author-banner
Sweety
Sweety
Author

Novels by Sweety

Jerat Ketos Galak

Jerat Ketos Galak

Andrea, anggota jurnalistik yang ambisius, merasa menang saat memergoki Kyrran, Ketua OSIS paling perfeksionis, sedang merokok diam-diam. Niatnya menjadikan itu senjata untuk memaksa Kyrran membawanya bertemu Kepala Sekolah. Namun, Kyrran bukan mangsa yang mudah. Satu ciuman kasar seketika membungkam Andrea, "Aku juga punya sesuatu untuk mengancammu sekarang.” Demi menghapus bukti, Andrea terpaksa menerima satu kesepakatan gila dengan menjadi bawahan Ketua OSIS atau Sanggupkah Andrea menghadapi Kyrran dan menghapus bukti kebebasannya?
Read
Chapter: Bab 74. Mencari Andrea
Sesuatu yang gasal mulai menguasai dada Kyrran. Tanpa pikir panjang ia merogoh saku, mengeluarkan ponselnya. Cowok itu langsung menghubungi Andrea. Tombol telepon ditekan berulang kali dan tidak ada satupun panggilannya yang dijawab oleh gadis itu. Lantas rahangnya mengeras tipis, alisnya menekuk tajam dan napasnya mulai berkejaran. "Andrea," gumamnya. Dia kemudian melangkah keluar, menyelak pintu ruangan dengan keras. Jarinya beralih ke kontak Noela yang dinamai Karryne, kemudian menekan tombol untuk menelepon kembarannya itu. Untungnya tidak butuh semenit panggilannya terjawab. "Kau sudah bersama Andrea?" tanya Kyrran tanpa basa-basi. "Belum, aku dari tadi mencarinya, gak biasanya dia menghilang tanpa kabar begini," ujar Noela khawatir di ujung sana. Begitu kata menghilang itu terlintas, sesuatu di dalam diri Kyrran seperti tersentak. Urat di pelipisnya tertarik kencang. Seberkas ingatan lama memercik di pikiran
Last Updated: 2026-05-02
Chapter: Bab 73. Andrea Menghilang
"Seriously, Rea," gerutu Andrea pada dirinya sendiri. Gadis itu melangkah cepat menyusuri jalur sepi di samping rumah kaca. Lampu-lampu labu oranye jadi satu-satunya penerangan yang menemani langkah sepatu boots Andrea. Napasnya masih berantakan, perasaannya campur aduk antara sebal, syok dan keinginan yang tidak seharusnya ada. Bagaimana bisa dia membentang karpet merah untuk ciuman dengan Kyrran sebanyak tiga kali malam ini? Padahal dirinya sendiri tahu kalau Kyrran hanya menganggapnya pengganti rokok. Kyrran juga bukan tipenya dan cowok itu menyebalkan. Tetapi, kenapa Andrea justru terpesona dengan ketos iblis sok keren itu? Tangan Andrea terangkat tanpa sadar, jemari lentiknya menyentuh bibirnya sendiri. Sisa ciuman itu masih terasa hangat. Ah, sial. Kenapa masih dipikirkan? Andrea makin mempercepat langkah, seolah bisa meninggalkan bayangan ciuman itu di belakang. Lagipula dia punya misi yang harus dijalankan malam ini, jadi Andrea harus tiba lebih dulu di
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 72. Just Lend Me Your Lips
"Iya, ini Kyrran," ulang cowok itu. Tanpa banyak penjelasan, Kyrran langsung menarik pergelangan tangan Andrea. Gadis itu sendiri tidak melawan. Ia masih sedikit linglung dan membiarkan dirinya ditarik melewati jalur sempit yang tidak dilalui banyak orang. Suara ramai festival perlahan menjauh, digantikan oleh kesunyian yang menyergap dari segala sisi. Langkah dua remaja itu berhenti di belakang gudang penyimpanan lab biologi—tempat yang cukup jauh dari pusat keramaian, hanya diterangi cahaya samar dari lampu luar. Kyrran akhirnya melepas tangannya. Sementara itu, Andrea menarik napas panjang, lalu menatap kesal pada Kyrran. "Kenapa malah ke sini? Aku kehilangan jejak Lara, tau gak," omel Andrea, napasnya masih terengah-engah. "Aku yakin dia mau ketemuan lagi sama Pak Handoko, aku mau ngumpulin bukti baru." Kyrran mengerjap pelan, lalu melangkah mendekat, seolah tidak terganggu oleh nada ketu
Last Updated: 2026-05-01
Chapter: Bab 71. Sebuah Misi
Parade Festival Halloween Alveroz High resmi dimulai di lapangan utama. Para siswa berkumpul dengan kostum terbaik mereka dan para guru pun tak kalah—ada yang mengenakan jubah penyihir, ada pula yang tampil dalam balutan kostum klasik.Kepala Sekolah naik ke panggung, memberikan sambutan singkat dengan suara tenang yang tetap terdengar berwibawa di tengah gemuruh antusiasme.Di antara keramaian itu, Andrea berdiri sedikit menjauh, jemarinya sibuk mengetik di aplikasi notes ponselnya, merapikan naskah liputan khusus festival Halloween. Matanya bergerak cepat, menangkap detail, menyusun kalimat dalam kepala. "Setidaknya aku selesaikan semua naskah lebih cepat," gumamnya. Dan untuk kesekian kalinya, tatapan gadis itu bertumpu pada Ketua OSIS yang tidak jauh dari kerumunan utama. Di sana, Kyrran berdiri dengan kostum vampir yang sangat pas untuk auranya—dingin, rapi, dan entah kenapa sangat sulit diabaikan.Kemeja putih cowok itu memiliki d
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 70. Festival Halloween
"Capek," keluh Andrea saat merebahkan punggungnya ke kasur. Suaranya begitu lemah. Perjalanan panjang bolak-balik dari kota ini ke kota sebelah masih terasa di tubuhnya. Pundak Andrea terasa pegal dan napas gadis itu belum sepenuhnya lepas dari lelah.Bayangkan saja dia baru selesai mandi malam sebelumnya dan asisten pribadi kakeknya langsung mengabari kalau kakek Andrea sudah tiba dari luar negeri dan mau bertemu cucu kesayangannya. Mau tidak mau Andrea harus langsung berangkat malam itu juga dan izin tidak masuk kelas untuk satu hari. Sepengetahuan kakek Andrea, gadis itu sekolah di Mirelle Girls Academy, bukan di Alveroz International High School. Untungnya pertemuan itu berjalan lancar tanpa ada kecurigaan sedikitpun dari kakeknya. Namun, pikiran Andrea terus didera oleh ancaman Kyrran. Apa cowok itu benar-benar menempelkan foto ciuman mereka di mading dan menyebarkannya ke akun gosip sekolah? Sepanjang perjala
Last Updated: 2026-04-30
Chapter: Bab 69. Kyrran dan Noela
"Kuberi tahu kau sekali lagi, Kyrran. Jangan mengganggu sahabatku," tekan Noela. Kilat matanya setajam pisau yang baru diasah. Gadis berambut sebahu itu menyimpulkan tangannya kembali di depan dada. "Cari cewek lain saja, banyak yang menyatakan cinta padamu di sekolah. Kau tinggal pilih." Kyrran menghela napas tipis. "Kuberi tahu kau juga, aku gak berniat jadi playboy." "Not even in a million years," tambahnya dengan sinis. Keduanya lanjut berjalan, lalu menuruni tangga menuju lantai bawah. "Terus kenapa kau tanyakan soal playboy ke grup. Pasti karena efek bergaul dengan Maxwell, kan?" sahut Noela santai. "Itu hanya asumsimu, sudah kujelaskan juga di rumah sakit," kata Kyrran jengkel. Cowok itu melanjutkan ucapannya. "Sekarang aku menanyakan soal Andrea, dia ke mana?" "Dia menjanjikan wawancara lagi, tapi tidak muncul di ruangan OSIS," dustanya. "Kau tahu aku g
Last Updated: 2026-04-29
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Ellena mau tidak mau menerima kesepakatan dengan Reon untuk jadi tunangan pura-pura mantan kekasihnya itu. Semua dilakukan untuk mendapatkan biaya pengobatan sang nenek yang merawat Ellena selama ini. Hubungan pura-pura mereka pelan-pelan membuka pintu lama yang pernah dipaksa tertutup rapat. Kini, dalam ruangan sunyi dan jam kerja panjang, mereka terjebak dalam gairah lama, godaan yang tidak pernah padam, luka yang belum sembuh, permainan ego, serta rahasia masa lalu yang perlahan terungkap. "Elle..." "Ahh! Pak Reon... Berhenti!" Apakah hubungan Ellena dan Reon akan berakhir sama seperti dulu? Kandas di tengah jalan? Ataukah mereka akhirnya bisa bersatu meski harus melewati batas profesional?
Read
Chapter: Bab 218. Arabella Sherryline Ravindra
Ellena pikir hidupnya sudah berakhir ketika dilempar ke laut, tenggelam membawa semua rasa kehilangan dan dendamnya. Namun, dia sadar kalau jantungnya masih berdetak. Suara ombak yang menghantam sesuatu di luar sana terdengar samar di telinganya. Kelopak mata Ellena bergerak, berat, seolah ditarik kembali dari tempat yang sangat dalam. Cahaya redup menembus pandangannya yang masih kabur.Ketika matanya terbuka sempurna, langit-langit kayu asing menyambutnya. Napas gadis itu tersengal pelan.Ellena berkedip beberapa kali, mencoba fokus. Bau obat-obatan samar tercium di udara, bercampur dengan aroma asin laut.Dalam satu sentakan, Ellena langsung duduk. Kepalanya berdenyut dan napasnya memburu. Ia menoleh cepat ke sekeliling.Ruangan itu luas tapi sunyi. Dinding-dindingnya dipenuhi rak tinggi berisi buku-buku tua, beberapa botol kaca, alat-alat medis sederhana, dan cairan-cairan kimia yang tersusun rapi di atas meja pan
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 217. Keputusan Reon
Sudah beberapa hari berlalu, Reon masih tidak bisa menerima kenyataan kalau Ellena sudah pergi untuk selamanya. Lelaki itu berdiri di tengah ruang tamu, tatapannya kosong menyapu setiap sudut, mengulang semua kenangan bersama Ellena juga neneknya. Dia mulai melangkah pelan tanpa arah, lalu berhenti di depan sebuah lukisan istrinya yang tergantung di dinding. Wajah yang dulu melengkapi hidupnya… kini hanya diam dalam rangkaian warna.Tangan Reon terangkat menyentuh bingkai itu untuk beberapa lama. Lalu perlahan dia menariknya turun dan memeluknya, seolah itu satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Ellena masih ada di sampingnya… di pelukannya. Namun, sayang kenyataan terlalu cepat menghantam. Napas Reon mulai tidak teratur dan akhirnya dia runtuh. Tangisnya kembali pecah, lebih dalam dan hancur. "Elle…"Dia kemudian berjalan tertatih ke kamar, lalu jatuh di atas ranjang. Lukisan Ellena masih ia peluk erat.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 216. Tangisan Pecah
Reon tidak berhenti mencari keberadaan Ellena. Dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain.Ponsel di tangannya tidak pernah jauh. Setiap dering membuat Reon langsung menjawab. Setiap pesan dibuka dalam hitungan detik.Mengira itu Ellena. Namun ternyata bukan. Sampai satu panggilan datang dari nomor tidak dikenal. Apakah ini jebakan lagi? Reon mengangkat telepon itu. "Ya?"Beberapa detik Reon hanya mendengarkan. Lalu, wajah lelaki itu semakin pucat. Retinanya terasa panas. "Apa…?" suara Reon pelan, malah hampir tidak keluar. "Tidak mungkin…" Tangannya mulai gemetar. Dia berdiri diam di samping mobilnya, dunia seolah berhenti berputar.Reon mendapatkan kabar bahwa istrinya, Ellena Satya telah tiada. Beberapa jam kemudian, Reon sudah berada di lokasi bersama Vino asistennya. Di ruang kantor otoritas pelabuhan.Seorang pet
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 215. Amarah Reon
Langit sore tampak pucat di atas sana. Angin berhembus pelan, menggoyangkan rumput-rumput liar di sekitar makam yang masih terlihat baru. Tanahnya belum sepenuhnya padat, bunga-bunga di atasnya masih segar.Reon berdiri di depan makam dengan napas berat. Matanya terpaku pada nama yang terukir di nisan."Nek… maaf…" lirih Reon, "aku selalu terlambat," ujarnya parau, tangannya perlahan mengepal di samping tubuhnya.Reon menunduk sedikit, kelopak matanya mulai panas. Selain kehilangan, dia juga tidak bisa membayangkan betapa rapuhnya Ellena. Dia tahu istrinya itu sangat menyayangi neneknya, dia rela melakukan apapun. Kini, nenek istrinya telah tiada dan Reon tidak ada di samping Ellena saat berduka. "Maaf, Nek… ma—af…" suaranya pecah. Namun, sekarang, di mana dia bisa menemukan Ellena? Istrinya… tidak bisa dihubungi, tidak menjawab telepon ataupun membalas pesan, seolah menghilang begitu saja dari dunia.
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Bab 214. Ellena Tidak Selingkuh
Dalam ruangan kerja, Reon berdiri di dekat jendela, memandang kosong ke arah langit malam kota. Rahangnya mengeras, masih terus memikirkan pengkhianatan Ellena. Dia mengusap cincin yang melingkar di jarinya. Dia selalu melakukan itu akhir-akhir ini. Bahkan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan semua dibackup oleh asistennya. Tok… Tok… Ketika halus di pintu memecah hening. "Masuk," ujar Reon tanpa menoleh. Vino melangkah masuk dengan langkah hati-hati. Di tangannya, sebuah amplop."Pak, ada yang mengirimkan ini," kata Vino, meletakkan amplop tersebut di meja. Reon menoleh sedikit. Terakhir kali dia menerima amplop seperti itu membuat dadanya kacau. "Dari siapa?" sahutnya. "Tanpa nama, Pak. Saya ambil dari resepsionis barusan."Lelaki itu berjalan mendekat, mengambil amplop tersebut tanpa banyak kata lagi. Dia membukanya malas. Namun saat isi di dalamnya terl
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab 213. Tragedi di Kapal Pesiar
Ketika kesempatan terbuka lebar, Ellena akhirnya masuk ke dalam suite Sharron. Berbeda jauh dari kabin biasa, ruangan di dalam suite ini luas dan elegan—lantai kayu mengilap, sofa empuk, lampu hangat, dan jendela besar yang menghadap langsung ke laut malam.Ketika pintu tertutup, matanya langsung menyapu ruangan untuk mencari tempat persembunyian. Ellena bergerak ke arah ruang dalam—kamar tidur utama dengan tirai setengah tertutup, lampu redup dan ranjang besar berada di tengah ruangan.Ellena melihat lemari besar di sudut. Tanpa ragu, dia membukanya perlahan dan masuk ke dalam, menyisakan celah kecil untuk mengintip keluar.Waktu terasa berjalan lambat dan di luar sana ombak terdengar keras, hingga akhirnya pintu terbuka. Ellena menahan napas. Dari celah lemari, ia melihat Sharron masuk ke kamar. Gaun elegan yang wanita itu kenakan dilepas perlahan, digantikan pakaian tidur.Setelah itu dia duduk di depan meja rias untuk mengh
Last Updated: 2026-03-26
You may also like
Rayhan Story
Rayhan Story
Young Adult · Darmawati212
7.6K views
RENOIR
RENOIR
Young Adult · niandez
7.6K views
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!
Pak Dosen Jangan Nakal, Ah!
Young Adult · Dewi masitoh
7.5K views
Senja Pertama
Senja Pertama
Young Adult · titiksua
7.5K views
I Saed Lupyu
I Saed Lupyu
Young Adult · Castortwelvy
7.5K views
Dua Pilar Cinta
Dua Pilar Cinta
Young Adult · Ramdani Abdul
7.4K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status