Home / Romansa / Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa / Tunggu Aku Nanti Malam

Share

Tunggu Aku Nanti Malam

Author: Risca Amelia
last update Last Updated: 2026-01-21 15:58:20

Sore itu, gedung pencakar langit Elan Medical tampak sibuk seperti biasanya. Karyawan berlalu-lalang dengan wajah serius. Namun, langkah mereka melambat saat sebuah mobil mewah berhenti di depan lobi. Pintu terbuka dan seorang wanita cantik turun dari sana.

Moza tampak anggun dengan midi dress berwarna jingga. Di tangan kanannya, ia menggandeng Kayden, sementara di tangan kirinya ada Abigail yang tampil manis dengan gaun floral.

"Wah, ini istana Papa?" bisik Kayden takjub melihat lobi yang sang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (5)
goodnovel comment avatar
Ognindi Wingky
sptnya akan adik bagi Abigail n Keydan
goodnovel comment avatar
virgostkh nsfasf88
duuh ikut deg2an dan penisirin...kira2 apa ya kejutannya??? serius banget ga sabar nunggu nanti malam...hihihi
goodnovel comment avatar
Fitrianingsih
di tunggu nanti malam ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Ayah Ibu Teladan

    Pagi itu, apartemen Dastan dan Moza sudah diramaikan oleh hiruk-pikuk. Cahaya matahari dari jendela menyinari Moza yang sibuk bergerak ke sana kemari. Meski terkadang masih mual dan muntah, antusiasme Moza sebagai seorang ibu tidak bisa dibendung. Hari ini adalah hari istimewa: hari pertama sekolah di tahun ajaran baru. Dan bagi Kayden, ini adalah debut pertamanya menapakkan kaki di sekolah ibu kota.Dastan, yang baru saja selesai mandi, memperhatikan istrinya dengan kening berkerut cemas. "Sayang… minta saja pada Wulan dan Nuri untuk menyiapkan semua keperluan anak-anak. Bagaimana kalau kau mual lagi?"Moza tidak berhenti. Ia sedang sibuk memasangkan kaos kaki putih ke kaki kecil Abigail."Tidak pagi ini, Dastan. Aku merasa sangat segar. Sepertinya, si Kembar di dalam sini tahu kalau kakak-kakak mereka mau sekolah,” pungkas Moza.Melihat keras kepala istrinya yang berlandaskan kasih sayang, Dastan akhirnya mengalah. Ia bergegas mengenakan kemeja, lalu menghampiri Kayden yang sedang

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Kekasih Satu Bulan

    Beberapa menit berlalu, pintu kamar Izora akhirnya berderit pelan.Dengan kepala setengah tertunduk, Izora melangkah keluar. Sementara, Virda menyertainya dari belakang dengan gurat wajah yang jauh lebih tenang. Di ruang makan, Rezon masih duduk dalam posisi yang sama. Pandangannya yang semula tertuju pada ayam panggang, langsung beralih menangkap kehadiran Izora. Buru-buru, Rezon meletakkan sendok dan garpu, seolah seluruh selera makannya bergantung pada apa yang akan keluar dari bibir Izora.Virda pun memecah keheningan dengan suara yang lembut dan penuh pengertian."Rezon, Tante ada keperluan sebentar ke supermarket. Kamu lanjutkan bicara dengan Izora. Selesaikan semuanya baik-baik."Rezon mengangguk sopan, memberikan senyum hormat yang tulus. "Baik, Tante. Terima kasih banyak atas bantuannya."Sepeninggal Virda, ruangan itu mendadak terasa begitu sempit bagi Izora. Ia berdiri beberapa langkah dari meja makan, meremas ujung bajunya dengan gugup. Rezon bangkit perlahan, wajahnya

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Dukungan Ibu Mertua

    Suasana di ruang makan mendadak terasa begitu canggung. Rezon, yang biasanya selalu tampil tenang dan penuh kendali, kini tampak gugup.Pria itu memperbaiki posisi duduknya, mencoba mengatur ritme napasnya yang tidak beraturan di bawah tatapan menyelidik Virda."Tante, sebenarnya kedatangan saya kemari karena ingin menunjukkan keseriusan saya,” ucap Rezon memulai percakapan. “Selama tangan saya terluka dan Izora merawat saya dengan begitu sabar... saya sadar akan satu hal. Saya tidak ingin momen itu berakhir. Saya ingin selalu bersama Izora."Rezon melirik Izora sekilas, lalu beralih kembali pada Virda. "Namun, terjadi kesalahpahaman yang tidak saya inginkan. Wakil Kepala Rumah Sakit menjatuhkan skorsing tanpa sepengetahuan saya. Itu murni kesalahan birokrasi yang dipicu oleh niat buruk orang lain,” jelas Rezon panjang lebar.“Saya sudah membatalkan skorsing itu hari ini, Tante. Dan, saya ingin minta maaf secara pribadi, karena nama baik Izora sempat tercoreng."Virda tertegun, lalu

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Langsung Menikah

    Izora tak berkutik. Ia terpaku di kursinya, lidahnya kelu menghadapi kegilaan cinta Rezon yang begitu nekat. Pria di depannya ini, seorang ahli bedah saraf jenius yang biasanya mengandalkan logika, baru saja melontarkan ancaman yang mirip dialog drama picisan. Namun, sorot mata Rezon mengatakan bahwa ia sangat serius."Anda... Anda mengancam saya, Dokter?" suara Izora bergetar, antara marah dan bingung. Tak disangka, ia telah terjerat dalam sebuah hubungan yang rumit."Sebut itu ancaman, janji, atau keputusasaan," balas Rezon dengan nada rendah."Aku sudah melewati banyak hal, Izora. Di masa lalu, aku pernah melakukan banyak kesalahan yang sangat kusesali. Sebagai dokter, aku tahu betapa singkatnya hidup ini,” pungkas Rezon.“Jadi, untuk apa aku berpura-pura tegar, saat wanita yang kucintai berniat menyerahkanku pada orang lain?Izora memalingkan wajah, matanya memanas. "Saya tidak bermaksud begitu. Saya hanya ingin Anda hidup tenang, tanpa harus membela saya. Dokter Celine adalah pi

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Sendirian Seumur Hidup

    Melihat Rezon yang masih bersandar lemah di sofa, Izora kemudian bertanya. “Anda belum makan?”"Belum. Tidak ada selera," jawab Rezon pendek. Suaranya sengaja dibuat parau, seolah-olah energinya terkuras habis hanya untuk menempuh perjalanan ke rumah ini.Izora mengembuskan napas panjang. Sebuah desahan pasrah yang mengandung sedikit kejengkelan tertahan."Kalau begitu, kita pindah ke ruang makan. Perut Anda tidak boleh kosong.”Izora melangkah mendekat, mengulurkan tangannya untuk membantu Rezon berdiri. Dengan sengaja, Rezon memberikan sedikit beban tubuhnya pada Izora, hingga gadis itu terpaksa menuntunnya ke ruang makan."Tunggu di sini saja," perintah Izora sembari mendudukkan Rezon.Rezon patuh. Ia duduk diam, tetapi matanya mengikuti setiap jengkal pergerakan Izora. Ia menjadi "pemindai" yang tak kenal lelahIzora yang menyadari tatapan itu hanya bisa membuang muka. Mencoba fokus pada kegiatannya di dapur kecil yang menyatu dengan ruang makan.Tanpa menoleh, tangan Izora sibuk

  • Pelayan Lima Tuan Muda Perkasa   Drama Cinta

    Langkah kaki Izora terasa berat saat ia menapaki teras rumahnya. Skorsing yang dijatuhkan oleh Wakil Kepala Rumah Sakit terasa bagai hantaman bagi karier yang ia bangun dengan tetesan keringat. Namun, yang lebih menyakitkan adalah kenyataan bahwa keberadaannya kini hanya menjadi beban bagi orang-orang di sekelilingnya.Tiga puluh menit dihabiskan Izora di bawah kucuran shower, berharap air dingin itu bisa meluruhkan rasa sesak di dadanya.Setelah merasa lebih tenang, Izora mengganti pakaiannya dengan kaos santai dan celana kain. Kemudian, ia melangkah ke depan, memilih membantu sang ibu di kios bunga."Kau pulang cepat hari ini, Zora?" Virda bertanya dengan dahi berkerut heran, saat putrinya memasuki kios.Izora mengambil gunting rumput, jemarinya mulai memotong dahan yang layu."Aku diskorsing, Ma. Pihak rumah sakit menganggap aku sebagai penyebab tangan Dokter Rezon terluka. Setelah ini, aku akan mencari pekerjaan di rumah sakit lain atau klinik kecil."Virda menghentikan kegiatann

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status