Short
Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan

Setelah Dokumen Rahasia Dihancurkan, Kakakku Turun Tangan

Oleh:  AulitaTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
8Bab
5Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Aku yang bekerja di unit rahasia ditugaskan oleh atasan untuk mengantarkan dokumen ke perusahaan kakak perempuanku. Begitu aku melangkah masuk ke kantornya, seorang pekerja magang menghalangi jalanku. "Kamu asisten baru itu?" Orang itu mengamatiku dari ujung kepala sampai ujung kaki, lalu akhirnya memfokuskan pandangannya pada dokumen di tanganku sebelum mencibir, "Kamu sudah mau jilat Bu Arabella di hari pertama kerja? Apa kamu bahkan nggak bercermin?" Pada saat ini, aku baru menyadari bahwa dia menganggapku sebagai saingan asmaranya. Namun, kakakku juga tidak pernah memberitahuku bahwa dia memiliki pacar. Sebelum aku bisa menjelaskan, sebuah tamparan keras sudah mendarat di wajahku. "Cuma aku yang boleh jadi asisten Bu Arabella! Jangan harap kamu bisa jadi pacarnya!" Dia menjambak rambutku dan menyiramkan teh panas ke wajahku. "Kamu masih begitu muda, tapi malah mau hidup dengan andalkan perempuan dan merayu wanita kaya? Hari ini, aku akan gantikan orang tuamu beri kamu pelajaran!" Aku meringkuk di lantai dan masih mati-matian melindungi map dokumen dengan tubuhku. Tindakan itu benar-benar membuatnya marah. Dia merebut map itu dan merobeknya hingga hancur di depan seluruh karyawan perusahaan. Dia bahkan dengan tidak malunya berkata kepada kakakku, "Bu Arabella, asisten barumu cukup bernyali dan mencoba merayumu. Tapi jangan khawatir, aku sudah beri dia pelajaran."

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Pria itu benar-benar bernyali. Berani-beraninya dia incar Bu Arabella. Dia benar-benar sial karena sudah menyinggung Filbert."

"Dia mungkin belum tahu, meski Filbert cuma seorang pekerja magang, ayahnya itu eksekutif senior perusahaan. Semua pria yang mencoba merayu Bu Arabella sebelumnya akhirnya diusir dalam keadaan tragis!"

Para karyawan di sekitar tak berhenti berbisik.

Filbert menatapku dengan sombong dan penuh peremehan. Pada detik berikutnya, dia mencengkeram rambutku dan mengangkatku dari lantai dengan kasar. Rasa sakit yang menusuk membuat kakiku lemas, dan aku secara refleks mengerang. Namun, yang kudapatkan sebagai balasan adalah tamparan keras lainnya.

"Kamu itu pria dewasa, tapi malah teriak begitu genit. Siapa yang mau coba kamu rayu? Asal kamu tahu, Bu Arabella lagi hadiri acara bisnis di luar hari ini. Dia nggak ada di kantor. Sebaiknya kamu singkirkan pikiran mesummu itu. Kalau aku nggak melumpuhkanmu hari ini, jangan panggil aku Filbert!"

Aku menahan amarahku. Baru saja aku hendak menjelaskan, ponselku yang jatuh ke samping tiba-tiba berdering. Setelah melihat layar ponsel dengan jelas, aku menyadari yang menelepon adalah atasanku. Aku mencoba meraihnya, tetapi Filbert merebut ponsel itu terlebih dahulu. Di depan seluruh karyawan perusahaan, dia menyalakan speaker.

"Kenneth, kamu sudah sampai dan ketemu sama Bella?"

Mendengar panggilan itu, Filbert seketika murka. Dia meraung histeris ke arah ponsel, "Dasar bajingan tua! Apa kamu sudah gila karena terlalu miskin? Berani-beraninya kamu suruh anakmu untuk merayu Bu Arabella! Memangnya Bella itu panggilan yang pantas diucapkan sampah masyarakat sepertimu?"

Atasanku langsung terkejut mendengar penghinaan itu. Sebelum dia sempat menyahut, Filbert tiba-tiba menutup telepon.

"Filbert, ngapain kamu omong kosong sama dia? Lihat wajahnya yang licik, dia mungkin cuma anak orang miskin yang dengar Bu Arabella lagi cari asisten dan berharap bisa nikah sama Bu Arabella."

Anak buah Filbert yang berdiri di samping berkacak pinggang dan mengamatiku dengan tampang penuh ejekan.

Aku menahan rasa sakit yang luar biasa di kulit kepalaku dan mulai menjelaskan dengan suara gemetar. "Nggak, aku datang bukan untuk melamar posisi asisten."

Namun, sebelum aku selesai berbicara, secangkir teh panas mendidih tiba-tiba disiramkan ke wajahku. Rasa sakit yang membakar, seolah ditusuk jarum, segera menyebar ke seluruh tubuhku. Aku jatuh ke lantai dan menggeliat kesakitan. Dalam sekejap, lepuhan-lepuhan besar dan kecil langsung muncul di kulitku yang terluka.

Melihat ini, orang-orang yang menyaksikan bukan hanya tidak membantu, malah tertawa terbahak-bahak.

"Filbert, ngapain kamu siram dia? Gigolo sepertinya mungkin akan berpura-pura kasihan di depan Bu Arabella dengan tampang basah kuyupnya."
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Tidak ada komentar
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status