Share

24. Kalah Strategi

Penulis: Rosa Rasyidin
last update Terakhir Diperbarui: 2026-01-02 21:54:56

A Ruo bangun dari tidur panjangnya di kamar Shen Yuan. Ia memindai sekitarnya dan menemukan sang pangeran sedang duduk sendirian sambil menatapnya begitu dalam.

“Malam tadi kita sudah melewatinya berdua,” ucap Shen Yuan sambil tersenyum.

“Melewati apa?” tanya A Ruo tak paham.

“Menurutmu apa yang dilakukan oleh lelaki dan perempuan dewasa di dalam satu kamar bersama. Kau tak lihat bajumu sudah berserakan di lantai.”

A Ruo meraba tubuhnya dan menyingkap selimut. “Ah, masik pakai lapisan putihnya. Kau pasti mengada-ngada,” tunjuk A Ruo tak sopan.

“Memang harus dibuka semua?” Lagi-lagi Shen Yuan tersenyum licik.

A Ruo tak mau kalah, ia meraba-raba sekujur tubunya dan tak ada tanda-tanda telah melakukan hubungan orang dewasa seperti kata Shen Yuan.

“Kalau iya, tak mungkin tak terasa sama sekali. Dia mencoba membohongi seorang dokter ternyata.” Gadis berpipi tembem itu membuka celananya. Ada noda darah di helaian bagian paling dalam, tapi pada saat yang sama ia merasakan sakit di pinggang y
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   28. Pertanda Buruk

    Pintu gerbang aula utama istana terbuka. Kaisar Shen Hong duduk di singgasana emasnya. Di sebelahnya, Ratu Wei Lan Yi duduk dengan tangan saling meremas. Ia melihat-lihat barangkali Shen Yuan sudah kembali ke istana. Namun, harapan itu hancur seketika.Hanya lima orang prajurit yang masuk. Mereka berjalan tertatih-tatih, wajah mereka pucat pasi dengan bibir yang membiru. Baju zirah besi yang mereka kenakan masih dilapisi bunga-bunga es yang belum mencair seluruhnya, padahal mereka sudah menjauh dari wilayah utara.Mereka bersujud di hadapan kaisar dan permaisuri.“Hamba menghadap Yang Mulia Kaisar Shen Hong dan Permaisuri Agung Wei,” ucap jenderal yang memimpin pasukan dengan sisa rasa takut.“Di mana putraku?” tanya Kaisar Shen Hong. “Kenapa kalian kembali dengan tangan kosong!” Lelaki dengan hiasan rambut emas itu memukul singgasananya.“Hamba pantas mati, Yang Mulia! Hamba tidak becus menjalankan tugas. Kami ... kami tidak bisa mendekati Pangeran Shen Yuan.”“Apa maksudmu tidak bi

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   27. Menebak Takdir

    “Mulai hari ini, suara langit adalah suaraku dan segala keraguan terhadapku, sama artinya dengan meragukan titah Yang Mulia Ratu.”Suara A Yue menggema di Aula Bintang. Ia berdiri di puncak tangga, tempat yang biasanya diduduki oleh mendiang gurunya. Di tangannya, ia menggenggam tongkat pusaka kepala peramal, yang terbuat dari kayu hitam dengan bola kristal di ujungnya.Ratusan peramal muda dan tetua Divisi Peramal berlutut di hadapannya. Dahi mereka menyentuh lantai, tubuh mereka menghamba tapi tidak dengan jiwanya.Ada bisik-bisik keraguan di hati mereka. Bagaimana mungkin Xuanling yang bijaksana pergi begitu mendadak tanpa upacara pelepasan? Namun, Titah Emas dari Ratu Wei Lan Yi yang baru saja dibacakan telah membungkam semua keraguan sebelum sempat terucap.Penampilan A Yue benar-benar berubah. Tidak ada lagi jubah warna-warni cerah layaknya gadis muda yang polos. Tubuhnya kini dibalut jubah sutra berwarna merah gelap ditambah lapisan hitam, dengan sulaman benang perak berbentuk

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   26. Pertanda

    Shen Yuan mengelus dahinya, sakit kena empasan cawan dari kamar A Ruo saat dia tak sengaja membuka pintu dengan kekuatan berlebih.“Mesum, dasar pangeran cabul.” Ucapan A Ruo bergema terus di kepalanya.“Ck, padahal tadi dia yang ingin menodaiku, sekarang aku tak sengaja buka kamarnya malah marah. Sungguh perempuan tidak bisa ditebak. Untung saja aku belum menikah dengan perempuan.”Shen Yuan berjalan menyusuri lorong dengan wajah cemberut, tangannya masih sibuk mengusap benjolan kemerahan di dahinya yang berwarna putih pucat. Di ujung lorong, Bai Ju dan Han Qing yang sedang berjaga langsung menegakkan tubuh, tapi mata mereka membelalak kaget melihat tanda baru di wajah tuannya."Pangeran! Dahimu merah sekali! Apakah ada pembunuh bayaran yang menyusup? Senjata apa yang bisa menembus kekuatanmu?" Hang Qing langsung siaga dengan pedangnya."Cawan," jawab Shen Yuan singkat dengan penuh kekesalan."Cawan beracun?" Bai Ju penasaran."Perempuan itu melemparku kepalaku dengan cawan, sudah pu

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   25. Bukan Obat Kuat

    “Pangeran, engkau tidak apa-apa?” tanya salah satunya.“Berjaga di depan kamarku, jangan sampai perempuan gila itu masuk, atau kalian aku jadikan patung es.”“Baik, Pangeran.” Keduanya langsung menutup pintu dan berdiri di depan kamar seperti patung singa.“Gila, benar-benar tidak bisa ditebak kelakuannya. Kenapa jadi aku yang ketakutan.” Shen Yuan duduk dengan tenang. Ia tarik napas dalam-dalam lalu embuskan perlahan, dan tentu saja benda-benda di sekitarnya jadi membeku.***Lian Ruo masuk ke kamar dan memukul kepalanya sendiri berkali-kali. “Aduuuh tubuh gadis ini benar-benar diluar prediksi ramalan cuacana. Bisa-bisanya gairah mudanya selalu membuatku kelewat batas. Bagaimana cara meredamnya? Mana sedang haid, hormon estrogenku rasanya naik berkali-kali lipat. Padahal tadi aku hanya bercanda kenapa hampir jadi serius. Kalaulah paman prajurit tidak datang sudah aku cium pangeran itu.” Lian Ruo menepuk-nepuk bibirnya sendiri.“Aku harus bisa mengendalikan perasaanku. Aku harus bisa

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   24. Kalah Strategi

    A Ruo bangun dari tidur panjangnya di kamar Shen Yuan. Ia memindai sekitarnya dan menemukan sang pangeran sedang duduk sendirian sambil menatapnya begitu dalam.“Malam tadi kita sudah melewatinya berdua,” ucap Shen Yuan sambil tersenyum.“Melewati apa?” tanya A Ruo tak paham.“Menurutmu apa yang dilakukan oleh lelaki dan perempuan dewasa di dalam satu kamar bersama. Kau tak lihat bajumu sudah berserakan di lantai.”A Ruo meraba tubuhnya dan menyingkap selimut. “Ah, masik pakai lapisan putihnya. Kau pasti mengada-ngada,” tunjuk A Ruo tak sopan.“Memang harus dibuka semua?” Lagi-lagi Shen Yuan tersenyum licik.A Ruo tak mau kalah, ia meraba-raba sekujur tubunya dan tak ada tanda-tanda telah melakukan hubungan orang dewasa seperti kata Shen Yuan.“Kalau iya, tak mungkin tak terasa sama sekali. Dia mencoba membohongi seorang dokter ternyata.” Gadis berpipi tembem itu membuka celananya. Ada noda darah di helaian bagian paling dalam, tapi pada saat yang sama ia merasakan sakit di pinggang y

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   23. Ambisi dan Pengorbanan

    Bagian 20Setelah tidak berhasil menyakiti Shen Yuan melalui sihirnya, A Yue kini semakin memperdalam ilmunya di altar bawah tanah yang pengap. Di sana ia menyembah beberapa iblis neraka yang patungnya sangat mengerikan. Ia bahkan melakukan perjanjian terkutuk demi mendapatkan Shen Yuan kembali menjadi miliknya.“Jika gadis itu memiliki keberuntungan garis takdir, maka aku memiliki keberuntungan panas neraka. Tidak hanya Shen Yuan, tapi Shen Yanzuo pun akan tunduk padaku.”Tubuh A Yue berpeluh sebesar biji jagung ketika melakukan ritual penyembahan iblis. Terakhir, ia menari dengan menggunakan dua pedang yang dialiri darah ayam hitam. Ia berputar-putar, melompat, tertawa, menangis, lalu sesuatu masuk ke dalam dadanya dan membuatnya berhenti sesaat dan tertawa lagi.“Terima kasih, para iblis, aku berjanji akan memberikan apa yang kalian inginkan secepatnya.”A Yue menyelesaikan tariannya. Ia keluar dari altar bawah tanah yang pengap kemudian naik ke altar doa untuk meletakkan pedang. S

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status