WU KEMING!" Teriakan itu menggema sampai ke halaman depan. Beberapa murid yang lewat langsung menoleh. Wu Keming hanya tersenyum kecil. "Nah, sekarang dadamu pasti sudah lebih lega." Wu Jian menarik napas panjang, berusaha menenangkan diri. "Aku marah karena Kakak Senior selalu menentang Guru!" Senyum Wu Keming perlahan memudar. Wu Jian melanjutkan. "Sejak kabar tentang Iblis Utara muncul, Guru berkali-kali membahas ekspedisi itu. Setiap kali pula Kakak Senior berdiri paling depan menentangnya." "Kakak berkata perjalanan itu sia-sia." "Kakak berkata lebih baik tenaga para ketua perguruan digunakan untuk membangun bendungan, melatih tabib, membantu desa-desa yang kelaparan, atau menciptakan ilmu baru agar dunia menjadi lebih baik." Wu Jian menatap lurus ke mata kakak seperguruannya. "Semua alasan itu memang benar." "Aku bahkan mengakuinya." "Tapi..." "Guru bukan orang sembarangan." "Beliau seperti ayah kita sendiri." "Bagaimana mungkin seorang murid terus-menerus memb
最終更新日 : 2026-09-02 続きを読む