Home / Romansa / Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa / Menanti yang Tak Pasti

Share

Menanti yang Tak Pasti

Author: Risca Amelia
last update publish date: 2025-12-13 16:03:03

Dastan menatap pesan Zeron untuk kesekian kalinya, jarinya mengetik balasan dengan cepat dan tegas.

[Aku saja yang akan meneleponmu. Tunggu.]

Tepat saat pesan tersebut terkirim, suara Tuan Markus memanggil dari samping. Pria tua itu tampak tidak senang melihat Dastan berkutat dengan ponsel.

"Dastan, berhentilah bekerja. Ini hari ulang tahun adik-adikmu. Tunjukkan sedikit perhatian."

"Aku tidak bekerja, Opa," jawab Dastan, menurunkan ponselnya sedikit. "Hanya berbicara dengan asistenku tentang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Fitrianingsih
jangan di bikin kageo yg lebih dulu ngaku papa nya kayden thorr,gak papa dibikin panik tapi pliss biarin dastan yg mastiin dulu
goodnovel comment avatar
Puji Lestari
gak rela kageo duluan . sumpH
goodnovel comment avatar
Dewi Ayunda
mau tlp aja dr bab kemarin tp gak tlp² berbelit²
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Usaha Penyelamatan

    Mobil Elbara menderu di atas jalanan aspal yang mulai berlubang.Elbara mencengkeram kemudi dengan urat-urat tangan yang menonjol. Sementara di sampingnya, Aya menggenggam sabuk pengaman dengan wajah tegang. Kecepatan mobil itu nyaris menyentuh batas gila untuk ukuran jalanan luar kota yang berkelok.Akan tetapi, Elbara tidak peduli pada risiko kecelakaan. Di kepalanya hanya ada gambaran Kayden yang ketakutan, serta Dastan yang mungkin sedang mempertaruhkan nyawa."Sedikit lagi, Dokter. GPS menunjukkan koordinatnya berada di balik tikungan jalan ini," pungkas Elbara.Begitu mereka melewati sebuah tikungan tajam, tampak area perumahan sederhana dengan latar belakang pemandangan bukit. Dan di posisi paling ujung, berdiri sebuah bangunan rumah bercat putih. Elbara segera mematikan lampu utama dan menginjak rem dengan halus. Ia sengaja menghentikan mobilnya di balik pohon beringin besar, sekitar lima puluh meter dari rumah itu.Aya memajukan tubuhnya, menatap melalui kaca depan yang mul

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Tiga Syarat Gila

    Detik berikutnya, salah satu pria bermasker melangkah menjauh. Bayangannya memanjang di lantai semen yang retak.Ia merogoh saku celananya, mengeluarkan sebuah ponsel dan menekan beberapa digit angka.Dastan tidak melepaskan pandangannya sedikit pun. Ia yakin, di balik sambungan telepon itu, si dalang sedang memantau setiap gerakannya.Benar saja, setelah berbisik singkat, pria itu menghampiri rekannya yang menjaga laptop. Sebuah anggukan kecil diberikan sebagai kode. Pria di depan meja segera mengetik di atas keyboard. Ia membuka aplikasi rapat online lantas mengetikkan serangkaian password. Detik berikutnya, layar laptop yang tadinya hanya menampilkan pendar biru kosong, kini berubah menjadi sebuah jendela visual yang menghantam jantung Dastan."Kayden...." bisik Dastan, suaranya tercekat.Di layar itu, terlihat sebuah kamar yang cukup nyaman dan terang. Dekorasi kamar itu terlihat cocok untuk anak lelaki. Kayden sedang tertidur nyenyak di atas ranjang empuk, memeluk sebuah bonek

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Menghadapi Bahaya

    Berusaha mencari jalan keluar, satu nama mendadak terlintas di pikiran Elbara. Lekas saja ia meraih ponselnya, mencari kontak Thalia. Ia yakin kepala pelayan kepercayaan sang kakek itu mengetahui alamat rumah masa kecil Kageo.​"Halo, Bibi Thalia! Ini Elbara," ujar Elbara begitu telepon diangkat. "Katakan padaku, di mana alamat rumah masa kecil Kageo? Seingatku, ibunya Kageo punya dua rumah yang berbeda. Satu harus ditempuh dengan pesawat, dan satu lagi cukup dekat dari ibu kota."​Suara Thalia terdengar ragu di seberang sana. "Tuan Muda... Tuan Besar berpesan agar tempat itu dilupakan saja."​"Bibi, ini situasi genting. Tolong, beritahu aku alamat rumah ibunya Kageo yang terdekat," desak Elbara.​Setelah hening yang menegangkan, Thalia akhirnya memberitahukan sebuah alamat, tempat Kageo dibesarkan.​"Terima kasih, Bibi Thalia." Elbara mematikan ponselnya. Ia menatap layar GPS, memasukkan alamat tersebut. Sebuah titik merah segera muncul. Itulah petunjuk penting yang akan menjadi p

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Luka Masa Kecil

    Di dalam kabin mobil, udara terasa lebih dingin daripada hembusan AC. Elbara mencengkeram kemudi dengan buku-buku jari yang memutih. Tangan kirinya terus menekan tombol panggil di layar dasbor, mencoba menghubungi Dastan."Angkat, Kak... Angkat!" desis Elbara. Suaranya serak karena frustrasi.Setelah lima kali percobaan yang gagal, ia beralih menghubungi Moza. Hanya butuh dua nada sambung, sebelum suara sang kakak ipar yang parau menyambutnya.“Moza, apa Kak Dastan masih bersamamu? Aku ingin bicara.”"Dastan sudah pergi, Bara. Tolong... tolong susul dia," balas Moza. Suaranya terdengar begitu rapuh di seberang sana."Moza, tenanglah. Aku sedang di jalan bersama psikiater yang menangani Kageo," balas Elbara berusaha menenangkan. "Katakan padaku, di mana Kak Dastan sekarang?"Moza menyebutkan sebuah nama daerah, yang berjarak dua jam perjalanan dari ibu kota."Si penculik mengirimkan koordinat ke sana. Dastan pergi sendirian untuk melakukan pertukaran dengan Kayden,” tutut Moza parau.

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Mencari Kageo

    Aya baru selesai membantu dokter Larissa melakukan terapi kepada penderita skizofrenia. Ia pun berjalan dengan tergesa-gesa. Hatinya semakin gelisah seiring berjalannya waktu. Begitu sampai di meja kerjanya, Aya melirik jam dinding.Sekarang sudah hampir waktunya makan siang, tetapi pesan untuk Kageo belum juga terkirim. Jadwal terapi yang ia rencanakan seakan menguap di ruang hampa.Tanpa berpikir panjang, Aya segera menekan nomor ponsel Kageo. Ia menempelkan ponsel ke telinganya, berharap bahwa suara operator yang dingin akan berganti dengan nada sambung."Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan...." Ketika mendengarnya, Aya langsung menurunkan ponsel dengan helaan napas berat. Jemarinya meremas pinggiran meja, tempat ia biasa mendengarkan keluh kesah pasien. "Jelas terjadi sesuatu pada Kageo," bisik Aya pada ruangan yang sepi itu.Firasatnya berteriak nyaring. Hilangnya kontak ini, ditambah dengan obsesi gelap Kageo terhadap keluarga sang kakak, memb

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pertemuan Pertama dan Terakhir

    Walau hatinya pedih, Reva tidak ingin menunjukkan kerapuhan di hadapan Baskoro. Ia pun menaikkan pandangan dan menjawab dengan mantap."Papa saya... juga sudah meninggal, Pak," jawab Reva dengan nada datar. "Bahkan sebelum saya lahir ke dunia ini."Mata Baskoro terbelalak. Ada kilat keterkejutan yang nyata, seolah jawaban itu adalah hantaman fisik bagi jiwanya. Namun sebelum ia sempat merespons, Reva sudah menyambung kalimatnya dengan tatapan lurus ke piring."Tapi saya beruntung karena memiliki ayah lain yang sangat menyayangi saya. Hanya saja... Beliau juga sudah tiada beberapa tahun lalu," pungkas Reva. Ia kembali menyuap potongan kecil daging ke mulutnya untuk menenangkan diri.Baskoro berdehem sejenak, mencoba menetralkan suaranya yang mendadak serak."Ternyata kita hampir senasib, Reva. Kamu kehilangan kedua orang tuamu, sedangkan saya... kehilangan putri saya."Gerakan tangan Reva terhenti di udara. Ia mendongak sejenak, untuk memastikan telinganya tidak salah mendengar."Jika

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Memohon Ampun Padaku

    Moza bergegas menuju kamar Abigail, mengikuti Nuri yang berjalan tergesa. Jantungnya masih berdebar akibat pertemuan singkat dengan Rezon.Saat pintu terbuka, Moza melihat Abigail sedang duduk di tepi tempat tidur dengan piyama merah muda. Kedua tangan mungilnya memegang ponsel.Meski wajahnya masi

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pelayan untuk Kageo

    Mendengar Kageo sakit, Valen segera menoleh pada Thalia. "Aku akan naik ke lantai dua untuk menjenguk Kageo."Tanpa menunda lagi, Valen dan Thalia bergegas menaiki anak tangga menuju lantai dua.Di sana, mereka menemukan pria itu sedang duduk bersandar di kursi. Wajahnya pucat seperti lilin, dengan

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Mungkinkah Dia Pelakunya

    Malam semakin larut, tetapi Moza tak bisa tidur.Setiap kali ia menutup mata, rasa hangat bibir Rezon di balik dinginnya malam masih membekas. Meski darah yang mengalir di tubuh mereka sama, cara mencium Rezon sangat berbeda dari sang kakak. Dastan ibarat api yang menghanguskan, sedangkan Rezon sep

    last updateLast Updated : 2026-03-19
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Rencana Perjodohan

    Sekitar pukul lima sore, mansion Limantara disinari cahaya jingga keemasan. Sebuah sedan mewah berhenti mulus di depan pintu utama.Elbara Limantara, sang pengacara handal keluarga, turun dengan wajah yang terlihat cukup lelah.Baru saja ia berhasil menyelesaikan sengketa besar untuk PT Cakra Prope

    last updateLast Updated : 2026-03-19
More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status