تسجيل الدخولMarlon Pramudya rela dihina sebagai menantu pengangguran demi cintanya pada Erinka. Tiga tahun ditindas mertua dan diejek teman-teman istrinya, kesabaran pria bertubuh gempal dan kekar ini akhirnya habis. Melalui satu pesan singkat, penyamarannya berakhir. Marlon mengambil alih posisi sebagai Presdir baru Skylight Group. Dia kembali ke dunia nyata untuk menguasai uang ratusan miliar dan menaklukan siapapun yang menghalangi langkahnya. Kini Marlon ingin membuktikan kekuatannya sebagai menantu terhebat dengan menghancurkan setiap musuh yang meremehkannya. Namun, saat rahasia besar bahwa dirinya adalah seorang miliarder terbongkar, apakah Erinka tetap mendampingi Marlon? Ataukah identitas baru Marlon akan menghancurkan pernikahannya?
عرض المزيد"Tuan Marlon Pramudya, atas perintah langsung Mayjen Handoko, Anda dinyatakan bebas murni dan seluruh nama baik Anda telah dipulihkan!" ucap perwira militer itu lantang.Suara Letnan Kolonel Hermawan yang baru saja tiba di area rutan bergaung keras, memantul di antara dinding-dinding beton halaman dalam Polres. Kepala Rutan dan para perwira polisi yang berdiri di sekitarnya hanya bisa menunduk dalam-dalam, tidak berani menatap wajah Marlon yang kini berdiri tegak di tengah lorong keluar.Marlon tersenyum tipis. Ia perlahan bangkit berdiri dari posisi terakhirnya, merapikan pakaian tahanan oranye yang sedikit kusut sebelum menggantinya dengan kemeja bersih yang dibawakan oleh Walfred di dalam ruang transit. Dengan gerakan tangan yang tenang, ia mengancingkan lengan kemejanya satu per satu, menunjukkan ketenangan luar biasa yang kontras dengan kepanikan orang-orang di sekitarnya."Terima kasih atas konfirmasinya, Letkol," ujar Marlon, suaranya terdengar jernih dan berwibawa. Ia melirik
Di dalam sel tahanan Polres yang pengap dan gelap, Marlon sedang duduk tenang di atas dipan semen. Kedua lengannya bertumpu di atas lutut, sementara pandangan matanya menatap lurus ke arah jeruji besi di hadapannya. Meski tubuhnya hanya dibalut pakaian tahanan sederhana berwarna oranye yang kusam, tidak ada sedikit pun guratan ketakutan atau keputusasaan di wajah pemuda itu. Ia justru tampak seperti seorang pertapa yang sedang bermeditasi di tengah keheningan malam.Drap! Drap! Drap!Tiba-tiba, keheningan rutan yang mencekam itu pecah oleh suara langkah kaki sepatu bot militer yang berirama tegas dan berat. Suara itu menggema kuat di sepanjang koridor dinding beton rutan, memantul dari satu sel ke sel lainnya.Marlon sedikit menegakkan posisi duduknya. Telinganya yang tajam langsung mengenali bahwa derap langkah itu bukanlah langkah santai para sipir sipil yang biasa berjaga di sana."Cepat buka jalannya! Jangan membuat beliau menunggu!" terdengar suara bentakan panik dari arah ujung
Gubrak!Tubuh Zakie terjerembab keras di atas lantai bordes besi yang dingin dan berkarat. Kedua tangannya yang terborgol ke belakang membuat dirinya tidak mampu menahan benturan, menyebabkan keningnya membentur dinding pembatas besi dengan bunyi dentuman yang cukup kuat. Belum sempat ia mengaduh kesakitan, pintu jeruji tebal di belakangnya langsung ditutup secara kasar dari luar.Brakkk! Klik-klik-klik!Bunyi gembok baja yang dikunci berlapis bergaung memekakkan telinga di dalam ruang sempit yang pengap itu. Zakie diseret keluar dari restoran mewah itu laksana seorang kriminal kelas kakap, tubuhnya dilempar kasar ke dalam bak belakang mobil tahanan militer yang tertutup rapat oleh besi jeruji tebal dan dilapisi terpal hijau tua.Malam yang seharusnya menjadi puncak kejayaannya, malam di mana ia memamerkan cincin berlian bersama Kemala dan bersulang dengan para pejabat, kini berubah total menjadi awal dari neraka dunia."Woi! Buka pintunya! Sialan kalian semua!" teriak Zakie dengan su
"Inspektur Zakie, Anda ditahan atas perintah langsung Panglima Militer Provinsi!" seru Letnan Kolonel Hermawan dengan suara bariton yang tegas tak terbantahkan.Kemala menjerit histeris. Ia melangkah mundur dengan tergesa-gesa hingga tumit sepatu hak tingginya tersangkut gaunnya sendiri. Tubuhnya hampir limbung jika tidak segera ditangkap oleh ibunya yang juga sudah pucat pasi menahan takut. Mereka berdua bersembunyi di sudut pilar besar, memandangi kekacauan di depan mereka dengan mata terbelalak."Lepaskan saya! Kalian tidak punya hak!" teriak Zakie. Ia mencoba melawan, menyentakkan bahunya ke kanan dan ke kiri sekuat tenaga. "Saya ini kepala unit! Jabatan saya dilindungi undang-undang sipil! Kalian tentara arogan, lepaskan!"Namun, dua prajurit provost bertubuh kekar di sisi kanan dan kirinya sama sekali tidak goyah. Dengan satu gerakan taktis yang sinkron, mereka memutar pergelangan tangan Zakie ke belakang dan mendorong tubuhnya hingga membungkuk di atas meja makan mewah. Piring-
“Apakah kamu akan berhenti menuntut Marlon di penjara, Al?” tanya Wenny pada Albert saat di lobi hotel itu hanya tinggal mereka berdua, setelah Marlon dan yang lainnya pergi.“Kamu kan sudah kenal aku lama, masak enggak tahu sifatku, Wen? Kalau aku sudah punya keinginan, apapun caranya akan aku lak
Si wanita bergincu tebal itu terus mengikuti langkah Marlon hingga ke smoking area, dia duduk tidak jauh dari tempat duduk Marlon yang saat itu hanya seorang diri di balkon hotel yang terbuka bebas itu. Ada semilir angin bertiup di siang menjelang sore itu yang mengibas rambut panjang wanita berpak
Meygi menyuruh Herru yang berdiri di belakangnya untuk memanggil si manager restoran. Tidak lama datang lah wanita berponi dan bermata sipit menghadapnya.“Iya Bu Meygi... Ibu panggil saya?” tanya si manager sambil membungkukan badan di depan Meygi untuk menunjukkan rasa hormatnya.“Tadi kamu bila
“Kenapa kamu sejak tadi diam saja sih, Beb? Apa kamu masih belum yakin dengan Black Card yang aku miliki bisa membayar semua makanan yang dipesan teman-temanmu,” ucap Erinka saat terlihat kurang berselera menikmati makan siangnya di meja terpisah dengan teman-temannya. “Aku percaya kok, pasti kamu






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.