panas. "Apa…?" suara Reon pelan, malah hampir tidak keluar. "Tidak mungkin…" Tangannya mulai gemetar. Dia berdiri diam di samping mobilnya, dunia seolah berhenti berputar.Reon mendapatkan kabar bahwa istrinya, Ellena Satya telah tiada. Beberapa jam kemudian, Reon sudah berada di lokasi bersama Vino asistennya. Di ruang kantor otoritas pelabuhan.Seorang pet
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 215. Amarah Reon
Langit sore tampak pucat di atas sana. Angin berhembus pelan, menggoyangkan rumput-rumput liar di sekitar makam yang masih terlihat baru. Tanahnya belum sepenuhnya padat, bunga-bunga di atasnya masih segar.Reon berdiri di depan makam dengan napas berat. Matanya terpaku pada nama yang terukir di nisan."Nek… maaf…" lirih Reon, "aku selalu terlambat," ujarnya parau, tangannya perlahan mengepal di samping tubuhnya.Reon menunduk sedikit, kelopak matanya mulai panas. Selain kehilangan, dia juga tidak bisa membayangkan betapa rapuhnya Ellena. Dia tahu istrinya itu sangat menyayangi neneknya, dia rela melakukan apapun. Kini, nenek istrinya telah tiada dan Reon tidak ada di samping Ellena saat berduka. "Maaf, Nek… ma—af…" suaranya pecah. Namun, sekarang, di mana dia bisa menemukan Ellena? Istrinya… tidak bisa dihubungi, tidak menjawab telepon ataupun membalas pesan, seolah menghilang begitu saja dari dunia.
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Bab 214. Ellena Tidak Selingkuh
Dalam ruangan kerja, Reon berdiri di dekat jendela, memandang kosong ke arah langit malam kota. Rahangnya mengeras, masih terus memikirkan pengkhianatan Ellena. Dia mengusap cincin yang melingkar di jarinya. Dia selalu melakukan itu akhir-akhir ini. Bahkan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan semua dibackup oleh asistennya. Tok… Tok… Ketika halus di pintu memecah hening. "Masuk," ujar Reon tanpa menoleh. Vino melangkah masuk dengan langkah hati-hati. Di tangannya, sebuah amplop."Pak, ada yang mengirimkan ini," kata Vino, meletakkan amplop tersebut di meja. Reon menoleh sedikit. Terakhir kali dia menerima amplop seperti itu membuat dadanya kacau. "Dari siapa?" sahutnya. "Tanpa nama, Pak. Saya ambil dari resepsionis barusan."Lelaki itu berjalan mendekat, mengambil amplop tersebut tanpa banyak kata lagi. Dia membukanya malas. Namun saat isi di dalamnya terl
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab 213. Tragedi di Kapal Pesiar
Ketika kesempatan terbuka lebar, Ellena akhirnya masuk ke dalam suite Sharron. Berbeda jauh dari kabin biasa, ruangan di dalam suite ini luas dan elegan—lantai kayu mengilap, sofa empuk, lampu hangat, dan jendela besar yang menghadap langsung ke laut malam.Ketika pintu tertutup, matanya langsung menyapu ruangan untuk mencari tempat persembunyian. Ellena bergerak ke arah ruang dalam—kamar tidur utama dengan tirai setengah tertutup, lampu redup dan ranjang besar berada di tengah ruangan.Ellena melihat lemari besar di sudut. Tanpa ragu, dia membukanya perlahan dan masuk ke dalam, menyisakan celah kecil untuk mengintip keluar.Waktu terasa berjalan lambat dan di luar sana ombak terdengar keras, hingga akhirnya pintu terbuka. Ellena menahan napas. Dari celah lemari, ia melihat Sharron masuk ke kamar. Gaun elegan yang wanita itu kenakan dilepas perlahan, digantikan pakaian tidur.Setelah itu dia duduk di depan meja rias untuk mengh
Last Updated: 2026-03-26
You may also like
AKU ANAK ORANG KAYA, MAS!
AKU ANAK ORANG KAYA, MAS!
Young Adult · Siti_Rohmah21
226.4K views
Terobsesi Dosen Cantik
Terobsesi Dosen Cantik
Young Adult · agneslovely2014
197.3K views
Satu Atap
Satu Atap
Young Adult · IamBlueRed
150.1K views
PACAR TARUHAN
PACAR TARUHAN
Young Adult · MarniHL
138.4K views
Si Miskin Jadi Keren
Si Miskin Jadi Keren
Young Adult · Donat Mblondo
124.7K views
My Sweet Bodyguard
My Sweet Bodyguard
Young Adult · Butiran Rinso
99.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status