Compartilhar

41. Ye Lin

last update Data de publicação: 2026-01-12 19:41:41

Badai abu perlahan mereda. Awan hitam di langit mulai tergantikan oleh cahaya matahari. Melihat situasi sudah aman, A Ruo memberanikan diri turun dari kereta dan mendekati mereka sambil menenteng stetoskop.

"Sudah selesai drama kembang apinya?" tanya A Ruo sambil berjongkok di antara kedua pria yang masih terengah-engah itu.

Tanpa menunggu izin, ia menempelkan ujung stetoskop ke dada bidang Yanzuo yang bajunya sudah hangus setengah.

"Dag, dig, dug, dueeer! Jantungmu berdetak seperti genderang p
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   176. Baju dan Celana

    Xu Wen dan Shen Yuan sudah tiba di ruang VIP milik Yan Muchen, juga ada Ye Wanqing di sana. Sesaat Shen Yuan terperangah.“Da Ge,” gumamnya sedikit aneh. Cara berpakaian lelaki berwajah sama dengan Shen Yanzuo membuat mereka terlalu asing untuk saling menyapa.“Da Ge?” Yan Muchen mengulangnya. Sapaan itu biasanya digunakan di lingkungan formal seperti anak pejabat. “Panggil aku seperti biasa saja.”Xu Wen menyikut Shen Yuan. Ia belum sempat menjelaskan semua hal karena kejadiannya terlalu cepat. Dokter bedah itu hanya berbisik, “Dia bukan lagi kakakmu dan dia bukan lagi Jenderal Ye Lin."Shen Yuan hanya mengangguk.“Maaf aku harus memanggilmu, perkenalkan namaku Yan Muchen, pemimpin Grup Yan sekaligus pemilik proyek tambang mineral di mana tubuhmu ditemukan.” Yan Muchen mengulurkan tangannya perlahan dan Shen Yuan hanya menatapnya.Xu Wen memberi isyarat agar Pangeran Salju melakukan hal yang sama. Lelaki berambut putih itu mengulurkan lalu berjabat tangan, tetapi Yan Muchen tak tahan

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   175. Ingatan yang Kembali

    Xu Wen masuk dan membawa satu nampan berisi bubur panas dan minuman penghangat tubuh serta buah-buahan. Susah payah ia meminta porsi lebih dari dapur. Saat masuk ke kamar ia tidak melihat di mana Shen Yuan.“Hei, kau di man—“ Tetapi tiba-tiba saja Shen Yuan sudah berdiri di sampingnya. “Haiish, apa yang kau lakukan? Dari mana saja kau?” tanya Xu Wen bertubi-tubi.“Aku di kamar saja. Ikatan talimu yang rapuh tidak akan bisa menghentikanku. Aku sedang mempelajari benda-benda apa di kamar ini.” Shen Yuan menyentuh kaca tempat menyimpan obat, lalu bertanya, “Ini apa benda, seperti karet?”“Aduuh, siapa yang taruh kondom di sana, ceroboh sekali.” Xu Wen terlihat malu. “Itu untuk pengendalian anak. Maksudnya program keluarga berencana, jadi kalau ehm ehm tidak jadi anak.”“Oooh.” Shen Yuan mengangguk. “Ternyata zaman modern juga mengendalikan kelahiran manusia.” Shen Yuan meletakkan benda itu lagi pada tempatnya.“Kau masih lapar, kan? Makan lagi.” Xu Wen meletakkan nampan berisi makanan di

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   174. Arak Baru

    Dokter Xu Wen menikmati makan siang sejenak. Ia menyeruput mi instan dengan potongan daging sapi serta nasi panas. Dokter bedah itu makan dengan cepat karena takut Pangeran Shen Yuan sadar tiba-tiba dan mengamuk serta membekukan semuanya.“Dokter Xu, masih banyak makanan yang lain, kenapa tidak dicoba?” tanya perawat bernama Zi Yi.“Aku harus menunggu seseorang,” jawab Xu Wen cepat tanpa menoleh lagi.Zi Yi hanya mengangguk saja. Sebenarnya semua orang di ruang makan sedang membicarakan dirinya dan lelaki berambut putih yang ditemukan di dalam perut bumi. Namun, sesuai permintaan Pak CEO tidak boleh ada satu pun gosip atau video yang bocor ke sosmed.Sebagai kompensasinya mereka akan diberi bonus tutup mulut. Ya, demikian jauh lebih baik daripada dituntut oleh bagian hukum Grup Yan.Xu Wen membuka pintu rawat di dalam kabin dengan perlahan. Ia mendekat dan melihat Shen Yuan menggerak-gerakkan kepalanya tanda gelisah. Juga perut lelaki berambut putih itu berbunyi kuat sekali. Tak perna

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   173. Obat Bius

    “Siapa kau?” Shen Yuan tidak mengenali Dokter Xu Wen yang berlarian ke arahnya.“Hentikan, jangan kau lakukan itu. Kita hidup di masa yang berbeda, kau bukan lagi Pangeran.” Xu Wen mengisyaratkan agar tangan Shen Yuan turun.Sementara itu Yan Muchen jatuh tepat di antara tumpukan salju, bahkan lebih tepatnya di atas tubuh Ye Wanqing. Saat memandang mata gadis itu ia merasa adegan yang ia lakukan sekarang tidaklah asing dan dulu pernah sangat intim.“Berat,” ucap Ye Wanqing.“Oh, maaf.” Yan Muchen berdiri dan ia membantu Ye Wanqing bangkit.“Pak CEO, kau baik-baik saja? Ada yang luka atau memar?” Belum sempat mengurus diri sendiri, Ye Wanqing malah mengurus Yan Muchen.“Kau mengkhawatirkanku?” tanya Pak CEO sedikit senang.“Bukan, tapi aku takut dipecat.” Sekarang semua yang dilakukan oleh Ye Wanqing adalah demi dan dapat uang.“Oh, aku pikir ... sudahlah ayo kita lihat apa yang terjadi.” Yan Muchen melangkah dan masuk di antara kerumunan para pekerja.Sebelum mendekati Shen Yuan ia me

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   172. Retak

    Sampai di atas galian, Yan Muchen langsung mengumpulkan kepala proyek dan seluruh staf lapangan di tengah embusan salju."Aku mau benda di bawah sana diangkat ke permukaan. Malam ini juga!" perintah Muchen. Suara mengalahkan deru angin.Kepala staf lapangan seakan-akan tak percaya. "T-tapi Pak CEO, lorong galian kita terlalu sempit untuk menarik bongkahan es sebesar itu. Risikonya sangat mematikan bagi pekerja di bawah sana, dan ini sudah di luar jam kerja—""Buat lubang galian yang baru! Gunakan alat berat dan peledak untuk melebarkan jalurnya!" kata Muchen tanpa boleh dibantah. "Lakukan dengan cara apa pun! Berapa pun biaya operasionalnya, aku yang tanggung. Dan untuk semua pekerja yang turun malam ini, aku akan bayar uang lembur kalian dua kali lipat! Harus berhasil, atau kalian semua angkat kaki dari Grup Yan besok pagi!"Mendengar ancaman sekaligus iming-iming uang lembur dua kali lipat, tak ada satu pun pekerja yang berani membantah. Seluruh pekerja langsung bergerak tanpa pikir

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   171. Peti Mati

    Lorong gelap tanpa ujung seperti siap menelan siapa saja yang lewat. Yan Muchen melangkah lebih dulu di depan, ditemani Ye Wanqing dan Xu Wen, sementara empat orang staf ahli berada di sekeliling mereka.Sinar dari senter yang terpasang di helm para staf menyinari setiap sudut ruangan tanpa batas itu demi memastikan tidak ada retakan atau ancaman bahaya yang mengintai dari atas sana.Langkah sepatu safety mereka mengusir kesunyian abadi selama puluhan ribu tahun lamanya. Namun, baru berjalan belasan meter, aura kesedihan di dalamnya semakin menjadi. Udara tidak hanya membekukan kulit, tapi langsung menusuk dan mencekik rongga dada."Maaf, Pak CEO Yan, aku tidak sanggup lagi," ucap salah seorang staf tiba-tiba.Lelaki bertubuh besar itu jatuh berlutut sambil menangis, dadanya naik turun ditambah air mata terus mengalir seperti kesedihan akibat kehilangan seluruh anggota keluarganya.Temannya yang satu lagi juga bernasib sama, ia menangis memeluk lututnya sendiri di atas lantai es. Rasa

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   78. Malam Tanpa Dusta

    Ye Lin sedang jalan-jalan di luar istana. Hari itu ia sengaja tidak datang untuk mengawas karena ingin melihat pertunjukan opera sabun di sebuah losmen. Meskipun ia tercipta tanpa perasaan, Ye Lin tetap saja ingin melihat.Opera sabun itu dimulai dengan pembukaan si pencerita membawakan kisah antar

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   77. Hanya Kesepian

    Shen Yuan dan A Ruo kini benar-benar dekat seperti sepasang kekasih. Meski mereka menjalani hidup dalam kurungan dan A Ruo sering dipanggil untuk melakukan terapi pada Kaisar. Namun, keduanya menikmati perjalanan cinta mereka yang mulai menggebu.A Ruo mulai mengenali kegemaran sang Pangeran. Shen

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   76. Kejujuran

    Shen Yuan dan A Ruo hanya bisa diam ketika kamar pribadi Pangeran diatur ulang tata letaknya dan ranjang, sprei, selimut serta tirai diganti dengan yang baru. Semua kegiatan itu dipimpin oleh Momo hingga keduanya memilih mengalah, entah sampai kapan.“Pangeran, hamba undur diri dulu. Silakan nikmat

  • Pelayan Medis Untuk Pangeran Salju   75. Pemeriksaan

    A Ruo menenggelamkan tubuhnya di bak mandi sampai sebatas dagu. Ia memejamkan mata, membiarkan kehangatan air memijat otot-ototnya yang terasa remuk setelah peristiwa tadi malam."Dasar obat sialan, Permaisuri gila yang punya anak agak mesum," gerutu A Ruo sambil menepuk-nepuk air.Pikirannya masih

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status