แชร์

Pertemuan yang Tak Terhindarkan

ผู้เขียน: Risca Amelia
last update วันที่เผยแพร่: 2026-01-28 20:08:03

Tak lama setelah Tuan Markus melihat foto-foto Kayden di ponsel Thalia, Pak Nata tiba di gerbang mansion Limantara. Ia masuk melalui pintu samping dan membawa rantang perak yang masih terasa hangat.

Thalia segera menerimanya dengan penuh kehati-hatian tanpa banyak bicara.

Di dapur, Thalia dengan cekatan memindahkan setiap hidangan ke piring saji terbaik. Harum jahe dari sup salmon dan gurihnya tahu telur membuat beberapa pelayan menoleh.

Thalia menyusun hidangan itu di atas nampan berukir, lal
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก
ความคิดเห็น (1)
goodnovel comment avatar
Han913
apakah tidak ada meski dalam Dunia novel untuk pemeran anak Haram yg punya karakter baik, setidaknya aku tidak ingin mengumpat pada mereka thor, kasihan sebenarnya sudah keberadaanya yg tidak diharapkan ditambah pula seringkali tidak tahu diri.
ดูความคิดเห็นทั้งหมด

บทล่าสุด

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kekuatan Cinta (THE END)

    Resepsi pernikahan adik-adik Dastan digelar di sebuah restoran taman yang mewah. Usai rangkaian acara dan ramah tamah dengan tamu undangan, musik beralih ke irama yang lebih romantis. Dua pasang pengantin segera maju ke tengah untuk melakukan first dance. Kageo dan Aya berdansa dalam gaya waltz.Meskipun gerakan mereka selaras, Kageo berkali-kali melirik ke arah pintu keluar. Keinginan untuk meninggalkan keramaian sudah berada di ubun-ubun.Kageo mendekatkan wajahnya ke telinga Aya, membisikkan kata-kata dengan suara lirih yang hanya bisa didengar oleh gadis itu. "Aku ingin segera berduaan denganmu, Sayang. Keramaian ini membuatku sesak."Aya hanya bisa tersenyum malu, wajahnya merona merah di balik veil yang sudah disingkap. Detik selanjutnya, Kageo membimbing Aya menuju kursi utama, di mana Tuan Markus dan Dastan sedang duduk mengawasi."Opa, Kak Dastan," Kageo membungkuk hormat, sengaja menunjukkan ekspresi lelah yang dibuat-buat. "Aku dan Aya harus undur diri lebih awal. Tiba-

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Lebih Banyak Tuan Muda

    Hari-hari berikutnya berlalu dengan kesibukan yang luar biasa bagi Dastan. Sebagai kepala keluarga, ia memikul tanggung jawab besar untuk memastikan kebahagiaan seluruh adiknya. Pertama, ia menemani Rezon melamar Izora secara resmi di hadapan ibunya. Sebuah pertemuan penuh haru yang menandai awal perjalanan baru bagi sang dokter bedah.Tak berhenti di situ, Dastan secara khusus mendatangi Tuan Baskoro, ayah kandung Reva. Petinggi partai politik yang berpengaruh itu menerima sang CEO dengan tangan terbuka.Mengingat integritas keluarga Limantara, Tuan Baskoro dengan penuh keyakinan merestui rencana pernikahan Reva dengan Elbara.Di akhir pekan, Dastan mendampingi Elzen menemui Tuan Edward Wangsa, ayah dari Brielle.Dalam perkenalan keluarga tersebut, Dastan memutuskan untuk menanamkan investasi besar pada perusahaan keluarga Wangsa sebagai pengikat hubungan. Melihat nama besar dan kemantapan finansial keluarga Limantara, Tuan Edward tak kuasa untuk menolak calon menantu seperti Elzen

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Merindukan si Kembar

    Suasana di ruang tengah Mansion Limantara masih dilingkupi kesunyian.Moza duduk di sofa dengan jemari yang saling bertautan erat, matanya tak lepas dari arah koridor menuju ruang kerja.Kegelisahan terpancar jelas dari raut wajahnya. Moza tahu betapa dalamnya luka dan dendam yang selama ini membentengi hubungan Dastan dan Kageo.Reva, yang duduk di sampingnya, mengulurkan tangan dan menyentuh bahu Moza dengan lembut. Ia bisa memahami keresahan yang tengah melanda hati sahabatnya."Tenanglah, Moza," bisik Reva memberi dukungan. "Aku yakin suamimu bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Dastan adalah pria yang bijaksana, dan kehadiran Dokter Cahaya pasti membawa pengaruh positif bagi mereka semua."Moza mengangguk perlahan, meski napasnya masih terasa pendek. "Aku hanya berharap tidak ada lagi dendam, Reva. Keluarga ini harus bersatu."Tak lama kemudian, kesunyian itu pecah oleh derap langkah kaki yang berirama dari arah koridor. Suaranya terdengar kompak, tidak ada kesan terburu-bu

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dendam Telah Berakhir

    Tuan Markus memandang Kageo dan Cahaya dengan sorot hangat, lalu meminta mereka duduk di meja makan. "Thalia, tolong siapkan hidangan lagi untuk Kageo dan istrinya. Mereka pasti lelah setelah menempuh perjalanan jauh," perintah Tuan Markus.Sambil menatap Kageo, sang kepala keluarga itu menambahkan, "Kageo, kau dan istrimu beristirahatlah setelah makan. Besok pagi, kita bicara lagi. Ada banyak hal yang ingin Opa dengar darimu.""Baik, Opa," jawab Kageo patuh.Tuan Markus memberikan isyarat kepada perawatnya untuk mendorong kursi rodanya kembali ke kamar. Begitu pria tua itu berlalu dari ruang makan, ketegangan kembali merayap di antara para pria Limantara. Rezon adalah yang pertama bersuara. "Kageo, apa kau sudah melakukan transfusi darah selama menghilang?""Sudah, Kak. Cahaya yang membantuku dan memastikan aku mendapatkan penanganan yang tepat," jawab Kageo sambil melirik istrinya.“Selama ini, aku bersembunyi di rumah kakekku, di Desa Sentana. Aku juga menikah dengan Cahaya di s

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Aku Sudah Menikah

    Kegembiraan yang nyata memancar dari wajah renta Tuan Markus. Matanya yang semula sayu karena kantuk, mendadak berbinar terang mendengar nama cucu bungsunya.Pria tua itu lantas menepuk sandaran kursi rodanya dengan penuh semangat."Kageo? Kenapa anak itu harus minta izin segala? Bukankah ini adalah rumahnya sendir?” tanya Tuan Markus dengan suara yang lebih bertenaga. “Thalia, cepat suruh Kageo masuk dan bergabung dengan kakak-kakaknya di sini. Jangan biarkan dia menunggu di udara malam!"Mendengar ucapan sang kakek, ekspresi Dastan berubah seketika. Ada ketegangan yang terlihat jelas dari cara ia mengepalkan tangannya di samping tubuh. Baginya, pertemuan ini adalah bom waktu yang bisa meledak kapan saja bila tidak ditangani dengan kepala dingin."Opa, biar aku yang menemui Kageo di depan," ujar Dastan.Moza segera bangkit berdiri untuk mengikuti suaminya. Rezon, Elbara, dan Elzen serentak hendak menemani sang kakak. Akan tetapi, Dastan mengangkat tangannya, memberi isyarat agar m

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kedatangan si Bungsu

    Suara serak milik Tuan Markus memecah keheningan di ruang tengah mansion. Pria tua itu menatap cucu-cucunya dengan binar mata yang lembut."Aku senang melihat kalian semua berkumpul di sini, apalagi dengan membawa pasangan masing-masing," ucap Tuan Markus sambil mengedarkan pandangan. "Sekarang, mari kita makan. Aku tidak mau dua calon cicitku di perut Moza lapar, karena terlalu lama menunggu."Moza tersenyum haru mendengar perhatian sang kakek. "Terima kasih, Opa," jawabnya lembut.Rombongan keluarga besar itu pun beranjak menuju ruang makan yang megah. Di sana, Thalia bersama beberapa pelayan sudah berdiri siaga di samping meja panjang yang dipenuhi hidangan istimewa. Aroma lezat dari berbagai masakan menggoda selera, menciptakan suasana hangat di Mansion Limantara.Mereka mulai menempati kursi masing-masing. Reva, yang masih merasa sedikit asing dengan kemegahan ini, memilih duduk di samping Moza untuk mencari ketenangan. Setelah semua duduk, Tuan Markus memberikan isyarat."Sil

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kepergok Mesra

    Rezon terlelap beberapa jam akibat pengaruh obat penahan nyeri yang ia minum. Dalam tidurnya yang setengah sadar, ia merasakan sentuhan lembut di lengannya. Sebuah goyangan pelan yang berusaha memanggilnya kembali dari alam mimpi."Izora..." gumam Rezon dengan suara serak.Perlahan, ia membuka kelo

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Mencari Cara Menaklukkan Hatinya

    Izora tertegun sesaat. Namun bukannya tersipu malu, ia justru menarik napas panjang. Gadis itu menatap Rezon tanpa ekspresi.​"Dokter, di sini kita hanya berdua. Tidak ada Dokter Celine," ucap Izora terdengar tenang sekaligus dingin."Anda tidak perlu bersandiwara, seolah ingin melamar saya hanya u

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-02
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kakek dan Cucunya

    Pintu kamar Tuan Markus tertutup dengan suara dentum halus, menyisakan keheningan di antara kakek dan cucunya. Wewangian kayu cendana yang menjadi ciri khas kamar Tuan Markus tercium kuat.Dastan mendorong kursi roda kakeknya, hingga berhenti di dekat jendela besar yang menghadap ke

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Pasien Misterius

    Di sudut lain kota, tepatnya di dalam sebuah klinik psikiatri eksklusif, seorang gadis sedang sibuk menata rekam medis pasien. Sebagai dokter muda yang menjalani stase psikiatri, Aya, begitu biasanya ia dipanggil, selalu berusaha tampil tenang. Akan tetapi, hari ini, ketenangan Aya seakan diuji hi

    last updateปรับปรุงล่าสุด : 2026-04-01
บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status