共有

Pelatih Yang Mencuri Hatiku
Pelatih Yang Mencuri Hatiku
作者: Richy

Bab 1

作者: Richy
Namaku Melinda, seorang istri yang bertubuh sexy.

Aku sudah menikah dengan suamiku selama tiga tahun. Kami sudah melakukannya ribuan kali, sampai-sampai berbagai posisi pun terasa membosankan.

Hari ini, aku merangkak di atas ranjang, menunggingkan bokongku untuk menyambut hantaman keras dari suamiku.

Dia membenturkan dirinya berkali-kali ke bokong kencangku.

Namun tak lama, dia menghela napas panjang dengan nada kecewa.

“Haish, andai saja bokongmu sedikit lebih montok, pasti rasanya lebih mantap saat berbenturan.”

“Aku suka tipe bokong yang kenyal dan montok, rasanya lebih nikmat saat ditabrak.”

Demi kebahagiaan kehidupan ranjang kami, aku memutuskan untuk pergi ke gym dan menyewa pelatih pribadi khusus untuk melatih otot bokong.

Pelatih yang kupilih adalah seorang pria berotot kekar, namanya Calvin.

Di tempat gym, dia selalu mengenakan celana ketat yang menonjolkan bagian bawahnya. Sekali lirik saja, sudah terlihat ukurannya sangat besar.

Setelah mengetahui permintaanku, Calvin menyusun jadwal latihan dan memintaku datang setiap malam.

Agar bisa mengamati perubahan pada bokongku secara langsung, Calvin menyuruhku memakai rok mini tanpa celana pengaman di dalamnya.

Berdiri di depan pria asing dengan pakaian seperti itu membuat hatiku merasa sangat malu.

Namun, demi memuaskan suamiku, aku memutuskan untuk mencobanya.

Saat keluar rumah dengan rok mini itu, aku merasakan hembusan angin di antara kedua kaki.

Aku bahkan tidak berani membungkuk saat berjalan, karena bungkuk sedikit saja, semuanya akan terlihat.

Pria-pria yang lewat terus menatap lekat-lekat ke balik rokku. Sungguh memalukan sekali.

Diriku sendiri adalah wanita dengan gairah yang tinggi, diperhatikan oleh banyak pria seperti itu membuatku hampir saja mengerang di tempat.

Sesampainya di gym, aku sempat terkejut melihat betapa kekarnya si pelatih.

Bahkan celananya pun tak mampu menyembunyikan ukurannya yang luar biasa besar itu. Itu ukuran manusia?

Melihat kedatanganku, dia pun melambaikan tangan.

“Melinda, ayo ke sini. Aku sudah siapkan jadwal latihan untukmu.”

Gym itu penuh dengan pria tampan dan wanita cantik, pemandangan yang membuat hatiku berdebar.

Dengan perasaan gugup sekaligus bersemangat, aku berjalan ke depan pelatih.

“Kalau mau melatih bokong, kamu harus melakukan squat. Pegang barbel dengan kedua tangan, lalu jongkok dengan bertenaga. Rasakan tarikan pada tulang belakangmu.”

“Usahakan bokongmu menonjol ke belakang semaksimal mungkin agar latihannya efektif.”

Dia berdiri tepat di belakangku untuk memandu gerakanku.

Meski dia hanya berdiri diam, bagian tubuhnya yang menonjol itu tetap bisa menyentuh bokongku.

Setiap kali bersentuhan, rasanya seperti ada aliran listrik yang merambat dari tulang ekor, membuat seluruh tubuhku terasa lemas dan geli.

“Baik, sekarang coba lakukan squat!”

Karena jarang berolahraga, kekuatan tubuhku kurang stabil. Begitu berjongkok, titik tumpu tubuhku langsung bergeser ke belakang.

Kakiku kehilangan keseimbangan dan aku jatuh terduduk tepat di atas tubuh pelatih itu.

Tanpa melesat sedikit pun, bokongku mendarat tepat di atas benda miliknya yang tengah menegang.

Karena aku hanya memakai rok mini dan celana dalam yang sangat tipis, rasanya hampir seperti kulit yang bersentuhan langsung.

Seketika, sensasi aneh menjalar ke seluruh tubuh, membuatku merasa sangat malu.

Duduk di atas benda seukuran itu, rasanya jauh lebih memuaskan daripada milik suamiku.

Kemudian, pelatih memegang ketiakku dengan kedua tangannya dan memapahku berdiri.

Dengan malu-malu, aku berkata,

“Maaf, aku bukan sengaja. Tadi aku nggak seimbang, maaf sekali.”

“Nggak apa-apa, pemula memang biasanya kurang tenaga. Sering latihan nanti juga terbiasa.”

Tatapan mata pelatih itu tampak begitu intens, seolah ingin melahapku hidup-hidup.

Aku baru menyadari sesuatu, diriku jauh lebih pendek dari pelatih, apalagi tadi dalam posisi berjongkok. Bokongku tak mungkin bisa menyentuh bagian itu begitu saja.

Kecuali….

Pelatih itu sengaja mengarahkan miliknya ke arah bokongku, sehingga membuatku tak sengaja mendudukinya.

Astaga! Berita pelecehan yang biasanya hanya kubaca di internet, kini benar-benar terjadi padaku!

Namun, kok aku malah tidak marah? Malahan merasa agak bergairah?

Sejujurnya, sensasi tadi terasa sangat memacu adrenalin.

Sadar bahwa pikiranku mulai berbahaya, aku segera mengingatkan diriku sendiri.

Tak boleh, tubuhku itu milik suamiku. Hal seperti ini tak boleh terjadi.

Aku pun segera merapikan posisi, membuka kaki selebar baju. Kali ini, aku tak boleh jatuh lagi.

Aku mengangkat barbel dengan sekuat tenaga. Saat bersiap untuk jongkok, tiba-tiba kedua tangan pelatih mencengkeram pergelangan tanganku.

“Biar aku membantumu menahannya, supaya kamu nggak jatuh lagi kalau tenagamu habis.”

Ditahan oleh lawan jenis dari belakang seperti itu, rasanya seperti terkurung, menambah rasa malu di hatiku.

Namun, dengan bantuan pelatih, kurasa aku tidak akan jatuh lagi kali ini.

Setelah hatiku sedikit lebih tenang, aku mengencangkan seluruh otot tubuhku dan mulai berjongkok perlahan.
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード

最新チャプター

  • Pelatih Yang Mencuri Hatiku   Bab 7

    Aksi suamiku itu memicu simpati dari orang-orang di sekitar.Mereka semua mengira aku punya kecenderungan melakukan kekerasan, bahkan mendukung penuh agar aku dimasukkan ke penjara.Aku hanya tersenyum tipis, lalu mengangkat tangan dan berkata, “Aku juga punya bukti!”Begitu kalimat itu terucap, semua orang yang hadir tersentak kaget.“Bukti apa yang kamu punya? Jelas-jelas kamu yang memukul orang, masih mau memutarbalikkan fakta?”“Benar, seorang wanita main tangan itu benar-benar memalukan kaumnya sendiri.”….Orang-orang di sekitar mulai mencaciku, kata-kata yang keluar semakin lama semakin tidak pantas didengar.Bahkan suamiku pun berkata dengan angkuh, “Bukti apa yang bisa kamu tunjukkan? Dengarkan baik-baik, meski malaikat datang sekalipun hari ini, kamu nggak akan bisa lolos.”Aku hanya tersenyum tanpa menjawab.Aku hanya memberi isyarat agar mereka melihat ke layar besar di ruang sidang.Isi di layar tersebut menunjukkan momen saat suamiku menyeretku ke kamar dan melakukan ak

  • Pelatih Yang Mencuri Hatiku   Bab 6

    Suamiku memasukkan tangannya ke dalam baju seorang gadis muda, sementara mulutnya sedang asik berciuman dengan gadis di sebelahnya.Jika ini terjadi di masa lalu, aku pasti akan sangat marah.Namun sekarang, yang tersisa hanyalah perasaan lega.Mungkin dengan cara ini, aku bisa bercerai tanpa perlu merasa bersalah sedikit pun.Setelah minum cukup banyak bersama Calvin, kepalaku terasa pening dan berat.Aku menunggu sampai suamiku selesai bermain dan pulang, baru kemudian aku pergi.Calvin mengikutiku dan berkata,“Sudah larut malam, biar aku yang mengantarmu pulang saja.”Melihat ketulusan di matanya, aku pun setuju.“Boleh, antarkan aku pulang saja.”Sesampainya di bawah apartemen, Calvin pamit pulang.Aku naik ke atas dan masuk ke dalam rumah.Suamiku terbaring di ranjang dengan bau alkohol yang menyengat. Melihatku datang, dia bertingkah layaknya tuan dan langsung melepas celananya.“Sini, jilat ini.”Menjijikkan sekali.Aku tak mengatakan sepatah kata pun, hanya diam-diam pergi man

  • Pelatih Yang Mencuri Hatiku   Bab 5

    Keesokan harinya, aku mencoba menenangkan perasaanku dan berangkat kerja.Sikap profesional saat bekerja membuatku tak punya waktu untuk memikirkan keretakan rumah tangga dan yang mengejutkannya, aku malah mendapatkan ketenangan batin.Waktu berlalu cepat, tibalah jam pulang kerja.Sesuai janji, aku pun pergi ke tempat gym.Melihat Calvin, aku merasakan kepuasan tersendiri di dalam hati.Dia meletakkan peralatan yang sedang dipegangnya dan begitu melihatku datang, dia menyapa dengan ramah.“Eh Melinda, sudah datang, ya.”Aku mengangguk.“Kok rasanya suasana hatimu lagi nggak baik hari ini?”Aku tak menjawab, karena aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus mengungkapkannya.Calvin juga tak bertanya lebih jauh dan melanjutkan latihan bersamaku.Dia lagi-lagi menempel di belakangku. Aku merasa seluruh gairahku bangkit kembali.Namun bedanya, kali ini ada sedikit perasaan kasih sayang yang terselip di dalam hati.Cinta memang bumbu terbaik untuk gairah.Aku hampir tak bisa menahannya lag

  • Pelatih Yang Mencuri Hatiku   Bab 4

    Aku pun tertidur di sampingnya dengan perasaan yang hampa.Keesokan paginya, aku bangun pagi-pagi sekali untuk pergi bekerja.Pekerjaan di kantor hari ini sangat menumpuk, aku sibuk tanpa henti.Sangking sibuknya, aku bahkan tidak sempat meminum seteguk air seharian.Saat jam pulang kerja tiba, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Seharusnya malam ini aku pergi ke tempat gym untuk berlatih, tapi tubuhku benar-benar sudah terlalu lelah.Akhirnya, aku mengirim pesan pada Calvin.“Kak, aku nggak latihan dulu malam ini, boleh? Aku sibuk seharian dan benar-benar lelah, sekarang juga baru saja pulang kerja.”Calvin segera membalas pesanku.“Nggak apa-apa. Kalau kamu merasa lelah, pulang dan istirahat saja. Kita bisa latihan lagi besok.”Pesannya diikuti dengan sebuah emoji yang lucu.Meskipun aku belum lama mengenal Calvin, dari detail kecil seperti ini, aku bisa merasakan betapa lembutnya dia padaku.Dia selalu memedulikan perasaanku.Aku turun dari kereta bawah tanah dan kembali k

  • Pelatih Yang Mencuri Hatiku   Bab 3

    Aku tersentak kaget, lalu segera mengeratkan seluruh otot tubuhku.Aku menahannya agar dia tak bisa bergerak lebih jauh.Melihat reaksiku, pelatih tidak lagi memaksa. Dia malah membantuku merapikan celanaku kembali.“Itu… jangan dimasukkan ke hati, ya. Aku hanya melihat celanamu sudah basah, jadi berniat membantumu tadi.”Pelatih itu mencoba menjelaskan dengan nada yang agak canggung.Namun, aku malah tidak marah sama sekali. Sebaliknya, ada sedikit rasa kecewa di dalam hatiku.Kenapa pelatih tak bisa sedikit lebih berani, sedikit lebih kuat lagi?Aku begitu mendamba untuk dipaksa masuk olehnya, karena dengan begitu, aku tidak akan merasa terlalu bersalah pada suamiku.“Oh, nggak apa-apa. Tadi aku hanya agak gugup dan takut saja.”Melihat aku tidak menyalahkannya, pelatih itu pun tampak lega.“Nggak masalah, namanya juga pertama kali. Wajar saja kalau gugup. Nanti juga akan terbiasa.”Entah apa yang dimaksud dengan pertama kali olehnya, pertama kali dipaksa oleh pria atau pertama kali

  • Pelatih Yang Mencuri Hatiku   Bab 2

    “Nah, bagus! Turun perlahan, rasakan tulang belakangmu menarik otot bokongmu. Busungkan bokongmu ke belakang sekuat tenaga, perhatikan ritme napasmu!”Pelatih membantuku dari belakang.Dia menggenggam kedua tanganku dan seiring gerakanku yang merendah, dia pun ikut berjongkok perlahan.Harus kuakui, pelatih ini memang ahli. Kali ini, aku berhasil melakukan squat dengan mulus. Pijakanku kokoh, sama sekali tidak goyah.Namun, tiba-tiba….Aku merasakan sesuatu yang keras mulai menyelinap masuk ke celah bokongku!Saat berjongkok, rokku tersingkap dan benda itu langsung menekan celana dalam tipis yang kupakai!Jika yang pertama tadi bisa disebut tidak sengaja, maka yang kali ini benar-benar pelecehan yang nyata!Pelatih ini sungguh nekat.Di sekitar gym ini masih ada orang lain, tapi dia melakukannya begitu terang-terangan.Namun, sensasi itu membuatku seolah sulit untuk berhenti.Biasanya saat bersama suamiku, dia selalu cepat selesai hanya dalam beberapa gerakan, sama sekali tak bisa memu

続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status