author-banner
Sweety
Sweety
Author

Novels by Sweety

Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!

Senior Galak, Jangan Dekat - Dekat!

Angkasha—yang lebih suka dipanggil Asha—tak pernah menyangka namanya yang nyaris sama dengan Angkasa, Ketua BEM paling arogan membuatnya harus sekamar dengannya. Tinggal satu asrama dengannya sudah cukup berbahaya. Apalagi kalau satu kampus tahu Ketua BEM dan mahasiswi baru ternyata berbagi kamar yang sama. Satu skandal saja, reputasi Angkasa hancur... dan masa depan Asha ikut melayang. Bagaimana Asha akan bertahan dengan Ketua BEM yang punya banyak aturan itu?
Read
Chapter: Bab 302. Oh, Ini Pacarnya Angkasa
Asha bersama Sabrina baru saja keluar dari gedung olahraga. Keduanya baru menyelesaikan wawancara dengan salah satu atlet kampus untuk memenuhi tugas kuliah mereka. "Untung wawancaranya berjalan lancar. Kalau tidak, bisa-bisa kita harus kembali lagi besok," keluh Sabrina sambil merapikan ponsel dan buku catatannya. Asha mengangguk setuju. "Iya, Sabby. Padahal tadi aku sudah pasrah kalau Kak Tryan memang menolak diwawancara." Sabrina merangkul Asha dan keduanya berjalan melewati pintu belakang gedung menuju area parkir. Mobil Sabrina terparkir tidak jauh dari sana. Namun, langkah mereka mendadak melambat ketika melihat dua perempuan di sudut area tersebut. "Eh, itu… perempuan itu, kan?" Sabrina menunjuk dengan dagunya. Asha mengikuti arah pandang sahabatnya. Ia langsung mengenali Sissy, perempuan yang ingin mendekati Angkasa kekasihnya. "Iya, itu dia. Sissy Angelina." Asha dan Sabrina sama-sama terperanjat begitu melihat Sissy melayangkan tamparan kepada perempuan yang berdiri
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 301. Jangan Panggil Saya Kak
Angkasa keluar dari arena hoki sambil merapikan tali tas olahraga yang tersampir di bahu kanannya. Ia mengenakan kaus putih berlapis jaket varsity dipadukan dengan celana jeans. Di tengah perjalanannya itu, seseorang tiba-tiba muncul dari arah samping. "Aaah!" Perempuan itu kehilangan keseimbangan dan jatuh tepat di tubuhnya. Angkasa refleks mengulurkan tangan untuk menahan tubuh perempuan tersebut agar tidak terjatuh. Namun, ketika pandangan Angkasa mengenali wajah tersebut, ekspresinya seketika berubah dingin. Itu Sissy. Perempuan yang beberapa waktu lalu merekam dirinya diam-diam, kemudian mengunggah video mereka dengan tren yang seolah-olah menunjukkan kedekatan khusus. "Maaf, Kak. Aku keseleo, awwww…" lirih Sissy. Namun Angkasa melepaskan tangannya, membuat tubuh Sissy sedikit terdorong ke belakang karena kehilangan tumpuan. "Aduh!" Sissy mendongak dengan sorot terkejut di mata cokelatnya. "Kak Angkasa, kok mendorong aku begitu?" suaranya mencicit. "Jangan panggil saya Ka
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 300. Perempuan itu...
Setelah hampir dua jam lamanya melepas rindu, Asha akhirnya duduk di depan meja makan dengan mengenakan kaus hitam milik Angkasa yang kebesaran di tubuhnya. Rambut cokelat gadis itu masih sedikit berantakan, namun wajahnya tampak begitu cerah dibandingkan beberapa hari sebelumnya.Sementara itu, Angkasa duduk di sebelah Asha. Ia baru saja meletakkan dua piring berisi sandwich panggang dengan isian telur, keju, irisan daging asap dan selada di atas meja."Makasih, Kak," ucap Asha lembut.Angkasa mengusap puncak kepala gadis itu. "Iya, Sayang. Makan yang lahap ya."Asha mengangguk antusias. Ia langsung mengambil sandwich tersebut dan menggigitnya. Perpaduan keju yang meleleh, telur lembut serta daging asap membuatnya mengunyah dengan puas."Enak?" tanya Angkasa.Asha mengangguk. "Hm, selalu enak dong, Kak."Angkasa mengulas senyum dan keduanya melanjutkan sarapan. Setelah menghabiskan beberapa gigitan, Asha meletakkan sand
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 299. Melepas Rindu
Asha berusaha untuk tidak terlalu larut memikirkan Sissy. Ia memilih memusatkan perhatian pada pekerjaan di kafe dan tugas-tugas kuliahnya.Malam harinya, setelah menyelesaikan semua pekerjaan dan tugasnya, Asha meminum obat yang diresepkan dokternya sebelum akhirnya beristirahat.Dan ketika cahaya pagi menyapa pelupuknya, Asha perlahan membuka mata. Saat hendak meregangkan tubuh, Asha menyadari ada sesuatu yang melingkar di perutnya. Sebuah lengan kekar yang terasa begitu familier.Ia menoleh dan mata cokelatnya seketika membulat kecil ketika mendapati Angkasa tengah terlelap di sampingnya. Pria itu sudah berganti pakaian dengan kaus hitam. Wajahnya terlihat lelah, namun tetap tampan seperti biasanya.Asha mengulas senyum tipis di bibirnya. "Kak Angkasa sudah pulang ternyata."Ia menggeser tubuh sedikit, lalu mengangkat tangannya, menyentuh rahang tegas Angkasa dengan ujung jarinya. Jemari lentik gadis itu bergerak perlahan, seolah sedan
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Bab 298. Sissy Angelina
Di salah satu area terbuka Universitas Haster, seorang perempuan dengan penampilan mencolok tengah berjalan menyusuri koridor kampus. Siapa lagi kalau bukan si mahasiswi baru bernama Sissy Angelina. Rambut panjangnya ditata bergelombang, bibirnya merah muda dihiasi lip gloss yang membuatnya tampak berkilau dan riasan wajahnya terlihat sempurna. Dia mengenakan setelan kardigan crop berwarna biru muda yang dipadukan dengan rok mini senada. Tas bermerek yang menggantung di lengannya melengkapi penampilannya. Beberapa mahasiswa yang berpapasan dengannya tak bisa menahan diri untuk melirik. Di belakang Sissy, seorang perempuan muda dengan setelan formal berjalan mengikuti sambil membawa tablet, segelas matcha dan beberapa dokumen. Dia adalah Gina, asisten pribadi perempuan tersebut. "Gina, sini," panggilnya ketus. "Baik, Nona," jawab Gina dengan napas terengah-engah. Sissy berhenti di dekat taman kampus, lalu berbalik menghadap asistennya. "Cari tahu siapa pacarnya Angkasa," titahny
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Bab 297. Aura Perebutnya Kuat Banget
Lalu, di layar Asha terlihat keluar dari asrama. Kening Angkasa mengerut. Ia spontan menegakkan punggung. "Sayang, kamu mau ke mana malam-malam begini?" tanya Angkasa dengan nada yang khawatir. Asha tersenyum sembari menyampirkan tali tas biolanya di pundak. "Aku mau ke taman yang gak main dari kampus, Kak. Kakak suka mendengarkan permainan biola, kan?" Asha mengangkat ponselnya sedikit. "Jadi aku mau memainkannya untuk Kakak." Angkasa mengerutkan kening. "Tapi sudah malam, Sayang. Lagipula, aku juga gak ada di sana." "Gak apa-apa, Kak. Aku sudah hafal semua jalur aman dan tempat-tempat rahasia yang pernah Kakak tunjukkan," ucap Asha tampak percaya diri kali ini. Angkasa terdiam sejenak. Ia sebenarnya khawatir membiarkan Asha pergi sendirian malam-malam. Namun, ia pun tahu gadis itu berusaha ingin melakukan sesuatu untuk menghiburnya. "Kalau begitu jangan lupa pakai jaket, Sayang," ucap Angkasa. "Iya, Kak." Asha menunjukkan jaket yang ia kenakan. "Aku sudah pakai." "Oke, hati-
Last Updated: 2026-11-03
Jerat Ketos Galak

Jerat Ketos Galak

Andrea, anggota jurnalistik yang ambisius, merasa menang saat memergoki Kyrran, Ketua OSIS paling perfeksionis, sedang merokok diam-diam. Niatnya menjadikan itu senjata untuk memaksa Kyrran membawanya bertemu Kepala Sekolah. Namun, Kyrran bukan mangsa yang mudah. Satu ciuman kasar seketika membungkam Andrea, "Aku juga punya sesuatu untuk mengancammu sekarang.” Demi menghapus bukti, Andrea terpaksa menerima satu kesepakatan gila dengan menjadi bawahan Ketua OSIS atau Sanggupkah Andrea menghadapi Kyrran dan menghapus bukti kebebasannya?
Read
Chapter: Married Era 5
Ballroom kapal pesiar malam itu tampak sangat megah. Cahaya lampu kristal memantul di langit-langit tinggi, rangkaian bunga mawar putih dan ornamen keemasan menghiasi setiap sudut ruangan. Meja-meja bundar tertata elegan, dipenuhi hidangan istimewa untuk menyambut para tamu. Dari dinding kaca yang membentang luas, hamparan laut malam terlihat berkilauan diterpa cahaya bulan."Ladies and gentlemen, malam ini kita berkumpul untuk merayakan cinta dan kebahagiaan dua insan yang telah memilih untuk menghabiskan sisa hidup bersama. Dengan penuh sukacita, mari kita sambut pasangan pengantin yang berbahagia, Mr. and Mrs. Yoseviano! Kyrran and Andrea!"Suara dua MC menggelegar dari panggung dan perlahan pintu ballroom terbuka.Kyrran muncul lebih dahulu dengan tuxedo hitam yang membalut tubuh tinggi tegapnya. Rambut pria itu tertata rapi dan senyum terukir tipis di wajah tampannya. Di samping Kyrran, Andrea melangkah anggun mengenakan gaun pengantin resepsi berwarn
Last Updated: 2026-11-05
Chapter: Married Era 4
Di balik batang pohon besar yang tumbuh di sisi halaman gereja, seorang wanita bertopi mengintip dalam diam. Sebagian wajahnya tertutup bayangan, rambutnya yang berantakan menyembul dari balik topi lusuh yang ia kenakan.Itu adalah Daisy. Kulitnya tampak kusam. Pakaiannya jauh dari kata layak, seolah-olah ia sudah lama tidak memperhatikan penampilannya sendiri.Wanita yang baru saja menghirup udara bebas setelah mendekam di balik jeruji besi selama dua tahun karena Kyrran dan Andrea.Sepasang matanya menatap tajam ke arah kedua pengantin yang sedang berjalan meninggalkan gereja. Jemarinya mengepal kuat hingga kuku-kukunya menekan kuat di telapak tangannya."Selamat menikmati kebahagiaan kalian," gumam Daisy dengan senyum getir. "Karena setelah ini, giliran kalian yang merasakan penderitaan."Tatapannya mengikuti Kyrran yang membantu Andrea masuk ke dalam mobil pengantin. Beberapa tamu masih sibuk mengabadikan momen bahagia pasangan terseb
Last Updated: 2026-11-04
Chapter: Married Era 3
Andrea menoleh lagi pada Kyrran, dari balik veil yang menutupi wajahnya, perempuan itu masih tidak menyangka jika momen ini akan tiba. Saking gugupnya, Andrea lupa menyerahkan buket bunga yang masih ia genggam erat.Di sebelahnya. Kyrran melirik ke arah buket di tangan Andrea, kemudian tersenyum tipis."Bunganya, Sayang," bisik pria itu pelan.Andrea tersentak kecil, lalu menunduk, baru menyadari bahwa buket itu masih berada dalam genggamannya."Oh, iya," balasnya berbisik.Kyrran menahan senyum melihat tingkah gugup Andrea. Beruntung, Noela juga menyadari hal itu dan segera mendekat dan menerima buket dari tangan Andrea."Makasih, El," bisik Andrea sambil tersenyum malu. Noela mengangguk tipis, menenangkannya.Andrea kembali meraih jemari panjang Kyrran. Pria itu menyambutnya dengan senyum geli, lalu mengusap punggung tangannya seolah ingin menenangkan kegugupan Andrra.Keduanya lalu menghadap ke depan.
Last Updated: 2026-11-03
Chapter: Married Era 2
Kyrran sudah menghadapi begitu banyak hal dalam hidupnya. Mengambil keputusan besar, menghadapi berbagai persoalan dan melewati masa-masa sulit yang mempertaruhkan nyawanya. Namun, menunggu seorang perempuan berjalan ke arahnya untuk menjadi istrinya ternyata jauh lebih mendebarkan daripada semua itu. Lalu— Pintu utama gereja perlahan terbuka. Alunan musik pernikahan mulai memenuhi ruangan. Percakapan kecil di antara para tamu seketika mereda. Semua orang mengalihkan perhatian ke arah pintu masuk. Kyrran pun mengangkat wajahnya yang tegang oleh kegugupan. Sosok mungil seorang anak perempuan bernama Lilly muncul lebih dahulu. Itu keponakannya—putri kakak sepupunya dari keluarga Alveroz. Lilly mengenakan gaun putih sederhana dengan pita kecil menghiasi rambutnya, flower girl itu melangkah perlahan menyusuri aisle. Kedua tangan mungilnya memegang sebuah keranjang kecil berisi kelopak bunga putih d
Last Updated: 2026-11-02
Chapter: Married Era 1
Suasana di salah satu ruangan privat gereja tampak begitu hangat. Sinar matahari menyelinap melalui jendela-jendela tinggi, menciptakan pantulan keemasan yang lembut di lantai marmer.Beberapa orang terlihat sibuk mempersiapkan diri, sementara enam sahabat Kyrran—Vanko RJ, Jeremy, Derby, Rasya, Davin dan Ryu berkumpul di salah satu sudut ruangan dengan ekspresi yang mencurigakan, tampak sedang merencanakan sesuatu.Kyrran berdiri tak jauh dari jendela. Pria tampan itu mengenakan setelan jas pengantin berwarna putih gading dengan kemeja putih dan dasi kupu-kupu senada, penampilannya tampak begitu sempurna. Rambut hitam legamnya ditata rapi, sementara sebuah boutonniere—rangkaian bunga mini—tersemat di sisi kiri jasnya.Namun, di balik ketenangan pria itu, ada kegugupan yang sulit ia sembunyikan. Hari ini, Kyrran Diandra Yoseviano akan menikahi Andrea Ilsa Shimano."Hei, pengantin pria!" Ryu menghampiri Kyrran sambil menepuk bahunya.Kyrran
Last Updated: 2026-11-01
Chapter: Campus Era 81
Tak terasa waktu berlalu, Andrea berhasil menyelesaikan pendidikannya di bidang Jurnalistik dan meraih gelar Bachelor of Arts (B.A.). Sementara itu, Kyrran berhasil menyelesaikan pendidikan Bachelor of Science (B.S.) in Biology dengan jalur persiapan pre-med. Namun, kelulusan itu bukanlah akhir perjalanan mereka. Masih ada banyak hal yang harus diperjuangkan, terutama bagi Kyrran. Cowok itu akan melanjutkan pendidikan kedokterannya ke luar negeri untuk meraih gelar Doctor of Medicine (MD). Suasana halaman utama Universitas Haster dipenuhi para wisudawan dan keluarga mereka. Jubah hitam dengan selempang merah marun tampak mendominasi pemandangan. Beberapa mahasiswa sibuk berfoto, sebagian lainnya berpelukan dengan keluarga. Suara tawa dan ucapan selamat terdengar dari berbagai penjuru. Andrea berdiri di dekat tangga gedung utama sambil memegang buket bunga yang baru saja diberikan oleh Anastasia ibunya, Kakek Dedrick yang didampingi oleh P
Last Updated: 2026-11-01
Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Pak Reon Berhenti! Aku Bukan Kekasihmu Lagi

Ellena mau tidak mau menerima kesepakatan dengan Reon untuk jadi tunangan pura-pura mantan kekasihnya itu. Semua dilakukan untuk mendapatkan biaya pengobatan sang nenek yang merawat Ellena selama ini. Hubungan pura-pura mereka pelan-pelan membuka pintu lama yang pernah dipaksa tertutup rapat. Kini, dalam ruangan sunyi dan jam kerja panjang, mereka terjebak dalam gairah lama, godaan yang tidak pernah padam, luka yang belum sembuh, permainan ego, serta rahasia masa lalu yang perlahan terungkap. "Elle..." "Ahh! Pak Reon... Berhenti!" Apakah hubungan Ellena dan Reon akan berakhir sama seperti dulu? Kandas di tengah jalan? Ataukah mereka akhirnya bisa bersatu meski harus melewati batas profesional?
Read
Chapter: Bab 218. Arabella Sherryline Ravindra
Ellena pikir hidupnya sudah berakhir ketika dilempar ke laut, tenggelam membawa semua rasa kehilangan dan dendamnya. Namun, dia sadar kalau jantungnya masih berdetak. Suara ombak yang menghantam sesuatu di luar sana terdengar samar di telinganya. Kelopak mata Ellena bergerak, berat, seolah ditarik kembali dari tempat yang sangat dalam. Cahaya redup menembus pandangannya yang masih kabur.Ketika matanya terbuka sempurna, langit-langit kayu asing menyambutnya. Napas gadis itu tersengal pelan.Ellena berkedip beberapa kali, mencoba fokus. Bau obat-obatan samar tercium di udara, bercampur dengan aroma asin laut.Dalam satu sentakan, Ellena langsung duduk. Kepalanya berdenyut dan napasnya memburu. Ia menoleh cepat ke sekeliling.Ruangan itu luas tapi sunyi. Dinding-dindingnya dipenuhi rak tinggi berisi buku-buku tua, beberapa botol kaca, alat-alat medis sederhana, dan cairan-cairan kimia yang tersusun rapi di atas meja pan
Last Updated: 2026-03-31
Chapter: Bab 217. Keputusan Reon
Sudah beberapa hari berlalu, Reon masih tidak bisa menerima kenyataan kalau Ellena sudah pergi untuk selamanya. Lelaki itu berdiri di tengah ruang tamu, tatapannya kosong menyapu setiap sudut, mengulang semua kenangan bersama Ellena juga neneknya. Dia mulai melangkah pelan tanpa arah, lalu berhenti di depan sebuah lukisan istrinya yang tergantung di dinding. Wajah yang dulu melengkapi hidupnya… kini hanya diam dalam rangkaian warna.Tangan Reon terangkat menyentuh bingkai itu untuk beberapa lama. Lalu perlahan dia menariknya turun dan memeluknya, seolah itu satu-satunya cara untuk memastikan bahwa Ellena masih ada di sampingnya… di pelukannya. Namun, sayang kenyataan terlalu cepat menghantam. Napas Reon mulai tidak teratur dan akhirnya dia runtuh. Tangisnya kembali pecah, lebih dalam dan hancur. "Elle…"Dia kemudian berjalan tertatih ke kamar, lalu jatuh di atas ranjang. Lukisan Ellena masih ia peluk erat.
Last Updated: 2026-03-30
Chapter: Bab 216. Tangisan Pecah
Reon tidak berhenti mencari keberadaan Ellena. Dari satu tempat ke tempat lain. Dari satu kemungkinan ke kemungkinan lain.Ponsel di tangannya tidak pernah jauh. Setiap dering membuat Reon langsung menjawab. Setiap pesan dibuka dalam hitungan detik.Mengira itu Ellena. Namun ternyata bukan. Sampai satu panggilan datang dari nomor tidak dikenal. Apakah ini jebakan lagi? Reon mengangkat telepon itu. "Ya?"Beberapa detik Reon hanya mendengarkan. Lalu, wajah lelaki itu semakin pucat. Retinanya terasa panas. "Apa…?" suara Reon pelan, malah hampir tidak keluar. "Tidak mungkin…" Tangannya mulai gemetar. Dia berdiri diam di samping mobilnya, dunia seolah berhenti berputar.Reon mendapatkan kabar bahwa istrinya, Ellena Satya telah tiada. Beberapa jam kemudian, Reon sudah berada di lokasi bersama Vino asistennya. Di ruang kantor otoritas pelabuhan.Seorang pet
Last Updated: 2026-03-29
Chapter: Bab 215. Amarah Reon
Langit sore tampak pucat di atas sana. Angin berhembus pelan, menggoyangkan rumput-rumput liar di sekitar makam yang masih terlihat baru. Tanahnya belum sepenuhnya padat, bunga-bunga di atasnya masih segar.Reon berdiri di depan makam dengan napas berat. Matanya terpaku pada nama yang terukir di nisan."Nek… maaf…" lirih Reon, "aku selalu terlambat," ujarnya parau, tangannya perlahan mengepal di samping tubuhnya.Reon menunduk sedikit, kelopak matanya mulai panas. Selain kehilangan, dia juga tidak bisa membayangkan betapa rapuhnya Ellena. Dia tahu istrinya itu sangat menyayangi neneknya, dia rela melakukan apapun. Kini, nenek istrinya telah tiada dan Reon tidak ada di samping Ellena saat berduka. "Maaf, Nek… ma—af…" suaranya pecah. Namun, sekarang, di mana dia bisa menemukan Ellena? Istrinya… tidak bisa dihubungi, tidak menjawab telepon ataupun membalas pesan, seolah menghilang begitu saja dari dunia.
Last Updated: 2026-03-28
Chapter: Bab 214. Ellena Tidak Selingkuh
Dalam ruangan kerja, Reon berdiri di dekat jendela, memandang kosong ke arah langit malam kota. Rahangnya mengeras, masih terus memikirkan pengkhianatan Ellena. Dia mengusap cincin yang melingkar di jarinya. Dia selalu melakukan itu akhir-akhir ini. Bahkan pekerjaan yang seharusnya dia lakukan semua dibackup oleh asistennya. Tok… Tok… Ketika halus di pintu memecah hening. "Masuk," ujar Reon tanpa menoleh. Vino melangkah masuk dengan langkah hati-hati. Di tangannya, sebuah amplop."Pak, ada yang mengirimkan ini," kata Vino, meletakkan amplop tersebut di meja. Reon menoleh sedikit. Terakhir kali dia menerima amplop seperti itu membuat dadanya kacau. "Dari siapa?" sahutnya. "Tanpa nama, Pak. Saya ambil dari resepsionis barusan."Lelaki itu berjalan mendekat, mengambil amplop tersebut tanpa banyak kata lagi. Dia membukanya malas. Namun saat isi di dalamnya terl
Last Updated: 2026-03-27
Chapter: Bab 213. Tragedi di Kapal Pesiar
Ketika kesempatan terbuka lebar, Ellena akhirnya masuk ke dalam suite Sharron. Berbeda jauh dari kabin biasa, ruangan di dalam suite ini luas dan elegan—lantai kayu mengilap, sofa empuk, lampu hangat, dan jendela besar yang menghadap langsung ke laut malam.Ketika pintu tertutup, matanya langsung menyapu ruangan untuk mencari tempat persembunyian. Ellena bergerak ke arah ruang dalam—kamar tidur utama dengan tirai setengah tertutup, lampu redup dan ranjang besar berada di tengah ruangan.Ellena melihat lemari besar di sudut. Tanpa ragu, dia membukanya perlahan dan masuk ke dalam, menyisakan celah kecil untuk mengintip keluar.Waktu terasa berjalan lambat dan di luar sana ombak terdengar keras, hingga akhirnya pintu terbuka. Ellena menahan napas. Dari celah lemari, ia melihat Sharron masuk ke kamar. Gaun elegan yang wanita itu kenakan dilepas perlahan, digantikan pakaian tidur.Setelah itu dia duduk di depan meja rias untuk mengh
Last Updated: 2026-03-26
You May Also Like
Mencuri Hati Tuan Hamish
Mencuri Hati Tuan Hamish
Romansa · Naiynana
159.4K views
Di Antara Dua Pilihan
Di Antara Dua Pilihan
Romansa · Lis Susanawati
158.3K views
Suami Warisan
Suami Warisan
Romansa · Serafina
158.3K views
Istri Kecil Penebus Hutang
Istri Kecil Penebus Hutang
Romansa · LiaBlue
157.6K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status