Share

540. Mati Kutu

Author: Leva Lorich
last update publish date: 2026-06-18 18:46:34

“Apa-apaan ini, Herman?! Kamu pasti sudah gila! Total valuasi seluruh aset dan saham perusahaan Husodo & Herman Silversmith ini secara keseluruhan hanya bernilai satu miliar dolar! Berdasarkan perhitungan matematika ekonomi yang paling mendasar, seharusnya kuota dua puluh enam persen saham itu nilainya hanya dua ratus enam puluh juta dolar saja! Kenapa kamu menjualnya dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari harga? Ini pemerasan!” protes De Jong dengan urat-urat di lehernya yang menonjol te
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   540. Mati Kutu

    “Apa-apaan ini, Herman?! Kamu pasti sudah gila! Total valuasi seluruh aset dan saham perusahaan Husodo & Herman Silversmith ini secara keseluruhan hanya bernilai satu miliar dolar! Berdasarkan perhitungan matematika ekonomi yang paling mendasar, seharusnya kuota dua puluh enam persen saham itu nilainya hanya dua ratus enam puluh juta dolar saja! Kenapa kamu menjualnya dengan harga dua kali lipat lebih mahal dari harga? Ini pemerasan!” protes De Jong dengan urat-urat di lehernya yang menonjol tegang karena merasa sedang dipermainkan.Pak Herman kembali terkekeh, menggeleng-gelengkan kepalanya dengan santai seolah amukan dari De Jong sama sekali tidak memiliki pengaruh apa pun bagi mentalnya yang kini sudah dibentengi oleh taktik jenius dari sang ahli waris tunggal. ”Terserah saya dong mau menentukan harga jual berapa untuk saham pribadiku sendiri. Kan namanya orang jualan itu bebas. Tidak ada satu pun pasal di dunia ini yang bisa memaksa seorang pemilik barang untuk menjual miliknya d

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   539. Menyalahi Klausa

    Pak Herman tersenyum miring, sama sekali tidak merasa terhina oleh ucapan Jansen karena ia sudah tahu betul tabiat asli pria berperut buncit itu. ”Kalian sepertinya tulus sekali memikirkan masa depan dan urusan ranjangku ya?” ucap Pak Herman dengan nada sarkasme yang sangat kental.De Jong cepat mengangguk, merasa bahwa umpan ramah dari Jansen mulai berhasil melunakkan pertahanan pria tua dari Indonesia tersebut. ”Benar, Herman! Kami sangat tulus ingin membantumu lepas dari semua tekanan manajemen ini. Serahkan saja dua puluh enam persen saham itu pada aliansi kami hari ini.””Sayangnya, aku sama sekali tidak ingin dibantu oleh aliansi kalian... karena aku sudah dibantu oleh orang lain,” jawab Pak Herman dengan sebuah senyuman penuh kemenangan yang seketika meruntuhkan rasa percaya diri ketiga pria Belanda tersebut.”Dibantu orang lain? Siapa?” ketiganya membeo secara bersamaan dengan kening yang berkerut dalam, merasa kecolongan karena selama ini pengawasan mereka terhadap pergerakan

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   538. Sahabat Terbaik Di Amsterdam

    Mendengar kepalsuan yang keluar dari mulut Jansen, Pak Herman terkekeh rendah, sebuah tawa menyindir yang langsung menusuk ego ketiga pria di hadapannya. ”Orang bilang, tidak ada teman yang abadi di dunia ini, Jansen... selain kepentingan yang abadi,” jawab Pak Herman menyindir dengan kalimat telak yang membuat wajah Jansen seketika berubah kaku.De Jong tidak terima dengan sindiran tajam tersebut. Ia menggebrak meja dengan pelan untuk menunjukkan kekecewaannya. ”Kamu pikir apa kami punya kepentingan sendiri yang merugikan? Jangan berpikiran buruk begitu, Pak Herman! Kita ini sahabat, kita semua ingin yang terbaik untuk masa depan Husodo & Herman Silversmith!” kata De Jong membela diri.”Kalau merasa jadi sahabat, nanti sore setelah jam kantor selesai kita bisa minum teh bersama di kedai depan. Tapi sekarang, di dalam ruangan ini, kita adalah pekerja profesional yang bergerak berdasarkan hitam di atas putih aturan hukum perusahaan,” kata Pak Herman memotong habis seluruh drama kekelu

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   537. Pemilik Saham Minoritas

    Pak Herman sejenak menatap wajah ketiga pemilik saham lainnya. Pria tua itu memindai satu per satu ekspresi yang tergambar di wajah para pria asing yang duduk berjejer di seberang meja kaca raksasa tersebut.Selama berbulan-bulan ini, ketiga orang inilah yang secara konsisten menebar teror hukum, intimidasi, bahkan bermain kotor di belakang layar untuk merebut takhta kekuasaan Husodo & Herman Silversmith.Di ujung kiri duduk Finn de Jong, biasa dipanggil De Jong, usia lima puluh tujuh tahun, sosok yang merasa paling cerdas di antara aliansi mereka. Pria bertubuh kurus dengan kacamata berbingkai perak itu menatap Pak Herman dengan dahi berkerut, seolah-olah sedang menguliti kelemahan fisik sang tuan rumah dari balik lensa matanya yang tajam.Di sebelahnya ada Daan van Dijk, dipanggil Daan, usia lima puluh lima tahun yang selalu ambisius. Penampilan Daan terlihat sangat necis dengan rambut klimis yang disisir ke belakang, namun sorot matanya yang liar mencerminkan ketamakan yang luar

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   536. Lebih Cepat Lebih Baik

    Pagi hari di rumah Pak Herman, mereka sedang menikmati makan pagi bersama di ruang makan yang mewah dan bernuansa klasik Eropa. Sinar matahari pagi Amsterdam yang hangat menembus celah-celah jendela kaca besar, menerangi meja makan kayu yang dipenuhi oleh hidangan sarapan roti panggang, sosis premium, telur setengah matang, serta kopi hitam yang harum mengepul. Pram duduk dengan setelan kemeja formal yang sangat pas membungkus tubuh tegap berototnya, memancarkan aura seorang pemimpin muda yang penuh wibawa. Di sebelahnya, Dara tampak begitu segar dan anggun dengan riasan natural, duduk dengan sikap sempurna khas asisten pribadi kelas atas setelah melewati malam yang luar biasa panas di lantai tiga.Meskipun hidangan di atas meja terasa sangat lezat, suasana di ruang makan itu diliputi oleh ketegangan yang cukup pekat. Pak Herman yang duduk di ujung meja tampak tidak tenang, berulang kali memainkan sendoknya tanpa benar-benar menyentuh makanannya.”Gimana, Pram? Kamu sudah memikirka

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   535. Menyambut Misi Besar

    Goyangan yang dilakukan oleh Dara dari posisi atas kian bergerak liar, berani, dan sarat akan tuntutan kepuasan yang membara di atas ranjang berkelambu tipis tersebut. Dengan memposisikan kedua paha mulusnya mengapit erat pinggul kekar Pram, gadis cantik itu terus memacu kecepatan pompaan pinggulnya naik dan turun bagaikan seorang penunggang kuda yang handal. Setiap kali pinggul padat Dara merosot jatuh ke bawah, pantat semoknya menumbuk keras pangkal paha Pram, menciptakan suara hantaman daging yang sangat basah dan pekat, berpadu riuh dengan gesekan cairan asmara yang sudah berbusa putih di sela-sela paha mereka.Crokkk!Crokkk!Pram yang berbaring terlentang dengan kegagahan fisik tanpa batas hanya bisa menyeringai jantan, menikmati sensasi jepitan maut dari lorong labirin Dara yang menjepit kencang setiap inci urat-urat menonjol di tongkat baseball raksasa miliknya. Kedua tangan kokoh Pram yang berotot merayap naik ke atas, mencengkeram erat pinggang ramping Dara untuk membantu

  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   171. Jangan Hari Ini

    Pram yang duduk di balik kemudi hanya bisa menggeram dalam hati, telinganya menajam mencoba menangkap suara Sisil dari seberang telepon. 'Sialan si Pedro, ternyata dia tetep lapor ke ayahnya. Wah runyam ini kalau sampai bisnis Bu Sisil terkena imbas gara-gara kejadian tadi,' batin Pram dengan peras

    last updateLast Updated : 2026-04-04
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   149. Pelayan Profesional

    "Nanti kamu mau dijemput jam berapa, Bunga? Kabari ya kalau udah selesai," tanya Pram sambil menatap Bunga yang masih berdiri di ambang pintu mobil.Bunga tersenyum manis, jemarinya memainkan ujung rambutnya dengan manja. "Nanti Bunga telepon aja ya, Mas. Soalnya hari ini ada beberapa as

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   151. Suasana Baru

    "Aduh, maaf ya, Bu Sisil. Tadi itu Bunga beli es krim pas di jalan, terus pas saya ngerem mendadak es krimnya jatuh kena jok. Makanya dia tadi buru-buru masuk karena takut diomelin," ujar Pram sambil memasang wajah menyesal yang paling meyakinkan, padahal jantungnya berdegup kencang karena aroma

    last updateLast Updated : 2026-04-01
  • Pelayan Gagah Milik Nyonya Majikan   132. Kerja Rodi

    "Aku nggak mau tahu alasannya. Kamu nggak usah membela diri lagi! Pokoknya, Mas Pram, hari ini bener-bener nyebelin!" ketus Sisil sambil menghentakkan kakinya ke lantai teras.Sisil langsung berdiri dengan gerakan sewot, mengabaikan wajah Pram yang melongo dan serba salah. Ia melangkah masuk ke da

    last updateLast Updated : 2026-03-30
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status