LOGINPagi di Desa Miao terasa cerah.Di halaman latihan, Altani sedang beradu jurus dengan ketiga panglimanya. Setelah pengobatan Zhushu, tubuhnya pulih sepenuhnya. Gerakannya kembali lincah, tusukan pedangnya tajam, bahkan Batu yang bertubuh besar harus mundur beberapa langkah untuk menghindari serangannya.“Bagus! Putri sudah kembali seperti semula!” seru Batu.Altani memutar pedangnya dengan bangga. “Tentu saja! Berkat Zhushu!”Ketiga panglimanya saling pandang. Mereka sudah mendengar nama tabib kecil itu puluhan kali sejak sang putri sembuh.Sementara itu, Zhushu mengamati mereka dari beranda rumah pengobatan. Setelah memeriksa denyut nadi Altani sekali lagi, ia tersenyum puas.“Sudah sehat. Kalian bisa bersiap pulang besok pagi.”Altani langsung menghentikan gerakannya.“Pulang?”“Ya. Kau sudah sembuh. Bukankah ada urusan yang harus kalian selesaikan di utara?”Altani menatap Zhushu dengan wajah muram.“Aku tidak mau pulang.”Zhushu mengangkat alis. “Apa?”“Aku ingin tinggal di sini!”
“Mao Ming, berhenti!”Teriakan Wu Keming tenggelam di tengah ledakan qi.Mao Ming berdiri dengan tombak terangkat. Matanya memerah, urat-urat di lehernya menegang, dan qi yang mengalir dari tubuhnya terus meningkat. Jurus Tombak Tak Terkalahkan yang sebelumnya sudah mampu melipatgandakan tenaga dalamnya hingga sepuluh kali lipat kini berkembang jauh melampaui batas itu.Dua puluh kali lipat.Tiga puluh kali lipat.Bahkan lebih!Tanah di bawah kakinya mulai retak. Angin yang berputar di sekitar tombaknya membuat para murid Perguruan Tombak Langit terpaksa mundur.Namun, ada sesuatu yang salah.Mao Ming tidak lagi mendengar suara orang-orang di sekitarnya. Tatapannya kosong, seolah seluruh pikirannya telah ditelan oleh qi yang terus membesar. Ia tidak lagi mengendalikan kekuatannya.Sebaliknya, kekuatan itulah yang mulai menguasainya.Wu Keming segera menyadarinya.“Borise! Serap qi-nya sebelum dia kehilangan kesadaran sepenuhnya!”Borise, yang baru saja memastikan Mao Da masih bernapas
Halaman Perguruan Tombak Langit dipenuhi suara benturan senjata dan ledakan qi.Mao Da semakin berhati-hati. Tombaknya menusuk dari kejauhan, lalu segera ditarik sebelum Borise sempat menyentuhnya. Setiap kali tubuh besar Borise mendekat, Mao Da langsung mundur dengan wajah tegang.Ia tidak takut pada kekuatan telapak tangan Borise semata.Ia takut terkunci.Dan lebih dari itu, ia takut tenaga dalam yang telah dilatihnya selama puluhan tahun akan diserap oleh Jurus Dewa Laut Utara.Borise menyadari semuanya.Ia menghindari sebuah tusukan, lalu mendadak berhenti. Kedua kakinya terbuka selebar bahu, lututnya sedikit ditekuk, sementara kedua tangannya terangkat di depan dada.Sikap tubuhnya berbeda dari sebelumnya.Wu Keming, yang sedang berhadapan dengan Mao Ming, sempat melirik.Ia mengenal banyak gaya bertarung Borise, tetapi kali ini sahabatnya itu mengambil kuda-kuda yang menyerupai ilmu gulat dari negeri utara, dengan tumpuan tubuh rendah dan posisi tangan yang siap menangkap serta
Pagi di Gunung Li seharusnya tenang.Sayangnya, Li Huatang sudah tidak percaya lagi pada kata tenang sejak ia ditinggalkan sendirian bersama Xianhua.“Xianhua, jangan tarik rambut Ibu.”Bayi itu menatapnya dengan mata bulat, lalu menarik lebih kuat.Li Huatang menarik napas panjang.“Baiklah. Rambut ini milikmu untuk sementara.”Di seberang ruangan, Ketua Li Dihua sedang duduk menikmati teh. Melihat muridnya yang biasanya tenang kini berjuang menghadapi seorang bayi, sudut bibirnya terangkat.“Guru,” panggil Li Huatang dengan senyum yang terlalu dipaksakan. “Bisakah Guru membantu saya sebentar?”Li Dihua mengangkat cangkirnya.“Tentu. Aku akan mengambil teh lagi.”“Cangkir Guru masih penuh.”“Kalau begitu, aku akan memeriksa halaman.”“Halaman sudah diperiksa pagi tadi.”“Benarkah? Kalau begitu, aku baru ingat ada urusan penting di luar.”Li Dihua berdiri dengan gerakan anggun.Li Huatang langsung menggendong Xianhua dan menghadang pintu.“Guru, murid hanya meminta bantuan menjaga ana
Dentuman tombak kembali mengguncang halaman Perguruan Tombak Langit.Mao Da dan Mao Ming akhirnya menyadari satu kenyataan yang tidak menyenangkan: jika mereka terus bertarung dengan cara masing-masing, mereka akan kalah.Mao Da harus menjaga jarak dari Borise agar tenaga dalamnya tidak terserap. Sementara itu, Mao Ming sudah mengerahkan Jurus Tombak Tak Terkalahkan, tetapi tetap kesulitan menembus pertahanan Wu Keming.Bahkan jika Mao Ming berhasil mengalahkan Wu Keming dalam pertarungan satu lawan satu, ia belum tentu sanggup menghadapi Borise setelahnya.Dua makhluk aneh itu terlalu merepotkan untuk dilawan secara bergantian.“Mao Da! Dengarkan aku!” teriak Mao Ming sambil memutar tombaknya. “Jangan hanya menggunakan Tombak Pemecah Gunung! Gabungkan seranganmu dengan Jurus Tombak Tak Terkalahkan!”Mao Da menoleh sekilas, lalu menghindari telapak tangan Borise.“Jurus itu belum sempurna!”“Justru karena belum sempurna, kau harus membantuku mengendalikannya! Gunakan tombakmu untuk me
Suara benturan senjata kembali mengguncang halaman Perguruan Tombak Langit.Mao Da tak lagi menyerang dengan membabi buta. Setelah menyadari bahwa setiap sentuhan Borise dapat menguras tenaga dalamnya, ia mulai mengubah cara bertarung. Tombaknya bergerak lebih terukur, menusuk dari kejauhan dan segera menarik diri sebelum Borise sempat mendekat.Jurus Tombak Pemecah Gunung tetap mengerikan. Setiap tusukan membawa tekanan qi yang mampu merobek udara, sementara sapuan tombaknya memaksa Borise terus mengubah posisi.Namun, Borise tidak terburu-buru.Tubuh besarnya bergerak dengan kelincahan yang sulit dipercaya. Sesekali ia menangkis menggunakan telapak tangan, tetapi lebih sering ia menghindar, menunggu kesempatan untuk mendekat.“Adik Mao, kau semakin pintar,” seru Borise sambil menyeringai. “Sekarang kau tahu bahwa tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan menusuk orang!”Wajah Mao Da menggelap.“Jangan banyak bicara!”Tombaknya melesat lurus ke dada Borise.Borise memiringkan tubu







