Para Pendekar dari Sungai Kembar

Para Pendekar dari Sungai Kembar

last updateLast Updated : 2026-09-08
By:  OcyobotUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
Not enough ratings
39Chapters
5views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Sinopsis Puluhan tahun sebelum dunia persilatan terpecah menjadi Sekte Putih dan Sekte Hitam, seluruh ketua perguruan terbesar di jianghu menghilang secara misterius setelah berangkat bersama menuju Pegunungan Barat Jauh untuk mencari sosok yang dijuluki Iblis Laut Utara. Tak seorang pun kembali. Tanpa mengetahui kebenaran, setiap perguruan saling menuduh sebagai dalang di balik peristiwa itu. Benih kebencian pun tumbuh, mengawali perpecahan yang mengubah sejarah jianghu. Di tengah kekacauan tersebut, Wu Keming, murid utama Perguruan Pedang Wu yang terkenal paling berbakat sekaligus paling bandel, menolak menjadi penerus perguruan setelah gurunya ikut menghilang. Ia menyerahkan kedudukan itu kepada adik seperguruannya, Wu Jian, lalu memilih mengembara demi mencari sang guru dan menemukan jalan baru bagi dunia persilatan yang semakin dipenuhi ambisi. Perjalanannya mempertemukannya dengan Borise, pria raksasa dari utara yang tidak memiliki Qi, tetapi mewarisi Jurus Iblis Laut Utara, sebuah ilmu legendaris yang hanya dapat dikuasai oleh orang tanpa tenaga dalam. Mereka kemudian bertemu Li Huatang, pewaris Perguruan Pedang Li yang terkenal dengan ilmu pedang anggun bagaikan tarian, serta seorang gadis tabib dari suku Miao, "Anak Kesayangan" yang memiliki bakat luar biasa dalam meracik obat dan racun. Empat pengembara dengan latar belakang yang berbeda itu awalnya hanya disatukan oleh kebetulan. Namun setiap jejak yang mereka ikuti membawa mereka semakin dekat pada rahasia terbesar jianghu. Di balik hilangnya para ketua perguruan ternyata tersembunyi sebuah kebenaran yang telah mengubah sejarah dan melahirkan permusuhan selama puluhan tahun. Saat seluruh dunia memilih berpihak pada putih atau hitam, empat orang yang tak pernah bercita-cita menjadi pahlawan justru harus menentukan masa depan jianghu sebelum perang yang lebih besar benar-benar tak dapat dihentikan.

View More

Chapter 1

Angin yang Membawa Kabar Buruk

Angin musim gugur bertiup pelan melewati lereng Gunung Naga Hijau.

Daun-daun kuning berputar di udara, jatuh memenuhi halaman luas Perguruan Pedang Wu. Biasanya, suara benturan pedang para murid akan menggema sejak matahari terbit. Hari itu tidak ada seorang pun berlatih.

Yang terdengar hanyalah bisik-bisik.

"...Apa benar Ketua Perguruan ikut menghilang?"

"Aku mendengar bukan hanya Guru Wu."

"Ketua Perguruan Li juga."

"Perguruan Tombak Langit..."

"Perguruan Pedang Selatan..."

"Semuanya..."

Suasana yang biasanya dipenuhi semangat kini berubah menjadi lautan kecemasan.

Di aula utama, para tetua duduk saling berhadapan. Wajah mereka tegang. Sebuah gulungan surat terbuka di atas meja kayu cendana.

Surat itu berasal dari seorang kurir yang berhasil kembali dari wilayah barat.

Isinya singkat.

"Rombongan para ketua perguruan memasuki Pegunungan Barat Jauh dua puluh tiga hari lalu. Sejak saat itu, tidak ada seorang pun yang terlihat keluar."

Hening.

Seorang tetua memukul meja.

"Mustahil!"

Tetua lainnya menggeleng pelan.

"Kalau hanya Ketua Wu yang hilang, mungkin masih bisa diterima. Tetapi seluruh ketua perguruan?"

"Itu berarti sesuatu telah terjadi."

"Atau..."

Seorang tetua berambut putih menyipitkan mata.

"Mereka saling membunuh."

Kalimat itu membuat ruangan semakin sunyi.

Tak seorang pun ingin mempercayainya.

Namun tak seorang pun mampu membantahnya.

Di luar perguruan, keadaan ternyata jauh lebih buruk.

Berita hilangnya para ketua perguruan menyebar secepat angin.

Perguruan-perguruan kecil mulai memilih kubu.

Bandit mulai menyerang desa-desa yang kehilangan perlindungan.

Para pendekar bayaran menawarkan jasa mereka kepada siapa saja yang mampu membayar.

Dunia jianghu yang selama puluhan tahun berdiri di atas keseimbangan perlahan mulai retak.

---

Sementara semua orang sibuk memikirkan masa depan dunia...

Di anak tangga batu gerbang Perguruan Pedang Wu, seorang pemuda justru duduk bersila dengan santai.

Sebuah kendi arak berada di tangan kirinya.

Di sampingnya tergeletak sebuah pedang panjang bersarung hitam kebiruan. Ukiran naga dan burung phoenix saling melilit di gagangnya, seolah hidup.

Di pangkuannya terdapat sebuah kitab tua yang dibungkus kain kuning kusam.

Pemuda itu menenggak seteguk arak, lalu menghela napas panjang.

"Ah..."

"Kalau Guru benar-benar hilang..."

"...siapa yang nanti membayar utang arakku?"

Ia menggaruk kepalanya sendiri.

Beberapa murid yang melintas langsung memandang tajam.

"Kakak Senior Wu masih sempat bercanda?"

"Memalukan."

"Guru belum tentu selamat."

"Dia malah minum."

Wu Keming hanya melirik sekilas.

"Bukankah orang yang sedang sedih justru lebih cocok minum?"

Tak ada yang menjawab.

Para murid pergi sambil menggerutu.

Wu Keming kembali menatap langit.

Awan bergerak perlahan.

Sudah tiga hari.

Tiga hari sejak kabar itu tiba.

Dan entah mengapa...

hatinya terus merasa tidak tenang.

Ia menepuk perlahan gagang Pedang Naga Phoenix di sampingnya.

Pedang itu dingin.

Tetapi setiap kali menyentuhnya, wajah gurunya selalu terbayang.

Wu Keming tersenyum tipis.

"Guru..."

"Apa yang sebenarnya Guru cari di ujung dunia sana?"

Angin kembali berembus.

Seolah menjadi satu-satunya jawaban yang mampu diberikan langit.

Tak lama kemudian terdengar langkah kaki berlari menaiki anak tangga.

"Kakak Senior!"

"Kakak Senior Wu!"

Wu Keming bahkan tidak menoleh.

"Aku sedang pura-pura menghilang."

"Kalau kau memanggilku, berarti penyamaranku gagal."

Suara itu semakin mendekat.

Seorang pemuda berusia sekitar dua puluh tahun berhenti sambil terengah-engah.

Jubah putih Perguruan Pedang Wu yang dikenakannya dipenuhi debu.

Dialah Wu Jian.

Adik seperguruan yang sejak kecil selalu mengikuti Wu Keming ke mana pun.

Wu Jian memegangi lututnya sambil mengatur napas.

"Kakak Senior..."

"Aku mencari ke dapur..."

"...ke gudang arak..."

"...ke sungai..."

"...bahkan ke pohon persik tempat Kakak pernah tidur semalaman."

Wu Keming mengangguk puas.

"Bagus."

"Itu berarti kau sudah hafal semua tempat persembunyianku."

Wu Jian menghela napas panjang.

"Seluruh perguruan sedang kacau."

"Para tetua mencarimu ke mana-mana."

Wu Keming kembali meneguk araknya.

"Kalau mereka berhasil menemukanku, berarti mereka kurang sibuk."

Wu Jian memijat dahinya.

Sejak kecil, berbicara dengan kakak seperguruannya memang lebih melelahkan daripada berlatih pedang seharian.

Namun kali ini...

senyum Wu Keming tidak mampu menutupi kesedihan yang tersimpan jauh di balik matanya.

Wu Jian menatap Wu Keming cukup lama.

Semakin lama, semakin sulit ia menahan amarah yang selama tiga hari terakhir dipendamnya.

"Kakak Senior..."

Wu Keming masih menenggak araknya.

"Hm?"

"Aku marah padamu."

Wu Keming mengangguk santai.

"Wajar."

Wu Jian mengernyit.

"Hanya begitu?"

"Kalau kau marah, berarti kau masih sehat."

Wu Jian mengepalkan kedua tangannya.

"Kakak Senior tahu kenapa aku marah?"

Wu Keming memandang kendi araknya.

"Mungkin karena kau lapar."

"Bukan!"

"Mungkin karena para tetua cerewet."

"Bukan!"

Wu Keming berpikir sejenak.

"Oh... jangan-jangan kau diam-diam jatuh cinta pada murid Perguruan Pedang Li?"

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
39 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status