Dosa Tersembunyi Sang Tiran

Dosa Tersembunyi Sang Tiran

last updateLast Updated : 2026-09-09
By:  NavinaOngoing
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Not enough ratings
5Chapters
6views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Gaori Yovella setelah dikhianati oleh tunangan dan adik tirinya. Menghabiskan malam di kamar hotel bersama pria asing. Minuman alkohol yang awalnya dia jadikan untuk melepaskan rasa sakit hati serta menghibur hatinya yang terluka. Justru mengantar tubuhnya menaiki ranjang pria berkuasa—Aben Regantara. Noda darah virgin yang tertinggal di atas ranjang membuat Aben sulit melupakan wanita yang menyerahkan kesucian kepadanya. Setelah berpisah keduanya dipertemukan oleh perjodohan keluarga. Pernikahan atas dasar simbiosis mutualisme. Berubah saat Aben mengetahui fakta jika Gaori wanita yang menyerahkan kesucian padanya. Di tengah intrik keluarga akankah cinta kembali bersemi di hati Gauri?

View More

Chapter 1

Bab 1. Sakit Hati Berujung Ranjang

Gauri Yofella, tanpa ragu membuka sebuah pintu apartemen. Kaki jenjangnya berbalut sepatu putih melangkah lebar. Membuka pintu secara perlahan seraya mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Suhu ruangan yang panas akibat aktifitas di atas ranjang serta erangan kenikmatan membuat tubuh Gauri meremang.

Deg.

Dia tersenyum getir kedua matanya berembun melihat tunangannya bermain panas dengan adiknya sendiri. Tangannya bergetar hebat memegang ponsel yang ia gunakan untuk mengambil gambar. Mulut bergetarnya ia tutup dengan jari lentiknya. Hatinya hancur pria yang selama ini menjadi bahu ternyaman, justru menjadi mata pedang yang menggores hatinya dengan kejam.

"Gauri?" Revandra terkejut dengan keberadaan tunangannya di sana. Dia gegas turun dari tubuh wanita di bawahnya, menarik selimut menutupi tubuh telanjangnya.

Gauri menatap kecewa wajah tidak bersalah Revandra. Dia tersenyum getir melihat pria itu gegas memakai boxer secara asal.

"Maaf mengganggu," ucap Gauri pelan menyiratkan kekecewaan.

"Sejak kapan kamu, di sini?"

Tidak ada wajah ramah yang selama ini Gauri dapati dari Revandra. Wajah dingin serta tatapan menohok kini menjadi wajah asli tunangannya. Mata Gauri bergetar melihat adik tirinya tersenyum evil di atas ranjang dengan keringat yang masih hangat.

Gauri menghela napas kasar. "Lumayan." Hatinya hancur berkeping-keping. Melihat betapa munafiknya Revandra, dia anggap sebuah berkah di atas luka. Dia dapat mengetahui semua ini sebelum pernikahan dilangsungkan.

Haruskah dia berterima kasih kepada pengirim pesan anonim?

"K—kak Gauri." Suara Fanya bergetar pelan, seolah menyimpan rasa takut terintimidasi dengan kehadiran Gauri.

Gauri tersenyum tipis sorot matanya sangat kecewa. Tidak perlu menuangkan kata betapa ia sakit hati, tatapannya sudah berbicara jujur. "Kak Revan, aku juga bisa melakukannya. Kamu bisa tidur dengan adikku, aku pun dapat melakukannya," balasnya menantang.

"Kamu berani?" Revandra menggeram marah.

Gauri menyunggingkan bibir penuh misteri. "Tentu saja." Lalu dengan tekad bulat berbalik badan, menutup pintu hotel dengan kasar.

Revandra bergeming—sosok lembut dan patuh kini menunjukan taring. Ia mengepal sampai buku kukunya memutih. Emosi yang ia sembunyikan tidak lagi sempurna.

Gauri akan tidur dengan pria lain?

Maka coba saja, dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Gauri hanya wanita polos dan selalu menjaga kesucian. Revandra tidak percaya Gauri akan melepas kesucian begitu saja hanya karena amarah.

**

Musik menggema lampu diskotik warna-warni bergerak mengikuti irama musik. Lenggok tubuh serta tarian bahagia di club malam menjadi tontonan Gauri saat ini. Dia duduk di sudut sofa menikmati sebotol anggur dari botolnya langsung. Melihat DJ berjoget menggoda tanpa baju atasan. Otot dada dan perut terbentuk sempurna menggoda untuk disentuh.

Kesadaran Gauri sudah menipis di bawah pengaruh alkohol. Dia bukan wanita kuat minum, alkohol hanya dia minum sesekali saat diperlukan saja. Kali ini Gauri tidak takut mabuk. Dia memerlukan dorongan keberanian untuk melakukan sesuatu yang ada di dalam kepalanya.

"Kenapa aku bicara seperti, itu?" Gauri mendesah frustasi.

"Harusnya jangan menantang Kak Revan," ucapnya pelan setengah berbisik. Suaranya tenggelam oleh suara musik yang keras.

Dia melihat banyak model di club tapi tidak ada satupun yang menarik perhatiannya. Gauri merasa bosan, berdiri keluar untuk mencari angin. Mengurangi rasa pengar dari efek alkohol.

Tubuh sempoyongan di lorong club malam minim cahaya. Gauri meraba tembok seraya berjalan untuk menjaga keseimbangan.

Brugh.

Gauri menabrak sesuatu, dia merasakan ada yang hangat. Kedua matanya terasa berat terbuka dengan paksa. "Tampan sekali." Dalah hitungan detik kedua matanya berbinar melihat pria tampan di hadapannya.

"Untuk apa, bersedih? Sekarang sudah ada model tampan, ayo! Kita nikmati malam ini!" Gauri sangat antusias, senyum lebar mengembang sempurna. Dia menarik tangan pria asing itu, berjalan sempoyongan di lorong hotel.

Pria itu menarik ujung bibirnya. "Mari bermain." Kesadarannya di bawah kendali alkohol.

Brak.

Pintu kamar hotel dibuka dengan kasar, dua orang sudah bercumbu sangat panas. Pria itu mencium Gauri secara agresif. Menyalurkan hasrat dan juga rasa buas yang ingin dilepaskan. Tanpa rasa malu, Gauri melepas setiap kancing kemeja pria itu. Ciuman sangat panas seolah sepasang kekasih yang menyimpan rindu terlalu dalam.

Bugh.

Tubuh Gauri mengembang dari ranjang menatap haus otot dada yang sempurna di atasnya. Pria itu menindih tubuh Gauri, kembali melayangkan ciuman. Kini sudah menjadi sebuah tuntutan yang harus dipuaskan. Nafsu berada di ujung kepala pengaruh alkohol.

Pria itu menghentikan cumbuan di tubuh Gauri, sorot kecewa dari mata Gauri tidak luput. Ada rasa kehilangan, dia ingin menikmati tubuh proporsional di atasnya.

"Apa boleh?" ucap pria itu pelan dan parau, nafsunya sudah di ujung batas.

Gauri dengan ragu mengangguk, sorot matanya menatap pria itu dalam itensitas tinggi. "Aku takut," ucapnya lirih.

Pria itu membelai lembut kepala Gauri. "Hanya sebentar, setelah itu. Kamu akan menikmatinya." Bujuk rayu demi mendapatkan Gauri. Sangat rugi jika wanita itu pergi dari ranjang.

Gauri mengangguk pelan terkesan malu. "Pelan-pelan."

Pria itu tersenyum puas. "Jangan takut, aku akan bermain lembut." Setelah berhasil menenangkan Gauri, dia kembali mencecap setiap jengkal bibir dan leher wanita yang berhasi menggodanya dan membuat dia menyerahkan keperjakaannya.

Gauri hanyut dalam sentuhan dan rasa hangat dari pria asing. Di bawah suhu ruangan yang dingin, malam itu dua orang merasakan panasnya hasrat. Keringat keduanya menyatu, saling bertukar saliva serta cairan kenikmatan.

**

Sinar surya di pagi hari tidak terlalu indah, jendela kamar hotel masih tertutup rapat. Wanita cantik terbangun, merasakan tubuhnya terasa remuk dan sakit. Dia memeriksa sekitarnya, saat melihat ke samping ranjang betapa terkejutnya. Dia terduduk menyadari tubuhnya tanpa pelindung sehelai pun.

"Apa yang ku, lakukan?" Gauri sekuat tenaga mengingat insiden semalam yang membuat dirinya menyerahkan keprawanan untuk pria asing.

"Astaga! Dia model dari bar!" Gauri hampir saja memekik, secepatnya wanita itu turun dari ranjang. Meraih baju miliknya yang berserakan di lantai.

Gauri bergidik ngeri melihat betapa berantakannya kamar hotel. Semalam dia sudah gila melakukan pertama kalinya dengan liar. Lebih mengejutkannya lagi bersama pria asing. Semua ini bermula karena rasa sakit hatinya setelah diselingkuhi.

"Ah! Kenapa aku terlalu, impulsif?" Gauri mengacak rambutnya frustasi.

Uang untuk membayar model bar ia dapatkan dari mana?

Semalam uangnya habis untuk membayar minuman di club malam. Dia benar-benar berpikiran sempit sampai merugikan diri seperti ini. Gauri segera memakai baju sebelum pria itu bangun dan mengenali wajahnya.

"Seharusnya, semalam dia nggak melihat wajahku dengan jelas." Setelah selesai memakai kembali pakaiannya. Gauri mendekati ranjang, menatap wajah tampan yang terlelap dalam tidur.

"Sayang sekali, tubuh sekuat ini sudah dinikmati banyak wanita," gumamnya.

Gauri sadar akan pikiran liarnya, dia menggeleng pelan mengusir ingatan nakal semalam. Dia melihat cincin berlian di jari telunjuknya. Hanya ada cincin ini yang bisa ia gunakan untuk membayar jasa.

"Setidaknya, jasamu semalam harus kubayar, kan?" Menatap wajah tampan di atas ranjang. "Kamu sangat kuat, sampai tubuhku terasa sakit semua." Perlahan melepas cincin di jarinya. Meletakan cincin itu di atas nakas.

Gauri keluar kamar sebelum ada yang melihatnya, ia tidak mau menyiptakan masalah yang tidak perlu. Selang setengah jam, pria di atas ranjang terbangun. Betapa kesalnya ia melihat sisi ranjang sudah kosong.

Pria tampan itu duduk bersila seraya mendengkus pelan. "Setelah menggunakanku, dia membuangku seperti sampah," ucapnya kesal.

Netra hitamnya melihat cincin berlian di atas nakas, rasa kesal semakin memenuhi rongga dada sampai terasa sesak. "Dia membayarku?" Benar-benar menganggap dirinya seperti sampah masyarakat.

"Dia mengira, aku ini pria yang harus dihidupi?" Rasanya sangat jengkel mengingat pertemuan semalam di lorong club malam.

Dia menyibak selimu dengan kasar gegas turun dari ranjang. Ekor matanya melihat sesuatu di atas ranjang.

Noda darah?

Pria itu tersenyum tipis penuh arti, tidak menyangka service liar semalam ternyata sama-sama untuk pertama kali. "Aku akan menemukanmu, gadis nakal. Karena sekarang, kamu sudah menjadi wanitaku." Tersenyum misterius.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
5 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status