Marlon Menantu Terhebat

Marlon Menantu Terhebat

last updateDernière mise à jour : 2026-06-01
Par:  Langit BerawanEn cours
Langue: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Notes insuffisantes
8Chapitres
11Vues
Lire
Bibliothèque

Partager:  

Report
Overview
Catalog
Scanner le code pour lire sur l'application

Marlon Pramudya rela dihina sebagai menantu pengangguran demi cintanya pada Erinka. Tiga tahun ditindas mertua dan diejek teman-teman istrinya, kesabaran pria bertubuh gempal dan kekar ini akhirnya habis. Melalui satu pesan singkat, penyamarannya berakhir. Marlon mengambil alih posisi sebagai Presdir baru Skylight Group. Dia kembali ke dunia nyata untuk menguasai uang ratusan miliar dan menaklukan siapapun yang menghalangi langkahnya. Kini Marlon ingin membuktikan kekuatannya sebagai menantu terhebat dengan menghancurkan setiap musuh yang meremehkannya. Namun, saat rahasia besar bahwa dirinya adalah seorang miliarder terbongkar, apakah Erinka tetap mendampingi Marlon? Ataukah identitas baru Marlon akan menghancurkan pernikahannya?

Voir plus

Chapitre 1

BAB 1: MENANTU YANG TERTINDAS

“Bagaimana rasanya, Sayang, enak enggak nasi goreng buatanku?” tanya Marlon yang berdiri di samping Erinka, setelah istrinya itu menyuap sesendok nasi goreng ke mulutnya.

“Hmm... sedap... beneran ini kamu yang masak?” tanya Erinka.

“Iya, dong aku... tapi bumbunya sih Bi Puri yang membuat, aku bagian yang menggorengnya,” jelas Marlon sambil tersenyum semringah karena Erinka menyukai masakannya. 

Erinka pun meminta suaminya untuk sarapan pagi bersama, tapi tiba-tiba datang sang mama yang langsung bertolak pinggang dan menatap tidak senang ke arah suaminya.

 “Marlon... mau ngapain kamu?” teriak Kemala saat melihat lelaki bertubuh gempal itu baru saja duduk di meja makan, di samping istrinya.

“Erin yang minta Marlon menemaniku makan, Mah,” jelas Erinka membela suaminya.

“Enggak usah dimanja suamimu itu, Rin! Pokoknya tidak ada jatah makan apa pun sebelum bekerja, bisa-bisa kalau perutnya sudah kenyang dia jadi pemalas, enggak mau mengerjakan apa-apa, maunya tidur terus di kamar...!” tegas Kemala melarang menantunya itu menyentuh nasi goreng yang tampak menggiurkan di atas meja.

“Selama tiga tahun aku tinggal di rumah ini, mana pernah aku bermalas-malasan, Mah,” ujar Marlon coba membela diri.

“Alasan aja kamu... lagi cari muka kamu ya di depan istrimu? Padahal kenyataannya sebaliknya...!” ujar Kemala tidak mau terima alasan Marlon.  

“Tapi, Mah...” ucap Erin coba mencegah Marlon yang bangkit dari duduknya.

“Sudah..., sudah... sekarang juga kamu pergi ke depan, Marlon, buang air bekas rendaman kaki aku dan Papa,” perintah Kemala dengan tegas sambil menunjukkan jari telunjuknya ke arah depan rumah.

“Sudah Sayang, jangan bikin Mama marah... aku enggak apa-apa kok, kamu lanjutkan saja ya makannya... muahhh...” ucap Marlon sambil mengusap lembut rambut Erinka yang lurus dan panjang sepunggung, lalu dengan lembut dia mengecup kepala istrinya yang wangi shampo lavender.

Marlon berjalan menuju teras depan, tampak di sana ada Sugalih, bapak mertuanya, yang baru saja selesai merendam kaki dengan air garam di sebuah ember plastik berwarna biru. Kegiatan yang dilakukannya rutin dua hari sekali setiap pagi ini katanya dipercaya bisa mengurangi nyeri karena penyakit asam urat. 

“Sudah ya, Pah? Aku benahi embernya... ” ucap Marlon menghampiri Sugalih, lalu mengambil ember bekas rendaman kaki yang ada di dekat tempat duduk lelaki itu.

“Biar saja di situ, Nak Marlon,... biar nanti si bibi yang membenahinya,” ucap Sugalih dengan suara yang lembut.

Berbeda dengan istrinya, sejak Marlon menjadi menantu dalam keluarganya, Sugalih memperlakukan Marlon sama seperti dia memperlakukan anak kandungnya sendiri, Erinka, penuh perhatian dan kasih sayang seorang ayah pada anaknya. 

“Enggak apa-apa, Pah, biar aku yang simpan embernya ke belakang, kalau menunggu Bi Puri pulang dari pasar pasti masih lama,” jelas Marlon beralasan.

“Maafin Papa ya, Nak Marlon, Papa jadi enggak enak sama kamu, setiap hari kamu melakukan banyak pekerjaan di rumah ini,” ucap Sugalih coba menunjukkan perasaan bersalahnya pada Marlon.

“Tidak apa-apa, Pah, ini kan sudah menjadi tanggung jawabku sebagai bagian dari keluarga ini,” ucap Marlon coba meyakinkan lelaki berkacamata di depannya bahwa dia sama sekali tidak keberatan melakukan pekerjaan rumah yang diberikan padanya.

“Ya udah, Nak, simpanlah ember itu, nanti setelah kamu selesai, buatlah minuman, kopi atau susu, lalu kamu duduk sini temani Papa ngobrol,” pinta Sugalih saat Marlon menjinjing kedua ember berisi bekas rendaman kaki itu. 

Saat Kemala sedang membuatkan kopi untuk suaminya di dapur, dia memandang sinis ke arah Marlon  yang tampak baru saja selesai membersihkan ember bekas rendaman kaki. 

“Marlon, jangan pergi dulu, antarkan kopi ini ke Papa,” ucap Kemala memerintahkan menantunya seperti pada seorang jongos. “Aku ingatkan pada kamu, jangan coba-coba kamu meracuni pikiran suamiku, atau coba-coba meminta dikasihani, karena aku tahu semua itu tipu dayamu untuk mengambil keuntungan dari keluarga ini,” ucap Kemala dengan ketus sambil mengaduk kopi hitam di dalam gelas kaca.

“Mengapa Mama selalu berprasangka buruk seperti itu padaku, Mah? Coba katakan apa alasannya sampai sekarang Mama tidak menyukai aku?” tanya Marlon untuk pertama kali dengan segenap keberanian, walaupun dia masih menunjukkan sikap hormat pada ibu mertuanya.

“Dengar ya baik-baik..., gara-gara kehadiranmu di keluargaku ini, sekarang keluargaku jadi bahan gunjingan oleh saudara-suadara suamiku, mereka menganggap kalau aku tidak becus mendidik anak gadis-ku agar bisa memiliki seorang suami yang sederajat dengan keluarga mereka. Sampai di sini kamu bisa mengerti kan Marlon, mengapa aku tidak menyukaimu berada di rumah ini?” ucap Kemala penuh emosi membeberkan semua alasan ketidaksukaannya pada Marlon.

Marlon tertunduk lemas, ingin rasanya dia berteriak melampiaskan kekesalan dan rasa sakit yang ada di hatinya, tapi selalu saja dia teringat janjinya pada Erinka tiga tahun lalu, bahwa dia rela melakukan apapun demi istrinya. Namun, setelah tiga tahun berlalu sepertinya dia sudah tidak tahan lagi harus ditindas terus-menerus oleh keluarga istrinya. Tiba-tiba hari ini hatinya tergerak untuk mengakhiri penyamaran dirinya sebagai menantu belian.

“Hey, Marlon... kenapa kamu jadi bengong di situ sih...!” panggil Kemala membuyarkan lamunan Marlon. “Ayo antar kopi ini ke Papa di depan. Ingat ya, kamu hanya boleh minum teh atau air putih saja,” jelas Kemala kemudian keluar dari dapur meninggalkan Marlon.

Setelah meracik teh tawar panas, lalu Marlon membawa teh itu beserta kopi untuk Sugalih menuju teras depan. Kesempatan diminta duduk menemani bapak mertuanya minum kopi, dimanfaatkan Marlon untuk mengirim pesan ringkas pada seseorang di luar sana.

“Tante, aku sudah tidak sanggup ditindas di rumah mertuaku, aku ingin kembali menjadi diriku yang dulu” bunyi pesan yang ditulis Marlon pada seseorang yang disebutnya ‘Tante’ yang entah berada di mana.

Tidak lama menunggu balasan, sambil menemani Sugalih ngobrol tentang bisnis bakpaonya suatu ketika dulu, Marlon pun menerima pesan dari wanita itu, “Ahaaa... akhirnya setelah lama ditunggu-tunggu kau kembali juga... Selamat datang kembali, Marlon Pramudya...” 

Marlon hanya tersenyum membaca pesan dari wanita-wanita di sana yang saat ini pasti sedang tertawa bahagia menyambut kehadirannya kembali pada dunianya yang sebenarnya, setelah tiga tahun menghilang.

Déplier
Chapitre suivant
Télécharger

Dernier chapitre

Plus de chapitres

Aux lecteurs

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Pas de commentaire
8
Découvrez et lisez de bons romans gratuitement
Accédez gratuitement à un grand nombre de bons romans sur GoodNovel. Téléchargez les livres que vous aimez et lisez où et quand vous voulez.
Lisez des livres gratuitement sur l'APP
Scanner le code pour lire sur l'application
DMCA.com Protection Status