INICIAR SESIÓN“Jangan, hm… tubuhku ini milik suamiku.” Di tempat gym, aku menyewa seorang pelatih pribadi untuk melatih otot bokong agar lebih kencang. Demi menonjolkan bentuk tubuh yang lebih maksimal, aku hanya mengenakan rok mini berwarna merah muda yang tipis, hingga samar-samar memperlihatkan celana dalam putihku. Diriku yang memang sensitif ini langsung merasa gemetar saat pelatih itu tiba-tiba menyingkap rok pendekku dan menyentuh bagian bokongku Seketika, sekujur tubuhku terasa bergejolak tak karuan. Melihat reaksiku, pelatih itu dengan sigap menarik celana dalamku yang sudah basah. “Rasanya geli sekali, ya? Biar kutenangkan, ya.” ….
Ver másAksi suamiku itu memicu simpati dari orang-orang di sekitar.Mereka semua mengira aku punya kecenderungan melakukan kekerasan, bahkan mendukung penuh agar aku dimasukkan ke penjara.Aku hanya tersenyum tipis, lalu mengangkat tangan dan berkata, “Aku juga punya bukti!”Begitu kalimat itu terucap, semua orang yang hadir tersentak kaget.“Bukti apa yang kamu punya? Jelas-jelas kamu yang memukul orang, masih mau memutarbalikkan fakta?”“Benar, seorang wanita main tangan itu benar-benar memalukan kaumnya sendiri.”….Orang-orang di sekitar mulai mencaciku, kata-kata yang keluar semakin lama semakin tidak pantas didengar.Bahkan suamiku pun berkata dengan angkuh, “Bukti apa yang bisa kamu tunjukkan? Dengarkan baik-baik, meski malaikat datang sekalipun hari ini, kamu nggak akan bisa lolos.”Aku hanya tersenyum tanpa menjawab.Aku hanya memberi isyarat agar mereka melihat ke layar besar di ruang sidang.Isi di layar tersebut menunjukkan momen saat suamiku menyeretku ke kamar dan melakukan ak
Suamiku memasukkan tangannya ke dalam baju seorang gadis muda, sementara mulutnya sedang asik berciuman dengan gadis di sebelahnya.Jika ini terjadi di masa lalu, aku pasti akan sangat marah.Namun sekarang, yang tersisa hanyalah perasaan lega.Mungkin dengan cara ini, aku bisa bercerai tanpa perlu merasa bersalah sedikit pun.Setelah minum cukup banyak bersama Calvin, kepalaku terasa pening dan berat.Aku menunggu sampai suamiku selesai bermain dan pulang, baru kemudian aku pergi.Calvin mengikutiku dan berkata,“Sudah larut malam, biar aku yang mengantarmu pulang saja.”Melihat ketulusan di matanya, aku pun setuju.“Boleh, antarkan aku pulang saja.”Sesampainya di bawah apartemen, Calvin pamit pulang.Aku naik ke atas dan masuk ke dalam rumah.Suamiku terbaring di ranjang dengan bau alkohol yang menyengat. Melihatku datang, dia bertingkah layaknya tuan dan langsung melepas celananya.“Sini, jilat ini.”Menjijikkan sekali.Aku tak mengatakan sepatah kata pun, hanya diam-diam pergi man
Keesokan harinya, aku mencoba menenangkan perasaanku dan berangkat kerja.Sikap profesional saat bekerja membuatku tak punya waktu untuk memikirkan keretakan rumah tangga dan yang mengejutkannya, aku malah mendapatkan ketenangan batin.Waktu berlalu cepat, tibalah jam pulang kerja.Sesuai janji, aku pun pergi ke tempat gym.Melihat Calvin, aku merasakan kepuasan tersendiri di dalam hati.Dia meletakkan peralatan yang sedang dipegangnya dan begitu melihatku datang, dia menyapa dengan ramah.“Eh Melinda, sudah datang, ya.”Aku mengangguk.“Kok rasanya suasana hatimu lagi nggak baik hari ini?”Aku tak menjawab, karena aku benar-benar tidak tahu bagaimana harus mengungkapkannya.Calvin juga tak bertanya lebih jauh dan melanjutkan latihan bersamaku.Dia lagi-lagi menempel di belakangku. Aku merasa seluruh gairahku bangkit kembali.Namun bedanya, kali ini ada sedikit perasaan kasih sayang yang terselip di dalam hati.Cinta memang bumbu terbaik untuk gairah.Aku hampir tak bisa menahannya lag
Aku pun tertidur di sampingnya dengan perasaan yang hampa.Keesokan paginya, aku bangun pagi-pagi sekali untuk pergi bekerja.Pekerjaan di kantor hari ini sangat menumpuk, aku sibuk tanpa henti.Sangking sibuknya, aku bahkan tidak sempat meminum seteguk air seharian.Saat jam pulang kerja tiba, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Seharusnya malam ini aku pergi ke tempat gym untuk berlatih, tapi tubuhku benar-benar sudah terlalu lelah.Akhirnya, aku mengirim pesan pada Calvin.“Kak, aku nggak latihan dulu malam ini, boleh? Aku sibuk seharian dan benar-benar lelah, sekarang juga baru saja pulang kerja.”Calvin segera membalas pesanku.“Nggak apa-apa. Kalau kamu merasa lelah, pulang dan istirahat saja. Kita bisa latihan lagi besok.”Pesannya diikuti dengan sebuah emoji yang lucu.Meskipun aku belum lama mengenal Calvin, dari detail kecil seperti ini, aku bisa merasakan betapa lembutnya dia padaku.Dia selalu memedulikan perasaanku.Aku turun dari kereta bawah tanah dan kembali k
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.