Beranda / Pendekar / Para Pendekar dari Sungai Kembar / Pertemuan Pendekar Aneh & Gadis Anggun

Share

Pertemuan Pendekar Aneh & Gadis Anggun

Penulis: Ocyobot
last update Tanggal publikasi: 2026-08-02 22:23:00

Li Dihua melangkah perlahan ke tengah arena.

Tatapannya yang teduh lebih dahulu tertuju kepada pemuda bertubuh besar dengan mata biru yang berdiri di samping Wu Keming.

Ia berhenti beberapa saat.

Matanya mengamati dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Tubuh yang menjulang.

Bahu yang lebar.

Lengan yang dipenuhi otot padat.

Kulit yang pucat, berbeda dengan orang-orang Dataran Tengah.

Serta sepasang mata biru yang begitu jernih.

Li Dihua tersenyum tipis.

"Anak muda..."

"Fisikm
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Bayangan di Balik Laporan

    Lonceng istana berdentang tiga kali.Aula utama kembali dipenuhi para pejabat kerajaan. Sang raja jatuh sakit sejak malam sebelumnya, sehingga Perdana Menteri Chou Ye ditunjuk untuk memimpin rapat.Di hadapannya terhampar laporan dari wilayah barat.“Kerusuhan antarkelompok, serangan bandit terhadap jalur perdagangan, penculikan seorang tabib dari Desa Miao, serta dugaan pemberontakan,” ujar Chou Ye setelah membaca ringkasannya. “Semua terjadi dalam waktu berdekatan. Kini muncul pula kabar bahwa beberapa sekte barat menjalin hubungan dengan orang-orang utara.”Seorang pejabat segera maju.“Perdana Menteri, kita harus mengirim pasukan! Jika mereka benar-benar merencanakan pemberontakan, keterlambatan kita hanya akan memperburuk keadaan.”“Dan jika tuduhan itu keliru?” sahut Lu Wenqiao, Menteri Perang. “Kita justru bisa mendorong perguruan-perguruan yang semula tidak bermusuhan untuk bersatu melawan kerajaan.”Pejabat itu mendengus. “Apakah Menteri Perang hendak membiarkan mereka bertin

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Dua Benjolan dan Tiga Wajah Bercap

    Perkemahan kecil di tengah hutan akhirnya tenang setelah perjalanan panjang.Sayangnya, ketenangan itu tidak berlaku bagi empat orang yang duduk berjajar di depan api unggun.Zhushu duduk di atas sebuah batu, memegangi dua benjolan di kepalanya. Wajahnya masam, matanya menyipit, dan setiap kali ia memandang Altani, sang putri langsung bersembunyi di belakang Batu.“Putri,” kata Zhushu pelan, “apa kau tahu berapa kali kau membuatku pingsan?”Altani mengintip dari balik bahu Batu.“Dua kali?”“Bagus. Berarti kau masih ingat.”Batu, Saran, dan Temur duduk tegak seperti tiga murid yang sedang menunggu hukuman.Ketiganya memiliki bekas tamparan merah di pipi kiri dan kanan. Bahkan Batu, yang memiliki kulit sangat tebal hingga sulit ditembus senjata biasa, kini mengusap pipinya dengan mata berkaca-kaca.“Tabib,” gumam Batu, “kulitku bisa menahan pukulan senjata, tetapi tamparanmu ternyata berbeda.”Saran meliriknya sambil mengusap pipi.“Kau masih beruntung. Aku bahkan tidak berani menyentu

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Golok yang Memilih Korban

    DENTANG! BOOM!Benturan golok dan senjata utara mengguncang hutan.Hao Huma mengayunkan Golok Harimau, memaksa Batu mundur beberapa langkah. Pada saat bersamaan, Hong Liangyau melesat di antara pepohonan, belati Walet Merahnya berputar mengejar Altani yang mencoba membuka jalan.“Hebat!” seru Altani sambil menangkis. “Sudah lama aku tidak menghadapi lawan seperti kalian!”Hong tersenyum tipis.“Kalau begitu, jangan terburu-buru pergi.”“Aku memang ingin bertarung lebih lama! Tapi aku harus membawa Zhushu ke utara!”“Kalau begitu, lepaskan dia dahulu!”“Tidak bisa!”Hong menghela napas. Putri ini benar-benar keras kepala.Di sisi lain, Batu kembali berhadapan dengan Hao. Tubuhnya yang luar biasa keras membuatnya berani menerima beberapa serangan, tetapi Golok Harimau bukan senjata yang bisa diremehkan.Hao mengayunkan goloknya ke arah bahu Batu.Batu mengangkat lengan untuk menahan.DUUM!Tubuh besarnya terdorong mundur, kedua kakinya menggores tanah.“Golok yang bagus!” Batu tertawa.

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Tabib yang Tak Boleh Bangun

    Borise terus melesat melewati jalan pegunungan.Setiap kali menghadapi tanjakan, ia meledakkan qi di bawah kakinya agar tubuh besarnya terdorong maju. Kecepatannya luar biasa, tetapi keadaan tubuhnya semakin buruk.Darah mengalir dari hidungnya. Sesaat kemudian, ia terbatuk dan memuntahkan darah ke tanah.Wu Keming yang berada di punggungnya langsung menepuk bahunya.“Borise! Berhenti!”“Tidak!”Borise kembali mengumpulkan qi. Tanah bergetar ketika ia melesat maju.Wu Keming akhirnya turun paksa dan menghadang jalannya.“Aku bilang berhenti!”Borise menatapnya dengan mata merah karena cemas.“Aku harus menemukan Zhushu!”“Aku tahu! Tapi apa gunanya kau berlari secepat ini kalau akhirnya tumbang di tengah jalan?”“Aku masih sanggup!”Wu Keming menunjuk darah di tanah.“Kalau itu yang kau sebut sanggup, aku tidak ingin melihatmu ketika benar-benar tidak sanggup!”Borise terdiam, tetapi napasnya masih memburu.Wu Keming menarik napas panjang.“Dengarkan aku. Saat aku pertama kali meningg

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Jaring Matahari Barat

    Ketua Duan tidak membuang waktu setelah mengetahui Zhushu dibawa pergi.Ia mengangkat dua jari ke bibir, lalu meniup peluit pendek dengan nada berurutan. Para murid Partai Matahari Barat yang tersebar di sekitar desa segera menerima isyarat itu.“Cari jejak empat orang utara! Jangan menyerang jika mereka tidak membahayakan penduduk, tetapi jangan biarkan mereka membawa Zhushu semakin jauh!”Di atas pepohonan, beberapa kelabang terlatih milik Lembah Hantu Merah mulai bergerak. Mereka membawa tanda dan pesan menuju pos-pos murid yang menjaga jalur hutan.Tidak lama kemudian, kabar itu sampai kepada Hong Liangyau, Ketua Lembah Hantu Merah, dan Hao Huma, Ketua Golok Harimau.Hong sedang menghalau sekelompok bandit yang mengganggu desa-desa di wilayah barat. Hao sendiri tengah mengamankan jalur perdagangan bersama murid-muridnya.Begitu menerima pesan, keduanya langsung bergerak.“Zhushu diculik?” Hong menyipitkan mata. “Siapa yang cukup berani melakukan hal bodoh itu?”Hao mengangkat golo

  • Para Pendekar dari Sungai Kembar   Empat Pendekar Utara dan Dua Lawan yang Kewalahan

    “Putri, kita harus pergi sekarang!”Saran mengamati Ketua Duan yang berdiri dengan golok hitamnya, sementara Huang Liang telah mengambil posisi di sampingnya.Altani masih bersikeras. “Aku tidak akan pulang tanpa Zhushu!”Zhushu yang berdiri di belakang mereka mulai kehilangan kesabaran.“Putri, kau sudah sembuh, tetapi rupanya kepalamu belum benar-benar pulih. Siapa yang mengajarimu menculik orang setelah diselamatkan?”“Aku tidak menculikmu! Aku hanya ingin membawamu ke utara!”“Itu namanya menculik!”Ketika Zhushu hendak melangkah maju, Altani tiba-tiba mendekat dan menepuk tengkuknya.Zhushu langsung terkulai.“Putri!” seru Batu.Altani menangkap tubuh kecil itu sebelum jatuh, lalu menyerahkannya kepada Batu.“Pegang baik-baik. Jangan sampai kepalanya terbentur.”Batu menerima Zhushu dengan wajah pucat.“Putri, kalau dia bangun nanti, kita semua mati.”“Kalau begitu, jangan biarkan dia bangun dulu!”Ketua Duan mengernyit. “Kalian benar-benar mencari masalah.”Altani menghunus peda

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status