共有

Calon Ibu

作者: Risca Amelia
last update 公開日: 2026-02-03 20:51:32

Ketika pagi sudah menjelang, Moza melenguh kecil. Perlahan kesadarannya kembali saat indra penciumannya menangkap aroma yang sangat menggoda. Perpaduan gurih nasi goreng omelette dan kehangatan susu vanila.

Ketika ia membuka mata, pemandangan pertama yang ia lihat adalah Dastan yang sudah berdiri tegak di samping tempat tidur. Di atas nakas, telah tersaji nampan berisi segelas susu, sepiring nasi goreng, dan semangkuk buah-buahan segar.

"Selamat pagi, Sayang," sapa Dastan. Ia membungkuk sedikit
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (5)
goodnovel comment avatar
mama kenzo
baca ny ngebut...akhrny bisa nyusul sampai bab d sini...smga moza bs d trima oleh opa markus
goodnovel comment avatar
Ikeu Kodila
moza subur banget ya, padahal dastan punya kelainan tapi sama moza bener2 jadi dong, hahaha
goodnovel comment avatar
Ikeu Kodila
kan kan kan akhirnya coming soon juga, huuuuaaaa cukae dastan dan moza makin makin sweet nih roman2nya RT mereka
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Sarang Para Tuan Muda

    Ketika mobil Dastan memasuki gerbang mansion, seperti ada aliran listrik yang menjalar di udara. Kehadiran tiga mobil mewah yang terparkir di halaman depan, menjadi pertanda bahwa seluruh “Tuan Muda” keluarga Limantara telah berkumpul di sarang mereka.Moza menyentuh lengan Dastan, matanya memancarkan kegelisahan. "Dastan, ayo kita masuk lebih cepat. Kita harus membantu Reva dan Bara,” bisik Moza. “Aku takut situasi di dalam memanas, karena masalah pergantian calon pengantin itu."Dastan mematikan mesin mobilnya, lalu menatap sang istri penuh ketenangan. Ia merapikan anak rambut Moza yang sedikit berantakan karena angin malam. "Tenanglah, Sayang. Elbara seorang pengacara handal yang pandai bicara. Dia pasti bisa membela dirinya dan Reva di hadapan Opa Markus. Aku sangat yakin pada kemampuan adikku."Moza menggelengkan kepala, bibirnya mengerucut tipis. "Bara memang hebat, tapi aku memikirkan Reva. Dia belum pernah mengalami situasi seperti ini, berhadapan langsung dengan otoritas te

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pria Tampan di Salon Kecantikan

    Dastan benar-benar membuktikan ucapannya. Di sebuah salon premium di pusat kota, pria itu duduk tenang di sofa lobi dengan laptop di pangkuannya.Kehadiran Dastan tampak kontras dengan suasana sekitarnya yang penuh dengan wanita. Meski ia hanya mengenakan setelan kasual, tetapi kharisma seorang Dastan Limantara tidak dapat disembunyikan.Beberapa wanita yang baru masuk atau sedang menunggu giliran berkali-kali melirik. Bahkan, ada yang sengaja memperlambat langkah hanya untuk mencuri pandang.Ketampanan Dastan yang maskulin, serta sikap telatennya menunggu pasangan di salon, membuat banyak wanita berbisik iri."Lihat itu, jarang sekali ada pria setampan dia mau bersabar di salon sampai membawa pekerjaan," bisik seorang wanita muda kepada temannya."Istrinya sangat beruntung," sahut yang lain.Namun, Dastan tetaplah Dastan. Ia bersikap dingin dan acuh tak acuh. Baginya, lobi salon itu tak ubahnya ruang kerja sementara. Matanya hanya terpaku pada deretan angka dan laporan di layar lapt

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menjadi Ratu-ku Malam Ini

    Selepas penyatuan raga yang meluruhkan segala pembatas, terjadi perubahan drastis dalam diri Kageo. Pria itu menanggalkan jubah monster yang selama ini ia pakai.Kageo menunjukkan sisi manjanya yang tak terduga—sisi polos yang selama ini terkubur di bawah lapisan dendam. Di meja makan, ia hanya menatap piringnya dengan pandangan malas sampai Aya duduk di sampingnya."Suapi aku," pintanya menuntut perhatian.Aya tidak lagi mendesah kesal atau merasa terancam. Ia mengambil sendok dan menyuapi Kageo dengan gerakan yang penuh ketulusan. Tak hanya itu, Kageo seperti enggan melakukan apa pun sendiri. Ia meminta Aya membantunya mengenakan kemeja, menyisir rambut, dan bersikeras agar sang istri menemaninya melukis.Aya melakukan semua itu dengan hati yang ringan. Menyadari bahwa di balik keangkuhannya, Kageo hanyalah jiwa yang sangat haus akan kasih sayang.Suasana kamar kembali sunyi di malam hari. Aya sibuk merapikan pakaian mereka ke dalam koper besar di sudut ruangan. Setelah selesai, i

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Terlahir Kembali Setelah Penyatuan

    Hujan di luar sana seolah menjadi saksi atas pergeseran atmosfer yang terjadi di dalam kamar.Suhu tubuh Kageo yang tadinya sedingin es, kini merayap naik hingga terasa membara. Panas ini bukan lagi akibat demam atau reaksi anemia aplastik, melainkan lahir dari hasrat yang tersulut di tengah kesunyian.Aya bisa merasakan deru napas Kageo yang semakin memburu di ceruk lehernya. Begitu pula detak jantung pria itu yang berpacu kencang.Kageo membuka matanya, menatap Aya dengan rasa lapar yang tak terbendung."Cahaya..." suara Kageo terdengar sangat serak. "Aku ingin menciummu."Sebelum Aya sempat menjawab, jemari Kageo menyelusup ke dagunya, mengangkat wajahnya sedikit untuk mengunci tatapan mereka. Detik berikutnya, Kageo menunduk dan menyesap bibir Aya. Ciuman itu dalam dan menuntut, sebuah luapan emosi dari seorang pria yang baru saja ditarik dari ambang kematian.Lidah mereka pun saling bertautan, menghapus hawa dingin yang masih tersisa.Tatkala oksigen mulai menipis, Kageo melepas

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kehangatan Tubuhmu

    Pagi itu, langit di desa tampak kelabu, menumpahkan hujan deras yang membasahi pintu dan kaca jendela. Di dalam kamar, Aya mengerjapkan mata karena mendengar bunyi guntur yang bersahut sahutan. Empat hari telah berlalu sejak pernikahan paksa yang terasa seperti mimpi buruk. Kini, kakinya yang terkilir berangsur membaik, tetapi hatinya masih tertatih. Kageo adalah teka-teki yang sulit ia pecahkan. Pria itu bisa sangat jahat, tetapi juga bisa mendadak tenang dan lembut.Hari-hari ia lalui dengan duduk di samping Kageo, menemaninya melukis atau sekadar menggubah lagu untuk mengisi waktu. Aya pun menyibak selimutnya, bermaksud untuk mengambil air minum. Namun, alangkah kagetnya ia saat mendengar suara desisan dari samping. Kageo masih terpejam, tetapi rahangnya mengatup rapat. Tubuh jangkung itu menggigil hebat. Aya terkejut, ia segera menyentuh lengan Kageo yang menempel di dahi.Dingin. Sangat dingin, seolah ia menyentuh bongkahan es dari dasar lautan."Kageo, kau kenapa?" bisik A

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pesta Penuh Sandiwara

    "Hem,” jawab Dastan singkat.Melihat reaksi datar dari sang kakak, Rezon pun melanjutkan. "Aku akan berangkat sekarang ke resepsi temanku bersama Moza."Dalam hati, Moza merasa was-was. Dia memperhatikan setiap perubahan ekspresi di wajah Dastan, khawatir percikan konflik akan meletus di depan matan

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Apa Kau Siap Menjadi Milikku?

    Setelah mengetuk dua kali, Moza menunggu dengan jantung berdebar. Setiap sel sarafnya terasa tegang, menunggu detik-detik pintu akan terbuka.Namun, tidak ada yang terjadi. Entah Dastan sengaja membuatnya menunggu, atau masih berada di kamar mandi.Keberanian Moza mulai menguap, digantikan oleh ras

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menguji Kepatuhanmu

    Mendengar tantangan yang dilemparkan Dastan, Moza merasakan getaran halus yang menjalar di punggungnya. Namun, sorot matanya justru memancarkan tekad baja.Ia tahu betul bahwa satu-satunya cara untuk bertahan adalah dengan menyerah. Hanya dengan tunduk pada pimpinan keluarga Limantara, dia bisa memp

    last update最終更新日 : 2026-03-21
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kejutan yang Menanti

    Sesudah terbebas dari kamar Kageo, Moza bergegas turun ke bawah. Ia berusaha keras untuk terlihat biasa saja, seolah tidak ada pengakuan cinta, tawaran pernikahan, atau penolakan menegangkan yang baru saja terjadi. Jantungnya masih berdebar, tetapi ia mengendalikan langkahnya agar tetap tenang.Ket

    last update最終更新日 : 2026-03-21
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status