Share

66. Mengganggu Lagi

Auteur: VERARI
last update Dernière mise à jour: 2025-12-30 14:05:00

“Tentunya robot ini sangat berharga untuk diberikan secara cuma-cuma. Tetapi, Anda adalah pengembang perangkat lunak dan sistem AI yang bekerja dengan kami. Karena itu, Anda bisa memakainya dan melihat celah sistem AI yang ada di dalam robot ini.”

Pada intinya, Thomas meminta Luna membantu menyempurnakan robot canggih itu. Dia mendadak ragu jika Jordan yang menyuruh Thomas. Kerja sama apa pun dengan Reed Group, seharusnya tidak disampaikan kepada Luna melalui direktur pabrik.

Selama tiga hari mengenali karakter Thomas, pria itu cukup berambisi meski tampak ramah dan tenang. Mungkin, Thomas memang sudah berencana sejak awal bekerja sama dengan Luna tanpa perantara kantor pusat Reed Group. Dan melihat bagaimana Thomas menyimpan robot canggih di brankas pribadi, bukan di tempat penelitian, Jordan maupun Liam bisa jadi belum melihatnya.

Hadiah sekaligus tawaran itu tentunya menguntungkan kedua belah pihak. Jika Luna berhasil menemukan kesalahan atau bug pada sistem perangkat
Continuez à lire ce livre gratuitement
Scanner le code pour télécharger l'application
Chapitre verrouillé

Latest chapter

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   77. Mamamu Ingin Bertemu Denganku

    Carl mencebik dengan kening berkerut, menatap Clara seperti sedang menyalahkannya. Memang benar dia yang membujuk Clara untuk menjenguk Jordan, tetapi dia tidak terima dianggap mengkhawatirkan pria itu.“Aku tidak khawatir! Aku cuma mau robot yang katanya mau dibelikan Paman Jordan!” Kalimat spontan itu mengingatkan alasan Carl ingin menemui Jordan. “Apa kamu pergi bersama mamaku kemarin?”“Carl,” bisik Clara. “Kenapa cara bicaramu tidak sopan seperti itu?”Clara melirik Jordan dengan waswas. Khawatir ucapan Carl akan menyinggung Jordan.Jordan malah tersenyum dan wajahnya tampak berseri-seri. Jordan mengulurkan tangan, refleks mengusap-usap rambut Carl. Tidak menutupi rasa bahagia dan bangga karena putranya mulai menumbuhkan kasih sayang padanya.Carl langsung memundurkan badan selagi menepis kasar tangan Jordan. Namun, perbuatan Carl itu tidak membuat Jordan kecewa. Jordan hanya menganggap Carl masih malu mengakui perasaannya dengan jujur.“Aku baik-baik saja, Carl. Tapi, kamu boleh

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   76. Takut Tanpa Sebab

    Olivia mengernyit tak suka dalam beberapa detik dan tidak disadari oleh Clara. Dia sudah mendengar nama Clara Moore dari Mark, tetapi belum pernah melihat wajahnya. Olivia pun waktu itu tidak terlalu fokus saat membicarakan Clara karena dia percaya Mark bisa mengatasinya.‘Siapa wanita asing ini? Mustahil dia hanya rekan bisnis biasa kalau Jordan sampai memberi tahu keadaannya, sampai nomor kamar ini,’ batin Olivia.Dan kini, melihat ada seorang wanita cantik datang menjenguk suaminya, di mana keluarga mereka merahasiakan tentang kondisi Jordan, firasat buruk mengusik Olivia dalam sekejap. Dia merasa terancam oleh kehadiran wanita yang mungkin dapat mengguncang posisinya.Jordan tidak mencintainya dan Olivia tahu itu. Bisa jadi, Jordan memiliki wanita simpanan tanpa sepengetahuannya.Pada kenyataannya, bukan Jordan yang memberi tahu Clara, melainkan Liam Sanders. Asisten pribadi Jordan itu pun tidak pernah mengira jika Clara tiba-tiba akan datang tanpa memberi kabar

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   75. Menjenguk Paman Pengkhianat

    “Kalau aku pun bahagia bisa membantu Jordan, maka perkembangan janin dalam kandunganku pasti akan semakin sehat, ‘kan? Lagi pula, aku hanya membantu urusan sepele, bukan mau ikut campur menangani proyek besar yang harus dikendalikan Jordan sendiri.”Olivia tersenyum bak malaikat tanpa dosa kepada ibu mertua. Senyuman itu biasanya selalu membuat Evelyn luluh, apalagi ketika Olivia menyinggung bayi dalam kandungannya.Mertua Olivia tentunya tergerak oleh permintaan mulia itu. Namun, mereka tetap tidak mau melihat si menantu kelelahan. Urusan perusahaan sudah seharusnya menjadi tanggung jawab Jordan, bukan istrinya yang sedang mengandung.Dengan tatapan menyesal, Evelyn mengatakan, “Kamu sedang mengandung dan tidak seharusnya bekerja. Kalau kamu sudah melahirkan nanti, kami tidak akan melarangmu melakukan apa pun yang kamu mau, asalkan kamu tidak mengabaikan peranmu sebagai ibu.”Meski kesal dengan penolakan Evelyn, Olivia tetap mengulas senyum. Sehalus apa pun Olivia merayu atau memberi

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   74. Serakah

    Olivia menarik tangan Jordan, mengamati bibir suaminya. “Apa mulutmu terasa sakit atau kering? Mau aku ambilkan air minum?”Jordan akhirnya sadar dari kenangan malam kemarin. Saat ini, dia sedang bersama dengan wanita yang berbahaya dan tidak seharusnya menunjukkan emosi mencurigakan sekecil apa pun.“Tidak.” Dia enggan menatap Olivia terlalu lama, kembali melihat ke arah luar jendela.“Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Jordan? Kenapa kamu tiba-tiba sakit parah seperti ini?” Olivia kembali memerankan istri yang sangat mengkhawatirkan suaminya.“Entahlah ….”Tatapan Jordan menerawang. Wajahnya sengaja didandani agar terlihat lebih pucat dan cara bicaranya yang enggan pun tampak lemas. Dengan kondisi Jordan seperti itu, Olivia bersorak dalam hati.Selama tiga hari ini, Olivia terus memantau kondisi Jordan melalui dokter kenalannya. Dia tidak tahu jika Jordan bekerja sama dengan dokter itu untuk mengelabui Olivia. Dokter itu terus memberi tahu Olivia, bahwa ko

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   73. Memikirkan Wanita Lain

    Carl tahu ke mana ibunya melakukan perjalanan bisnis tiga hari kemarin bersama Reed Group. Biarpun dia belum mengerti tentang perusahaan, namun hanya dari nama Reed, dia tahu jika perusahaan itu milik Jordan.Selama tiga hari, ibunya menghabiskan waktu dengan Jordan, pikir Carl. Pantas saja Luna tidak mau mengajaknya. Luna juga jarang memberi kabar. Carl jadi semakin curiga. ‘Jangan-jangan, Paman Jordan sengaja mengelabui mama sampai mama melupakanku kemarin.’“Kenapa wajahmu tiba-tiba begitu, Carl? Apa kamu tidak menyukainya?” “Aku suka,” jawab Carl singkat dan datar.Luna sedikit curiga dengan sikap Carl yang waspada. Dia lalu menambahkan, “Teman kerja Mama tidak punya maksud tertentu kepada Mama. Kamu tidak perlu khawatir, Carl. Beliau juga sudah berkeluarga dan tidak mungkin menggunakan hadiah sebagai alasan mengganggu Mama.”Dari penjelasan Luna, sudah jelas jika pemberi hadiah itu adalah seorang pria. Dan pria yang diken

  • Paman, Berhenti Mengejar Mama!   72. Pulang

    Tangan Luna terasa lebih sakit dibanding orang yang menerima tamparan. Dia masih ingin memukul Jordan, namun tidak kuasa menahan gemetar oleh kemarahannya.“Buka pintunya. Sekarang.”Dari nada bicaranya yang penuh kebencian itu, jelas sekali jika Luna sudah tidak bisa berkompromi. Jangankan hanya membicarakan masalah pekerjaan, dia tidak sudi lagi bertemu Jordan.Jordan tidak memberi penjelasan apa pun, lalu membukakan pintu untuknya. Dengan perasaan campur aduk yang didominasi oleh amarah itu, Luna berlari kecil mencari-cari ruangan yang digunakan untuk pesta. Akhirnya, dia bertemu seseorang yang membawanya kembali ke tempat yang semestinya.Luna sudah tidak bisa menikmati acara, bahkan tidak memedulikan keramahan orang-orang di sekelilingnya. Dia hanya ingin segera pergi dari tempat itu, di mana ada Jordan Reed yang seperti membawa kutukan baginya.Setelah pesta di yacht milik Reed Group berakhir, Luna dan karyawan Aura Tech langsung berkendara ke Veridian City. Dua wanita lain tidu

Plus de chapitres
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status